DoubleKyu Story [Part 2]

Title: DoubleKyu Story [Part 2]

Author: Kumiko Kureichi.

Main Cast: Cho Kyuhyun, Jung Sookyu(OC), Lee Jaehyun(OC), Yesung, All member SUJU, Jung Ahnkyung(OC), dll.

Genre: Romance, Comedy, Gaje, Gargil.

Lenght: Parts.

Rating: PG-15.

P.S: Di part ini sepertinya rahasia Jae akan terbongkar. Huahaha!! Mampus lo Jae!! Makannya, tinggal ama gue yuk #DUAGH. Kidding :D. Oke, happy reading ya readersdeul~!!

Backsound: Boyfriend – Don’t Touch My Girl.

Poster: ChoAnna MikkUnnie.

 

~~~o~~~

Daddy?!

 

Sookyu POV

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dari alam mimpiku. Haaahh!! Sial sekali sih, di awal hari ini? Padahal tadi aku sedang bermimpi lagi bermesraan dengan Kim Soo Hyun! Kenapa suara jeritan ponselku tiba-tiba berbunyi?! Cih, ternyata dari Setan itu lagi. Hebat. Sepertinya dia sudah dapat feeling kalau aku mimpi macam-macam. Bravo Cho Kyuhyun!

From: CHO KYU HYUN

Morning sayaaaanggg? Sudah bangunkah??? Apa semalam kau bermimpi berciuman denganku??? Give me ur morning kiss :***~

Cish, keselek biji apa dia bisa berkata-kata seperti itu? Keselek biji durian monthong, hah?!

To: CHO KYU HYUN

Kau menyebalkan!! Kau mengganggu mimpiku sedang bermesraan dengan Soo Hyun! Awas saja kalau aku melihat wajahmu nanti! Akan kucekik kau sampai biji duriannya keluar.

Okey, aku jadi bawa-bawa nama biji durian disini. Aku sadar di Korea buah durian tidak terlalu terkenal. Tapi aku pernah mencicipi buah itu saat eomma memberikannya. Katanya itu oleh-oleh dari Kim Ahjussi sepulang liburan dari Indonesia. Hah, apa pentingnya sih??

Okeeeeyyy!! Sekarang apa lagi?! Telepon dari ….. oops!! Kupikir si setan itu akan meneleponku lalu memakiku dengan jurus andalan ‘SERIBU MAKIAN ALA CHO KYU HYUN’nya. Ternyata dari Appa. Mwoya? Appa? Tumben sekali dia meneleponku?

“Yeoboseyo?”

Yeoboseyo. Sookyu-ah, sekarang Appa sedang berada di Seoul.

“MWOYA?!” aku terbengong. Kenapa dia bisa ada disini? Bukankan kemarin-kemarin ia masih di Busan? Untuk apa dia kemari?

Yeoboseyo? Soo-ah, kau masih disana?

“Ne … Appa. Kenapa Appa ada di Seoul?” tanyaku to the point.

Restaurant tempat appa bekerja pindah tempat. Jadi terpaksa appa juga ikut pindah. Kau tinggal dimana sekarang?

“Aku tinggal di apartemen****. Appa sendiri sekarang tinggal dimana?” tanyaku balik.

Ohohohoho~ Appa sekarang tinggal di rumah keluarga Cho untuk sementara. Mereka memang baik terhadap calon besannya.

“MWOYA?! Appa tidak bercanda, kan? Appa tinggal di rumah Cho Ahjussi?” ini berarti, ia tinggal di rumah keluarganya si kyuhyun? Omo~ omo~

“Appa, apa kyuhyun tahu mengenai hal ini?” tanyaku lagi.

Anio. Dia belum tahu. Memangnya kenapa?

“Ani. Hanya sementara, kan?”

Iya, hahahha. Kau tenang saja. Saat appa gajian, appa akan tinggal di apartemen appa sendiri.” ujarnya. Sementara aku ingin mengajaknya tinggal di apartemenku. Tapi … apa daya? Karena ada Jaehyun disini, aku jadi tidak bisa mengajak Appaku. Huhuhu~ kasihan sekali diriku iniiii~

“Ngomong-ngomong? Restaurant Appa berada dimana?”

Tidak jauh dari lokasi Cafemu bekerja. Pokoknya kau cari saja disekitar situ Restaurant italia yang baru dibangun.”

“Hmm, arraseo.”

Baiklah, jaga dirimu baik-baik. Arraseo? Sebentar lagi Appa akan berangkat ke restaurant.”

“Ne, arraseoyo Appa. Hati-hati dijalan.”

 

Aku menghela berat napasku. Ya, Appaku adalah seorang chef di salah satu restaurant Italia ternama di Seoul –sekarang–. Ehm … mungkin bakat memasakku keturunan dari ayahku. Dan bakat bela diri taekwondoku turunan dari Ibuku. Yah, bisa dibilang ini kebalikan. Ayahku mencintai memasak, dan Ibuku jago taekwondo. Dan jadilah aku, yeoja sangar tapi jago memasak. Hahaha. Tak heran si Kyuhyun itu memanggilku yeoja sangar.

Huh, panjang umur! Dia meneleponku! Pasti dari tadi dia terus menghubungiku.

Yaaakk!!! Kenapa susah sekali mengubungimu, hah?! Siapa yang meneleponmu tadi, hah?!

“Yaaakkk!! CHO KYU HYUN!!!! Pelankan suaramu bodoh!! Tadi Appa meneleponku tahuuuu!!”

Bagus! Sekarang dia malah cekikikan “Aigoo, yeoja sangar. Jangan begitu dengan pacarmu. Mianhaeyo. Tadi appamu bicara apa? Apa tentang pernikahan kita?

“Bermimpilah! Bukan urusanmu! Kau mau apa?”

Ani. 30 menit lagi aku akan kesana. Aku ingin kau memasakanku jajjangmyeon. Arraseo?

“Ne, arraseo.” segera kutekan tombol merah. OMONAA~ aku lupa hari ini aku mulai kembali masuk kerja. Ya, aku bekerja sebagai koki di Cafe Sweetest. Jadi aku harus bagaimana? Hah, biar sajalah.

