School X Fight [ROUND 3]

Title : School X Fight.

Author : Kumiko Kureichi (@Kumiikoisme)

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Shim Minhyo (OC)
  • Seo Joohyun
  • Lee Hyukjae
  • Choi Siwon
  • Kwon Yuri

*author ngeborong cast xD*

 

Genre : School Life, Romance, Comedy.

Lenght : Chaptered.

Rating : PG-13.

FB : facebook.com/kumikokureichi

Warning : Typo(s), gaje, de el el.

 

 

Pertama-tama, saya MINTA MAAF SEBESAR-BESARNYA karena part sebelumnya buat kalian pusing 7 keliling. Entah karna alurnya ga jelas, kecepetan, gaje, abal, dll. Yang jelas itu semua murni kesalahan saya. Dan banyak juga kekeliruan yg terjadi. Seperti Jein & Hana, sahabat karib Minhyo, mereka TIDAK membenci Minhyo. Ternyata saya salah orang T_T. Dan semoga part ini memperjelas permasalahan di part sebelumnya. Dan —lagi— semoga tidak mengecewakan. AMIN. Happy reading ^^

 

~~~o~~~

Sebelumnya …

 

Kyuhyun tersenyum sinis sambil memasuki ruang perpustakaan sambil menggumam, “Aku tidak percaya anak itu nyalinya besar sekali. Tapi dia tetap menyebalkan.” ia berdalih kearah salah-satu rak buku. Ia mengambil salah satu buku dan mengintip dari celah tersebut.

 

Kyuhyun —lagi—, namja itu melihat seorang namja yang ia kenal dekat. “Bagus, perbuatanmu mengacaukan Grup 1 hanya sia-sia.” tuturnya kepada namja itu “Shim Minhyo, gadis itu sangat peduli.” lanjutnya.

 

“Aku mempunyai tawaran bagus untukmu.” ujar Kyuhyun. Ia menunjukkan smirknya.

 

“Tentu saja … aku tidak terima jawaban ‘tidak’.”

 

 

Minhyo POV

From : Cho Kyuhyun

Sekarang di Grup 1 sedang ada pesta. Sepulang sekolah nanti jangan lupa kemari.

 

To : Cho Kyuhyun.

Oh, baik sekali kau mengundangku kesana ^^ Gomapta Cho Kyuhyun-nim~

 

From : Cho Kyuhyun.

Siapa yang mengajakmu, ahjumma? Tentu saja kau harus melakukan tugasmu.

 

To : Cho Kyuhyun.

Arasseoyo harabeoji =,=”

 

From : Cho Kyuhyun.

Lakukan saja apa yang kuperintahkan!! Ahjumma bawel.

“Hyaaakk!! Yaak!! Apa-apaan dia?! Ahjumma bawel?! Dasar kakek-kakek!!Arrgghh!” aku mengetuk-ngetuk layar ponselku tidak jelas. Rasanya ingin sekali kutelan ponsel ini. Jika aku mempunyai 9 nyawa “Mwo? Siapa yang ahjumma bawel?” tanya Joohyun “Ah, bukan siapa-siapa.” jawabku malas.

 

Langkahku terhenti ketika melihat sosok gadis yang tak asing bagiku yang sedang bersandar di gerbang utama lengkap dengan peralatan make up-nya. Ya, gadis yang selalu menganggapku tak terlihat. Kalau tidak salah namanya Kwon Yuri. Iya! Kwon Yuri. Tapi … seharusnya kan Grup 0 menjauh dari gerbang utama. Astaga .. beraninya dia =.= bisa-bisa dia ditendang langsung ke gerbang belakang!

 

“Minhyooo~!!” sahut Joohyun yang tiba-tiba sudah berada jauh di depanku. Eh, lho? Kenapa dia malah duluan? Ia berlari menghampiriku “Kenapa kau malah melamun?? Kajja!!” ajaknya. Oh, ternyata diriku yang melamun. Minhyo babo.

 

~~~o~~~

 

“Ige …. IGE MWOYA?!?!”

 

Mulutku menganga, mataku melotot seakan ingin keluar. Oh, Tuhan. Bunuh aku sekarang juga!! Dari pada aku harus membersihkan kelas terkutuk ini!! Omo~ omo~ sejak kapan kelas mewah nan royal ini menjadi pasar tradisional? Ckckck, beginikah pesta ala orang kaya?

 

“Kenapa? Apa kau tidak sanggup?” Kyuhyun muncul dari balik pintu. Ia menyunggingkan smirknya “Tentu saja sanggup!” sanggup mati! Membersihkan kelas kotor ini tidak akan selesai 7 hari 7 malam. “Bagus, kalau begitu kerjakan!!” perintah seorang siswi yang kutahu adalah wakil ketua kelas 3-1. Aku tidak tahu siapa namanya dan itu tidak penting bagiku.

Aku beranjak menuju lemari yang khusus disimpan peralatan kebersihan. Aku masih hafal kelas ini. “Ya! Berhenti! Mau apa kau?!” tegur siswi itu saat tanganku hampir meraih kenop lemari “Tentu saja mengambil peralatannya,” jawabku santai “Tanganku terlalu kotor untuk menyentuhnya! Ambil di gudang saja!!” perintahnya “Mwoya?! Gudang?! Hey!! Untuk apa aku jauh-jauh … aish!! Arasseo.” akhirnya aku mengalah karena siswi jelek itu menatapku dengan tatapan mengancam.

 

“Kau tidak perlu melakukan itu.” sahut sang ketua kelas 3-1. Choi Siwon. Omo!! Itu Choi Siwon!! Ahaha, andaikan ada Jein saat ini, dia pasti sudah menjambak rambutku hingga botak.

