School X Fight [Round 1]

Title: School X Fight [Round 1].

Author: Kumiko Kureichi.

Main Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Donghae
  • Shim Minhyo (OC)
  • Seo Joohyun

Genre: Romance, Comedy, School life.

Rating: PG-15.

Lenght: Chaptered.

Poster: @Jc’s Artwork.

Prev: Teaser 1, Teaser 2.

~~~o~~~

Minhyo POV

“Yaaakk~!!! Setan kecil!! Jangan lari kau!!” teriak seseorang dari belakang. Aish, aku tidak peduli mereka ingin memanggilku apa. Yang penting namaku tetap Shim Minhyo! “Ahjussi! Kenapa kau pelit sekali!! Aku hanya meminta apelmu 5 buah!! Errgghh .. zaman sekarang kenapa serba mahal, sih?” gerutuku sendiri. Yup, benar! Baru saja aku tertangkap basah sedang ‘memetik’ buah apel oleh pemiliknya. Hey, salah sendiri kenapa apel itu begitu menggiurkan dan dibiarkan tergantung di pohon sana. Mereka juga butuh dimakan! Dan mungkin juga butuh dicuri. Itu baru yang namanya Hak Asasi Ekonomi!

Aku terus berlari hingga menemukan sebuah gang kecil yang kutahu jalan pintas menuju sekolahku. Walaupun belum pernah lewat sana tapi apa salahnya mencoba. Hitung-hitung melarikan diri juga.

“Huuufftt …. untung saja aku berhasil!” gumamku. Aku memasukkan 4 apel tersebut kedalam tas. Sisanya untukku. “Hmm, mashita.” ucapku saat menggigit apel tersebut. Tiba-tiba langkahku terhenti. Menengok kekiri dan kanan. Dan semuanyapun menjadi suram.

“Ng .. lewat mana ya?” tanyaku sendiri dengan tampang super bodoh. Aigoo … kalau saja bukan karena Ahjussi jelek itu, aku tidak akan lewat sini!! Banyak sekali gang. Dan aku harus lewat mana?? Gang sebelah kiri? Atau kanan?

Aku mengacak rambutku pusing, aish! Bisa-bisa aku telat!! “Baiklah, karena banyak yang bilang jalan kanan adalah jalan untuk kebaikan …..” aku berjalan menuju gang yang berada di sebelah kanan. Entahlah, ini hanya aku atau semakin dekat aura gang itu semakin suram? Ish .. kenapa jadi bermain aura?!

“Cepat serahkan semuanya!! Kami tahu kalau kau itu orang kaya!! Atau kubunuh kau!!”

DEGG!!

Benar kan, dugaanku? Memang tidak ada yang beres. Aku segera bersembunyi di balik tempat sampah. “Ish .. bau!” gerutuku. Aku mengintip sedikit apa yang terjadi disana. Ada 3 orang pemuda dan seorang lagi. Sepertinya mereka perampok! Omooo~ eotteokkae? Kalau kabur sepertinya sudah terlambat! Tapi kalau sampai ketahuan bisa-bisa aku ikut dibunuh! Apalagi aku hanya bawa uang sedikit. Lalu kuberi apa mereka? Mwo?? Apel? Yang benar saja!!

“Oke, rileks Shim Minhyo~ rileks! Anggap saja ini tontonan gratis.” ucapku sembari menggigit apelku gemetar. Aku merasa kakiku sedikit kesemutan. Ketika aku hendak meluruskan kakiku. Tanpa sengaja kaki sialan ini menyenggol sebuah kotak kardus sehingga menimbulkan bunyi ringan.

“Siapa disana?!”

Bingo! Tamatlah kau Shim Minhyo! “Annyeonghi gyeseyo~!!!” aku segera berlari kencang. Di belakang sana aku mendengar salah satu dari mereka menyuruhnya untuk mengejarku. “Arrgghh!! Kenapa harus kesemutan, sih?!?!” teriakku frustasi. Karena kaki sialan ini. Aku berhasil di tangkap oleh para perampok itu. Aku pun di seret secara paksa menuju gang itu lagi.