Aku segera melangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit, aku memakai bajuku dan menuju dapur. Kulihat Jaehyun sudah duduk setengah sadar di meja makan. Hmm, mungkin dia menungguku. “Kau sudah lama menunggu? Kenapa belum mandi?” tanyaku “Tidak. Belum lama. Aku lapar,” ujarnya dengan mata merem melek. Dia masih ngantuk rupanya. “Ya sudah. Aku masakan jajjangmyeon dulu. Oiya, Jae. Kyuhyun akan kemari 20 menit lagi. Bilang saja aku ke Cafe. Tadi dia juga menitipkan jajjangmyeon untuknya. Nanti berikan saja padanya dan pesankan untuknya ‘Harus dimakan! Kalau tidak kami putus!’ begitu, ya.” pesanku. “Kau mau pergi? Kemana?” tanyaku “Aku harus bekerja.” jawabku. Dia hanya mengangguk “Jaga apartemen baik-baik, ya.” pesanku. “Ne, arraseo.” jawabnya.

Sookyu POV end.

 

Jaehyun POV

Sookyu akan berangkat ke cafe sebentar lagi. Dan aku akan sendirian. Aaaakhh~ kenapa dia harus bekerja, sih? Tentu saja Jae baboooo~ mana bisa hidup kalau dia tak bekerja. Okey, aku tidak bisa menyusahkannya terus menerus. Aku harus mencari pekerjaan.

“Soo-ah, apa di cafemu ada lowongan pekerjaan?” tanyaku. Saat ini kami sedang sarapan bersama “Hmm, ani. Wae? Kau ingin mencari pekerjaan? Tenang, nanti akan kuberi tahu kau jika ada lowongan untukmu.” ujarnya “Hmm, ne.” jawabku. Sookyu tiba-tiba menghentikan makannya dan seperti sedang mengingat sesuatu “Jae-ah, selama di apartemen kau harus hati-hati, ya.” pesannya “Wae?” tanyaku “Appaku ada di Seoul.” bisiknya “Mwoya?! Kenapa bisa??” tanyaku “Restaurant tempat ia bekerja pindah. Jadi dia terpaksa harus pindah juga.” jelasnya “Hmm, kalau begitu kasihan Lee Ahjumma. Sendirian di Busan.” ujarku “Hmm, ne. Aku tahu. Tapi masalahnya, jika Appaku kemari, kau harus tanggung sendiri, ya! Aku tidak ikut campur!” ujarnya. Hhh, selalu begini kalau mengenai masalah Appanya. “Hmm, arraseo.” jawabku malas.

“Aku sudah selesai. Kau jaga apartemen baik-baik, ya.” pesannya sambil menuju ke pintu “Ne, arraseo …. noona.” ujarku. Dia menengok kearahku dan tersenyum manis. No … senyumnya itu mampu membuat semua namja meleleh dibuatnya!

Beberapa menit kemudian ….

Ting tong! Ting tong!

“Pasti itu Kyuhyun hyung.” tebakku sembari menuju ke pintu. Dan kulihat melalu intercom, ah, benar. Itu kyuhyun hyung. Aku membuka pintunya “Welcome, hyung. Silahkan masuk.” sambutku. Dia pun masuk kedalam sambil celingak celinguk. Sepertinya mencari sosok Sookyu “Mana Sookyu?” tanyanya “Dia sudah berangkat ke cafe.” ujarku “MWOYA?! YAK! KAU JANGAN MAIN-MAIN!!!” teriaknya dan berhasil membuat kupingku pengang “Tapi tadi dia sempat menitipkan-” “Menitipkan apa?” potongnya cepat dan antusias “Jajjangmyeon,” jawabku. Dia kembali cemberut “Shireo. Untukmu saja.” tolaknya “Kau yakin? Tadi Sookyu sempat berpesan kalau jajjangmyeonnya tidak dimakan, kalian putus …” ujarku. Ia melotot kearahku “Kau mencoba mengancamku, hah?” tanyanya sinis “Ani. Tadi sookyu benar-benar mengatakannya kepadaku. Aku tidak berbohong. Sumpah.” ujarku sambil menunjukan jari tengah dan telunjukku membentuk huruf ‘V’ “Mana?” tanyanya sambil menyodorkan tangan kanannya “Ada dimeja makan. Kau punya kaki dan tangan, kan? Kau bisa mengambilnya sendirikan? Bagus. Aku ingin mandi dulu, hyung.” ujarku cepat sambil berlari menuju kamar mandi “Yakkk!!! LEE JAEHYUN!!! MATI KAU!!!”

Jaehyun POV end.

 

Kyuhyun POV

Aku mengemudikan mobilku gusar menuju cafe dimana tempat Sookyu bekerja. Yah, yeoja sangar itu memang selalu berbuat seenaknya saja. Dia pergi kerja tanpa pamit denganku dulu. Oke, aku akan menunggumu seharian, yeoja sangar! Hahaha, kebetulan hari ini aku tidak ada job.

Aku memasuki cafe itu lengkap dengan penyamaranku. Sialnya dia bekerja sebagai koki! Bukan pelayan. Hmm, aku harus bagaimana?

Seorang pelayan datang mengampiriku dan tersenyum ramah “Annyeong haseyo. Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya “Cupcake cokelat satu. Tapi ingat, khusus buatan koki disini yang bernama Jung Sookyu.” pesanku “Koki Jung Sookyu? Anda mengenalnya? Memang masakannya disini sangat disukai banyak orang. Baiklah tunggu lima menit lagi. Pesanan akan segera datang. Permisi.” ujarnya “Tapi …” aku menahannya “Ne? Ada lagi yang bisa saya bantu?” tanyanya “Aku ingin dia sendiri yang mengantarkanya. Bisa, kan?” tanyaku “Maksud anda nona Jung Sookyu yang mengantarnya sendiri?” tanyanya. Aku mengangguk “Ehm … baiklah. Apa ada lagi yang bisa saya bantu?” tanyanya. Aku menggeleng. Lalu pelayan itu kembali lagi.

Hahahhaha. Aku menang, JUNG SOO KYU!!!

Kyuhyun POV end.

 

Sookyu POV

“Eonni~” sahut Ryemi dari ambang pintu “Mwo?” tanyaku. Dia menghampiriku lalu memberikan selembar kertas pesanan di meja nomor 13 “Baiklah.” ujarku “Tapi, tadi ia meminta eonni sendiri yang mengantarnya.” ujarnya “Mwo? Untuk apa? Memangnya dia siapa?” tanyaku “Molla. Tapi pria itu berpakaian tertutup sekali. Dia memakai masker, topi, dan kacamata. Rambutnya agak ikal dan berwarna cokelat. Dia juga tinggi.” jelasnya. Hmm, mengingatkanku dengan salah atu species setan yang kukenal “Arraseo.” jawabku.

