Stay With Me [ONESHOT]

Author: Kumiko Kureichi.

Cast: Lee Sungmin, Lee Donghae, Shin Min Young (OC).

Genre: Romance.

Rating: PG-15.

Lenght: Oneshot.

~~~o~~~

Seorang gadis meniup-niup poninya sambil menatap pemandangan luar dengan tatapan kosong. Secangkir hot chocolate yang ia pesan belum ia minum sedikitpun. Pikirannya melayang tinggi entah kemana. Cafe sudah mulai sepi, namun gadis itu sudah 3 jam berada disana.

“Sampai kapan kau mau disini nona manis?” seorang lelaki duduk di hadapannya sambil tersenyum memandangnya. Gadis itu tetap tak bergeming. Kegiatannya masih terfokus untuk melamun.

“Apa kau merindukanku?” lelaki itu mulai mengeluarkan candaan kepada gadis itu “Hmm?” hanya sebuah gumaman yang ia berikan. Lelaki itu bersandar di kepala kursi.

Butiran salju menghujani kota Seoul. Mata gadis itu sama sekali tak menampakan ekspresi apapun. “Ini salju pertama kita ..” kata lelaki itu.

“Kita?” tanggap gadis itu. Lelaki itu menangguk “Kan hanya ada kita berdua.” jawabnya “Oouh ..” gadis itu menyesap hot chocolatenya yang sudah dingin. Mungkin lebih pantas di sebut cold chocolate.

“Ayo kita pulang. Orangtuamu sudah menunggu dari tadi. Kenapa kau malah ada acara melarikan diri segala, hmm?” ajak lelaki itu. “Aku tidak melarikan diri Lee Sungmin … aku hanya ingin melihat salju turun.” jawab gadis itu.

“Ya, anggap saja itu alasanmu. Cepatlah, bukankah kau pernah bilang padaku bahwa kau ingin segera menikah? Lalu kau pernah meminta Eommamu untuk di jodohkan. Dan sekarang kau malah menghindar.” kata lelaki yang bernama Lee Sungmin itu dengan nada sedikit emosi.

“Aku tidak menghindar. Hanya saja ..”

“Hanya saja apa Shin Min Young??”

“Aku tidak yakin.” Sungmin menghela nafas berat. Kemudian Min Young bangkit dan mendahului Sungmin keluar dari Cafe.

~~~o~~~

“Annyeong haseyo, Shin Min Young imnida. Bangapseumnida.” Min Young membungkuk hormat kepada tamunya yang merupakan calon mertuanya dan calon suaminya.

“Neomu yeoppo. Kau sangat cocok dengan Siwon, Min Young-ah.” puji nyonya Choi kepada Min Young. Ia hanya tersenyum tipis.

“Ne, gamsahamnida.” ucap Min Young sopan dan pelan “Ah, tidak usah seformal itu. Panggil saja kami eommonim dan abeoji.” Min Young hanya menunduk sopan.

“Jadi .. kapan pernikahannya akan dilaksanakan?” tanya Min Young Appa semangat “Hmm, kupikir kita akan melaksanakan pertunangan dulu minggu depan. Baru minggu selanjutnya pernikahan dimulai. Dan kupikir mereka perlu waktu untuk mengenal satu sama lain.” jawab tuan Choi.

“Ide yang bagus. Semoga saja kalian bisa lebih dekat.”

Min Young’s POV

Aku bercermin di cermin kamarku. Setelah merasa sudah rapih, aku segera keluar menemui Siwon, calon suamiku.

Namaku Shin Min Young. Seorang gadis yang belum sama sekali berpengalaman pacaran. Aneh memang, seumur hidupku hanya kugunakan untuk menuntut ilmu. Tak kupedulikan teman-temanku yang asyik bermalam minggu dengan kekasihnya masing-masing, aku masih berkutat dengan tugas-tugas yang bagiku sangat menyenangkan itu. Disaat mereka asyik menonton drama romantis, aku senang menonton kartun animasi atau browsing.

Tapi aku mempunyai sahabat yang setia menemaniku sejak kecil. Ia bernama Lee Sungmin. Namja imut yang jago bela diri. Entah kenapa akhir-akhir ini hubungan kami semakin renggang semenjak aku menceritakannya bahwa aku akan dijodohkan dengan anak pengusaha, Choi Siwon.

Ya, aku pernah bilang kepada Eomma bahwa aku ingin segera menikah. Dan Eomma malah mengambil keputusan bahwa akan menjodohkanku. Entah kenapa seperti ada yang mengganjal.

“Sudah siap?” tanya Siwon saat aku datang menghampirinya “Ne.” jawabku. Ia membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkanku masuk ke dalamnya. Setelah itu ia juga masuk dan menyetir mobilnya. Malam ini kami akan makan malam bersama di restaurant.