“Lepaskan aku!! Jebal!! Aku bisa telat sekolah! Ahjussi~ jebal~ nenekku baru saja meninggal kemarin! Dan aku jatuh miskin!” rajukku berbohong. Entahkan sudah berapa kali aku mengarang bahwa nenekku sudah meninggal. Yang jelas beliau benar-benar sudah meninggal. “Omong kosong! Aku tidak peduli!! Sekarang, karena kau sudah melihat kami. Kau akan segera pergi ke neraka bersamanya! Dan ingat!! Aku bukan ahjussi!!! Dasar setan kecil!!” aish, lagi-lagi aku dipanggil setan. Apakah tidak ada julukan yang sedikit bagus untukku? WHAT?! HEY!!! Apa yang dia katakan?!?! “M-mwoya?! Ahju- maksudku …. tapi aku tidak sengaja melihat kalian!! Aku janji tidak akan melaporkan kejadian ini ke polisi. Jangan bunuh aku! Dia saja yang dibunuh!” ujarku sembari menunjuk namja itu.

Kedua ahjussi atau siapalah … mencengkram lenganku kuat. Aish, sakit sekali. Apa mereka tidak bisa lembut sedikit dengan perempuan? “Bunuh mereka berdua!” seketika mataku melotot begitu juga dengan namja itu. Omona … eomma …. aku menyesal telah mencuri uangmu ….

Minhyo POV end

Author POV

Salah satu perampok tersebut mengeluarkan pisau lipat dari saku jaketnya dan hendak melayangkan pisau tersebut kearah namja yang berada di samping Minhyo “ANDWAE~!!!!”

BUUUGGGHH~~

Kepalan tangan Minhyo berhasil melumpuhkan seorang perampok hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Semua yang ada disitu terperangah melihat aksinya. “Aiiisshhh …. sakit sekali~ ahjussi, seharusnya kau bilang kalau kau mempunyai abs!” ringis Minhyo sembari mengelus-elus tangan kecilnya namun memiliki tenaga yang super. “K-ka .. kau … kau meninjunya?” tanya namja itu setengah sadar “Eh?”

.

.

.

.

.

“Mwoya?! Aku meninjunya?! Yeaaahh~!! Hahahaha!! Jadi, siapa lagi yang mau, huh??” tanya Minhyo sembari menunjukkan kepalan tangannya. Semua perampok itu langsung saja berlari kesetanan meninggalkan tempat suram tersebut.

“Wow, kau hebat. Dari mana kau mempunyai kemampuan seperti itu?” tanya namja itu “Ehehehe … itu hanya kebetulan.” jawab Minhyo dengan rasa tersipu. “Ngomong-ngomong ….” namja itu melihat Minhyo dari ujung rambut hingga ujung kaki “Kau sedang membolos, ya?” Minhyo langsung terbelalak “Omona!! Aku telaatt!! Mian aku duluan yaaa~!!!” seketika itu juga Minhyo langsung melesat pergi. Ia tak menyadari bahwa ada sesuatu yang terjatuh dari saku seragamnya selain apelnya.

Namja itu memungut benda tersebut yang ternyata adalah kartu identitas milik Minhyo “Shim Minhyo, kelas 3-3.” gumamnya saat membaca kartu tersebut “Hmm, gadis yang unik.” ucapnya sembari menggigit apel milik Minhyo.

Author POV end

Keesokan harinya ….

Minhyo POV

“Minhyo-ah!!! Shim Minhyo!! Lihat ini!!” teriak Hana histeris, aku hanya menatapnya aneh “Kau harus ikut kami!!” ujar Jein sembari menarik tanganku membawaku ke ….. lokerku? “Ya! Ada apa ini? Kenapa semuanya berkumpul di depan lokerku? Apa ada bom, hah?!” tanyaku heboh “Aish! Aniya … lihat saja sendiri.” Jein mendorongku ke depan lokerku hingga wajahku menghantam lokerku sendiri. Aku merasakan ada sesuatu yang menempel di wajahku. Ternyata hanya sebuah kertas. “Aish .. kukira apa! Paling hanya tagihan hutang Jung Ahjumma saja!” gerutuku kesal “Baca dulu pabo!!”

SHIM MINHYO 3-3

PINDAH KE KELAS 3-1 DIMULAI HARI INI