Aku menghampiri meja nomor 13 itu gugup. Aish, jangan-jangan dia ingin memarahiku habis-habisan di depan pengunjung, atau …. ingin menjelek-jelekan hasil masakanku di depan pengunjung?! Andwae!! Kalau ia berani melakukannya! Akan kucekik ia sampai mati di tempat!! Tapi dia kan setan? Kalau mati pasti hidup lagi. Ah, molla.

“Ini pesanannya.” ujarku setenang mungkin “Hmm. Gomawo.” ujarnya. Ia memperhatikan wajahku yang memasang ekspresia biasa-biasa saja “Aku penasaran dengan cupcake buatan yeojaku sendiri.” ujarnya “Pulangla Kyu. Untuk apa kau kemari?” tanyaku “Aku ingin menemani yeojaku. Tidak boleh?” tanyanya balik “Memangnya siapa yeojamu?” tanyaku santai. Ia melotot sedetik kemudian ia menyeringai “Yeoja sangar yang jelek, tapi jago memasak.” jawabnya santai. Aish! Memangnya kau sendiri siapa? Setan jelek dan jerawatan! “Makan saja cupcakenya! Atau kau mau kucekik, hah?!” ancamku sembari menodongkan garpu kearahnya “Hohoho~ santai saja chagiya. Tapi …. aku ingin disuapi!!” pintanya sambil menyerahkan garpu kearahku. Aku memanyunkan bibirku dengan kesal “YA! Ini cupcake! Kau bisa makan sendiri! Kau masih punya tangan, kan?! Makan sendiri! Menggangguku bekerja saja!!” omelku. Aku segera beranjak dan pergi menuju dapur lagi. Aku meliriknya dari ekor mataku. Sekarang ia sedang tertawa terbahak sambil memakan cupcakenya. Bagus, sekalian saja dengan garpunya! Biar aku tidak udah repot-repot mencucinya!

Sookyu POV end

 

Kyuhyun POV

Ponselku berdering ketika aku sedang asyik memakan cupcake ini. Aish! Mengganggu saja! Apa dia ingin merasakan rasanya cengkraman tangan Sookyu yang kekar itu? Hey, kenapa tidak aku saja yang mencekiknya? Hohoho~ tanganku terlalu suci untuk membunuh menusia. Lebih baik Sookyu saja yang sudah berpengalaman melayangkan beberapa nyawa tikus -__-v. Oke, lupakan masalah itu. Kembali ke penelepon pengganggu itu yang ternyata adalah Teuki hyung. Aish!!

“Yeoboseyo?”

YA! Kemana saja kau?! Sebentar lagi kita harus ke KBS! Kau lupa kita sedang masa comeback, hah?!” cerocosnya habis-habisan.

“Oh, jinjja?” tanyaku bodoh.

Dasar setan pikun!! Cepat pulang atau kau akan kucekik!!

Omo~ kenapa kata-katanya jadi mirip dengan Sookyu, huh? “Ya! Hyung! Belajar dari siapa kata-kata seperti itu?!” tanyaku kesal.

Kau ada dimana sekarang?!” tanyanya.

“Di Cafe Sookyu berkerja.”

Huh, pantas saja kau betah disana! Cepat kemari!! Atau tidak PSPmu akan kubanting sekarang juga!!” ancamnya. Cih, dia pikir aku takut?!

“Banting saja kalau berani. Arra, aku akan kesana.”

“Jamkanman! Jangan lupa oleh-olehnya.” pesannya sebelum sambungan ditutup. Cih, leader macam apa dia? Macam-macam!!

Kyuhyun POV end

 

Sookyu POV

“Eonni! Kami pulang dulu, ya!” pamit Ryemi, Yoohyun, dan Saera kepadaku “Ne.” balasku pendek “Oiya, eonni!” sahut Ryemi sembari menghampiriku “Mwo?” tanyaku “Namja yang tadi itu siapa? Sepertinya kalian akrab?? Apa dia namjachingumu??” tanyanya penasaran “Siapa saja! Sudah sana pulang!” ia menunjukka aegyonya kepadaku. Cih, dia pikir itu berhasil?? “Eonni pelit! Annyeong!” pamitnya kesal.

Ponselku berdering. Mwo? Jaehyun? Untuk apa ia meneleponku? Segera kutekan tombol hijau.

“Yeoboseyo?” sapaku.

Soo-ya … Sesuai apa yang kau bicarakan. Appamu-

“MWOYA?! APPA DATANG?! BAGAIMANA MUNGKIN?! Aku akan segera pulang! Kau tunggu aku!!” ucapku terburu-buru dan segera menutup sambungan. Aku segera merapikan barang-barangku dan berlari secepat mungkin menuju halte bis terdekat.

Setelah setengah jam. Akhirnya aku sampai di depan apartemenku. Pelan tapi pasti aku segera membuka pintunya yang kebetulan tidak dikunci. Jeng jeng jeng ….. aku melihat Appa sedang duduk santai di sofa sambil menonton televisi. Jaehyun? Malang sekali nasibnya saudara-saudara. Ia sedang memijat kaki besar Appa.

“Appa …” sahutku. Ia menengok kearahku “Ternyata kau sudah pulang. Aku pikir kau sedang libur. Duduklah, acaranya seru, lho!” aku melongo menatapnya. Aish! Jaehyun pabo! Kupikir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan! Tahu begini aku tidak usah susah payah berlari-lari seperti orang kesetanan tadi!!

“Appa .. Jaehyun-” “Gwenchana. Lagi pula Appa sudah mengenalnya.” potongnya seakan ia mengerti apa yang kumaksud “Hajiman, jangan beritahu hal ini kepada Kyuhyun. Arasseo?” tanyaku “Ne, arra. Tapi jika ia mengetahui hal ini. Appa tidak bertanggung jawab. Oiya, bagaimana kalau Appa sudah punya apartemen. Jaehyun tinggal bersama Appa saja? Otte?” tanyanya “Aku sangat setuju!! Ya! Neo! Cepatlah cari pekerjaan!!” ujarku sembari menoyor kepalanya “Ne~” jawabnya lemas. “Appa, kau ingin menginap disini?” tanyaku “Aniya. Aku takut merepotkanmu. Appa hanya ingin melihat keadaanmu saja. Hey, potongan rambutmu keren juga. Appa baru sadar, lho. Siapa yang memotong? Eommamu? Hahahaha!! Dia memang yeoja idaman Appa!” cerocosnya tak jelas. Yah, keanehannya lebih parah dariku. Cerewet. Seperti Yesung oppa saja.

