School X Fight [ROUND 2] [EDITED]

 

Title : School X Fight.

Author : Kumiko Kureichi (@Kumiikoisme)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Shim Minhyo (OC), dll.

Genre : School Life, Comedy, Romance.

Lenght : Chaptered.

Rating : PG-13.

Disclaimer : The plot 80% is not mine. The plot belong to Asumi Hara.

Oyeah, terlalu lama sepertinya. Maaf ^^. Oiya, mungkin untuk kalian yang udah pernah datang ke Blogku heran kenapa ceritanya beda sama Round 2 yang ‘asli’. Yup, sebenernya ini versi editednya(?). Yang lama —atau yang ancur itu— udah kuhapus kok :). Enjoy ^^ Jangan lupa Comment dan Likenya 😉

~~~o~~~

Minhyo POV

SHIM MINHYO 3-1

MULAI HARI INI MASUK 3-0.

 

“IGE MWOYA?!?!” pekikku terkejut.

 

“Astaga … kenapa bisa?” tanya Hana.

 

“Ckckck … ini yang ku khawatirkan!” cetus Jein.

 

Aku mengepalkan tanganku kesal. Cho Kyuhyun. Ini pasti ulahnya. Kenapa bisa-bisanya ia bertindak seenak jidat. Memindahkanku ke kelas 3-0. Arrrggghh!! Ini tidak adil!! Cho Kyuhyun SIALAAANNN!!!!

 

“Minhyo-ya, gwenchana?” tanya Hana khawatir “Ne, nan gwenchana.” jawabku menahan emosi “Sebaiknya kita protes!” usul Jein “Aniya! Andwae! Tidak usah Jein-ah. Kalau itu maunya. Aku terima saja. Lagi pula aku bisa terbebas dari kelas jahanam itu!” ucapku geram.

 

“Cih .. ternyata ini akhir dari gadis sok tahu itu!”

 

“Iya! Dari awal sudah kuduga pasti dia tidak akan bertahan lama di kelas elit itu!”

 

“Itu hanya keberuntungan~”

 

“Minhyo-ya …” Hana meremas pundakku “Tenang. Ini bukanlah akhir. Justru ini baru dimulai. Pertarungan dimulai dari sekarang.” tekadku. Seolah-olah aku mendapat energi baru. Cho Kyuhyun, si orang kaya itu pasti akan kumusnahkan dengan tanganku sendiri.

Minhyo POV end

 

Author POV

Shim Minhyo, kemarin gadis itu baru saja membuat masalah dengan Cho Kyuhyun. Menentang namja itu karena tingkah semena-mena dan sok berkuasanya. Dan kini yang harus ditanggungnya adalah, pindah ke kelas yang tingkat paling rendah. Dimana murid-murid nakal, miskin, ataupun bodoh tinggal disana. 3-0. Kini Minhyo bukan lagi ‘Shim Minhyo kelas 3-1’ tapi ‘Shim Minhyo kelas 3-0’.

 

Minhyo tiba di kelas barunya. Astaga … ini tidak pantas di sebut kelas. Ini lebih pantas di sebut gudang. Bagaimana bisa ia belajar dengan keadaan gedung yang sudah amat tua ini? Apakah kepala yayasan atau kepala sekolah tidak pernah merenovasinya? Ia berani jamin mereka pasti enggan mengeluarkan uang sepeserpun untuk kelas menyedihkan ini.

 

“Baiklah .. selamat datang Shim Minhyo!” gumam Minhyo sendiri. Ia membuka pintu kelasnya yang penuh dengan coretan itu.

 

JRENG JRENG JRENG~

 

“Hya! Awas!!”

 

Tuuiiiinggg~

 

DUUGGHH!!!

 

“Yak!! Asshhh!! Hey!! Apa kalian tidak punya mata, hah?!?!” omel Minhyo kesal. Seseorang melemparnya dengan tongkat baseball. Dan itu berhasil mendarat mulus di kepalanya.

 

“Tch, ada murid baru rupanya.” desis seorang siswa berambut pirang. Namanya Lee Hyukjae. Hyukjae menghampiri Minhyo dengan tatapan dinginnya. Tangannya menggenggam rahang Minhyo kencang “Kau tidak pantas disini.” Minhyo menepis tangan Hyukjae dengan kasar “Ayo kita pergi!” ajak Hyukjae kepada teman-temannya. Semuanya mengikuti perintah Hyukjae. Bahkan beberapa dari mereka sengaja menyenggol bahu Minhyo hingga ia hampir terjatuh.

 

Minhyo membelalak kaget melihat sosok namja itu. Namja berambut hitam yang pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Namja yang bertatapan sengit dengan Cho Kyuhyun.  “N-neo …” namja itu menatap dingin Minhyo “Untuk apa kau kemari?” tanya namja itu dingin “A-aku di-”

 

“Dibuang, ya?” Minhyo terpaku “Hm, kasihan. Dibuang pacarnya sendiri.” lalu namja itu meninggalkan Minhyo begitu saja “Mwoya? Dibuang katanya? Yak! Dasar kalian pengecut!! Rupanya kalian menantangku, hah?!” ancam Minhyo geram.

 

“Andwae!!”

 

Seseorang menarik tangan Minhyo “Eh, kau yang waktu itu, kan? Seo Joohyun-ssi?” tanya Minhyo kepada gadis yang ditolongnya kemarin, Seo Joohyun.

 

“Ne. Sebaiknya kau jangan melakukan itu pada mereka. Mereka sangat suka berkelahi. Mereka sangat kuat dan menyeramkan.” ujarnya memperingatkan. “Jika Minhyo-ssi melawan mereka, mereka tidak akan tinggal diam.” perkataannya membuat Minhyo tertegun. Benar, kekerasan tidak akan menyelesaikan apapun.

 

“Mianhada ..”

 