“IGE MWOYA?!?!?!” wajahku berubah 180 derajat menjadi melongo dan mulutku terbuka lebar. Astaga … hey, bulan apa sekarang? Kukira ini April Mop. Mustahil juga aku buta. Tulisan itu tebal dan huruf kapital semua! “Hahaha … pasti ini kerjaan orang iseng, kan?” tanyaku “Tadi ada yang bilang Kang Seonsaengnim sendiri yang menempelkannya sendiri disini.” Kang Seonsaengnim? Dia kan wali kelas 3-1.

“Aku tidak percaya ini!” kataku yakin. Hh, pasti ada yang iseng menepelkannya disini. Atau Kang Seonsaengnim salah tempat? “Jinjja?” sebuah suara mengagetkanku. Ketika aku melihat siapa pemilik suara itu semua orang langsung terperangah. Ada yang berbisik-bisik, berteriak histeris, melongo, bahkan ada yang menjambak rambut temannya sendiri.

“Cho … Cho Kyuhyun-ssi. Annyeong haseyo.” aku langsung membungkuk hormat kepadanya. Apa kalian kenal dia? Dia adalah pangeran sekolahku. Omo~ selama ini aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Ternyata dilihat dari sedekat dia itu …. yah, tampan, mempesona, tinggi. Omo~ bahkan aku dan dia bagaikan pohon tauge dan pohon kelapa -____-.

“Kajja, ikut aku. Akan kuantarkan kau ketempat yang cocok untukmu.” ucapnya sambil tersenyum manis. Aigoo …. lihat itu. Walaupun banyak jerawatnya tapi dia tetap tampan! o.O.

Aku menengok kebelakang, melihat Hana dan Jein yang menatapku bingung. Aku kembali menatapnya bingung. Kenapa hari ini ajaib sekali, ya? “Kau pasti bingung, kan?” tanyanya seakan bisa membaca pikiranku “Ah~ ne, Kyuhyun-ssi.” jawabku gugup “Kau itu lucu sekali.” ucapnya sambil mengacak rambutku “Eh?”

Aku masih bingung kenapa aku bisa dipindahkan ke kelas elit itu. Apa nilai ulanganku bagus? Mustahil. Karena aku rajin? Hey, tidak jarang aku datang terlambat. Hanya hari ini saja aku datang pagi. Itu karena Eomma mengancam akan membotaki rambutku -____-. Lalu apa? Perilakuku yang baik di sekolah? In you dream, Shim Minhyo!

“Gomawo,” ucapnya tiba-tiba “Ha? Gomawo?” tanyaku bodoh “Ne, untuk ada kau kemarin. Kau sangat hebat.” ujarnya makin tak jelas. Kemarin? Memangnya aku melakukan apa? “Maksudmu apa Kyuhyun-ssi?” tanyaku “Kau sama sekali tidak mengenaliku??” tanyanya dengan nada kecewa “Aniya. Aku kenal denganmu. Kau Cho Kyuhyun, kan?” jawabku. Mulutnya terbuka lebar karena tertawa. Aish … kenapa dia malah tertawa? Apa yang lucu, sih? Tolong jangan membuatku bodoh seperti ini. Aku sudah cukup bodoh untuk dibodohi =.=.

“Ini aku! Kemarin kau menolongku.” ujarnya sambil memberikan kartu identitas pelajar milikku. Eh? Milikku? “Jamkanman, jadi ….. kau namja yang kemarin? Jinjjayo?!” tanyaku tak percaya “Hahaha~ aigoo .. kau itu polos atau bodoh? Tentu saja. Kau tidak mengenaliku kemarin?” tanyanya “Ehehehe, mian kyuhyun-ssi. Aku terburu-buru kemarin.” jawabku cengengesan “Kau gadis yang unik. Hari-hariku pasti akan lebih menyenangkan jika ada kau disampingku.”

DEG!!

Omo~ aku merasakan wajahku memanas. Segera kualihkan pandangan kearah lain. Jangan sampai Kyuhyun tahu hal ini. Aku malu sekaliii >////<. “Waeyo? Kenapa kau diam? Apa aku salah bicara?” tanyanya yang membuatku semakin gugup “A-aniya .. dimana kelasnya Kyuhyun-ssi?” tanyaku “Oh, itu dia. Kita sudah sampai.”