“Ya sudah. Appa pulang dulu. Ah, ini Appa bawakan makan malam. Sepertinya sudah dingin. Tapi kau bisa menghangatkannya, kan? Gomawo Jaehyun-ah atas pijatanmu. Annyeong~” pamitnya “Annyeong~” balasku bersama Jaehyun.

“Omona~ akhirnya selesai juga!!” serunya sembari meregangkan otot tangannya “Bagaimana rasanya?” tanyaku sambil terkikik geli “Rasakan saja sendiri!” ujarnya sambil menunjukkan kedua telapak tangannya yang bau kaki Appa. Huekss! “Hahaha~ ini kau makan saja semuanya! Aku sudah kenyang.” ucapku bohong. Padahal aku sedang malas makan.

“Jinjja?! Gomawo~ oiya, tolong hangatkan, dong!” pintanya “Cih!! Bocah!!” gerutuku kesal sambil merebut kotak makanan itu.

Sookyu POV end

 

Kyuhyun POV

Akhirnya kami sampai juga di dorm seteleh seharian show dimana-mana. Huh, siapa peduli. Aku segera memasuki kamarku dan disusul dengan Sungmin hyung. Aku membanting tubuhku diatas ranjang. Hmm … kenapa tiba-tiba aku merindukan seseorang ya? Tapi siapa? Omona, aku jadi teringat seekor makhluk sangar yang selalu memenuhi pikiran dan hatiku.

“Jangan munafik! Kau sedang merindukan Sookyu. Cepat telepon dia!!” aku menatap Sungmin hyung takjub. Wow, sejak kapan ia mempunyai indera keenam? Apa dia saudara jauh Ki Joko Bodo? Lho, kenapa jadi nyambung kesana? -___-”

“Haish … untuk apa aku repot-repot meneleponnya. Paling-paling dia sedang mendengkur sekarang.” cibirku “Jangan menyesal jika dia belum tidur dan siapa tahu ….. dia sedang teleponan dengan Yesung hyung.” aku segera bangkit dan meraih ponselku. Segera kutekan beberapa angka yang sudah kuhafal diluar kepala. Tak lama kemudian muncullah suara cempreng yang sering menyakiti telingaku. Hohoho~

Yeoboseyo?” suaranya tidak serak. Menandakan bahwa ia belum tidur.

“Kau belum tidur?” tanyaku basa-basi.

Ia lama tak menjawabku. Hey, apa dia tuli?!

“Ya! Kau mendengarku tidak?!”

Nuguseyo?” GUBRAKKK!!! %&(@%^!$&

“YA! KAU TIDAK MENGENALI SUARA NAMJAMU SENDIRI, HAH?!?!” bercandanya sungguh tidak lucu. Serius. Dua rius kalau bisa!!

Jinjja? Ini Kyuhyun hyung?” mwoya? Ia memanggilku ‘hyung’? Apa tidak salah.

“Ya! Ini dengan JUNG SOO KYU, kan?!” tanyaku degan menekan kata ‘JUNG SOO KYU’.

Anio. Ini LEE JAE HYUN.” balasnya dengan mengikuti gaya berbicaraku. MWO?! DIA JAEHYUN?! Tapi kenapa bisa suaranya mirip sekali?!

“Ya! Ini benar-benar Lee Jaehyun?!?! YA!! Beraninya kau menyentuh ponsel Sookyu!!!” omelku.

Hehehe~ mian hyung. Sookyu sedang mandi. Apa mau aku panggilkan?” apa maksudnya? Mandi?

“YA! ANDWAE!! Kau berniat untuk mengintipnya, kan?! Jangan macam-macam kau!!” ancamku.

Aish! Kecilkan suaramu hyung! Bisa-bisa ponsel Sookyu rusak. Mana mungkin aku mengintip sepupuku sendiri. Ya sudah, kau mau aku titipkan pesan?” tawarnya.

“Anio. Aku hanya iseng saja. Ya! Kenapa kau tidak tahu kalau ini aku? Memangnya Sookyu menghapus nomorku, huh?”

Ah, ani. Aku tidak melihat nama pemanggilnya tadi. Ternyata itu hyung. Ya sudah. Annyeong.” bip. Dengan lancangnya ia menutup sambungannya. Bocah sialan. Awas saja kalau aku bertemu dengannya nanti. Akan kujambak rambutnya hingga botak. Hey, kenapa aku jadi ketularan Sookyu begini?

Aku melihat Sungmin hyung cekikikan sendiri. Aku menatapnya aneh “Yaa! Kenapa hyung tertawa?!” tanyaku “Kau merindukan Sookyu? Tapi kenapa kau menelepon Jaehyun? Siapa yang kau ridukan Cho Kyuhyuuuuunnn~~ huahahahaha!!” tawanya makin menggelegar. Aku terbengong sendiri seperti orang bodoh. Benar juga, untuk apa aku buang-buang waktu berbicara dengan bocah itu? Aish!! Pabo Cho Kyuhyun!!

Kyuhyun POV

 

Sookyu POV

“Soo-ya … I-REO-NA~!!!!!” aku menyingkap selimutku dan segera bangun. Menatap bocah itu dengan tatapan membunuh yang sedikit mirip dengan setan itu. “BE-RI-SIK!! Apa kau tidak bisa melihatku tenang sedikit, hah?!?!?!” omelku “Hehehe~ aku sudah 17 kali membangunkanmu. Tapi kau tidak bangun juga.” ujarnya sambil cengengesan. Astaga …. kerajinan sekali sampai menghitung berapa kali ia membangunkanku -____-”. Aku melihat kearah jam dinding. “Yaaaaakk!! Ini masih jam 5 PAGI!! Untuk apa kau membangunkanku segala, huh?!?!” omelku lagi “Hehehe~ tadi malam kyuhyun hyung menyuruh kita untuk datang ke dorm pagi-pagi. Dan sekalian membawa sarapan yang banyak.” jawabnya polos.

“Tapi tidak usah sepagi ini!! Aish!! Kau mengganggu saja! Ya sudah! Aku mandi dulu!!” aku segera beranjak menuju kamar mandi. Ada-ada saja setan itu. Memangnya masakanku gratis, hah?! Ah, tapi tidak apa. Sisi baiknya aku bisa bertemu Yesung oppa. Hohoho~

Setelah mandi aku segera berpakaian dan menuju dapur. Hmm, masak apa ya kira-kira? Bagaimana kalau jajjangmyeon? Aish! Aku bosan memasak itu, tapi dia tidak bosan memakannya. Baiklah, bibimbap saja -____-“.

Setelah semuanya siap, aku segera menyusul Jae di kamarnya “Ya! Mau ikut, tidak?” tawarku “Tentu saja!!” aigoo … betapa semangatnya dia. Aku dan Jaehyun pun segera berangkat menuju dorm si setan itu.

