Oh My Girl [Part 13]

Title: Oh My Girl [Part 13]

Author: Kumiko Kureichi.

Cast: Choi Siwon, Kim Yeobin(OC), Hankyung, Cho Jino, dll.

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Huuuwaaaa~ coba liat lgi syp2 castnya?? ^^v Happy reding v^^

 

~~~o~~~

“Jino-ah, kau kemana saja? Kenapa lama sekali membeli kopinya?” tanyaku dengan nada sedikit kesal. Sementara dia hanya tertawa kecil, matanya yang tipis itu seperti menghilang ketika ia tertawa “Ne, mianhae. Kedai kopinya jauh sekali tadi.” Yeobin mencibir lalu mengambil segelas kopi hangat yang ada di tangan Junsu “Kalau tahu begitu lebih baik tidak usah dibelikan!” cibirnya kesal.

 

Yeobin meniup-niup kopinya, lalu disesapnya sedikit. Nafasnya mengeluarkan uap tanda bahwa cuaca sekarang sangat dingin “Sebaiknya kita pulang saja. Dingin sekali disini.” Jino merangkul Yeobin menudu mobil miliknya.

 

Cho Jino, dia adalah tetangga baru Yeobin sekaligus temannya di kampus. Tetangga baru? Ya, keluargaYeobin pindah ke Incheon 3 tahun yang lalu. Dia telah memutuskan untuk memulai hidup baru dan ingin melupakan segalanya tentang Choi Siwon.

 

“Hmm .. aku harap eommamu tidak marah setelah aku menculikmu dan membawamu pergi jalan-jalan.” gumam Jino. Yeobin terkekeh mendengar perkataan Jino “Anio. Kau tidak salah. Salah mereka sendiri meninggalkanku sendiri di rumah saat aku sedang cuti kuliah. Konyol sekali mereka berdua mengadakan bulan madu kedua. Omonaaa … aku tidak bisa membayangkan jika nanti aku mempunyai adik lagi. Andwae!! Aku sudah terlalu tua! Yang ada nanti dia malah menganggapku eommanya. Hahaha!” mereka berdua tertawa bersama seperti orang gila.

 

Tak lama kemudian suasana menjadi hening. Yeobin menatap keluar jendela sementara Jino terus-terusan tersenyum sendiri sambil menatap jalanan. Tak lama merekapun sampai di rumah Yeobin. “Gomawo Jino-ah untuk hari ini. Sering-sering mengajakku jalan-jalan, ya!” ujar Yeobin “Ne, arasseo.” jawab Jino. Yeobin pun memasuki rumahnya. Ia begitu terkejut menemukan gerbang rumahnya yang tidak di kunci.

 

“Omo~ jangan-jangan …” dengan tergesa-gesa ia memasuki rumahnya. Dari luar nampak lampu-lampu dirumah tidak menyala. Ia khawatir terjadi sesuatu di dalam rumahnya. Apalagi kedua orangtuanya sedang berlibur ke Jeju.

 

“Aaahh~ eotteokae?” pikirnya cemas. Ia mencari sesuatu di halaman rumahnya, dan ia menemukan balok kayu yang cukup besar dan berat. Ia pun memberanikan diri memasuki rumahnya itu.

 

“Omona … ternyata mati lampu! Kukira apa tadi.” keluhnya.

 

BRAKK!!

 

Pintu tertutup dengan sendirinya dan itu membuat Yeobin bergidik. Ia mencengkram kuat balok kayu yang ia pegang “Siapa disana?!!” sahutnya. Namun tak ada jawaban apapun yang ia dengar.

 

Yeobin POV

 

PRAAANGG!!

 

Aku tetap diam. Sebenarnya aku terkejut sekali. Kenapa bisa ada suara sesuatu yang pecah? Padahal aku hanya diam dari tadi. Astaga … kumohon jangan pencuri! Kalau sampai ia, akan kuhajar ia sampai babak belur!

 

Perlahan aku melangkahkan kakiku. Astaga, aku tidak hafal dimana letak loteng. Aku ingin cepat-cepat kedalam kamarku lalu menguncinya dan berteriak sepuas mungkin.

 

“Park ahjussi!! Jung ahjumaa!! Apa kalian ada- AAAAARRGGHHH!!!” tiba-tiba saja aku menabrak seseorang bertubuh tinggi dan tegap. Aku hendak melayangkan kayu ini kearahnya, tapi sialan!! Dia menahannya dan merebutnya dariku. Ia membantingnya ke lantai sehingga terdengar debuman yang sangat keras.

 

“Si-siapa kau!!” tubuhku gemetar. Astaga … jangan-jangan Jung ahjumma dan Park ahjussi telah disekap olehnya? Tiba-tiba saja ia mendorongku dan menghimpitku ke dinding “Yak!! Jangan macam-macam!!” teriakku keras. Sepertinya wajahnya makin mendekat dengan wajahku. Karena aku bisa merasakan hembusan nafasnya.

 