 

“Apa maksudmu?!” tanya siswi itu “Kau boleh kok memakai peralatan kebersihan kami.” jelasnya. Aku melongo, astaga … betapa baik dirinya >///<. tapi=”” aku=”” harap=”” kebaikannya=”” tak=”” berarti=”” apapun.=”” siwon-ssi=”” ucapku=”” sambil=”” membungkuk=”” hormat.=”” segera=”” mengambil=”” peralatan=”” kebersihan.=”” sementara=”” wakil=”” ketua=”” cerewet=”” itu=”” mengomel=”” jelas.=”” mereka=”” pun=”” pergi=”” meninggalkan=”” kelas=”” ini.=”” tersisa=”” hanya=”” dan=”” sampah-sampah=””></.>

 

Aku mulai membersihkan kelas neraka ini. Menyapu semua sampah yang bertebaran dan membuangnya ke tempat sampah. “Astaga .. penuh sekali!” aku pun memutuskan untuk membuangnya terlebih dahulu ke tempat sampah yang lebih besar yang berada di pinggir lapangan.

 

“Oh! Lihat! Si Ahjumma dari Grup 0. Kalau dilihat-lihat, dia memang pantas menjadi pembantu. Kudengar dia itu anak yang bodoh.”

 

“Iya! Bodoh sekali. Untuk apa ia repot-repot mempedulikan teman sekelasnya itu? Lagi pula itu hanya akan berujung sia-sia saja.”

 

“Ne, ne, ne. Nilai kalian dalam mengejek orang 100! Tapi lebih baik kalian memperbaiki nilai ulangan kalian yang jelek itu!!” celetukku “Huh, memangnya nilai ulanganmu sendiri berapa? Seperti dirinya sudah pintar saja.” balasnya “Ya! Dasar … manusia laknat! Kalian … aaaarrrgghh!!” aish, aku sudah geram sekali dengan omongan mulut orang-orang kaya ini! Harta itu tidak ada apa-apanya dimata Tuhan, tahu!! Rasanya ingin sekali aku menyumpal mulut-mulut kotor itu dengan sampah.

 

“Ayo kita pergi dari sini. Aku tidak mau dekat-dekat dengan sampah!” segerombolan gadis itu meninggalkanku. Salah satu dari mereka melemparkan sebuah kertas kepadaku “Dasar Ahjumma somboooog!!” teriakku frustasi. Aku meremas kertas itu. “Paling kertas ini hanya lembaran dari majalah gosip! Cih!!” umpatku.

 

Aku membuka kertas itu dan membacanya secara seksama. Mataku membelalak. Kubaca lagi berulang-ulang dengan teliti dan benar. Bahkan aku sampai mengejanya. Omona, aku benar-benar tidak buta, kan? Aku sudah diajarkan membaca sejak kecil. Astaga .. apa-apaan ini?!

Minhyo POV end

 

Author POV

Minhyo berlari mencari-cari sosok Cho Kyuhyun. Ia menemukan namja itu di kelas 3-1. Beserta dengan Choi Siwon dan yang lainnya.

 

“IGE MWOYA?! Kenapa kalian tidak mengizinkan Grup 0 untuk mengikuti pesta perayaan ulang tahun sekolah yang ke-55?!” teriaknya dengan emosi yang membara.

 

“Ya!! Kenapa kau malah kabur?! Kau belum menyesaikan pekerjaanmu!!” bentak wakil ketua kelas “Jawab aku!! Kenapa disini tertulis hanya Grup 1 sampai Grup 4 saja yang diundang?! Ini sungguh tidak adil!! Grup 0 berhak mengikuti segala jenis acara apapun yang ada di sekolah ini! Karena mereka juga bagian dari sekolah ini?! Apa kalian tidak mengerti?!” bentaknya lagi.

 

“Dari mana kau dapat selebaran itu?” tanya Cho Kyuhyun “Oh, ini? Aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada rombongan gadis yang memakiku dan melemparku dengan ini. HAHAHA~!!!” Minhyo tertawa puas.

 

“Bicara apa kau ini? Tentu saja Grup 0 tidak layak mengikuti pesta itu! Jika Grup 0 diikutsertakan, pasti mereka selalu merampas makanan grup lain. Sama sekali tidak ada sopan santunnya sama sekali!” jelas wakil ketua kelas “Tch .. itu pasti ulah Lee Hyukjae dan kawan-kawan. Mereka itu … =__=” gerutu Minhyo dalam hati.

 

“Wakil ketua .. seharusnya kau tidak berkata seperti itu~” ujar Choi Siwon “Ah! Siwon-ssi!” pekik Minhyo, ia mulai mendapat sinyal-sinyal kuat(?) dari namja berparas tampan itu “A .. apa maksudmu ketua?” tanya wakil ketua “Tentu saja Grup 0 diperbolehkan ikut serta dalam pesta perayaan itu.”

 

“Kyaaaa~!! Gomawoyo Choi Siwon-ssi!! Jeongmal gomawoyo!” Minhyo membungkuk berkali-kali dihadapan Siwon “Ne, ne. Tidak perlu berlebihan seperti itu Minhyo-ssi. Ehehehe ^_^””

Author POV end

 

Minhyo POV

Omona~ ini seperti mimpi. Kenapa Choi Siwon itu orangnya baik sekali? Dan sekarang aku sedang bersama Siwon membicarakan tentang Pesta Ulang Tahun Sekolah.

 

“Jadi .. kira-kira berapa banyak anak dari Grup 0 yang akan ikut serta?” tanyanya “Hm, molla. Aku harap mereka semua ikut, ehehehe. Tapi sepertinya akan sulit sekali membujuk mereka. Sepertinya aku harus meminta bantuan salah satu siswa atau siswi yang ada di Grup 0. Tahu sendiri, kan. Mereka itu seperti apa kepadaku. Huh .. aku pusing sekali!” cerocosku.