~~~o~~~

Astaga …. hari pertama dikelas baru, pelajaran pertama di kelas baru MATEMATIKA. Aish … aku lupa kalau ini kelas elit. Pelajarannya sedikit lebih sulit dari kelas biasa. Atau memang aku yang bodoh?

Sekarang aku berada di taman sekolah. Yah, meskipun bukan di taman pribadi Grup 1, apa salahnya aku disini. Lagi pula ini untuk umum, kan? Aku menggigit apel yang kucuri –lagi– dari ahjussi sialan itu. Makanan haram? Masa bodoh. Salahkan Eommaku yang tidak memasakan sarapan untukku. Huhuhu T.T.

“Ya! Untuk apa kau disini?? Kau murid Grup 1, kan??” tanya seorang siswi dengan sinis kepadaku “Mwo?” tanyaku “Grup 1 dilarang kemari! Kalian kan sudah punya taman pribadi sendiri. Jangan seenaknya saja kau kemari walaupun yang paling berkuasa! Sana pergi!” timpal teman disebelahnya. Hey, secepat itukah aku terkenal? Tapi apa salahnya jika aku disini?

Aku melirik dasi yang mereka pakai. Ternyata dari Grup 4. “Hajiman- arasseo. Aku pergi.” ucapku. Banyak orang yang menatapku tajam. Sepertinya aku lebih menyukai kehidupanku dulu sebelum di Grup 1. Mereka membenciku, meskipun aku dari Grup 1.

Aku mencari bangku taman yang keadaannya sepi. Dari pada aku makan di taman Grup 1. Aku tidak punya teman disana, ironis sekali -___-“.

“Ayayayaa~ disini lebih nyaman.” aku menggigit apel tersebut dan mengunyahnya pelan “Hmm, mashita.” gumamku. “Pelit! Aku juga mau!!” tiba-tiba saja Kyuhyun datang dari belakangku dan langsung merebut apel yang ada ditanganku “Ya! Kyuhyun-ssi! Itu milikku! Kembalikan!” teriakku kepadanya “Aish, pelit sekali kau. Aku hanya meminta satu!” ujarnya santai “Tapi itu apel terakhirkuu~” jawabku.

“Ups, sudah habis. Hahaha!” aku menatapnya kesal. Arrgghh, sial! Aku lapar sekali! “Ya! Kenapa kau disini sendirian?” tanyanya sembari duduk di sebelahku “Molla.” jawabku ketus “Ya~ aku tadi hanya bercanda. Mianhae, sekarang ikut aku. Akan kutraktir!” ajaknya. Kedua mataku langsung berbinar-binar “Jinjjayo? Kajja kajja!” ajakku semangat “Aish .. kau ini. Ya sudah, kajja.”. Ia menarik tanganku tak sabaran. Aish, siapa yang ditraktir siapa yang bersemangat? Tapi … omo~ dia memang baik. Dan tampan ^^v.

“Ya! Kyuhyun-ssi! Pelan-pela! Yaa! Hati-hati!”

BRUK!

Tanpa sengaja aku menabrak seorang siswi yang sedang lewat. “Argh .. appo. Mianhae, aku tidak sengaja. Gwenchana?” tanyaku kepada gadis berambut panjang yang dikuncir dan memakai kacamata itu. Aku mengulurkan tanganku kepadanya. Namun tiba-tiba Kyuhyun menepis tanganku “Tidak usah. Dia bisa berdiri sendiri. Untuk apa kau meminta maaf kepadanya?!” ucapnya dengan nada sedikit membentak. Aku dibuat bingung oleh sikapnya. Kenapa dia jadi begini? Apa efek dari kelaparan? Hey, siapa yang lapar memangnya?