“Eh?” Minhyo terperangah. “Mianhada. Karena aku …. kau dipindahkan di Grup O. Mianhada.” ucapnya hampir terisak. Minhyo tersenyum tegar sambil menepuk pundak Joohyun “Ya~ apa yang kau bicarakan? Joohyun-ssi, kau tidak salah apa-apa. Itu karena aku tidak ingin tinggal di kelompok bajingan itu.” ujar Minhyo sambil tertawa.

 

“Yang mengejutkan adalah aku tidak bisa dikeluarkan. Hahahaha~! Orang itu pasti berniat menyiksaku! Kupikir aku akan di keluarkan sungguhan. Huft …”

 

“Itu bagus ..”

Author POV end

 

Minhyo POV

Keesokan harinya .. 

 

Minhyo menggumam sendiri. Ia sangat meirndukan kehidupan normalnya. Sebelum bertemu dengan Cho Kyuhyun dan dijebloskan ke ‘penjara sekolah’ ini. Dimana ia bisa bermain bebas bersama teman-temannya. Tanpa ada yang menjauhinya. Dan tanpa kekerasan sedikitpun.

 

Ia melangkah menuju kelasnya yang letaknya sangat amat jauh dari gedung utama sekolah. Bahkan ia harus capek-capek berjalan untuk masuk lewat Gerbang belakang. Ya, Grup 0 tidak boleh masuk lewat gerbang utama. Entah siapa yang membuat peraturan busuk itu. Yang jelas itu sangat amat tidak adil. Kalian tahu? Kelas ini seperti gudang. Atau tepatnya seperti tempat sampah. Dimana berisi sampah-sampah kotor yang tidak dibutuhkan lagi. Tapi bagi Minhyo, semuanya sama. Mereka bukanlah sampah. Mereka juga manusia yang berhak atas wawasan sekolah ini juga.

 

“Apa kau senang di kelas barumu?” sebuah suara bass yang sangat amat enggan kudengar muncul dibalik mobil mewah. Mobil itu sengaja melaju pelan seiringan dengan langkah Minhyo. Shit, iblis sekolah itu lagi. “Ah .. bukankah itu kelihatan seperti wajah bahagia?” sindirnya.

 

“Jangan katakan kau tidak senang di Grup 0.” ucapnya sombong “Ini tidak ada hubungannya denganmu.” balas Minhyo dingin.

 

Mobilnya tetap berjalan pelan mengiringi langkah Minhyo. “Aish, jinjja!! Apa maunya?! Dasar manusia sombong! Tidak, dia bukan manusia! Setan laknat!!” umpat Minhyo dalam hati.

 

“Kau tidak perlu melakukan hal yang berat. Jika kau mengerti, kau hanya perlu bilang padaku dan aku akan membantumu.” kata-katanya terlalu rumit. Hey, apa dia tidak sadar kalau dia berbicara dengan gadis bodoh? Singkat saja.

 

“Kau hanya perlu kata ‘Maaf’ darimu.” ucapnya dengan penekanan di kata’maaf’.

 

“Mwo .. mwoya?! Tunggu! YA!!! SIAPA YANG INGIN MEMINTA MAAF KEPADAMU?!?! DASAR IBLIS!!! TERKUTUKLAH KAAAUUU~!!!!”

 

Minhyo segera menuju kelasku dengan kesal. “Terkutuk, manusia macam apa dia? Untuk apa aku meminta maaf kepadanya? Cih, brengsek.” umpatnya lagi. Sepertinya pulang sekolah nanti ia harus pergi ke gereja dan memohon ampun kepada Tuhan. Karena ia terlalu banyak mengatai Cho Kyuhyun.

 

Sesampainya di kelas, lagi-lagi ia dibuat jantungan oleh penghuni kelas ini. Mereka dengan mudahnya menghancurkan kursi dan meja milik Shim Minhyo. Tanda mereka tidak suka akan kedatangannya.

 

“MWOYA?! Siapa yang melakukan ini?!” tanyanya geram. “Apa … apa yang kulihat ini?! Kenapa mereka berani sekali menghancurkan kursi dan meja belajar mereka sendiri?! Apa mereka tidak berpikir, SIAPA YANG MAU MENGGANTINYA?!?!?!” batinnya kesal.

 

“KALIAN SEMUA! DENGARKAN AKU!! KALIAN SEMUA MENGHANCURKAN KURSI … Aish jinjja!! Kalian semua  …. sangat menyebalkan!!” omelnya sendirian. Bagus, sekarang ia mendapat death glare dari mereka.

 

Lee Hyukjae, satu-satunya namja yang sangat amat anti kepada gadis yang bernama ‘Shim Minhyo’. Namja itu mendekat kearah Minhyo dengan tali yang menggantung di pundaknya. Seakan-akan ingin menerkam gadis itu.

 

“Kau yang menyebalkan …”

 

“Hyaaaa~!! Yaaaaa!! Apa yang kalian lakukan?!”

 

Tiba-tiba semuanya menyerbu Minhyo. “Astaga … mungkin ini akhir dari hidupku. Eomma, maafkan semua kesalahanku!” batinnya. Hari ini ia terlalu banyak membatin.

 

Tubuhnya diikat dengan tali. Shit, kencang sekali! “Lepaskan aku!!! Kalian semua brengsek!!” teriaknya “Kajja Joohyun-ah! Jika kau disini, kau pasti akan menolongnya!” Minhyo melihat Joohyun diseret seenaknya oleh Lee Hyukjae. “Sialan kau Lee Hyukjae!!”

 

“Selamat pagi semuanya!” sapa Kim Seonsaengnim dengan raut wajah ketakutan dan nada yang bergetar. Dengan seenaknya Hyukjae menendang Kim Seonsaengnim keluar “Pergi sana idiot!” usir Hyukjae “Jamkkanman!! Seonsaengnim!!” teriak Minhyo.

 

“YAAA~!!! LEPASKAN AKU!!! NEO JEONGMAL BABOYA!!!!”

 