 

“Hm, ne. Ah! Aku ada rapat dengan seluruh ketua kelas sebentar lagi! Sepertinya aku harus meninggalkanmu.” pekiknya “Ne, gwenchana. Pergilah. Nanti kau akan terlambat.” ujarku “Ne, annyeonghi gyeseyo Minhyo-ssi!” aku membungkuk kepadanya. Tiba-tiba aku merasakan seseorang menarik telingaku keras sekali. Astaga, dia menyeretku dengan telinga.

 

“Aaaaaahhh~!! Appo!! Yak! Apa yang kau lakukan Kwon Yuri-ssi?!” omelku. Tiba-tiba ia menatapku tajam “Kenapa kau bersamanya tadi? Ada hubungan apa antara kalian? Huh? Huh? Huh?” tanyanya bertubi. Ia menekan dahiku hingga membentuk dinding sekolah “Ya! Ya! Kenapa kau malah menginterogasiku?” tanyaku “Jawab saja pertanyaanku!!” bentaknya.

 

“Atau …”

 

JDERRR!!!

 

Astaga .. tatapannya itu––––tajam setajam SILET!!

 

“Kalian berpacaran?!” tanyanya “MWO?! Ya! I .. itu tidak mungkin Kwon Yuri-ssi!” tepisku “Jinjjayo? Tapi kenapa kalian itu dekat sekali? Dengar, ya~ anak baru! Awas saja jika kau berani mendekatinya! Atau kau akan …” jamkkanmanyo, kenapa dia seperti ini. Apa dia ..

 

“Apa kau menyukai .. Choi Siwon?”

 

BLUSSHH!!

 

Omo~ omo~ apa itu? Wajahnya … wajahnya .. “KYAHAHAHHAA~!! Ternyata benar kau menyukai Choi Siwon!! Hahahha! Aigoo … kenapa tidak bilang saja dari tadi Kwon Yuri-ssi??” tanyaku sambil terkikik “Lalu kenapa?!” ia memukul kepalaku. Aish, kenapa semua orang memperlakukanku seperti anak laki-laki sih? Tiba-tiba sebuah ide terlintas di dalam otakku.

 

“Ah! Kwon Yuri-ssi, aku ingin menawarkan sesuatu kepadamu. Sebentar lagi pesta ulang tahun sekolah kita akan dirayakan. Nah, kebetulan Choi Siwon mengizinkan Grup 0 untuk ikut serta-”

 

“OMO!! Jinjjayo?! Choi Siwon yang mengizinkannya? Aigoo .. apa karena ada aku di dalam kelas itu, ya??”

 

Mau tahu ekspresiku seperti apa sekarang??

 

=_____________=”

 

“Ah, terserah. Tapi yang jelas, kau kan dekat dengan semua anak di Grup 0. Jadi, aku meminta bantuanmu. Mau, ya? Ya? Ya? Ya? Ayolah … untungnya kan kau bisa bersama dengan Choi Siwon. Kalau kau tidak mau … gwenchana. Aku bisa mengajak Joohyun saja.” ujarku.

 

“Ah~ ani ani ani! Aku bersedia! Maksudku .. aku ikut! Baiklah, besok jam 7 pagi temui aku di taman sekolah! Sampai jumpa!!” ia melesat begitu saja. Aigoo .. ini sih namanya obsesi =.=a.

 

~~~o~~~

 

Keesokan harinya …

 

Aku melihat jam tanganku. Jam 7 lewat 45 menit. Astaga … sepertinya aku benar-benar terlambat. Bagaimana kalau ia mengamuk padaku? Atau dia tidak jadi membantuku. Tapi itu mustahil, selama masih ada Choi Siwon semua aman-aman saja. Ya, kau aman Shim Minhyo.

 

“Mana dia?” gumamku. Aku menelusuri pandanganku di taman ini. Grup 0 hanya boleh mengunjungi taman belakang. Atau .. dia berada di wilayah Grup 1? Andwae! Andwae! Aku tidak ingin mencari masalah disana!

 

Aku menemukan seorang siswi yang duduk membelakangiku dan sedang berdandan. Ah! Pasti itu dia. Tidak salah lagi. “Ya! Mianhae aku datang terlambat Kwon Yuri-ssi!” tegurku sembari menepuk pundaknya. Namun saat ia membalikkan badannya.

 

JENG~ JENG~ JENG~

 

Tubuhku mematung “Maaf, sepertinya aku salah orang.”

 

“Eits!! Jamkkanmanyo!!”

 

Ia buru-buru menyelesaikan make up-nya dan, ASTAGANAGA!! Dia benar-benar Kwon Yuri!! Tapi .. kenapa tadi seperti bukan dirinya?! “Ka .. k-kau .. kenapa ..” “Ya, ya, aku tahu kau pasti heran. Aku memang mempunyai mata yang sipit. Dan aku tidak menyukainya. Itu sebabnya aku selalu berdandan di sekolah. Orangtuaku melarangku untuk memakai make up sebenarnya.” jelasnya “Tapi .. kau kan tidak harus memakai make up setebal itu? Ehehe ..”

 

“Dengar, Choi Siwon menyukai gadis yang cute, bukan?” tanyanya. Aku tak menjawab apapun, aku memang tidak tahu ^^ “Kau ini. Pabo. Semua namja pasti menyukai gadis yang cute.” jelasnya “Eh .. tapi kurasa tanpa make up kau sudah cute Kwon Yuri-ssi.” ucapku pelan “Mwo? Tadi kau mengatakan apa?!” tanyanya antusias “Bukan apa-apa.” jawabku malas. Bisa-bisa dia narsis akut -___-a.

 

“Jadi, apa rencanamu tentang pesta itu?” tanyanya “Ng, aku ingin mengajak seluruh murid 3-0 untuk ikut serta!”

 

“Memangnya kau bisa mengajak mereka?” potongnya.

 

Asdfghjkl!!

 

“Dengarkan aku dulu!! Itu sebabnya aku mengajakmu Kwon Yuri-ssi.” ujarku “Untuk apa?” tanyanya.

 