~~~o~~~

Kami sampai di depan pintu dorm SUJU. Tapi sebelum memencet belnya, aku merapikan penampilanku dulu “Eotteokkae? Apa aku terlihat cantik?” tanyaku kepada Jaehyun. Tapi bocah pabo itu malah mentertawakanku “Cantik? Cantik kau bilang? Kau itu laki-laki, dan kau TAMPAN!! HUAHAHAHA~!!” aku segera menggeplak kepalanya “Bilang apa kau tadi, hah?! Coba bilang sekali lagi!!” ujarku sambil mengarahkan kepalan tanganku kepadanya “Anio. Aiihh .. appo~” rengeknya sambil mengelus kepalanya itu. Akupun memencet bel itu 2 kali.

Species setan yang sudah familiar bagiku muncul. Wajahnya kusam, rambutnya kusut seperti sapu ijuk, ada tanda bekas ‘air sungai’ di sekitar bibirnya. Huahaha! Seperti pengangguran saja!! “Good morning sayaaang~” sambutku riang. Ia menatap kami berdua aneh “Ini sarapan untukmu dan oppadeul.” ujarku sembari menunjukkan beberapa kotak makanan yang berisi bibimbap “Mwo? Tumben kau kemari pagi-pagi sekali?” tanyanya yang membuatku kebingungan “Eung .. aku masuk dulu. Ingin bertemu Leeteuk hyung.” pamit Jaehyun.