“Siapa kau? Ja-jangan macam-macam padaku!!” ancamku “Yeobinie …” aku tercegang mendengarnya berbicara. Suaranya, kenapa bisa familiar sekali? Anio, mustahil dia ada disini.

 

“Saranghaeyo yeongwonhi …” saat itu juga lampu menyala. Mataku terbelalak, tubuhku bergetar, dan kakiku terasa sangat lemas. Dia .. dia kembali. Cinta pertamaku.

 

“Hankyung-ah …” ucapku lirih. Bibirku terasa berat untuk berkata-kata. Tanpa babibu ia langsung memelukku. “Surprise!” ujarnya. Air mataku tumpah begitu saja. Aku sangat tak menyangka. Ia kembali. Hankyung-ku.

 

Aku membalas pelukannya dan tangisku makin hebat. “Kyung-ah … waeyo?” tanyaku sambil terisak. Ia menangkup wajahku dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya “Uljima. Mianhae Yeobin-ah, aku sempat meninggalkanmu dan membuatmu sakit. Tapi itu aku lakukan demi dirimu. Agar kita bisa bersama selamanya.” ujarnya.

 

Aku mulai bingung, meninggalkanku tapi demi diriku? “Apa maksudmu Hankyung-ah??” tanyaku. Ia tersenyum kepadaku dan mengacak rambutku. Ia malah mencubit kedua pipiku gemas “Aigoo … kau jadi gendut ya sekarang? Hahaha~” ujarnya. Tapi aku tak menghiraukannya. Masih menatapnya serius. Kurasa ia mencoba menghiraukan topik pembicaraannya.

 

“Annyeoooonggg!!!” sahut sebuah suara dari ambang pintu. Aku menemukan 2 orang manusia dengan wajah sumringah seperti anak-anak yang tak lain adalah kedua orangtuaku.

 

“Oh, Hankyung-ah! Kau sudah pulang dari Amerika. Bagaimana kabarmu?” tanya Appa sambil merangkulnya dan membawanya ke ruang tamu. Eomma menghampiriku dan menuntunku menuju kamarku.

 

“Eomma … apa yang terjadi??” tanyaku sambil menatapnya kosong “Tenanglah ..” ia menyerahkan segelas air minelar kepadaku. Dan aku meneguknya sedikit. “Kau senang?” tanya Eomma. Aku diam tak menjawabnya. Masih terlarut dalam pikiranku. Padahal selama ini aku berusaha melupakannya, bahkan hampir. Tapi kenapa dia datang di hadapanku dengan mudahnya?

 

“Yeobin-ah.” panggilnya, aku menatapnya “Apa kau masih memikirkan Siwon?” tanya eomma.

 

“Eomma, aku minta alamatnya.”

Yeobin POV end

 

Author POV

Keesokan harinya, Hankyung mengajak Yeobin jalan-jalan ke sebuah taman. Hankyung terus mendekap erat Yeobin karena cuaca sangat dingin.

 

Mereka duduk di salah satu bangku taman di bawah pohon pinus. “Jadi orangtuamu sudah menjelaskannya, hmm?” tanya Hankyung “Ne.” jawab Yeobin. Entah kenapa ia merasa berbeda sekarang bersama Hankyung. Apa rasa cintanya sudah pudar?

 

“Hhh .. kau tahu, 3 tahun lebih aku mencoba bersabar. Itu semua kulakukan .. agar kita bisa bersama lagi, Yeobinie. Mian, jika aku mengecewakanmu dan membuatmu sakit. Aku minta maaf.” ucap Hankyung.

 

Hankyung berjongkok dihadapan Yeobin dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak kecil berwarna merah marun. Ketika ia membukanya sontak membuat Yeobin terkejut.

 

“Would you marry me?”

 

Yeobin terpaku dan menatap Hankyung terkejut. Impiannya, dulu impiannya adalah menikah dengan Hankyung. Dan akhirnya … Tuhan mengabulkannya. Tapi kenapa ia merasa tak yakin?

 

Lima belas menit Yeobin hanya diam dan Hankyung tetap pada posisinya. Tapi lagi-lagi Yeobin dikelilingi rasa tak yakin.

 

Kim Yeobin, untuk apa kau diam saja? Cepat jawab!! Tunggu apa lagi?! Kau menunggu hari kiamat tiba hah?! Aish, kenpa aku jadi begini. Omona … kenapa mulutku serasa di lem? Aigoo .. aigoo  ..

 

Yeobin menarik nafas panjang, kemudian ia mengangguk kecil dan disambut dengan dekapan hangat dari Hankyung.

 

“Gomawo … gomawo yeobinie. Saranghae.” ucapnya “Nado saranghae, Kyung-ah ..” Hankyung mencubit hidung Yeobin gemas. Kemudian ia mencium Yeobin dengan lembut. Itu sempat membuat Yeobin terkejut. Tapi pada akhirnya, ia membalas ciumannya.

Author POV end

 