~~~o~~~

 

“Perhatian semuanya!!” seru Yuri di depan kelas. Semua orang menghentikan kegiatannya masing-masing sejenak dan memandang aneh kearah kami –aku, Joohyun dan Yuri–.

 

“Pesta perayaan ulang tahun sekolah akan diadakan beberapa minggu lagi.” ujarnya. Beberapa orang mulai berbisik-bisik. Mengira-ngira apa yang akan Yuri katakan selanjutnya.

 

“Aku harap kalian bersedia untuk ikut serta dalam acara tersebut.”

 

“Maksudmu Grup 0 mengikuti acara itu? Tch, jangan bermimpi Kwon Yuri-ssi!” potong Hyukjae.

 

“Ya! Dengarkan aku dulu! Tentunya akan banyak sekali gadis gadis cantik yang datang kesana. Apa kalian mau melewatkan kesempatan ini?” tanya Yuri. Sungguh, itu hampir membuatku tertawa melihat wajah siluman monyet itu memerah.

 

“Ah! Lalu bagaimana denganmu Lee Donghae? Kau pasti mau, kan?” tanya Yuri yakin. Namja itu tersenyum sinis kearah kami. Tidak, lebih tepatnya kearahku. Seolah-olah meremehkanku. “Jangan bercanda. Mana mungkin aku ikut ke dalam permainan Grup 1?” tanyanya. Aku bingung, permainan? Memangnya siapa yang main-main? Sungguh, kenapa kesannya Lee Donghae itu terlalu ‘anti’ dengan Grup 1? Aku selalu berpikir apa yang terjadi antara dia dan Grup 1.

 

“Apa maksudmu?” tanya Yuri, tapi namja itu malah melenggang pergi “Yaakk! Lee Donghae!!!” teriak Yuri kesal.

 

Aku menunduk lemas. Sepertinya ini akan sia-sia saja. “Sudahlah, Yuri-ssi. Sepertinya kita memang ditakdirkan tidak mengikuti acara itu.” ujarku “Mwo?! Apa katamu? Yak! Siapa yang pertama kali bersemangat tentang hal ini?! Kita sudah memulainya, dan kita tidak mau berhenti!” bentaknya.

 

Joohyun menghampiriku sambil merangkul pundakku “Kita pasti bisa Minhyo-ssi. Ayolah, kau jangan lesu seperti itu. Fighting!! Kita pasti bisa membujuk Lee Donghae dan kawan-kawannya.” ujarnya menyemangatiku.

 

“Dan sekarang, kita tinggal merencanakan konsep kelas 3-0 seperti apa.” ujar Yuri.