“Mianhamnida.” ucap gadis itu sambil membungkuk berkali-kali kepadaku. “Pergi!” usir Kyuhyun. Gadis itu pun cepat-cepat pergi dari sana “Gwenchana?” tanyanya sambil meneliti tubuhku dari atas sampai bawah “Ne. Kyuhyun-ssi, seharusnya kau tidak sekasar itu padanya. Lagi pula itu salah kita.” ujarku “Itu memang salahnya.” ucapnya dingin “Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti “Walau bagaimana pun dia tetap bagian dari 3-0.” aku hanya bengong menatapnya.

“Ck, kau ini. Seperti murid baru saja. Kalau kau sudah lama disini tentu kau tahu sistem sekolah kita bagaimana.” aku menatapnya datar. Tentu saja. Sekolah ini dibagi menjadi beberapa tingkat. Tingkat paling rendah –untuk siswa kalangan orang miskin/bodoh– yaitu Grup 0 dan paling tinggi –untuk siswa kalangan orang kaya/pintar– yaitu Grup 1. Sementara Grup yang lain, seperti Grup 2, 3, dan 4 hanya untuk kalangan orang-orang biasa. Dan disekolah ini semakin rendah tingkatnya maka murid yang menduduki kelas itu pasti akan dikucilkan atau dimusuhi. Atau lebih singkatnya mereka bagaikan sampah sekolah ini. Sejujurnya aku kurang setuju dengan hal itu.

“Ya! Kenapa kau malah melamun? Mau ke kantin, tidak?” tanya Kyuhyun “Eh? Ng .. tidak jadi. Aku ingin ke toilet dulu! Aku sudah tidak tahan Kyuhyun-ssi!!” ia terkikik kecil “Ya sudah. Sana! Jangan sampai kau mengompol.” ejeknya. Aku segera berlari menjauh darinya dan mencari tempat yang aman. Setelah kutemukan sebuah taman yang sepi dan nyaman. Aku segera mengeluarkan ponselku dan menghubungi Jein.

Yeoboseyo?

“Yeoboeyo. Jein, ini aku. Kau sedang apa?”

Tidak ada. Hey, kau kenapa? Kenapa berbisik-bisik?

“Hm, aku sedang bersembunyi.”

Dari siapa? Ah … pasti pacar barumu, ya?

“Mwo? Pacar? Nuguya?”

Aish! Kau memang bodoh! Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun!!

“Hah?! Dia? Yang benar saja. Kami hanya berteman. Dan itu hanya kebetulan. Ehehe .. ah! Aku sampai lupa! Salah kau sih malah mengalihkan pembicaraan!”

Ish .. ya sudah. Mau bicara apa?

“Entahlah Jein-ah .. aku merasa tidak nyaman berada disini.”

Ya~ jangan asal ambil pendapat. Kau baru beberapa jam dikelas itu sudah mengeluh. Fighting Minhyo-ya! Bayangkan saja, kau adalah gadis beruntung yang dipilih secara langsung oleh Kyuhyun untuk masuk ke Grup 1!!”

“Mwoya?! Jinjja?!”

Eh? Kau belum tahu? Aigoo aigoo .. padahal seantero sekolah ini saja sudah tahu, kenapa kau sendiri belum?

“Ehehe .. kau tahu sendiri bagaimana temanmu yang satu ini. Oiya, kenapa Kyuhyun bisa memilihku?”

Aish! Dasar bocah! Tentu saja karena kau telah menyelamatkannya!

“Mwo? Bagaimana kau bisa tentang hal itu?!” tanyaku terkejut.

Omo~ dasar anak kuper. Tentu saja dari gosip yang beredar.

“Cih .. dasar nenek tukang gosip.”

Apa kau bilang?

“Ha? Ani. Ya sudah, ya. Nanti kusambung lagi.” Bip!

“Aaahh .. kenapa hari ini serba mengejutkan?” gumamku. Aku melihat disekitarku. Tenang, damai, aman dan tentram. Hanya saja … ada satu hal ….. HYAAA!! AKU DIMANA?!?!?!??!

