Oh My Girl [Part 14-FINAL PART]

Title: Oh My Girl [Part 14/FINAL PART]

Author: Kumiko Kureichi.

Cast: Choi Siwon, Hankyung, Kim Yeobin(OC), Cho Jino.

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Alhamdulillah ya … sesuatu, akhirnya My First FF, Oh My Girl, sampai pada akhir partnya. Alhamdulillah!! Wkwkwk. Okey, penasaran? *Nggak -,-* Whatever, cekidot. Happy reading ^^v

 

~~~o~~~

 

Finally …

“S-siwon??” kakinya bergetar, oh, dia benar-benar seperti dicabut nyawanya.

 

“Omona!! Neo!!! Choi Siwon!! CHOI SIWON!!”

 

“YAK!! NEO!! Kemana saja, hah?! Kenapa kau menghilang?! Dan kenapa pakai pindah apartemen segala? Kau mencoba menghindariku selama ini huh?! Kau …”

 

Mulut Yeobin tak hentinya mencaci maki Siwon. Hingga pengunjung di cafe tersebut mulai risih dan terganggu. Jungsoo segera keluar dan menghampiri Siwon “Ada apa ini Siwon-ah? Siapa dia?”

 

Dan sekarang Yeobin mulai memukul-mukul meja kasir “Agasshi .. maaf, tapi kumohon jangan membuat keributan disini.” ujar Jungsoo “Yak!! Diam saja kau!! Dasar kau brengsek Choi Siwon!! Kau bajingan!! Seenaknya saja kau meninggalkanku ..” mulutnya terus saja mengeluarkan kata-kata untuk meluapkan rasa marah dan rindu yang ia pendam selama ini.

 

“Bawa dia keluar. Sekarang. Jangan sampai kau ditegur manager.” titah Jungsoo, Siwon segera menarik Yeobin menuju belakang Cafe dan berusaha menenangkannya.

 

“Nona tenanglah ..” ujar Siwon “Jangan panggil aku nona!! Aku bukan nonamu dan aku bukan majikanmu!! Arasseo?!” bentak Yeobin “Ne, arasseo. No- Yeobin-ah ..” ucap Siwon lembut. Dan itu membuat Yeobin memandangnya sesaat.

 

“Aku-” ucap mereka bersama, Yeobin cepat-cepat mengalihkan pandangannya “Kau dulu.” ucap mereka bersama lagi. “Baiklah, ladies first.” ujar Siwon “Kenapa kau pindah apartemen? Ah, anio … kenapa kau menghindariku selama ini?” tanya Yeobin cepat. Keadaan hening sesaat, Yeobin mengepalkan tangannya karena gugup.

 

“Memangnya kenapa? Hhhh … memangnya aku berarti untukmu?” jawab Siwon santai tapi terdengar begitu menyakitkan di telinga YeobinMemangnya kau anggap aku selama ini apa? Kau bilang ‘saranghae’ kepadaku. Dasar namja brengsek! Aish … sia-sia saja aku kemari!!

 

“Kau … huh, untuk apa kau mengharapkanku lagi. Berbahagialah dengan namja lain. Dengan Yesung atau … Kibum mungkin? Atau dengan Hankyungmu itu. Cish, sudahlah … aku bosan berhadapan denganmu. Memuakkan.” Siwon berjalan meninggalkan Yeobin. Kini airmata Yeobin sudah mengalir deras di pipinya. ‘Ani .. kau tidak boleh egois Yeobin. Untuk kali ini saja.

 

Yeobin segera menahan tangan Siwon dan bersujud di depannya “Aku tahu aku egois, aku salah Siwon-ssi. Mianhae. Tapi kumohon, dengarkan aku sekali saja. Bulan depan aku akan menikah dengan Hankyung. Jebal … cegah aku Siwon-ssi. Bawa aku pergi kemana saja. Asalkan aku bersamamu. Jebal …” pinta Yeobin sambil terisak.

 

Lagi, salju turun di kota itu. Seakan ikut sedih bersama Yeobin. Langit menangis. Siwon terperangah mendengar ucapannya. “Untuk apa aku melakukan hal sekonyol itu. Pulanglah Yeobin-ssi. Aku tak benar-benar mencintaimu.”

Author POV end

 

Yeobin POV

Mendengar perkataan terakhirnya rasanya seperti mimpi buruk. Tapi ia mengatakannya dengan mantap. Memandangku dingin, kata-katanya begitu menusuk. Kau jahat, Choi Siwon.

 

3 hari menjelang pernikahanku. Tak ada tanda-tanda bahwa Siwon akan datang. Bahkan Eomma dengan konyolnya mengirim undangan pernikahanku kepadanya. Yah, meskipun bukan ke tempat tinggalnya, dia malah mengirimkannya ke Cafe tempat ia bekerja. Dari mana ia tahu? Tentu saja dariku, dia memaksaku untuk memberitahunya.

 

Yah, mengejutkan memang, eomma mendukungku agar kembali dengan Siwon. Tapi tetap saja, sudah kujelaskan berkali-kali bahwa Siwon menolaknya. Dia tetap saja bilang kalau “Keajaiban itu pasti ada!!” cih, dari kecil aku tidak percaya dengan adanya keajaiban.

 

Pintu kamarku terbuka begitu saja, Hankyung menghampiriku dan tersenyum kepadaku. Kubalas dengan senyumanku yang seadanya. “Mau jalan-jalan?” tawarnya “Boleh,” jawabku. Ia pun menggandeng tanganku.

 