 

~~~o~~~

 

Hari ini adalah berlangsungnya pesta ulang tahun sekolah. Aku punya berita baik dan buruk. Yang baik, semua anak laki-laki mau menghadiri acara ini. Buruk, Lee Donghae tetap keras kepala. Hancur sudah. Sia-sia saja jika semua anggota ada, tapi ketuanya tidak. Masalahnya ini seharusnya menjadi tanggung jawab ketua kelasnya. Argh, Lee Donghae pabo.

 

“Minhyo-ssi, Yuri belum datang. Sementara Lee Donghae tetap keras kepala. Eottokkae?” tanya Joohyun yang baru datang bersama Hyukjae “Kalian sudah membujuknya?” tanyaku, mereka mengangguk. “Arra, biar aku saja. Dimana dia?” tanyaku “Di kelas.”

 

Aku bergegas menuju kelas 3-0. Namja itu sungguh keterlaluan. Tidak ada rasa terima kasihnya sama sekali denganku. Aku ingin tahu dengan cara apa bisa melunakkan kepala kerasnya Lee Donghae itu. Dari tatapan matanya kepada Cho Kyuhyun juga mengisyaratkan kalau dia sangat membencinya. Ah, kenapa jadi ke Cho Kyuhyun? Tapi, intinya aku merasakan semua ini sudah di rencanakan, Hmm, mollayo.

 

BRAK!!

 

Aku membuka pintu kelas dengan kasar. Menemukan sosok namja berkepala batu itu sedang termenung di kelas sendirian. Aku menghampirinya dengan langkah penuh emosi. Aku muak, marah, kecewa. Semuanya bercampur aduk.

Minhyo POV end

 

Donghae POV

Seseorang membuka pintu dengan kasar. Aku berbalik dan melihat gadis itu berjalan kearahku dengan wajah merah padam. Aku tahu, dia pasti kesal karena sikapku yang tak kunjung melunak. Tapi ini demi kebaikannya, ah .. tidak, kebaikan semuanya. Karena Grup 1 itu bermuka dua. Seharusnya dia sudah tahu itu dari awal. Entah apa hatinya terisi apa, walaupun sikapnya yang keras, kurasa dia terlalu lunak.

 

“Kenapa? Kenapa kau .. apa masalahnya jika kita mengikuti acara itu, huh?! Apa masalahnya Lee Donghae?!” teriaknya tepat di hadapanku. Aku tetap menatapnya datar “Masalahnya bukan acara itu. Masalahnya adalah KAU. Shim Minhyo-ssi,” jawabku.

 

Ia menyerngit heran “Maksudmu, aku ini adalah masalah untukmu? Masalah untuk kalian semua?” tanyanya dengan suara parau. Aku menghadap kesisi lain. Gadis abstrak ini, apakah dia hanya bisa memikirkan orang lain? Dia terlalu sibuk dengan urusan orang lain.

 

“Kumohon Donghae-ssi. Ikutlah dalam acaranya. Semua ini akan sia-sia jika kau tidak ikut. Jebal …” pintanya lirih “Kubilang tidak, ya tidak.” ucapku tegas.

 

Hening.

 

5 menit ia tak menjawab. Aku tak mendengar suara apapun. Apa dia sudah pergi? Tapi aku merasa dia masih ada disini. Apa di menangis? Aku tidak mendengar suara isakan apapun.

 

“Kenapa kau takut dengan Grup 1?”

 

Aku berbalik dan melihat gadis itu hampir terjatuh. Aku segera berlari dan menangkap tubuhnya sebelum jatuh.

 

“Ya!! Ireona!! Shim Minhyo!! Ireona!!” aku menepuk pipinya berkali-kali “Minhyo-ssi!! Ireo-”

 

Aku merasakan ada suatu hantaman di tengkukku. Aku pun ambruk dan setelah itu semua menjadi gelap.

Donghae POV end

 

Author POV

Yuri mengecek ponselnya 3 menit sekali. Memastikan ada panggilan masuk atau pesan masuk dari Minhyo. Tapi nihil. Sudah setengah jam ia menunggu gadis itu. Tapi ia belum kembali sampai saat ini. Berkali-kali ia menggerutu kesal. Joohyu dan Hyukjae juga sedang mencari mereka. Yuri mengkhawatirkan sesuatu.

 

“Aigoo .. lama sekali Shim Minhyo. Memangnya sesulit itukah membujuk Lee Donghae? Aish! Kalau ia tidak cepat Choi Siwon akan segera datang!!” gerutunya.

 

Sialnya, seorang namja bertubuh tegap menghampirinya. Orang yang ia khawatirkan. Choi Siwon, namja itu menatap Yuri dengan tatapan tajam. Yuri pun terkesiap. Ia mencaci dalam hati, jika Minhyo muncul nanti, ia bersumpah akan memakan rambutnya itu.

 

“Annyeong haseyo. Choi Siwon-nim, k-kenapa datangnya cepat sekali? Hehehe, sebenarnya aku sedang menunggu Minhyo. Dia-”

 

“Kau menyukaiku, kan?”

 

“Mwo?”

 

“Kau juga tahu aku menyukai gadis yang imut.”

 

Yuri terperangah. Ia tak mengerti apa yang dibicarakan Siwon saat ini. Wajahnya berubah menjadi merah padam.

 

“Tch, kau pikir aku menyukaimu? Dengan make up-mu yang menipu itu?” ucap Siwon tajam. Mata Yuri membulat, dari mana ia tahu rahasianya? Yang tahu hanya dia saja, kan? Tidak. Masih ada satu orang lagi.

 

“Ini. Aku tahu dari gadis ini.” Siwon menunjukkan ponselnya kepada Yuri, dan disana ia melihat SMS dari nomor Shim Minhyo yang berisi tentang rahasianya.

 

“Shim .. Minhyo?” tanyanya tak percaya.

 

“Bawa dia keatas panggung. Kita akan mengundangnya sebagai bintang tamu. Aku benci pembohong sepertinya.” beberapa teman Choi Siwon segera menyeret Yuri dari tempat itu. Yuri yang terkejut hanya diam. Beberapa detik kemudian ia mulai memberontak.

 