~~~o~~~

 

“Ya! Donghae-ah! Mau ikut bersama kami? Kami akan pergi untuk mendapatkan makanan gratis!” tegur Hyukjae kepada Lee Donghae yang baru saja datang “Ah, kau sebaiknya tidak usah pergi ke kelas. Pengecut dari Grup 1 itu sedang kami kurung sendirian disana. Sekarang pasti dia sedang menangis.” saran Hyukjae. Donghae menyerngit. Kemudian ia menolak tawaran Hyukjae dan berpamitan ke suatu tempat.

 

Dilain tempat lain, Minhyo sedang berusaha melepaskan ikatan talinya. “Aakkhh!! Appo~!!” ringisnya. Ia menggigit bibirnya berusaha menahan rasa sakit “Sialan!” umpatnya “Ini bukan berarti aku ingin masuk ke Grup 0! Baboya!” gerutunya.

 

BRAKK!!

 

Pintu menjeblak terbuka begitu saja. Minhyo terkejut begitu melihat sosok yang muncul. Namja itu lagi. Lee Donghae.

 

“Mwo .. mwoya?” ucap Minhyo terkejut. Namja itu menghampirinya dan melepaskan ikatan yang ada di tangannya. “Gomawo ..” ucap Minhyo. Sejujurnya ia sangat amat malu mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya.

 

“Keluar ..” ucap namja itu.

 

“Mwo?” tanya Minhyo tak mengerti.

 

“Keluar dari Grup 0. Kau tidak mau tinggal di Grup 0. Itu benar, kan?” tanya namja itu “Kembali ke tempat yang kau inginkan.” tegas namja itu yang bernama Lee Donghae.

 

Minhyo sempat terbengong beberapa detik. Tapi kemudian ia sadar, ia memang tidak mau berada di tempat ini. Ia mau kembali ke teman-temannya. Bersama Jein dan Hana. “A .. arasseo. Aku tidak ingin  berada di tempat ini!” Minhyo segera bergegas meninggalkan kelas itu.

 

Kini ia akan pergi ke tempat yang lebih membutuhkannya. Dimana ada teman-temannya yang menunggunya. Ia sangat merindukan kehidupan lamanya di Grup 3.

 

Ia pun tiba di depan kelas 3-3. Tempat dimana ia berasal. Ia merasa ini adalah mimpi. Akhirnya ia bisa kembali ke tempat itu lagi.

 

“Ah! Hyuna! Yura!!” pekik Minhyo. Mereka adalah teman sekelas Minhyo ketika di Grup 3 “Aku .. aku akan bersama kalian lagi!” serunya. Namun mereka berdua hanya diam dan melengos pergi meninggalkannya layaknya angin. Hal itu berhasil membuat Minhyo terpaku.