Kami sampai di sebuah taman kecil yang letaknya tak jauh dari rumahku. Dari tadi Hankyung terus saja tersenyum. Genggaman tangannya makin erat hingga aku merasakan jika tanganku mulai berkeringat. Entah kenapa jika melihatnya, malah membuatku merasa bersalah.

 

“Chagi ..” panggilnya lembut. Jujur, itu membuatku terkejut. Padahal dulu ia tak jarang memanggilku seperti itu. “Ne?” tanyaku “Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu. Tapi kumohon kau jangan marah, ya.” ujarnya “Ne, malhaebwa ..” ucapku.

 

“Apa kau membenciku?” tanyanya.

 

“Anio,” jawabku singkat.

 

“Kau marah padaku saat aku meninggalkanku,”

 

“Boleh aku jawab jujur?” tanyaku.

 

“Ne.” jawabnya.

 

“Aku tidak marah. Aku hanya kecewa dan merasa dipermainkan. Bahkan sampai saat ini aku amat sangat merasa di permainkan.”

 

“Mianhae, Yeobin-ah. Aku sangat menyesal.” ucapnya. Aku tersenyum sambil menatapnya “Gwenchana.” jawabku. Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu Hankyung-ah. Aku yang salah. Hhhh … kenapa sekarang aku yang jadi serakah?? Bodohnya diriku dengan mudahnya menerima lamaranmu. Aish!! Kalau kutolak tidak akan begini ceritanya.

 

Tuhan, jebal .. aku harus bagaimana? Ya, aku jujur. Aku mencintai Choi Siwon, bukan Hankyung. Aish!! Kau maruk sekali Kim Yeobin!! Masa’ aku harus menghancurkan semuanya? Ini sudah terlanjur. Terimalah Yeobin, hidupmu memang seperti ini mungkin kedepannya.

 

“Yeobinie .. kenapa akhir-akhir ini kau sering diam dan mengurung diri di kamar? Apa kau sakit? Kau tidak apa-apa, kan?” tanyanya bertubi “Anio, gwenchana.” jawabku bohong. Aku tidak baik-baik saja Kyung-ah.

 

“Aku ingin bertanya lagi. Tapi kumohon jawablah dengan jujur.” ujarnya.

 

“Ne, sejak kapan aku berbohong denganmu?” sejak tadi, kau munafik Kim Yeobin! Aish!!

 

“Baiklah …. selama aku pergi, apa ……..” ia menggantungkan kalimatnya lama. Membuatku semakin gugup saja.

 

“Apa?” tanyaku lagi “Apa kau pernah dekat dengan laki-laki lain?” tanya Hankyung cepat. Kurasa ini saatnya, aku harus melupakan Choi Siwon. Hey, untuk apa kembali ke masa lalu jika masa depan sudah ada di depan mata.

 

“Anio. Kau tahu sendiri Hankyung-ah, aku hanya mencintaimu.” kau munafik Kim Yeobin. Tapi ini lebih baik. Hankyung sudah berusaha melawan penyakitnya demi dirimu. Catat! Demi Kim Yeobin. Yeoja yang ia cintai sepanjang masa. Aku yakin itu.

 

Hankyung tersenyum simpul, “Kau tidak bohong, kan?” tanyanya “Ani, untuk apa aku berbohong.” jawabku mantap. Bagus, kau pandai sekali berbohong Kim Yeobin. Ah, lupakan masalah berbohong.

 

Aku menyandarkan kepalaku di bahunya, “Hhhh … kupikir, membuat kejutan seperti ini adalah hal yang konyol. Karena mustahil kau bisa tahan begitu lama menungguku.” aku setuju dengan perkataanmu. Seharusnya kau jujur saja dari dulu Hankyung-ah.

 

“Yeobin-ah …” panggilnya “Ne?” jawabku “Apa kau tidak  menyesal akan menikah denganku?” tanyanya “Untuk apa aku menyesal, hmm?” tanyaku sembari memeluk tangan kekarnya. “Saranghae ..” ujarnya “Nado saranghae.”

 

“Ah, iya .. aku masih ingat, kejadian di bandara itu. Yeoja yang kau lihat itu, dia Clara. Dia hanya sahabatku di Amerika.” ujarnya “Ne, itu tidak masalah.” jawabku sembari mengeratkan pelukanku.

Yeobin’s POV end

 

Clara/Harin POV

Saat ini aku sedang berada di Incheon. Aku kembali ke Korea, untuk Siwon? Ani, ceritanya berbeda. Hankyung akan menikah dengan gadis pujaannya, Kim Yeobin. Hhh, aku telah membuat semuanya hancur. Aku merasa, aku harus melakukan sesuatu.

 

Aku menyetop sebuah taksi dan segera memintanya untuk membawaku ke sebuah tempat. Kuharap ia masih tinggal disana. Aku harus memperbaiki semuanya. Sebelum semuanya terlambat. Tapi sepertinya sudah terlambat. Pernikahan itu tinggal 2 hari lagi. “Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Fighting Harin-ah!!” ujarku menyemangati diriku sendiri.

 

Aku berjalan sedikit tergesa memasuki gedung apartemen itu. Aku harap ia masih tinggal disana. Aku sampai di depan sebuah kamar. Segera kutekan belnya. Tak lama kemudian seorang namja parubaya keluar dari dalamnya “Nuguseyo?” tanyanya. Hhh .. apa aku salah kamar? Atau dia sudah pindah?

 