“Omona! Tadi aku lewat mana? Aish! Menyebalkan!!” aku berkeliling mencari jalan yang tadi aku lewati. Meskipun tidak ingat sama sekali. Mungkin saja aku bisa mengingatnya sembari berjalan-jalan. Tidak lucu sekali aku tersesat di sekolah sendiri. Lagi pula sekolah ini terlalu luas. Seperti kebun binatang saja -____-“.

“Gedung apa itu?” gumamku, aku melihat sebuah bangunan semacam … ah molla. Mungkin gudang. Tapi kenapa letaknya jauh sekali? Siapa yang mau repot-repot datang kemari hanya untuk menyimpan barang bekas?

GREEPP!

Tiba-tiba seseorang membekap mulutku dari belakang. “Jangan berani-berani kemari lagi!” ternyata dia namja. Ia mencengkram kerah seragamku dengan kuat. Matanya menatap tajam mataku “Si-siapa kau?” tanyaku “JANGAN KEMARI LAGI DAN PERGILAH SEBELUM KAU-”

“Sebelum apa?” aku mendengar suara Kyuhyun. Ternyata benar dia. Namja berambut hitam itu refleks melepaskan tangannya dariku. Mereka saling bertatapan sengit. Apa Kyuhyun mengenalnya? Tapi sepertinya mereka saling membenci “Untuk apa kau kemari? Ini bukan wilayah kekuasaanmu! Cepat pergi!” usir namja misterius itu “Aku tahu. Tapi aku tidak akan membiarkan kau menyakitinya. Kajja Minhyo-ssi.” Kyuhyun menarik tanganku menjauh dari tempat itu. Sebenarnya gedung apa itu? Dan siapa namja itu?

“Kau bilang kau ke toilet? Kenapa kau malah ada disana? Jangan-jangan kau buang air sembarangan?” selidiknya “A-aniyo!! Aku tidak tahu letak toiletnya dimana.” jawabku berbohong. Terdengar suara bel istirahat telah berakhir “Huh, padahal aku sudah janji ingin mentraktirmu .. ini untukmu.” ujarnya sambil memberiku sekotak dark chocolate “Waahh!! Favoritku! Gomawo Kyuhyun-ssi!! Kau baik sekali! Kalau begitu sampai jumpa!!” aku segera melesat meninggalkannya.