 

“AAKKHH!!”

 

Tiba-tiba ia di dorong oleh seseorang hingga ia terjatuh. “Apa yang kalian lakukan?! Aku baru 2 minggu meninggalkan kelas ini!!” pekik Minhyo terkejut.

 

“Beraninya Grup 0 datang kemari!”

 

“Begitu kotor.”

 

“Sampah dari Grup 0.”

 

“Pergi!” seseorang menodongkannya pisau. Dan itu berhasil membuatnya terpaku.

 

“Pergi!”

 

“Pergi!”

 

“Pergi!”

 

“Pergi!”

 

“Wae … waeyo??” tanya Minhyo lirih.

 

“Jadi kau benar-benar tidak bisa, kan?” Cho Kyuhyun. Ia datang tiba-tiba. Namja itu tersenyum remeh kepada Minhyo “Sesuatu dari Grup 0.” ujarnya “Kau membuat semua orang …. kasar sekali ..” ujar Minhyo pelan ”Aku tidak menyuruh mereka melakukan sesuatu. Aku tidak bilang apa-apa.”  ujar Kyuhyun santai “Mungkin ini cara mereka memperlakukan ‘Shim Minhyo dari Grup 0′.” tanya Kyuhyun “Tidak ada yang menyakiti Shim Minhyo.” ujarnya.

 

“Tapi ini ‘Shim Minhyo dari Grup 0′ yang mereka tidak sukai.” lanjutnya. Minhyo hanya bisa terpaku.

 

“Jika kau mengatakan ‘maaf’,”

 

Aku sudah berada di luar ….

 

“Aku tidak bisa kembali.”

 

Aku tidak mau kembali …

 

“ANDWAE! MINHYO!”

 

“Joohyun-ssi ..” Minhyo terperangah tiba-tiba Joohyun memeluknya dari melakang “Kau tidak bisa mengatakan itu!!” sahut Joohyun “Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau datang sendiri! Bisa-bisa kau terancam juga!” pekik Minhyo khawatir “Gwenchana. Kupikir dengan Minhyo disisiku. Aku merasa sedikit lebih aman. Karena itu aku …”

 

“Kenapa kau berlari disini?! Cho Kyuhyun belum selesai berbicara!!” bentak salah satu teman Kyuhyun

“Enyahlah!!”

 

SSEEETT!!

 

“Minhyo ..” gunting yang diarahkan ke Joohyun segera ia tangkap dan direbutnya. Ia berjalan menghampir Cho Kyuhyun. Tatapan matanya yang tajam sempat membuat Kyuhyun heran “Aku akan membuat sebuah tempat dimana aku berasal.” ucapnya di depan wajah Cho Kyuhyun. “Kajja.” ia menarik tangan Joohyun pergi dari tempat itu. “Beraninya gadis itu. Memperlakukan Cho Kyuhyun dengan kasar?” ucap salah seorang murid.

 

“Seperti yang aku perkirakan …. Shim Minhyo ..” gumam Kyuhyun.

Author POV end

 

Minhyo POV

Keesokan harinya …

 

“Pagi~!!” sapaku seriang mungkin kepada seluruh penghuni kelas 3-0. Semua orang menatap kearahku dan kubalas dengan senyumku yang paling murah(?). “Sepertinya kau masih hidup.” sindir Hyukjae. Aku melihat sekeliling kelas dan menemukan sosok manusia dingin sok pahlawan “Hya!! Sikap macam apa itu?!” gerutuku kesal.

 

“Dan kau seseorang dari Grup 1.” balasnya. Aku hanya diam tak menanggapi ucapannya “YA!! Apa kau mendengar?!” bentak Hyukjae “YA! Apa yang kau pikirkan?!” tegurnya lagi “Aku?” tanyaku.

 

JREEEENGGG~

 

“Aku kelas 3-0. Aku akan membuat tempatku di Grup 0. Shim Minhyo imnida!”  sahutku ceria sambil menunjukkan dasiku yang baru. Dimana ada angka ’0′ di ujungnya.

 

Ya, seperti yang aku katakan. Aku akan memulai semuanya dari awal. Dimana aku berasal. Dan dimana aku tinggal. Yaitu 3-0. Kini, aku adalah Shim Minhyo dari Grup 0.

Minhyo POV end

 

Author POV

School at oo.oo KST.

 

Dimalam yang dingin itu. Seorang namja masuk kedalam Gedung Grup 1 yang keadaannya cukup sepi. Tidak ada siapapun disana selain dirinya. Bermodalkan tongkat baseball ditangannya. Ia mengarahkan benda itu ke kaca jendela Grup 1.

 

PRAAANGG!!!

 

“Hahaha!”

 

Seseorang berbalut celana dan jaket berwarna putih. Bergambar tengkorak di bagian belakangnya. Ia menghancurkan seluruh kaca yang ada di lorong Grup 1. Entah apa maksudnya. Terlihat ia memang sengaja melakukannya.