“Annyeong haseyo, aku mencari Choi Siwon. Park Harin imnida. Aku .. teman lamanya. Dulu ia tinggal disini.” ujarku “Choi Siwon? Kurasa ia sudah lama pindah. Aku baru disini.” jawabnya. Aku merasa kecewa, oke, jangan berhenti disini Park Harin “Apa kau tahu sekarang ia tinggal dimana?” tanyaku.

 

Ia menggeleng “Tapi setahuku, ia bekerja di cafe terdekat dari sini.” ucapnya kemudian. Aku tersenyum lebar ketika mendengarnya “Gamsahamnida. Annyeonghi gyeseyo.” ucapku sambil membungkuk kepadanya. Kemudian aku langsung melesat pergi.

Harin POV end

 

Author POV

Harin memasuki cafe Andante. Disana ia melihat ke sekeliling. Tak ada tanda-tanda Siwon. “Apa mungkin ia bekerja di dalam?” pikirnya sendiri. Ia segera menghampiri penjaga kasir “Annyeong haseyo. Ada yang bisa saya bantu?” sapa penjaga kasir itu yang bernama Jungsoo “Annyeong haseyo. Apa benar Choi Siwon bekerja disini?” tanyanya. Jungsoo mengkerutkan dahinya ‘Kenapa koleksi yeoja Siwon banyak sekali?‘ pikirnya.

 

“Ne, dia memang bekerja disini. Ada apa?” tanya Jungsoo “Apa bisa aku bertemu dengannya?” tanya Harin penuh harap “Maaf, tapi anda siapa? Dan ada keperluan apa?” tanya Jungsoo was-was “Aku Park Harin. Aku teman lamanya. Ini penting sekali. Ada yang perlu aku bicarakan.” jawab Harin dengan tampang memelas.

 

“Jamkanman, akan kupanggilkan dulu.” Jungsoo pun beralih menuju dapur. Harin tersenyum lega mendengarnya “Semoga saja berjalan dengan baik.” harapnya. Ia merasa ada yang memperhatikannya, ia menoleh dan melihat seorang waiter memang sedang memandangnya. Ia tersenyum kepadanya dan waiter itu pun membalas senyumnya.

 

Tak lama, Jungsoo pun datang. Tapi ia tak melihat Siwon di belakangnya. “Eotteokkaeyo?” tanya Harin “Mianhamnida, tapi saat ini Siwon sedang sangat sibuk. Mungkin anda bisa kemari lain kali.” ujar Jungsoo “Mwo? Hajiman, hanya sebentar saja. Ada hal penting yang harus kusampaikan. Jebal.” pinta Harin “Anio. Dia jug bilang tidak ingin diganggu, agasshi.” ucapnya.

 

Harin menghembuskan nafas berat “Kalau begitu, apa boleh aku meminta alamatnya?” pinta Harin “Mianhamnida, kami tidak bisa memberikannya.” ucapnya “Kumohon … aku datang jauh-jauh dari Amerika untuk bertemu dengannya. Ada sesuatu yang penting!” bujuknya lagi tak mau kalah “Jika anda tidak punya kepentingan lain, silahkan keluar.” ujarnya.

Author POV end

 

Harin POV

“Aish!!” aku mengacak rambutku frustasi dan segera melangkah pergi dari cafe ini. Arrghh, Yeobin pasti akan marah sekali denganku. Dia pasti akan membenciku.

 

“Ya!! Agasshi!! Jamkanman!! Agasshi!!” aku mendengar seseorang berteriak memanggil seseorang dari belakang. Aku berbalik dan melihat pelayan itu lagi berlari mengejar-ngejarku. Aku menengok ke kanan-kiri dan ke belakangku. Tidak ada siapa-siapa. Apa dia memanggilku?

 

“Na?” tanyaku sembari menunjuk diriku sendiri “Ne.” jawabnya “Ada apa?” tanyaku “Apa agasshi … ah, sebelumnya perkenalkan, Hyukjae imnida. Aku rekan kerja Choi Siwon.” ujarnya sambil membungkuk kepadaku “Park Harin imnida.” balasku. Tawaku hampir meledak melihat tingkah dan tampangnya yang konyol itu. Aigoo … terlalu polos.

 

“Agasshi benar-benar ingin bertemu dengan Choi Siwon? Kau teman lamanya, ya? Dulu pernah ada yeoja yang kemari menemui Siwon. Bahkan ia sampai histeris melihatnya.” ucapnya antusias “Jinjja? Siapa dia?” tanyaku penasaran “Hmm … mollayo. Aku tidak tahu namanya. Tapi aku pernah melihat mereka bicara berdua, yeoja itu sampai menangis. Tapi sikap Siwon dingin sekali.” jelasnya.

 

Yeoja? Apa mungkin dia Kim Yeobin? Tapi mana mungkin Siwon setega itu dengannya? Aish, masalah semakin rumit gara-gara dirimu Park Harin!!

 

“Ah! Boleh aku meminta alamatnya??” tanyaku “Itu tujuanku tadi untuk mengejarmu. Tapi tentu saja tidak gratis!” ujarnya sembari senyum hingga gusinya terlihat “Berapa yang kau minta?” tanyaku “Aniya, aku tidak minta imbalan uang.” ujarnya. Aku menatapnya heran “Lalu apa?” tanyaku “Berapa nomor teleponmu?”

 