“Ya!! Lepaskan aku!! Kalian mau apa?! Lepasakan aku!! Siwon-ssi! Itu tidak benar!! Siwon-ssi!!” teriak Yuri. Ia diseret sampai ke sebuah panggung. Tubuhnya dilempar begitu saja hingga ia meringis kesatikan.

 

“Omo~ apa-apaan ini?” ia terkejut begitu menemukan dirinya sedang berada di atas panggung “Biarkan aku pergi!” ia mencoba kabur dari panggung itu. Namun seorang namja dengan cepat menangkapnya dan kembali menariknya. Namja itu memegang microphone di tangannya.

 

“Annyeong haseyo yeorobun~!!” sahutnya kepada semua penonton “Hari ini kita kedatangan bintang tamu yang sangat spesial. Kwon Yuri dari 3-0!!”

 

Sorak sorai dari penonton tambah ramai ketika sang pembawa acara mengangkat tangan Yuri “Jadi, hari ini kita akan melakukan sesi tanya-jawab. Siapa yang ingin bertanya pertama?!” serunya.

 

“Apakah Kwon Yuri adalah gadis yang jelek?”

 

“Bagaimana wujud asli Kwon Yuri?!”

 

“Kami ingin melihat wujudnya tanpa make up!!”

 

“Mwoya?!” Yuri terkejut. Inilah yang ia khawatirkan. Bagaimanapun juga ia harus bisa melarikan diri dari sini. Ia tidak mau menjadi bahan lelucon Grup 1.

 

“Baiklah, pertama-tama kita akan menghapus make upnya!!” beberapa orang mendatanginya dengan kapas ditangannya. Kedua tangan Yuri ditahan sehingga tidak bisa memberontak.

 

“HENTIKAAANNNN~!!!”

Author POV end

 

Minhyo POV

“Errgghh~” aku mengerang kecil. Aku membuka mataku “Ini dimana?” tanyaku. Aku merasakan ada sebuah tangan memeluk pinggangku. Aku berbalik dan menemukan namja itu sedang tertidur disampingku.

 

“Omo~ kyeopta!” gumamku. Ternyata kalau ia sedang tertidur lucu juga. Berbeda 180 derajat dari wujudnya ketika sadar.

 

Tunggu,

 

Aku merasa ada yang janggal,

 

Aku,

 

Lee Donghae,

 

Berdua,

 

APPUUUAAHH?!?! LEE DONGHAE?!?!

 

“HWAAAA~!!!!” teriakku kencang. Aku segera menjauh darinya. Omo~ omo~ kenapa bisa kami berdua disini? Omona … untung aku masih berpakaian. Kalau tidak akan kubunuh dia sekarang juga.

 

Rupanya teriakkanku mampu membangungkannya. Ia mengerjap pelan, kemudian menataku bingung. “Ya! Kenapa kau berteriak?” tanyanya santai. Aku melongo. Eh, apa dia masih normal?

 

“Hyak! Kenapa kita ada disini?! Apa kau melakukan sesuatu kepadaku, huh?!” tanyaku bertubi. Ia menatapku aneh “Tch .. tidak ada yang menggoda darimu.” ejeknya. Sialan, tidak ada yang menggoda? Yak!! Ini namanya pelecehan secara tidak langsung!

 

“Kenapa aku bisa ada disini? Bukankah tadi kita sedang ada di kelas? Ya! Kau tahu ini dimana?” tanyaku bertubi padanya. Kulihat ia beranjak menuju pintu dan mencoba membukanya. Tapi hasilnya nihil. Pintunya dikunci. “Aku tidak tahu tempat ini. Jangan banyak tanya. Sebaiknya kau bantu aku!” omelnya.

 

Aku merogoh sakuku, omo~ ponselku. Sepertinya sudah kubawa. Tidak mungkin tertinggal. Apa terjatuh? Atau diambil seseorang?

 

“Ya! Kenapa kau malah bengong!!” bentaknya mengejutkanku “Ne, ne .. aku bantu!” aku menghampirinya malas. Ish, namja ini.

 

Aku menghampirinya dan berusaha membuka pintu itu. Berkali-kali Donghae menghantamkan tubuhnya ke pintu itu. Tapi gagal. “Andwae! Aku tidak mau mati disini bersamamu! Shireo! Shireo!” pekikku “Siapa juga yang ingin mati bersamamu? Gadis abstrak.” cibirnya. Mwoya? Mwoya? Abstrak katanya?! Hyak! Dia pikir aku apa?

 

BUGH!!

 

Ia meninju lengannya sendiri ke dinding. Aku sedikit ngeri melihatnya. Raut wajahnya begitu kesal dan lelah. Aigoo .. eottokkae?

 

“Haaahh … beri aku 10 ribu won jika aku berhasil, Lee Donghae!!”

 

“HYAAAAA!!!”

 

BRAAAKKK!!

 

“……………..”

 

“Hwaa .. pintunya rusak! Eottokkae Donghae-ssi??” tanyaku khawatir. Meskipun berhasil terbuka, tetap saja pintu itu milik sekolah! “Siapa peduli, huh? Cepat!” ia segera berlari mendahuluiku. Aku segera menyusulnya dan mensejajarkan langkahnya.

 

“Jamkanmanyo, bukankah ini di kawasan Grup 1?” pikirku “Aish .. kenapa kau tahu semua wilayah milik Grup 1?! Hhh .. kau sangat peduli dengannya.” gerutunya lalu meninggalkanku yang lagi-lagi terbengong. Sepertinya .. ah, entahlah aku tidak tahu. Aku merasa seakan-akan dia bilang bahwa aku sangat peduli dengan Cho Kyuhyun.

 

“Aish! Siapa juga yang peduli dengannya? Yaaakk! Lee Donghae!! Tunggu akuuu!!”

Minhyo POV end

 

Author POV

Donghae dan Minhyo berada di lapangan sekolah. Suasana begitu ramai sehingga Minhyo terjebak di kerumunan. Sementara Donghae tetap berusaha keluar dari kerumunan. Ukuran tubuh yang kecil membuatnya sulit bergerak.

 

“Kyaa! Kakiku!”

 

“Oww!! Yaakk!! Perhatikan langkahmu!!”

 

“Aaww aww~!! Lee Donghae!! Tolong akuuu~!!!”

 