 

Perang pun dimulai dari sekarang …

 

School at morning …

 

“Selamat pa-”

 

“OMONA!!!”

 

“Apa yang terjadi?!”

 

Dua orang siswi yang baru datang begitu terkejut melihat pemandangan koridor di Grup 1. Mereka pun lari terbirit segera melaporkan hal itu kepada Cho Kyuhyun.

Author POV end

 

Minhyo POV

“Pagi!!” seruku bersemangat ketika bertemu Joohyun di depan kelas “Kau sangat bersemangat hari ini, Minhyo-ssi!” sahut Joohyun tiba-tiba “Joohyun!” pekikku “Apakah sesuatu yang menyenangkan terjadi?” tanyanya “Yeah .. Aku tidak ingin kalah di hari ini!!” seruku.

 

“Maksudmu … berkelahi?!” pekik Joohyun “Hey, ini bukan tawuran. Jangan khawatir.” ujarku.

 

“Kau lihat? Aku tidak lagi masuk ke kelas dengan raut wajah depresi. Hahaha~” candaku “Aku lihat.” itu benar. Aku sudah memutuskan. Aku di dalam Grup 0.

 

“Pagi semuaaaa~!!” sapaku riang.

 

Tuiiing!!

 

“Ah, aku tidak menggunakan ini untuk kelelawar.” ejek Hyukjae. Arrgghh, lagi-lagi ia menyerangku dengan bola baseball!! Apa maksudnya kelelawar? Oh, ia mengataiku kelelawar? Kau pun juga Hyukjae-ssi, manusia berparas monyet! “BABO!! Aku sedang berjalan tahu!!”

 

Bruukk!!

 

Aku ditabrak oleh seorang gadis. Entah siapa ia. Yang jelas gadis itu selalu lengkap dengan bedak dan lip gloss di tangannya. Ya, ia sengaja melakukannya. Kurasa -_____-“.

 

Itu benar, ini adalah kelas dimana aku harus bergaul dengan teman-teman yang selalu bertingkah seperti anak SD—hyukjae— dan Joohyun dan gadis yang menganggapku tak terlihat dan ….

 

Ketua dari Grup 0, Lee Donghae. Apa yang sebenarnya ia pikirkan? Aku benar-benar tidak tahu.