Heyy!! Kan dia yang menyuruhku kemari pagi-pagi buta?! “Ya! Apa kau lupa?! Semalam kau menelepon minta dibuatkan sarapan dan datang kemari pagi-pagi. Dasar setan pikun!!” omelku. Ia menautkan alisnya sembari mengucek matanya “Aku? Menyuruhmu kemari? Aniya.” jawabnya santai. Emosiku membludak. Arrrghhh! Jangan-jangan ini ulah Jae!! “Aish!! YAK!! LEE JAE HYUN!!!” teriakku geram. Dengan kesal aku melangkah menuju lift meninggalkan dorm. Dari pada aku menjadi tamu tak diundang disana.

“YA! Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun sambil menahan tanganku “Tentu saja pulang! Kau tak mengundangku, kan?” jawabku ketus “Andwae. Baiklah baiklah .. aku memang tidak mengundangmu. Tapi ide Jaehyun bagus juga, kan? Hahaha, kajja. Hey, cuma-cuma saja kau kemari tidak memberiku morning kiss, huh?” aku menatapnya kesal “Masih beruntung aku membawakan sarapan untuk kalian.” ancamku. Akhirnya ia mengalah dan mengajakku masuk kedalam dorm.

“Apa kalian sudah sarapan? Hey! Tumben sekali kau bangun pagi? Apa kau bermimpi dicekik olehku, huh? Hahaha!! Makannya, jangan sering bangun siang! Nanti cepat tuaaaa~!! Kau itu ‘kan magnae, mana ada magnae berwajah seperti haraboji? HUAHAHA~!!” cerocosku “Bawel! Diam atau kau akan kucium!” ancamnya. CIh, dia pikir aku takut? “Cium saja kalau berani! Sebagai imbalannya akan kuberi tangan emasku ini. Hohoho~!!” balasku.

Aku melihat Yesung oppa sedang bermain bersama kkoming. Sebenarnya hanya diam saja, sih. Tidak melakukan apapun. Aku segera menghampirinya, tapi si setan itu malah menahanku. “Taruh sarapannya di meja!” perintahnya sembari menatapku tajam “Arasseo~” jawabku malas. Aku menaruh kotak bekalnya di meja makan setelah itu aku menghampiri Yesung oppa dan duduk di sampingnya “Oppa! Apa kau sudah makan? Aku membawakan sarapan untuk kalian.” ujarku “A~ jinjja? Gomawo Soo-ya. Kau sudah sarapan?” tanyanya. Aku menggeleng “Kalau begitu ayo sarapan bersama!” ajaknya. Aku pun mengikutinya.

Sudah ada semuanya di meja makan yang besar ini. “Soo, sini!” Kyuhyun menepuk bangku di sebelahnya. Aku pun menurutinya dan Yesung oppa duduk disebelahku “Mana Jaehyun?” tanyaku “Aku disini!” Jaehyun pun muncul dari arah dapur. Aku menatapnya sebal, sementara ia mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf ‘V’.

“Ah~ gomawo Sookyu-ah. Kau memang baik. Hahaha.” ucap Leeteuk oppa sambil cengengesan “Ne cheonma. Berterima kasih juga pada Jaehyun yg membawaku kemari.” ucapku sambil menatap tajam bocah itu “Jinjja?” tanya Donghae Oppa.