“Berisik!” gerutu Donghae kesal. Ia tetap berjalan meninggalkan Minhyo yang masih terjepit antara ratusan orang “Kenapa disini ramai sekali?” tanya Donghae sendiri “Donghae!! Ada Joohyun dan Hyukjae juga!! Disana!!” Donghae melihat arah telunjuk Minhyo. Benar, Joohyun dan Hyukjae ada disana. Donghae segera menarik tangan Minhyo dan keluar dari kerumunan itu.

 

“Hhhh .. kenapa .. tidak .. dari tadi, huh?!” omel Minhyo terengah “Lee Hyukjae!!” Donghae memanggil Hyukjae dan Joohyun yang tengah tergesa berlari. “Kajja!” Donghae menarik tangan Minhyo —lagi— menyusul Hyukjae dan Joohyun.

 

“Ah! Tadi itu seru sekali!”

 

“Iya! Sangat ekstrim!”

 

“Aku juga tidak menyangka make up bisa menipu kita.”

 

“Pantas saja dia selalu bermake up dimana-mana.”

 

DEG!!

 

Jantung Minhyo berdegup kencang saat mendengar anak-anak membicarakan hal itu. Kwon Yuri. Kini pikirannya mengarah ke gadis itu. “Apakah Yuri baik-baik saja?” batinnya. Ia tambah shock ketika melihat seorang gadis yang wajahnya tertutup dengan rambut. Tubuh gadis itu bergetar. Minhyo dan Donghae segera mendekat.

 

“Lee Donghae! Shim Minhyo! Kemana saja kalian?” tanya Hyukjae yang baru sadar bahwa mereka mengikutinya. “Ada apa dengannya?” tanya Minhyo khawatir “Minhyo-ssi, dia-” kalimat Joohyun langsung di potong oleh Hyukjae.

 

“Kau puas? Dia baru saja menjadi mainannya Grup 1!!” Cho Kyuhyun. Pasti namja itu yang melakukannya. “Yuri-ssi, gwenchana?” tanya Minhyo khawatir sambil berjalan kearah Yuri.

 

“Jangan mendekat!!”

 

Minhyo mematung ditempatnya. Yuri terisak sambil menatapnya tajam “Beginikah caramu mempermainkanku? Mengiming-imingkan seorang Choi Siwon. Lalu dengan mudahnya membongkar rahasiaku kepadanya. Dan menjebakku ke tempat ini?!” tuduh Yuri padanya.

 

“A-aniya .. aku tidak seperti itu Kwon Yuri-ssi. A-aku tidak merencanakan ini semua.” ucap Minhyo jujur.

 

“Tidak usah mengelak!! Harusnya dari awal aku tidak mempercayaimu. Kau tetap saja, bajingan dari Grup 1.”

ujar Yuri marah.

 

“Yuri-ssi, aku minta maaf. Jeongmal mianhaeyo.” ucap Minhyo lirih.

 

Yuri bangkit kemudian meninggalkan tempat itu “Pengkhianat!” umpatnya saat melewati Minhyo. “Yuri-ssi!!” Minhyo mencoba mengejarnya tapi ditahan oleh Donghae. “Donghae-ssi! Jebal! Katakan yang sebenarnya kepada mereka.” pinta Minhyo kepadanya.

 

Yuri menjatuhkan sesuatu, Hyukjae yang menyadarinya segera memungut benda itu yang merupakan sebuah foto.

 

“Katakan yang sebenarnya … maksud kalian ini?!” tanya Hyukjae marah sambil menunjukkan foto itu. Minhyo dan Donghae terkejut melihatnya “Aniya. Ini bukan yang seperti kau pikirkan Hyukjae-ssi!!” bela Minhyo “Tch, aku tidak percaya. Kau bisa melakukan ini dengan Minhyo, Donghae. Seharusnya aku sudah menduga ini dari awal. Mengingat kau dulu adalah mantan anggota Grup 1. Kalian sama saja!” ujar Hyukjae kepada Donghae.

 

“Apa?! Donghae mantan anggota Grup 1?!” pekik Minhyo terkejut.

 

“Donghae-ssi! Katakan padaku. Apa semua itu benar?” tanya Minhyo. Donghae mengabaikannya lalu pergi meninggalkannya. Minhyo yang masih mematung di tempatnya, ia berfikir keras. Pantas saja ketika ia melihat hubungan Donghae dengan Kyuhyun. Rupanya mereka pernah sekelas. Lee Donghae benar-benar berhasil membuat bodoh Shim Minhyo.

 

“Donghae-ssi!!” Minhyo segera mengejar Donghae. Ia mencari kemana Donghae pergi. Ia menemukan sosok Donghae di taman belakang. Segera ia kejar namja itu.

 

“Donghae-ssi! Kenapa kau tidak mengatakan padamu bahwa-”

 

“Apa hubungannya dengamu?!”

 

Minhyo meremas roknya sendiri. Benar kata namja itu. Tapi ia merasa dipermainkan, Donghae sendiri yang mengejeknya orang dari Grup 1. Lalu dia sendiri apa??

 

“Lalu kenapa kau tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada mereka? Maksudku, kenapa kau tidak bilang bahwa kita dijebak oleh Grup 1 tadi, hah?!” tanya Minhyo emosi.

 

“Memangnya mereka akan peduli?! Seperti yang dikatakan orang lain. Grup 0 itu abstrak!! Tidak akan percaya jika ada bukti maupun tidak.”

 

“Tapi selama ini mereka percaya padamu. Mereka menyukaimu. Walaupun kau dari Grup 1 sekalipun. Mereka pasti akan percaya padamu.” ucap Minhyo lembut.

 

Donghae hanya diam tak membalas. Ia pun kembali melangkahkan kakinya dan membuat Minhyo kesal “Yaakk!!” Minhyo berlari kearahnya dan,

 

GREEPP

 

Tangan Minhyo melingkar di pinggang Donghae. Gadis itu memeluk Donghae si keras kepala. “Jebal Donghae-ssi. Jangan menghindar terus. Kita harus buktikan bahwa kita tidak bersalah. Kita itu sama. Apa kau tidak tahu?” tanya Minhyo lirih.

 

“Apa yang .. lepaskan!!”

 

“Shireo!!”

 