 

~~~o~~~

 

“Jadi begitu .. apa menurutmu MoonTae?” tanyaku kepada anjing peliharaanku. Ya, aku menceritakan semua kehidupanku di Grup 0 kepada anjing ini. Sangat konyol kelihatannya, tapi ini memang kebiasaanku. Dan biasanya ia hanya diam menanggapinya. Hhh, mirip seseorang sekali. Siapa ya? Apa Lee Donghae? Ish, kenapa nyambung ke anak sialan itu sih?

 

“………”

 

Benar, kan? Ya! Dia itu hanya seekor anjing, Shim Minhyo!!

 

“Jinjja … aku ingin tahu bagaimana keadaan kami jika rukun ..”

 

“Apa yang kau katakan?!”

 

“Apa itu?” pekikku. Aku bersembunyi di balik semak-semak bersama MoonTae. Sepertinya ada yang berkelahi. Suara itu berasal dari tepi sungai Han. Astaga .. bukankah itu Lee Hyukjae? Dia bersama siapa? Apa mereka benar-benar sedang bertengkar?

 

“‘Jika kami menyerangmu kami akan dibawa ke kelas terendah’?” tanyanya “Aku dipindahkan disini karena baseball. Jika aku menyerangmu, maka aku adalah pengecut!” entah apa yang mereka bicarakans yang jelas aku tidak mengerti. Tapi sepertinya ini menyangkut ‘tingkat kelas’ di sekolahku.

 

“GUK!!”

 

Sialan! Aku ketahuan! Itu karena MoonTae!! Namja itu segera melarikan diri. Lalu Hyukjae yang menyadari kehadiranku segera menghampiriku dan mencengkram kerah hoodieku.

 

“Jika kau berani mengatakan apapun kepada siapapun tentang yang baru saja terjadi, aku akan membunuhmu.” tatapan matanya tajam dan terdengar seperti tidak main-main.

”Arasseo?!”

 

“Aaakhh!” ringisku. Ia mendorongku hingga terjatuh. “Uhuuuk! A .. apa yang ia lakukan?!” pekikku.

 

Keesokan harinya …

 

“Beraninya dia melakukan itu kepada seorang gadis!!” gerutuku “Aku sangat marah!!” ya, karena sikapnya yang kemarin! Apa dia pikir aku ini lelaki? Kenapa bisa-bisanya melakukan hal itu kepada perempuan?! Sialan!!

 

“Ya!! Neo!!” teriakku di belakang namja berparas monyet itu. Kulihat ia terkejut “Kau benar-benar tidak tahu keadaan!” tegurnya.

 

“Kau telah ditangkap Lee Hyukjae!! Ikut kami ke Grup 1!!” tiba-tiba 2 orang guru datang menghampiri kami dan menyergap Hyukjae

 

“Ah .. waeyo?” tanyanya terkejut “Kau seharusnya sudah tahu! Kau seorang tersangka!!” ujarnya.

 

“Mwoya?! Tersangka?!” pekikku.

 

“Apa yang kau katakan! Lepaskan aku!!” berontak Hyukjae. Apa yang terjadi?  Apa dia baru saja mencuri? Atau membunuh orang? Apa ada kaitannya dengan kejadian kemarin??

 

Aku hanya bisa terpaku melihat Hyukjae diseret oleh kedua guru tersebut. Apa yang harus kulakukan? Aku kasihan padanya, tapi disatu sisi aku kesal dengannya. Bingo! Tuhan menjawab doaku, Lee Donghae lewat. Spontan aku segera menegurnya.

 

“Ah! Lee Donghae!!” sahutku. Aku segera menghampirinya “Ya! Lee Hyukjae sepertinya mendapatkan masalah tadi .. sesuatu tentang kriminal dan baru saja ditangkap guru tadi!” seruku. Ia hanya diam dan melewatiku begitu saja, ya?! Apa yang dilakukannya?!

 

“Jamkkanman! Apa kau mendengarku?!” omelku “Jika kau tidak bergegas salah satu teman sekelasmu akan ditangkap!!” teriakku “Kenapa kau tidak peduli dengan temanmu sendiri?! Bajingan!!” bentakku.

 

“Lalu?” tanyanya santai “Kau adalah salah satu bagian dari Grup 0, kan? Jika kau mengejar mereka, apakah tidak akan sama?” tanyanya. “Babo!!” umpatku. Aku segera berlari meninggalkannya. Dasar, tidak bisa diajak kompromi!! Kenapa dia tidak peduli dengan temannya sendiri?! Manusia berkepala batu! Harus dihancurkan oleh apa sih, supaya bisa melunakkan kepalanya itu?!

 

Aku segera berlari menuju gedung utama sekolah. Aish, terlalu banyak ruangan membuatku pusing. Kira-kira dimana Lee Hyukjae?!

 

“Lepaskan aku!!” aku mendengar suara Hyukjae dari luar ruangan kepala sekolah aku segera menghampiri ruangan itu. Mengintipnya sedikit dari celah pintu yang terbuka.

 

“Kenapa kalian memperlakukanku seperti ini?!”  berontak Hyukjae “Berhenti bersandiwara!! Kau kacaukan asrama Group 1 pada 2 hari terakhir ini!” aku melihat Hyukjae terperangah mendengarnya “Mwo .. mwoya?!” pekiknya. Apa?! Menghancurkan asrama Grup 1? Atas dasar apa? Oke, karena Grup 0 dan Grup 1 adalah rival. Tapi kenapa Hyukjae?

 

“Aku lihat jaket itu!!”

 