~~~o~~~

 

Aku bersandar di depan pintu apartemen Siwon. Tepatnya yang baru. Kejam sekali ia pindah apartemen tidak memberitahuku. Bukan urusanku juga sih. Toh, dia pasti sangat membenciku sekarang. Ini semua berkat Hyukjae, kalau bukan sifatnya yang sedikit ‘playboy’ itu, mana mungkin aku menemukan alamatnya Choi Siwon.

 

Seorang namja bertubuh tegap dan gagah berjalan mendekatiku. Aku memicingkan mataku, tak salah lagi. Itu Siwon. Aku segera menyambutnya dengan senyuman yang lebar. Wajahnya menampakan bahwa ia sangat terkejut. Ia menatapku tajam tanda ia tak suka akan kedatanganku.

 

“Ayolah, jangan pasang wajah begitu di hadapan temanmu sendiri Choi Siwon!” aku berusaha mencairkan suasana. Walaupun aku tahu pasti ia sangat tak suka kedatanganku, akupun tak jauh berbeda. Aku malah takut sekali ia akan menghajarku. Tapi mustahil ia berani melawan yeoja.

 

“Mau apa lagi kau kemari? Apa kau belum puas sudah menghancurkan semuanya?” tanyanya dengan nada sedikit tinggi. Aku melihat sendiri ia mengepalkan tangannya. Oh no, dia murka.