Donghae menghela nafas. Ia tidak bisa mengelak dari kenyataan. Dia dan Minhyo memang sama. Sama-sama dari Grup 1, dan sama-sama keras kepala. “Kau telah berbuat fatal Shim Minhyo. Seharusnya kau dari awal tidak usah mencampuri urusan Grup 1. Tidak usah menolong Seo Joohyun. Tidak usah membela Lee Hyukjae. Tidak usah membantu Kwon Yuri. Kau malah membuat mereka menjadi korbannya.”

 

Bayangan tiga anak itu terngiang di kepalanya. Ia benar. Jika ia tidak terlambat waktu itu, tidak mencuri apel, tidak salah masuk gang, dan tidak menolong Cho Kyuhyun. Ia tidak akan pernah mengalami kejadian seperti ini.

 

“Tapi .. jika kau tidak menentang Cho Kyuhyun. Mungkin Grup 0 akan selamanya terpuruk.” lanjutnya. Minhyo terperangah. Apa maksudnya? Apa kalimat itu berupa pujian? Donghae menarik sudut bibirnya. Ia melepaskan tangan Minhyo dari pinggangnya. Lalu berjalan meninggalkan gadis itu yang masih mematung.

 

“Hey~ kenapa kau diam saja?” tanya Donghae sehingga Minhyo tersadar dari lamunannya “Nde? Apa maksudmu?” tanya Minhyo bodoh “Kau mengajakku untuk balas dendam?” tanya Minhyo lagi.

 

“Terserah …”

 

Minhyo melompat kegirangan. Ia segera merangkul Donghae dan melesat menuju gedung Grup 1.

Author POV end

 

Minhyo POV

Senang. Bahagia. Gembira. Girang. Orang gila. LOL. Tapi ini serius. Aku merasakan itu semua. Aku tidak menyangka sekali kepala Lee Donghae akhirnya melunak juga. HAHAHA! Kau memang hebat Lee Donghae!!

 

“Lalu sekarang. Kita akan menemukan Cho Kyuhyun? Dan menuntutnya?” tanyaku “Ng … sepertinya-”

 

“Omo ..” pekikku pelan. Aigoo .. kenapa mendadak begini? Aish, pabo pabo pabo! “Wae?” tanya Donghae “A … aku sudah diujung! Donghae-ssi!! Aku ke toilet dulu!!”

 

Doeenggg~

 

Aku segera melesat menuju toilet terdekat. Untung saja toilet ini sepi. Mungkin semuanya masih merayakan pesta itu diluar. Makannya toilet sepi sekali seperti di kuburan, hiiiiiiiiii.

 

Setelah selesai, ketika aku keluar aku menemukan gerombolan gadis. Mereka menatapku dengan tajam. Wajahnya juga .. errr, bengis, kejam, entahlah, seperti nenek sihir. Ngomong-ngomong siapa mereka? Apakah fansku?

 

“Kau .. dari Grup 0, kan?”

 

O .. oww .. kalau menyangkut Grup 0, mendadak perasaanku jadi tidak enak. Tidak tidak, jangan bilang kalau mereka ingin menyiksaku.

 

“A .. Nde. Maaf sepertinya aku salah toilet.” aku segera keluar dari tempat ini, naas, mereka berhasil menangkapku. KILL ME GOD!! “Tenang, kami tidak akan melakukan apapun padamu. Kami hanya ingin mengantarmu ke tempat Cho Kyuhyun. Ikut kami.” mwo? Cho Kyuhyun? Yak!! Ini sama saja mereka menyiksaku secara tidak langsung! Andwae! T.T

 

“Shireo! Lepaskan aku!! Lee Donghae!! Tolong akuuuuu~!!!”

Minhyo POV end

 

Kyuhyun POV

Bruukk!!

 

Mereka melempar gadis itu di depanku, aku segera memerintah mereka keluar dari ruanganku. Tinggallah aku bersamanya di ruangan ini.

 

“Sialan kau!” umpatnya “Mau apa kau membawaku kemari, hah?!” tanyanya kesal “Hey, bukan aku yang membawamu.” jawabku santai. Kulihat ia mengumpat mengatakan sumpah serapa kepadaku. “Apa maumu sekarang?! Ah! Seharusnya kau yang bilang begitu. Ya, ya, aku tahu. Kau pasti yang menjebakku dan Lee Donghae, kan? Dan kau yang menyiksa Kwon Yuri. Jadi intinya, KAU ADALAH DALANG DARI SEMUA INI CHO KYUHYUN!!!! SIALAN KAU!!”

 

Bugh!

 

Ia mendaratkan pukulan ringan di pipiku. “Hhh .. kau memang pintar Shim Minhyo.” kulihat ia menatapku tak percaya “Apa kau juga percaya juga kalau bukan Lee Hyukjae yang menghancurkan asrama Grup 1?” tanyaku sinis. Matanya membelalak.

 

Aku menepuk kedua tanganku. Lalu muncullah sosok Choi Siwon dari luar “Kau memanggilku?” tanya Siwon sambil menatapku licik “Tentu saja.” jawabku. Gadis itu terpaku. Ia pasti sangat shock. Sosok dermawan Choi Siwon yang melakukan hal sebejat itu? Bisa saja.

 

“A .. apa maksudmu? Jadi kau yang melakukannya? Kau pelaku yang sebenarnya? Bukan Lee Hyukjae?! Bajingan kalian!! Aku akan-”

 

“Apa? Melaporkan semua ini kepada kepala sekolah? Shim Minhyo, kau lupa siapa anak pemilik yayasan sekolah ini??” tanyaku “Bajingan! Apa maumu, hah?!” tanyanya emosi.

 

“Aku hanya ingin kau.”

 

“Mwo? Apa maksudmu?!”

 

“Aku hanya ingin kau, Shim Minhyo.”

 

Continue …

 

Haaaa TBC! Ehehehe, eottokkae? Lebih jelek apa lebih ancur? Saya ngerjain FF ni dengan rasa dag-dig-dug tau nggak. Ahahaha. Adegan kyuhyunnya dikit ya? HAHAH malahan cuma kebagian akhirna aja!! XD. Mian ya, mungkin part selanjutnya baru bener-bener ada romancenya. Maklumlah .. anak sekolahan ni author. Lho, genrenya juga school life. Hehehe. Oya, blog saya nggak bisa dibuka T.T jadinya kepaksa cuma post di FB. Gapapa deh xP. Saya gabisa banyak-banyak ngebacot. Jangan lupa komentarnya~ ^^. Gomawo *bow*

Iklan

16 thoughts on “School X Fight [ROUND 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s