“Bagaimana perasaanmu saat ini?” tanyanya. Aku menatapnya sejenak “Senang. Kalau kau?” tanyaku balik “Benarkah? Tapi kenapa kelihatannya tidak?” ia berkata seperti itu seperti ia sedang menginterogasiku saja. Ada apa dengannya?

“Wae?” tanyaku “Anio. Kau yang kenapa. Kenapa kau tampak bisa saja masalah perjodohan kita. Apa kau malah tidak peduli?” tanyanya bertubi-tubi.

“Aku baik-baik saja. Sebaliknya, apa kau merasa terganggu dengan perjodohan ini?” tanyaku “Hmm, sedikit iya sedikit tidak.” aish, kenapa dia menyebalkan sekali?

“Asal kau tahu, percuma saja kalau kita menikah kalau tidak ada perasaan dari kita satu sama lain.” ucapnya. Aku terdiam sesaat, apa dia juga tidak ada perasaan denganku? Apa itu artinya dia terpaksa mengikuti perjodohan ini?

“Kita sudah sampai.” ujarku. Aku mengalihkan pembicaraan ini. Aku segera turun dan memasuki restaurant itu. Siwon berjalan menghampiriku. Kami duduk di meja dekat kaca jendela. Pelayan datang menghampiri kami. Setelah memesan makanan, suasana mendadak hening.

“Apa kau merasa ada masalah dengan perjodohan ini?” tanyanya sembari menatapku “Anio.” jawabku. Keadaan hening kembali. Kenapa ia cerewet sekali tentan masalah ini?

“Apa kau merasa tidak setuju?” tanyaku to the point “Aku?” tanyanya “Ne.” jawabku “Hmm … kenapa yah Karena aku takut kalau kau tidak menyetujui ini dan kau akan pergi begitu saja.” jawabnya. Aku terdiam sejenak. Mencoba mencerna kata-kata yang ia lontarkan.

“Apa kau berpengalaman?” tebakku. Ia mengangguk “Aku yang memintanya.” ujarku “Mwo?” tanyanya heran “Aku yang meminta untuk menikah. Apa kau merasa keberatan? Kau bisa membatalkannya. Aku takut akan membebanimu.” ujarku.

“Ani. Aku tidak akan. Dan kurasa … aku mulai tertarik denganmu.” aku membulatkan mataku.

Min Young’s POV end

Author’s POV

“Bagaimana dengannya?” tanya Sungmin kepada Min Young “Hmm? Bagaimana apanya?” tanya Min Young sembari memainkan boneka kelinci milik Sungmin “Calon suamimu.” jawab Sungmin dingin.

“Dia tampan dan baik.” jawab Min Young singkat “Lalu?” Sungmin memandangnya sinis “Ya … begitulah.” jawab Min Young cuek.

“Aku ingin ke dapur sebentar.” ujar Sungmin. Min Young mengintip Sungmin yang baru saja memasuki dapur. Kemudian Min Young tertarik untuk memasuki kamar apartemen Sungmin.

Min Young begitu terkejut begitu banyak bingkai foto yang terpajang di dinding kamar Sungmin. Dan semuanya adalah foto dirinya bersama Sungmin sejak kecil hingga sekarang. Terutama foto dirinya sendiri. “Untuk apa ia menyimpan fotoku?” tanyanya sendiri.

Min Young melihat sebuah foto saat ia dan Sungmin berada di Namsan Tower. Sungmin merangkul leher Min Young dari belakang. Dan mereka saling tertawa.  Dan di samping foto itu tertempel sebuah notes yang begitu familiar bagi Min Young.

Aku ingin menikahi Lee Sungmin jika sudah besar nanti.

-Shin Min Young-

Min Young terbelalak “Apa aku pernah menulis ini?” tanyanya sendiri. Ia mengingat kembali masa lalunya. Ya, dia memang pernah menulis ini. Saat ia dan Sungmin masi kecil. Mereka pernah membuat Time Capsul. Tapi beberapa hari setelah mereka mengubur time capsul, Sungmin diam-diam membuka Time Capsul milik Min Young.

Sekarang Min Young malah merasa bersalah. Kenyataannya berbeda, ia malah akan menikahi Choi Siwon, bukan Lee Sungmin.

“Sedang apa kau disini?” tanya Sungmin tiba-tiba, Min Young menoleh dan menatap Sungmin nanar. “Mianhae ..” ucap Min Young lirih. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipinya. Ia terduduk di tepi ranjang Sungmin dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Kau sudah membacanya ..” ujar Sungmin datar “Aku bodoh Sungmin-ah. Aku bodoh … maafkan aku. Aku telat menyadarinya …” ujar Min Young merasa bersalah “Itu percuma .. aku akan ke Spanyol lusa. Titipkan salam kepada keluargamu dan calon suamimu.” Min Young menatap Sungmin terkejut.

“W-wae? Untuk apa kau kesana?” tanya Min Young “Tak ada urusannya denganmu. Kau harus fokus dengan pernikahanmu.” Sungmin berbalik meninggalkannya. Tapi Min Young segera memeluk Sungmn dari belakang.