“Aku juga!”

 

“Aku juga!”

 

“Aku juga!”

 

“Banyak jaket seperti ini dimana-mana!! Barang ini tidak dapat digunakan sebagai bukti!!” protesnya.

 

“Bukti ..?” kulihat seseorang menyerahkan sebuah tongkat baseball  yang tertulis namanya disitu “Mengapa … itu diambil dariku seminggu yang lalu!” ujarnya “Kau pikir kami akan percaya padamu?!”

 

Jamkkanman, aku melihat Hyukjae di tepi sungai kemarin.

 

“Dan ditambah, kau adalah salah satu yang sering menyebabkan masalah di sekolah. Aku tahu hal seperti ini akan terjadi suatu hari nanti.”

 

“Keluar dari sekolah …” tunggu, suara itu. Cho Kyuhyun! Ya! Pasti orang itu! Tapi … APA KATANYA?! KELUAR?!

 

“Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya.” apa maksudnya?! Kenapa dia bisa-bisanya bertindak seenak jidatnya itu?! Sialan!! Aku lupa bahwa “Ah … hajiman-”

 

“Dikeluarkan terlalu besar bukan?” potongnya. Sungguh, aku tidak mengerti apa yang ia bicarakan? Oh! Tunggu .. jangan bilang dia ingin mempermainkannya?

 

“Kau tidak ingin Ibumu mengetahui hal ini bukan?” dugaanku benar “Sebuah keluarga yang normal. Dan juga Ibumu yang mengumpulkan uang demi kau bisa datang kemari. Itu kenapa … kau tetap tidak memberitahunya bahwa kau Grup 0 yang berasal dari Grup 2 setengah tahun yang lalu.” apa? Apa katanya? Dari Grup 2? Apa semua yang dikatakannya benar? Ke .. kenapa bisa?

 

“Itu sebabnya .. jujurlah. Jika kau melakukannya, yah …. aku bisa saja membatalkan hukumannya.”

 

“Persetan!! Lebih baik aku keluar dari tempat ini dari pada aku tunduk pada kekuatanmu!!” tolak Hyukjae

 

“Baiklah kalau begitu … kau yang mengatakannya.”

 

BRAAKK!!

 

Hyukjae tiba-tiba membuka pintu sehingga membuatku jatuh terjengkang.

 

Dugh!

 

“Akh!! Ya!! Hyukjae-ssi!! Tunggu!!” aku segera mengejarnya dan segera kutangkap tangannya.

 

“Jamkkanman!” tahanku “Mwo?! Lepaskan!!” bentaknya “Kenapa kau malah melarikan diri?!” tanyaku “Kau tidak melakukan sesuatu! Kau sangat menyebalkan!! Selalu menguping pembicaraan orang!!” lagi-lagi ia mencengkram kerah bajuku. Bahkan hampir mencekikku.

 

“Kau bukan pelakunya. Lalu kenapa kau keluar dari sekolah ini?” tanyaku.

 

“Berhenti berakting sok keren!!” teriakku.

 

“Kita cari bukti bahwa kau tidak ada disana. Beritahu Grup 1 dan kita cari pelakunya bersama!” jelasku.

 

Bruk!

 

Ia mendorongku kasar. Ugh, sungguh kejamnya dirimu Lee Hyukjae. Kurang baik apa diriku ini? T_T. “Bukankah kubilang kau itu sangat menyebalkan?!” bentaknya lagi “Terserah! Idiot!”

Minhyo POV end

 

Author POV

Saat itu Lee Donghae sedang menyusuri koridor. Tak sengaja ia mendengar sebuah percakapan di sebuah ruangan.

 

“Aku akan menemukan pelaku yang sebenarnya.” suara itu. Gadis itu, Shim Minhyo. Pasti ia tidak sedang berbicara sendirian “Tolong batalkan hukuman Lee Hyukjae!” pinta gadis itu kepada Cho Kyuhyun “Arasseo.” jawab Kyuhyun dengan senyuman lebar. Dan itu membuat Minhyo frustasi. “Hey, aku serius tahu!” tegur Minhyo. Minhyo berjalan mengelilingi ruangan itu.

 

“Kau hanya perlu menunggu, aku akan menemukan pelaku yang sebenarnya.” ujar Minhyo “Aku tahu Hyukjae bukan pelaku yang sebenarnya.” lanjutnya “Lalu bagaimana jika Grup 1 jadi kacau?” tanya Kyuhyun yang membuat Minhyo menoleh menatapnya.

 

“Sekolah hanya butuh alasan untuk membuang beberapa … sampah.” ucapnya dengan penekanan di kata ‘sampah’.

 

“Hanya karena itu, Hyukjae harus dikorbankan?” tanya Minhyo tak percaya.

 

“Tapi dia salah satu yang ingin di keluarkan dari sekolah. Sangat hebat, bukan?” tanyanya “Bukankah kau yang memaksanya?!” bentak Minhyo emosi.

 

“Toh jika aku menemukan pelaku yang sebenarnya kau akan melepaskannya, kan??” tanya Minhyo  ”Kau pikir bisa semudah itu menemukannya?” tanyanya seolah meremehkan Minhyo “Seharusnya kau tahu dari sekarang, aku bisa saja menjadi satu-satunya yang berada di sekolah ini.” ia berkata seperti itu seolah ia bisa mengeluarkan siapapun dari sekolah ini.

 

“Apa .. apa yang bisa kulakukan?” tanya Minhyo  dengan suara hampir tak terdengar “Well .. jika kau mau menggantikannya maka dia tidak akan di keluarkan.”

 