“YA!! Tunggu~!! Kita kan sekelaaass!!!”

~~~o~~~

Hari demi hari pun berlalu. Sedikit demi sedikit aku mulai menyukai kehidupanku dikelas baruku ini. Yah, meskipun temanku disini hanya Kyuhyun seorang. Tapi itu menyenangkan dari pada tidak ada sama sekali. Apalagi dia adalah pangeran sekolah. Aigoo~ beruntungnya aku :3.

“Aaahhh … maafkan aku … aku tidak sengaja lewat sini … maafkan aku!”

Aku mendengar suara jeritan seorang gadis dari arah koridor kelasku. Aku bergegas menuju asal suara tersebut. Dan aku menemukan seorang siswi yang sedang di siksa oleh teman-teman kelasku. “Apa apaan ini?!” pekikku. Mereka menjambak rambut gadis itu dan seorangnya lagi memegang gunting. Jamkanman, gadis itu … bukankah dia yang waktu itu?!

“Ini hukuman untukmu karena telah berani memasuki wilayah kekuasaan kami! Rasakan akibatnya!!”

“HENTIKAAANN!!!”

Aku berlari menghampiri mereka dan berdiri di depan gadis malang ini. “Apa apaan kalian?! Kenapa kalian tega menyakitinya?! Memangnya apa salahnya?!” bentakku “Cihh .. kau anak baru tidak usah ikut campur! Dia telah beraninya melewati koridor pribadi Grup 1!! Cih … seharusnya ia sadar diri bahwa dia hanyalah sebagian dari sampah sekolah ini!” aku sedikit tercegang mendengar perkataan pedas yang ia lontarkan. Jadi hanya karena itu? Kenapa mereka jahat sekali?!

“Tapi kalian tidak boleh main hakim sendiri!! Bagaimanapun dia tetap teman kita!!” ujarku “Huh, teman katamu? Kami tidak mempunyai teman yang bau sampah!”

“Ne! Sampah seharusnya dibuang saja! Karena mereka itu tidak ada gunanya sama sekali!”

“BERHENTI MEMBICARAKAN SAMPAH!! Dia bukan sampah!! Kalian semua yang sampah!! Kalian serakah! Kalian sombong! Kalian tidak punya hati nurani! Orang-orang macam kalian seharusnya dibuang saja karena tidak ada gunanya!!” teriakku lantang. “Kau berani mengatai kami, huh?!”

“Ada apa ini?” aku mendengar suara yang sudah sangat familiar. Kyuhyun. Ah, untung dia segera datang. “Kyuhyun-ssi! Tolong suruh teman-temanmu  ini supaya tidak menyiksa dia.” pintaku “Mwo? Ya! Kenapa kau ada disini?! Bukankah kau bagian dari Grup 0?” bentak Kyuhyun kepada gadis ini yang membuatku terkejut. Kyuhyun, kenapa kau seperti itu?

Salah seorang temannya membisikkan sesuatu ke telinga Kyuhyun. Kemudian ia menyunggingkan smirknya. Astaga … belum pernah aku melihat smirk sekejam itu. “Gundulkan rambutnya!” sontak itu membuatku terkejut. Sementara gadis ini sudah terisak. “Hahaha! Rasakan ini!!”

“ANDWAE!!!”

SETT!!

Dengan tangkas aku menahan gunting itu yang akan melayang ke kepala gadis malang ini. “Kubilang-jangan-menyentuh-gadis-ITUUU!!!” aku membanting gunting itu ke lantai dengan kasar. Semua anak itu melihatku dengan tatapan shock. Kini kesabaranku sudah habis! Mereka tidak bisa terus menerus menyiksa orang seenaknya saja!!

“Minhyo-ssi. Kenapa kau lakukan ini?” tanya Kyuhyun “Karena aku tak suka. Aku tak suka sikap kalian.” jawabku dingin. Ia tersenyum sinis “Jadi .. kau menentangnya?” tanya Kyuhyun sinis “Tentu saja!” ia mendekat kearahku. Aku sedikit mundur. Takut kalau dia akan menyakitiku. Ia meraih daguku sambil menyunggingkan evil smilenya “Kalau begitu .. kau bukan lagi bagian dari kami.” ujarnya dingin.

Aku meraih gunting itu dan ….

Sreeet!

Dasi bertuliskan 3-1 itu kupotong. Menandakan bahwa secara tidak resmi aku keluar dari Grup 1. “Dengan senang hati aku menerimanya. Pangeran Cho!”

TBC

Huaaaaa~ kependekan ya?? Abis pengen cepet-cepet kelar sih :3. Mian ya kalo mengecewakan :'(. Tapi aku suka kok *duagh. Kalo ada yang tanya siapa sih ‘gadis itu’. Pastinya Seo Joohyun dongs xD. Dan ‘namja berambut hitam’ itu tebak sendiri yee~ xD. Ditunggu komennya. Kalo ada kritikkan atau saran nanti ceritanya gini gini gini~ kasih tau ya! Oke, gomawo readersdeul! *bow*

Iklan

41 thoughts on “School X Fight [Round 1]

  1. huwaaa… kereenn… sumpahh.. thor, aku pernah baca pas dulu di page ‘Super Junior fanfiction’ tp lupaa ampe chap berapaa… trus aku nyari deh di gugell.. lalu ketemuu.. tadaaa!!! (?) gk bosen aku baca ff ini walaupun dri awal, keren sumpah.. bahasa’y lucuu.. aku sukaa :3 cerita’y menarik bgt lagii.. makin kerenn dahh.. karakter min hyo juga lucuu.. keren keren kerenn…!!!!

  2. thor gue baru baca. dan hasilnyaaaaa~ aaa!!!!! gregetaaannnn. cara penulisannya juga asik, cuman pas bagian minhyonye agak kecepetan gitu… hihihi:) tapi ini lereeeen thor gue suka * jingkrak”*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s