~~~o~~~

 

Yeobin POV

Aku merapikan pakaianku dan mengecek keadaanku. Setelah merasa rapih, aku menarik nafas panjang-panjang dan membuangnya. “Hwaiting, Kim Yeobin!!” tekadku.

 

Aku memencet bel apartemen tersebut. Oh, aku gugup sekali. Aku terus mengetuk-ketukkan kakiku di lantai. Kenapa lama sekali? Apa aku perlu memencetnya lagi? Ish, tidak sopan sekali.

 

Pintu apartemen terbuka. Perlahan aku kepalanya yang menyembul dari balik pintu. Dan itu membuat keningku mengkerut.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

“Siwon-ah, tolong gantikan aku sebentar. Aku ingin istirahat sebentar. Mian merepotkanmu.” Jungsoo hyung meminta bantuanku untuk menggantikan posisinya di kasir untuk sementara “Gwenchana, hyung. Istirahatlah yang banyak.” ujarku “Gomawo.”

 

Sekarang aku bekerja di sebuah Cafe Andante. Sudah 2 tahun aku bekerja disini. Dan rasanya sangat menyenangkan.

 

Aku segera menuju kasir dan melayani beberapa pengunjung. Ah, hari ini sangat ramai rupanya. Pantas saja Jungsoo hyung kelelahan secepat ini. Baru beberapa jam ia bekerja.

 

 

Triiing …

 

Bunyi lonceng pintu cafe berbunyi. Tanda ada pengunjung yang baru datang. Astaga … dia .. dia … kenapa bisa ada disini? Bukankah dia …

 

“Kim Yeobin?” gumamku. Mataku langsung terbelalak. Itu benar-benar dia! Astaga bagaimana ini?

 

Aku segera masuk menuju dapur dan mencari siapa saja yang sedang menganggur. Aish!! Kenapa semuanya malah sibuk?! Eottokkae??

 

Aku kembali dan melihat Wookie yang sedang mencuci piring “Wookie-ah!! Jebal .. kau mau kan bertukar tempat denganku? Jebal, sebentar saja!!” pintaku. Ia menatapku aneh dan kembali melanjutkan pekerjaannya “Aish .. ada apa denganmu, hyung? Shireo!! Lagi pula bukankah kau yang ditugaskan Jungsoo hyung untuk menggantikannya sebentar? Bukan aku!!” tolaknya. Aku mengumpat kesal. Aigoo .. masa’ aku harus menyuruh Jungsoo hyung yang sedang istirahat?  Tidak mungkin Choi Siwon!!

 

Terpaksa aku kembali ke tempatku. Ini sudah takdirmu Choi Siwon. Takdir!

 

Aku melihatnya yang sedang memesan Moccachino dengan Hyukjae. Bagaimana ini? Sebentar lagi dia akan kemari. Aish, eottokae?

 

Bingo! Dia di hadapanku sekarang. Aku sedikit menundukan wajahku dan merapatkan topi yang aku kenakan. “10 ribu won.” ucapku sesingkat mungkin. Semoga saja ia tak mengenali suaraku.

 

Ia menyerahkan beberapa lembar uang kepadaku. Kalau dilihat-lihat kenapa wajahnya lesu begitu? Dia juga nampak semakin dewasa. Yang kuingat terakhir dia masih bocah SMU. Aish, lupakan Choi Siwon!!

 

“Ini kembaliannya, gamsahamnida.”

 

Pluk!

 

Sialan!! Saking gugupnya saat aku membungkuk topiku jatuh! Sontak ia melihat wajahku dan ia terkejut. Ah, eotteokkae?

 

“S-siwon??”

 

TBC

 

Ahahahahahahahahahhaaaaa!!1 YEAAAHHH!! You rock!! Finally!! Semoga nggak ditimpukin readersdeul plus reader(s)nya nggak berkurang XD Hadudududuhhh … eotteokkae? Jelek? Ancur? Gaje? Hina? Whatever yah, I don’t care about this fiction XP Anyway, keep RCL okeh?? Sekedar info, next part adalah END OF OH MY GIRL. XD Gamsahamnida *bow*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s