 

“A-aniya .. siwonie aku kemari hanya untuk-”

 

“Hanya untuk apa?! Kau belum puas dengan semua ini hah?!?! Kami sudah berakhir!! Semuanya!! Ini semua akibat kau!! KAU PARK HARIN!!!” ia berhasil membuat tubuhku gemetar. Tidak, semuanya belum berakhir! Kau pasti bisa memperbaiki semuanya Park Harin!

 

“Ne!! Aku memang salah!! Aku munafik! Aku bejat! Aku laknat! Aku pabo!! Anggap saja semuanya salahku!! Aku minta maaf. Tapi mungkin sudah sangat terlambat untuk memaafkanku. Itu tak apa. Aku memang tak pantas diberi maaf. Tapi semanya belum berakhir Choi Siwon!! 2 hari lagi … kau pasti bisa!! Kau harus merebutnya kembali ke tanganmu, ke pelukanmu. Aku tahu kalian saling mencintai! Bahkan kau juga tahu itu!! Jebal, kau pasti bisa Choi Siwon! Aku akan membantumu!” bulir-bulir air mata sudah tak bisa kubendung lagi. Mereka berjatuhan tanpa kukomando.

 

Ia memandangku sinis “Ternyata kau mengungkit masalah pernikahan itu, huh? Untuk apa aku melakukan hal sekonyol itu? Lagi pula semuanya sudah terlanjur. Itu adalah hal mustahil yang pernah kudengar. Sia-sia saja kau kemari … kau sama bodohnya dengan dia.”  ucapnya ketus. Dia? Pasti Yeobin pernah melakukan hal ini juga. Kau tega Choi Siwon.

 

“Tidak ada yang mustahil. Terserah kau menyamakan kami sama-sama bodoh. Tapi kau lebih mencintainya, kau menyayanginya, dia lebih berarti bagimu, dan dia lebih pantas menjadi pendamping hidupmu.”

 

“Sebaiknya kau pulang saja. Lupakan soal pernikahan itu. Dan juga dia. Mulai sekarang, jalani saja yang ada. Jangan selalu mengharapkan apa yang tidak bisa kita capai.” tanganku melayang dan mendarat dengan mulus di pipinya. Lebih tepatnya aku menamparnya.

 

“Kenapa kau jadi seorang pengecut seperti ini?!! Kau tidak boleh terus-terusan begini!! Kalau kau tidak mau hidup seperti ini lagi, kumohon …. rebut ia kembali.”

 

“Kenapa harus aku?!?!” tanyanya emosi.

 

“Karena kau orang yang dicintainya!! Kau juga mencintainya!!”

 

“Aku tidak mencintainya!! Dan dia juga tidak mencintaiku!! Dia hanya mencintai Hankyung!!” elaknya.

 

“Kau bohong besar!! Aku tahu kau masih mencintainya. Dia masih mencintaimu. Kalau tidak, untuk apa ia datang dan memohon-mohon kepadamu untuk menggagalkan pernikahan itu!!” tudingku.

 

“Hidupku sudah bahagia. Untuk apa aku membutuhkannya lagi.” ucapnya sinis. Matanya tak berani menatap diriku, aku tahu ia pasti berbohong. “Aku tidak yakin akan hal itu. Karena hanya Yeobinlah sumber kebahagiaanmu.”

 

“Cukup!! Aku tak mau berurusan lagi denganmu. Lebih baik kau pergi!!” ia menarik tanganku menuju lift. Sulit untuk melepaskan diri. Karena cengkramannya sangat kuat sekali.

 

Ia menyeretku hingga keluar gedung apartemen. “Aku tak ingin bertemu denganmu lagi!” ujarnya. “Ya!! Dengarkan aku!! Atau kau tidak akan menyesal!! Hanya ikuti apa kata hatimu!! Kau tak bisa hidup selamanya dengan keegoisanmu Choi Siwon!! Dasar menyebalkan!”

Harin POV end

 

Yeobin POV

Aku duduk dan menatap diriku yang memakai gaun pengantin pilihan Hankyung. Hari ini, tepatnya sebentar lagi aku akan menikah dengan Hankyung. Ini gila, aku harus belajar menicintainya ‘lagi’. Setelah aku bersama ‘namja-itu-kau-tahu-siapa’ belajar untuk melupakannya. Sekarang aku harus menicintainya lagi. Aku benar-benar merasa gila.