~~~o~~~

 

Bruk!

 

Lee Donghae, namja itu melempar tasnya sembarangan kearah Hyukjae yang sedang berbaring di halaman sekolah “Donghae-ah ..” gumam Hyukjae “Mian ..” ucapnya “Tapi aku pikir sekolah ini sedikit tidak cocok untukku.” lanjutnya disambut dengan senyum sok tegar.

 

“Lalu kau akan memberitahu Ibumu semuanya? Termasuk kau adalah anak Grup 0.” tanya Donghae padanya “Toh aku akan meninggalkan sekolah ini. Jadi …”

 

“Kurasa kau tak perlu melakukannya.” ujar Donghae “Mwo?” tanya Hyukjae tak mengerti “Gadis itu … rela menjadi boneka Cho Kyuhyun demi dirimu.” lanjutnya “Mwoya?” Hyukjae terperangah. Ia tak percaya apa yang telah Donghae katakan.

Author POV end

 

Minhyo POV

Errr … ternyata hukumannya aku harus membersihkan semua kekacauan ini! Arrgghh!! Tangan, kaki, pingganggku bisa-bisa terpisah! Malah aku harus membersihkan 10 lorong! Arrgghh!! Kenapa tidak 100 saja sekalian? Atau kenapa mereka tidak membunuhku saja?! Dengan begitu semuanya beres. Ugh! Aku menyesal pernah kenal denganmu Cho Kyuhyun!

 

“Lihat … ia membantu pelakunya membersihkan kekacauannya.”

 

“Aku dengar karena dia berasal dari Grup 0, makanya dia rela diperbudak oleh Cho Kyuhyun.”

 

Tlaaang!!

 

Seorang siswi yang pastinya GENIT sengaja menyenggol ember berisikan air itu.

 

“Ah .. oops! Mianhae. Kekekeke~” sialan! Pasti mereka sengaja menjatuhkan embernya! “Ya! Jamkkanman!! Kalian … ugh!” seseorang sengaja menginjak tanganku “Agh! Appo~” ringisku “Kurasa aku telah menginjak suatu kotoran. Iew~” Arra, aku terima ini dengan senang hati. Anggaplah ini pujian, Shim Minhyo. Aku tidak akan melarikan diri! Aku tidak akan kalah!!

 

“Fighting Shim Minhyo!!” seruku sambil mengepalkan tangan ke udara. Ya, karena Shim Minhyo tidak akan berhenti di tengah jalan!!

 

~~~o~~

 

Dan apalagi ini?! Mencuci pakaian diluar?! Aish .. apa Cho Kyuhyun itu sudah tidak waras?! “Kenapa aku harus mencuci semua pakaian ini diluar? Padahal lebih mudah jika menyucinya di dalam! Orang kaya pelit sekali!!” gerutuku sendiri.

 

TAP~

 

Aku merasakan ada seseorang di belakangku. Pasti Cho Kyuhyun sialan itu. Yah, yah .. dia memang perhatian =___=. “Ne .. ne .. ne .. aku tidak akan mengeluh. Aku akan bekerja dengan baik Cho Kyu-”

 

“Apa aku harus keluar dari sekolah bersama denganmu?!” Eh? Itu bukan Cho Kyuhyun. Suara cempreng itu …. KYA!!! Siluman monyet itu lagiiii~!! LEE HYUK JAE.

 

“Si-siapa yang bilang aku menolongmu, hah?!” jawabku berbohong. Oh, jinjja. Aku sungguh terkejut. Babo Minhyo!! “Babo! Kenapa kau seperti ini?!” omelnya lagi. Aish … masih untung ada yang membelamu mati-matian Lee Hyukjae-ssi -___-”. Dasar tidak tahu diuntung!! “Apa maksudmu?! Aku melakukan ini bukan untuk siapapun!!” ucapku berbohong.

 

Hening … ia tak membalas perkataanku. Sepertinya ia benar-benar percaya. Hahaha, bagus. Tapi, ngomong-ngomong, ia tahu semua ini dari siapa? Ah, mungkin dari semua gosip yang beredar. Ya .. ya .. ya .. gosip.

 

“Gomapta ..” ucapnya tiba-tiba.

 

Mwo …? Apa telingaku tidak salah dengar? Ia mengatakan ‘Gomapta’ kepadaku? Astaga … apa benar ia mengucapkan kalimat sakral(?) itu? Apa benar dia seorang Lee Hyukjae? Aku berbalik dan melihatnya berjalan menjauh dariku.

 

“Ah .. dia bilang gomapta ..” ucapku sambil tersenyum.

 

“BAIKLAH!!! AKU AKAN MELAKUKAN YANG TERBAK!! FIGHTING!! MINHYO JJANG!!! Hihihihi~” teriakku seperti orang gila di pinggir lapangan ini.

Minhyo POV end

 

Author POV

Kyuhyun tersenyum sinis sambil memasuki ruang perpustakaan sambil menggumam, “Aku tidak percaya anak itu nyalinya besar sekali. Tapi dia tetap menyebalkan.” ia berdalih kearah salah-satu rak buku. Ia mengambil salah satu buku dan mengintip dari celah tersebut.

 

Kyuhyun —lagi—, namja itu melihat seorang namja yang ia kenal dekat. “Bagus, perbuatanmu mengacaukan Grup 1 hanya sia-sia.” tuturnya kepada namja itu “Shim Minhyo, gadis itu sangat peduli.” lanjutnya.

 

“Aku mempunyai tawaran bagus untukmu.” ujar Kyuhyun. Ia menunjukkan smirknya.

 

“Tentu saja … aku tidak terima jawaban ‘tidak’.”

Continue …

Gimana? Sedikit berbeda apa sama aja? ._. Maaf deh kalo masih salah. Kalo komennya banyak bakalan aku post round 3 yang udah siap jauh-jauh hari xD. Oke … gamsahamnida~ ^^ *bow*

Iklan

10 thoughts on “School X Fight [ROUND 2] [EDITED]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s