“Jebal .. jangan lakukan ini. Bawa aku pergi bersamamu ..” pinta Min Young “Hhh, kau sudah mempunyai Choi Siwon, Min Young-ssi. Bahkan kau yang memintanya.” perkataan itu sangat menusuk hati kecil Min Young. Min Young kini merasa sangat bodoh karena ia tak menyadari diri Sungmin yang selalu berada di sisinya sejak mereka kecil. Min Young merasa bersalah karena seperti tak menganggap Sungmin.

“Aku ..”

“Apa kau tak menyadarinya Shin Min Young?! Apa kau menganggap aku hanya debu yang selalu menempel dan mengikutimu kemana-mana? Apa kau tak menyadari sikapmu kepadamu?? Tapi kenapa kau malah menghancurkanku!! Wae Shin Min Young!! WAE?!”

“Sungmin-ah, mianhae ..”

“JANGAN MEMINTA MAAF!!” bentak Sungmin. Dalam hitungan detik, bibir Sungmin sudah melumat bibir Min Young kasar. Di dorongnya tubuh Min Young hingga menabrak dinding. Tubuh Sungmin menghimpit tubuh mungil Min Young.

Sungmin menjauh dari tubuh Min Young.

DUUAKK!!

Dengan kasar ia menghantam dinding kamarnya dengan tangannya sendiri. Min Young merasa sangat ketakutan hingga tubuhnya meringsut ke lantai “Apa aku terlambat untukmu Min Youngie?” gumamnya.

~~~o~~~

Min Young’s POV

“Kau sangat cantik Youngie …” puji Eomma. Aku menatap nanar pantulan diriku dari cermin. Sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Choi. Hhhh, akhirnya aku menikah juga.

“Baiklah, eomma keluar sebentar, ya. Persiapkan dirimu, arasseo?” aku mengangguk. Eomma menghilang di balik pintu.

Sungmin, ia benar-benar pergi. Aku tak percaya ia rela melepasku untuk namja bernama Choi Siwon. Padahal aku sangat berharap ia akan membawaku pergi ke pulau tak berpenghuni. Seperti impiannya.

Tapi sekarang aku tahu, kenyataannya aku mencintai Lee Sungmin. Sahabatku sendiri sejak kecil.

CEKREK~

Pintu terbuka, aku melihat sosok Siwon yang sudah siap dengan pakaiannya. “Untuk apa kau disini? Kau harus segera ke altar bukan?” tanyaku sembari menghampirinya. “Ani. Aku harus mengantarmu.” ia menarik tanganku dengan kasar. Tiba-tiba ia berhenti dan membuatku menabrak punggungnya.

“Yak! Apa-apaan kau!! Kita mau kemana??” omelku “Izinkan aku sekali ini saja dan terakhir kalinya ..” ujarnya “Mwo??” aku menyerngit heran. Tapi tiba-tiba bibirnya menempel di dahiku. Ia mencium dahiku.

“U-untuk a-apa Siwon-ssi?” tanyaku “Kajja!” ia menarik tanganku dengan semangat membuatku berjalan agak susah dengan heels dan gaun pengantinku.

Ia memasukiku ke dalam mobilnya dan menuju entah kemana. “Kita mau kemana Siwon-ssi? Bukankah kita harus menikah.” tanyaku bingung “Kalau kau ingin menikah, kau harus menemui pengantin prianya.” lagi-lagi aku dibuat heran.

“Bukankah kau pengantin prianya??” tanyaku “Ani.” mwoya?? Lalu aku akan dinikahkan dengan siapa?? Masa’ dengan kambing?? Yang benar saja!

Mobilnya berhenti di tepi sungai Han. Lagi-lagi ia menarikku dengan semangat “Temui dia ..” bisiknya “Nugu?” tanyaku.

Aku melihat seorang namja yang sedang berdiri menatap kosong aliran air sungai Han. Aku seperti mengenalnya. Dengan berani aku menghampirinya. Astaganaga, Shin Min Young! Dia …

“Sungmin-ah …” panggilku. Namja itu berbalik. Ia mengembangkan senyumnya. Air mataku tak bisa ditahan lagi. Ia memang benar Sungmin. Ia kembali.

Aku segera memeluknya “Kenapa baru sekarang??” tanyaku “Tapi aku tidak terlambat, kan??” ujarnya “Ne, saranghaeyo sungmin-ah ..” ucapku “Ne? Tadi kau bilang apa? Aku tak mendengarnya??” tanyanya.

Aku mendongak menatap kedua matanya “Saranghae-” belum sempat aku melengkapi kata-kataku, bibirnya sudah menempel di bibirku. Ia menciumku lembut. Aku mengalungkan tanganku dilehernya. “Nado saranghae ..” balasnya disela-sela ciumannya.

“Ehm … kurasa kalian melupakan seseorang …”

END

7 thoughts on “Stay With Me [ONESHOT]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s