 

Aku memandang sendu daun kering itu. Sudah bertahun-tahu tapi masih tetap terlihat indah. Ajaib. Bahkan sampai sekarang aku masih mengharapkan kebahagaian itu.

 

“Yeobinie ..” Eomma datang menghampiriku, ia meremas pundakku. Aku tahu maksudnya, gwenchana eomma. Semuanya pasti baik-baik saja. “Gwenchana.” jawabku sambil tersenyum memastikan aku baik-baik saja kepadanya “Eomma menyesal ..” ujarnya.

 

“Kenapa harus? Ini semua bukan salah Eomma. Ini semua adalah takdir. This is my destiny.” ucapku meyakinkannya. Ia tersenyum lirih kepadaku sambil membelai kepalaku “Kau tahu … Eomma merasa Eomma telah gagal menjadi seorang Eomma yang baik dan mengerti perasaan anaknya. Eomma benar-benar minta maaf, Yeobinie ..”

 

“Sudahlah Eomma .. aku sangat bahagia saat ini. Astaga … sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Han. Aigoo!! Senangnya!!” Eomma tersenyum kecut “Yaa! Kau tidak pintar berbohong!! Hahaha.” aku hanya tersenyum. Kau benar Eomma, bahkan saat mengatakannya tadi seperti ingin menangis.

 

“Eomma tunggu diluar, ya. Semoga pangeranmu cepat datang.” kalimat terakhir itu berhasil membuatku terperangah. Apa dia akan datang? Hhhh … kalau ia datang, aku akan menghantamnya tepat di wajah tampannya itu. Tapi sepertinya mustahil.

Yeobin POV end

 

Author POV

Yeobin melingkarkan tangannya di lengan Tuan Kim. “Apa kau sangat gugup?” tanyanya pada Yeobin. Yeobin mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya “Tenanglah … kau pasti gugup karena saking bahagianya.” ujarnya sambil tersenyum. Yeobin membalasnya dengan senyuman tipis. Sebenarnya, apa yang dikatakan Appanya itu salah besar. Ia sangat gugup karena takut ini adalah pilihan yang salah.

 

“Kajja!” ajak Appanya. Yeobin dan Tuan Kim berjalan menuju altar. Diiringi dengan alunan musik yang merdu. Disana terlihat Hankyung yang menatapnya bahagia dengan tuxedo putih. Ia terlihat begitu tampan dimata semua orang. Begitupun Yeobin.

 

Yeobin menangkap pemandangan begitu mengejutkan baginya. Ia melihat yeoja itu, Park Harin. Kenapa ia bisa datang kemari? Pikirnya. Mungkin karena Hankyung yang mengundangnya. Sementara Harin menatapnya cemas. Yeobin pun merasa aneh.

 

Ia telah tiba di altar. Tuan Kim menyerahkan putrinya kepada calon menantunya, Hankyung. Yeobin terus bergulat dengan pikirannya. ‘Andai saja aku bisa menghentikan waktu sekarang juga …‘ batinnya. Ia menggenggam erat daun kering yang sedari tadi ia bawa.

 

“JAMKANMAN!!!” sebuah suara mengundang perhatian seisi manusia di dalam gereja itu. “Harin ..” ucap Hankyung dan Yeobin bersamaan.

Author POV end

 

Harin POV

Astaga! Betapa memalukannya diriku!! Kenapa aku bisa melakukan hal memalukan seperti ini?! Berteriak di acara sakral ini? Park Harin pabo!! Kenapa kau tidak bisa menahan hasratmu.

 

“Waeyo Harin-ah?” tanya Hankyung. Great! Aku panik. Aku bingung. Aku harus mengatakan apa? Apa aku harus mengatakan semuanya?

 

“A-aku … aku menentang pernikahan ini!!” ujarku tegas. Hankyung, Yeobin, semuanya terlihat shock mendengar apa yang baru saja aku ucapkan “Wae? Apa kau merasa keberatan??” tanya Yeobin Appa. Aish, wajahnya menyeramkan sekali.

 

“Mereka tidak bisa menikah!! Karena … karena mereka tidak saling mencintai!!” ujarku tak yakin “Apa maksudmu Harin-ah? Aku mencintainya.” ujar Hankyung “Tapi tidak dengannya!!” aku menunjuk tepat kearah Yeobin. Matanya membulat dan Hankyung menatapnya shock.