Setelah sarapan bersama, aku segera bersiap-siap. Karena aku harus langsung ke Cafe. “Kau mau pulang? Kenapa hanya sebentar?” tanya Kyuhyun tiba-tiba “Aku harus segera ke Cafe. Hari ini Cafe buka lebih awal.” jawabku “Kajja!” ajaknya. Aku menatapnya aneh “Mwo?” tanyaku “Aku antar. Tidak pakai tapi sebelum aku berubah pikiran.” ujarnya. Aku hanya bisa memandangnya kesal dan mengikuti keinginannya.

~~~o~~~

“Sudah disini saja, Kyu! Nanti yang lain lihat!” ujarku setelah sampai di persimpangan dekat Cafe “Tapi sedikit lagi kita sampai.” katanya “Ani. Disini saja. Gomawo, Kyu.” ucapku sembari melepas seatbelt. Tapi ia menahan tanganku ketika hendak membuka handle pintu “Mwo?” tanyaku “Poppo.” pintanya polos. Aku melotot kepadanya “Dalam rangka apa kau meminta poppo padaku, huh?!” tanyaku kesal “Poppo atau kau kuculik!!” ancamnya. Aish!! Dasar setan manja!! “Aaaah~ jebal Kyu~ aku bisa telat!!” rajukku.

Ia menatapku tajam dan memalingkan wajahku “Apa susahnya sih kau mencium pacarmu saja sebentar?” bentaknya tanpa menatap mataku. Astaga …. kata-katanya itu sangat tajam. “Kyu, bukan begitu. Aku-” “Apa?! Sejak ada bocah tengil itu kau malah mengabaikanku! Aku tahu ini konyol tapi jangan pernah membuatku curiga kau menyukai sepupumu sendiri!!” bentaknya. Omo~ omo~ bicara apa dia?!

“Ya! Maksudmu Lee Jaehyun? Kenapa kau malah menyangkut pautkan dirinya? Neo … kau tidak percaya bahwa aku mencintaimu??” tanyaku “Aku tidak bilang begitu. Aku hanya tak suka kau dekat dengannya.” jawabnya dengan nada dingin “Tapi dia sepupuku!” “DAN DIA NAMJA!!” bentaknya tepat di depan wajahku. Matanya melotot dan wajahnya memerah menandakan bahwa ia sedang marah besar. Aku terperangah melihatnya membentakku. Mataku memanas seakan ingin menangis. Aku tahu aku telah melakukan kebohongan besar. Membawa masuk temanku dan membiarkannya tinggal satu atap denganku. Tapi apakah dia perlu membentakku seperti ini?

“Apa maumu Kyu??” tanyaku lirih “Jauhi Lee Jaehyun.” ucapnya tegas “Tapi dia sepupuku.” kataku “Aku tidak peduli. Hanya jauhi dia saja.” ujarnya acuh “Kyu, nan jeongmal saranghae.” ucapku tulus “Keluar.” aku merasakan sesuatu menggenang dipelupuk mataku. “Ne, aku berangkat dulu.” pamitku dan langsung keluar dari mobilnya. Setelah itu mobilnya melesat jauh hingga tak terlihat. Aku bisa merasakan setetes air mata jatuh membasahi pipiku.

Sookyu POV end

 

Kyuhyun POV

BRAAKK~!!!

Kubanting pintu dorm begitu saja. Semua mata tertuju padaku, aku tak peduli. Aku segera menuju kamarku, tapi tangan Yesung hyung menahanku “Ya! Bukankah tadi kau bersama Sookyu? Apa kalian bertengkar?” tanyanya bawel “Bukan urusanmu!!” bentakku. Bocah itu menghampiri kami bersama Teuki hyung “Hyung, ada apa denganmu?” tanyanya “Diam!! INI SEMUA GARA-GARA KAU!!!” teriakku.

Aku menutup pintu kamarku dengan kasar sehingga terdengar debuman yang sangat keras. Aku duduk di sisi ranjang dan mengusap wajahku kasar “Arrrggghh~!!! Cho Kyuhyun brengsek!! Sialan! Kenapa aku malah membentaknya?!?!” teriakku geram. Pintu kamarku menjeblak terbuka, sosok Yesung hyung datang dengan wajah yang marah. Ia segera mencengkram kerah bajuku “Apa yang kau lakukan padanya?!?! Kau lancang membentaknya CHO KYUHYUN~!!! KAU TAHU SENDIRI DIA TAKUT DIBENTAAAKK~!!!”

 

BUGH~!!!

 

Kepalan tangannya mendarat mulus di perutku. Leeteuk hyung segera menjauhkan dia dari diriku “Hentikan Jongwoon-ah! Apa yang kau lakukan!! Dia dongsaengmu!!” bentak Leeteuk hyung “Aku benci mempunyai dongsaeng yang kurang ajar sepertinya!”  ujarnya marah. Leeteuk hyung beserta Siwon hyung membawa Yesung hyung keluar dari kamarku. Persetan dengan bocah itu, gara-gara dia, aku jadi begini.

“Kyu, gwenchana?” tanya Sungmin hyung. Aku hanya mengangguk acuh “Kurasa kau telah membuat kesalahan besar, Kyu. Kau harus segera minta maaf kepada Sookyu.” ne, kurasa begitu hyung. Aku memang namja brengsek.

Cho Kyuhyun POV end

 

Author POV

“Eonni-ah~ pelanggan di meja 21 protes lagi. Katanya chesse cakenya pahit.” sahut Saera menghampiri Sookyu”Ne, di meja nomor 13 juga. Katanya eonni lupa dengan dark chocolatenya.” timpal Yoohyun “Eonni-ah, gwenchana?” tanya Ryemi khawatir. Sementara Sookyu hanya mengangguk lemah.

“Ada yang tidak beres denganmu.” selidik Hyomin “Nan jeongmal gwenchana eonni.” ujar Sookyu “Kalau kau sakit, seharusnya kau bilang. Sudah, kau pulang saja sana. Biar aku yang menggantikanmu.” perintah Hyomin “Hajiman-” “Tidak ada tapi-tapian.” ucap Hyomin tegas “Arasseo.” jawab Sookyu pasrah “Perlu kuantar, eonni?” tawar Ryemi “Aniya.”

Semua rekan kerja Sookyu memandangnya khawatir. “Sejak datang tadi matanya memerah. Dia juga berkali-kali menggigit bibir bawahnya.” bisik Yoohyun kepada Ryemi “Sepertinya dia sedang tertimpa masalah keluarga.” tebak Ryemi.

Sookyu menumpahkan air matanya ketika sampai di apartemennya. Ia bersandar di pintu apartemennya dan merosot begitu saja. Ia menutup wajahnya denga kedua tangannya. Menyesal, takut, khawatir, sakit kini ia rasakan di dalam hatinya. Ia pun beranjak menuju kamarnya, mengurung diri disana berbaring di ranjang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Berusaha menghilangkan rasa takutnya karena dibentak oleh Kyuhyun.

Tiba-tiba ponselnya berdering di dalam tasnya. Tapi ia tak mempedulikannya. Entah sudah berapa panggilan yang ia abaika. Hingga suara sebuah pesan masuk terdengar. Ia mengambil ponselnya dan menemukan SMS dari Appanya.

From: Appa

Kenapa sulit sekali menghubungimu? Tadi Appa ke Cafe, ternyata kau sudah pulang. Apa kau sakit? Appa akan ke apartemenmu sekarang juga.

Ia melempar ponselnya entah kemana. Ia meneruskan acara tangis menangisnya sendirian. Beberapa menit kemudian ia pun tertidur.

Author POV end

 

Kyuhyun POV

Aku mengemudikan mobilku seperti orang kesetanan menuju apartemen Sookyu. Seperti yang kuduga ia tak baik-baik saja. Tadi aku menerima telepon dari Jonghyun kalau ia melihat Sookyu menaiki bis dengan wajah yang pucat. Astaga … apa jadinya ia nanti?

Setelah sampai di apartemennya kupacu langkah kakiku untuk menuju kamar apartemennya. Ketika aku tiba diujung lorong kamar apartemen Sookyu. Aku melihat sosok pria parubaya di depan apartemen Sookyu. Jamkanman, sepertinya aku pernah melihatnya. Sosok yang familiar sekali.

“Ahjussi!” sahutku. Segera kuhampiri dia. “Kyuhyun-ah! Untung kau datang. Aku sudah disini selama 20 menit. Tapi Sookyu belum juga membukakan pintunya. Apa dia tertidur?” ujarnya “A-ahjussi. Kenapa kau bisa ada di .. Seoul?” tanyaku “Oh, jadi kau belum tahu, ya? Oiya, aku lupa kalau Sookyu bilang jangan beritahu kau kalau aku ada disini. Sudahlah, cepat bukakan pintunya. Kau pasti tahu kata sandinya, kan?” cerocosnya. Aish! Apa-apaan dia? Pantas saja ia tak mau cerita ketika Appanya menghubunginya.

Pintu pun terbuka. Aku segera menuju kamarnya. “Sial! Dikunci!” umpatku kesal “Sudah biarkan saja. Paling dia sedang tidur. Kata temannya tadi ia sakit.” ucap Jung Ahjussi sembari duduk di sofa sambil menonton televisi. “Ehm … sebenarnya dia tidak sakit, ahjussi.” ujarku sembari duduk di sampingnya “Hm? Lalu?” tanyanya “Kami … sedang bertengkar kecil saja.” jawabku sedikit bohong.

“Hmm, itu wajah jika terjadi. Asalkan kau tidak membentaknya saja. Kau tahu, aku hanya pernah membentaknya sekali seumur hidupku. Saat itu Sookyu masih berumur 10 tahun. Ia salah memasukkan bumbu dapur kedalam sup kimchi. Saat itu aku sedang kesal dan membentaknya habis-habisan. Mungkin sejak saat itu ia takut di bentak lagi. Karena saat itu, ia menangis dan hampir mencoba bunuh diri. Sejak kejadian itu, aku bersumpah pada diriku sendiri aku tidak akan membentak anakku lagi ataupun membiarkan dirinya dibentak oleh orang lain. Karena ia adalah anakku satu-satunya.” perkataannya membuatku merasa di tampar oleh ribuan tangan. Astaganaga Cho Kyuhyun …. kau sangat bodoh!

“Hmm, ngomong-ngomong kemana Jaehyun? Kenapa dia tidak ada disini?” tanyanya. Eeh? Ia mengenal Jaehyun? Ternyata Jaehyun benar-benar sepupunya toh. “Mungkin ia sedang keluar sebentar.” jawabku “Lho, ternyata kau mengenalnya juga, toh. Aku kira Sookyu menyembunyikan hal ini kepadamu. Yah, mungkin ia takut kau cemburu atau marah kepadanya. Sebenarnya ia juga kaget saat aku datang ke apartemennya tiba-tiba dan menemukan Jaehyun yang tinggal bersamanya. Tapi Jaehyun anak yang baik. Aku percaya dia bisa menjadi chingu yang baik untuk Sookyu. Jika aku sudah gajian nanti, akan kusewa apartemen dan Jaehyun bisa tinggal denganku.” mendengarnya membuatku seperti ditinju jutaan kali.

“Chi … chingu?” gumamku. Jadi, dugaanku selama ini benar? Lee Jaehyun, dia bukan sepupunya? Sookyu … kenapa ia berbohong kepadaku? Apa salahku padanya? Apa maksud dari semua ini?? “Aiiihh … sepertinya aku tidak bisa berlama-lama. Oiya Kyuhyun-ah, sebenarnya aku tinggal dirumahmu. Maaf ya, aku merepotkan keluargamu. Aku pulang dulu. Annyeonghi gyeseyo.” pamitnya.

“Annyeong, Soo-ya! Aku pulang!” sahut Jaehyun yang baru datang. Aku menatapnya sinis. Sementara ia terkejut ketika melihat aku yang ada disini bersama Jung Ahjussi “A-ahjussi .. annyeong haseyo.” ujarnya sambil membungkuk kaku “Hyung, kau ada disini?” tanyanya gemetaran. “Jae, aku pulang dulu.” ujar Jung Ahjussi sambil menepuk pundaknya.

“H-hyung .. aku-”

“KENAPA KAU BERBOHONG KEPADAKU?!?!?!” teriakku kepadanya “Mianhae hyung, aku-”

“Kenapa kalian membohongiku?!?! Siapa kau sebenarnya?!?! DASAR PENGKHIANAT!!!”

“Hyung, ini salahku. Aku yang meminta Sookyu agar aku ikut ke Seoul. Ini bukan sepenuhnya salah Sookyu, hyung.” jawabnya “Persetan!! Tapi intinya kenapa dia tak jujur saja padaku kalau kau bukan sepupunya!!! Asal kau tahu aku benci melihat kalian berdua!!! Sialan!!” aku meninggalkannya dan menutup pintu apartemen hingga membuat suara debuman yang keras.

 

To Be Continued …

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Omo~ …. udahan?? TBC?!?! What?!?! PENDEK BANGET!!! *yang bikin siapa yang protes siapa =,=*. Sumpah Gaje banget bagian terakhirnya -_______-“. Saya emang nggak bisa bikin bagian yang serius. Karena saya emang orang yang nggak bisa diajak serius ^^v. Mian kalo mengecewakan. Tapi comment itu wajib okey?? Muuuaaacchh~ :* tuh, kurang baik apa sih saya. Udah di kasih kiss harus bales comment dong :p.

Iklan

2 thoughts on “DoubleKyu Story [Part 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s