 

“Kau jangan mengada-ada agasshi!! Sebaiknya kau pergi sebelum aku mengusirmu secara paksa!” ancam Yeobin Appa “Yeobo …” Yeobin Eomma berusaha menenangkan suaminya itu. “Itu memang benar. Kim Yeobin hanya mencintai Choi Siwon! Dan Choi Siwon hanya mencintai Kim Yeobin!” belaku. Bagus, aku benar-benar seperti orang gila saat ini!

 

“Choi Siwon??” gumam Hankyung. Yeobin hanya menunduk karena gugup “Choi Siwon?! Hah, siapa dia? Bahkan aku tak mengenalnya!! Mustahil!!” ujar Appa Yeobin.

 

“Dia mantan kekasihku! Dia sempat melamar menjadi bodyguardnya. Lalu mereka dekat akhirnya mereka saling mencintai!! Dan itu bukan hal yang mustahil!!” jawabku tegas.

 

“Hhh, kau bahkan membawa-bawa nama mantan kekasihmu sendiri!! Apa kau sudah gila?!” hardiknya “Aku tidak gila!! Kalau kau tak percaya, tanya sendiri pada anakmu sendiri!! Siapa yang ia cintai? Hankyung, atau Choi Siwon?! Sudahlah Kim Yeobin, jangan bermain dengan kebohonganmu sendiri!! Aku melakukan ini semata-mata untuk membayar semua kesalahanku dulu!!”

 

“CUKUP!!” teriak Yeobin.

 

Ia menatapku dengan tatapan dendam “Agasshi! Jangan mengada-ada. Aku tidak pernah mengenalmu ataupun mantan kekasihmu. Yang aku cintai saat ini hanyalah Hankyung. Jika kau sudah tidak ada urusan lagi, silahkan pergi!! Dasar pembohong.”

 

“Kau yang berbohong!! Agasshi katamu?! YA!! Bahkan kita pernah bertemu sebelumnya!! Jangan munafik Kim Yeobin-”

 

“Appa! Suruh ia pergi. Aku tidak ingin ia menghancurkan pernikahanku dengan Hankyung.” aku terkejut apa yang baru saja ia katakan.  “Jamkanman! Aku yakin, Siwon pasti akan datang!” belaku.

 

“Ya!! Apa-apaan kau!!” protes Yeobin Appa “Gwenchana ..” suara itu berasal dari mulut Hankyung. Aku menatapnya heran “Kita akan menunggu sampai ia datang.” lanjutnya “Hankyung-ah, apa yang kau lakukan??” tanya Yeobin tak percaya.

Harin POV end

 

Yeobin POV

Bodoh sekali dirinya!! Untuk apa melakukan hal seperti itu? Aku mengerti, ia berniat baik untuk membantuku. Tapi tidak begini caranya!! Belum tentu Choi Siwon akan datang kemari. Jika tidak, semuanya bisa hancur. Aish!! Apa yang ia pikirkan?

 

Semua undangan berbisik-bisik, aku hanya bisa menahan malu karena ulah Park Harin. Appa sedang menahan emosinya, Hankyung tetap bersikap tenang, Eomma? Astaga … kenapa ia malah antusias? Harin sama halnya denganku. Cemas, gugup, khawatir, ah … apapun itu. Kami sama-sama mengharapkan Siwon segera datang.

 

Ini gila, sudah 20 menit lebih kami menunggu kedatangan Siwon. Tapi tidak ada tanda-tandanya. Appa tersenyum kecut kepadanya “Lihat? Dia tidak datang, kan? Agasshi, jika anda tidak ada urusan lain anda bisa pergi sekarang juga!!” bentak Appa. Mata Harin berkaca-kaca, aku tahu ia pasti kecewa. Sama sepertiku. “Benar, kan. Ia hanya mengada-ada.” timpalku. Ia menatapku tidak percaya. Mianhae, aku melakukan ini demi kebaikan kita semua. Tak ada gunanya aku terus mengharapkan namja itu.

 

“Arasseo. Aku pergi!” Harin melangkah meninggalkan gereja ini. Tapi tiba-tiba ia berhenti di depan pintu gereja dan nampak terkejut. Sedetik kemudian terukir senyuman lebar diwajahnya. Ia berbalik dan tangannya menarik sebuah tangan kekar. Aku terkejut luar biasa saat melihat sosok tersebut.

 

Ia menghampiriku yang masih terkejut, kemudian ia berlutut di depanku “Mianhae,” ucapnya “Aku benar-benar menyesal … mungkin sekarang sudah sangat terlambat. Aku ingin kau menjadi milikku. Milik Choi Siwon. Aku ingin hanya kau yang menjadi pendamping hidupku, sekarang dan selamanya.”

 

“Siapa kau?! Lancang sekali kau mengatakan hal itu kepada putriku!!” bentak Appa sambil mencengkram kerahnya “Choi Siwon imnida. Tuan, izinkan aku untuk menikahi putrimu.” ucapnya memohon kepada Appa.

 

“Aniya!! Aku tidak akan pernah mengizinkan siapapun untuk menikahi putriku!! Kecuali Hankyung!!” tolak Appa “Biarkan ia sendiri yang memilih.” kata-kata tersebut membuat kami semua kaget. “Hankyung-ah, apa yang kau katakan? Bagaimana dengan perjodohan ini?” tanya Hankyung Appa.

 

“Gwenchana, Appa. Aku hanya ingin meminta Yeobin untuk jujur. Siapa yang ia cintai sebenarnya.” aku menggigit bibir bawahku. Apa yang harus aku lakukan? Aku menatap Eomma penuh dengan tanda tanya. Tapi ia malah terus melirik Siwon seakan menyuruhku untuk memilihnya.

 

“A-aku ..” aku mengepalkan tanganku karena saking gugupnya. Aku berjalan kearah Siwon, aku melihat dari ekor mataku Hankyung terlihat begitu kecewa.

 

PLAKK!!

 

Satu tamparan mendarat mulus di pipinya. Siwon menatapku kecewa “Aku sudah berjanji ….. jika bertemu denganmu … aku akan menghantam wajahmu itu.” kemudian aku melangkah menghampiri Hankyung. “Kau memilihku?” tanyanya tak percaya. Aku tersenyum sambil menggeleng kecil “Aniyo. Aku hanya ingin membagi kebahagiaan kepadamu.” aku mengambil tangan kanannya dan memberikan daun kering itu kepadanya.

 

“Ige mwoya?” tanyanya “Dengan itu, aku harap kau bisa menemukan kebahagiaanmu yang sebenarnya.” ucapku sembari melirik Harin. Sementara ia hanya menatapku tak mengerti.

 

“Mr.Choi …. saranghae.” setelah aku mengucapkannya, ia memelukku begitu erat “Gomawo, nado saranghae Kim Yeobin.” balasnya.

 

Aku menatap Appa penuh harap, ia tersenyum lembut kepadaku “Arra. Apapun untuk putriku.” aku tersenyum bahagia sambil memeluknya “Appa~ gomawo!” ucapku bahagia. “Tunggu apa lagi? Menikahlah sekarang!”

 

“Mwoya?! Kenapa mendadak sekali?!?!”

 

“Omonaaa~ akhirnya kalian menikah juga!!”

 

“Kau akan menjadi nyonya Choi! Chukkae!!”

 

“Lebih tepatnya nyonya robot kuda! HAHAHA!!”

 

“YAK!! Robot kuda jelek!!!”

 

 

Aku berhasil menemukan kebahagiaanku … begitu juga dengannya, ia berhasil mendapatkan gadisnya. Yaitu aku. Kim Yeobin. Dengan ini aku menyatakan aku adalah gadis paling beruntung sedunia! Aku mencintai Choi Siwon seorang. Robot kuda paling tampan yang pernah ada. 

 

END

 

Thanks to all readers yang begitu setiaaaaaa~ baca OMG dri Part1-END. Berkat kalian, saya bisa menyelesaikan FF ini. Yah, biasa aja sih ni FF. Heran aja masih ada yg mw baca ni FF XD Kidding :D. N juga buat para cast, bang Wonie, Yeobin –my 1st original character-, koko Han, ama si Kyu, dll. Jangan lupa sama ortu Yeobin yg super duper nyentrik XD. Saya merasa bagian terakhirnya GAJE BANGET. Oiya, saya punya rencana mw nerusin OMG. Tpi tergantung readersdeul aja deh. Dari pada udah bikin susah payah tapi kaga laku -_____-“. I Love U all, sampai ketemu di FF berikutnya!! Annyeong~!!!!!!!

 

Kumiko Kureichi

Iklan

2 thoughts on “Oh My Girl [Part 14-FINAL PART]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s