Oh My Girl [Part 12]

Title: Oh My Girl [Part 12]

Author: Kumiko Kureichi.

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Yeobin(OC), Cho Ahra, dll.

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG-13.

P.S: Kata-kata pertama saya adalah ……… AMPUNI AKUUUUU~ terakhir post OMG tgl 14 ya? skrng tgl brp nii?? Wkwkwk~ maafkanlah diriku karena kelamaan post ff murahan ini … hikss 😥 Semoga aja readersnya nggak berkurang ya? oke, lanjut aja bacanya! Happy reading ^^v *maap nggak pake pict :D*

~~~o~~~

Kyuhyun POV

Senang rasanya bisa mengajak Ahra noona jalan-jalan. Ya … meskipun bukan ke Myeondong, Lotte World, atau sebagainya, tapi … aku bahagia menlihatnya tersenyum terus. Anda saja aku mempunyai noona sepertinya.

Krrriiiiuuuuukk~

Aku mendengar sebuah suara yang aneh. Apa itu suara perut?

“Noona, apa kau sudah lapar dari tadi?” tanyaku, dia menjadi salah tingkah “Eng … sebaiknya kita pulang saja Kyu. Aku tidak membawa dompet.” ajaknya “Anio. Kau harus makan. Kajja, kita cari kedai makanan disekitar sini.” aku segera menggandeng tangannya.

Aku menemukan sebuah kedai, langsung saja kuajak noona kesana. Seorang ahjumma menghampiri kami “Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya “Jajjangmyun 2 porsi.” ujarku dan Ahra noona berbarengan. Kami saling bertatapan kemudian kami tertawa.

“Kenapa bisa sama, ya?” tanya Ahra noona “Apa noona suka jajjangmyun?” tanyaku “Ne. Jangan bilang itu makanan favoritmu juga?!” pekiknya, aku hanya tertawa kecil “Baiklah. Tunggu sebentar.” ujar Ahjumma itu.

Aku membuka dompetku untuk mengambil beberapa lembar uang. Ahra noona mendekat kearahku dan memperhatikan foto yang ada di dompetku. Aku segera menutup dompetku ketika aku baru sadar bahwa foto yang ia perhatikan adalah foto aku, siwon hyung, dan yeobin saat berada di Myeondong dulu.

“Siapa mereka?” tanya ahra noona “Eng … aaa .. mereka, bukan siapa-siapa.” jawabku bohong “Tadi ada yeoja. Siapa dia? Kenapa kelihatannya kalian akrab sekali? Apa yeoja itu yeojachingumu?” tanya Ahra noona bertubi.

“B-bukan!” jawabku gugup “Aigoo … tidak usah malu-malu Choi Kyuhyun!! Sudah berapa lama hubungan kalian berjalan? Hmm? Hmm??” goda Ahra noona. Bisa kurasakan wajahku memanas. Aigoo .. pasti merah sekali. “Anio noona, dia bukan yeojachinguku. Dia hanya chinguku.” jawabku cepat.

“Ooohh …. lalu kalau namja yang tadi?” tanya Ahra noona “Dia hyungku.” dia mengangguk-anggukan kepalanya “Tapi kenapa tidak mirip, ya? Siapa namanya?” tanyanya “Choi Siwon. Yeoja yang tadi itu yeojachingunya hyungku.” jawabku bohong. Yaaah, tapi apa salahnya? Mereka berdua saling mencintaikan? Tapi aku tidak tahu pasti perasaan Yeobin bagaimana.

“Jinjja? Ahhh .. neomu yeppo! Siapa namanya?” tanyanya lagi “Kim Yeobin.” jawabku sembari tersenyum, anak itu memang cantik sekali *seperti author! wkwkwk :p* “Tapiii …. kenapa kau menyimpan fotonya? Eum .. jangan-jangan ….”

“A-ani ani anio … aku tidak bermaksud apa-apa.” jawabku gugup. Sungguh, perkataan Ahra noona membuatku salah tingkah “Mwo? Aku tidak bilang begitu, kok. Kenapa kau jadi gugup Kyuhyun-ah???” beruntung ahjumma itu segera datang kepada kami, jadi aku bisa mengalihkan pembicaraan ini. “Cepat dimakan noona. Nanti keburu dingin.” ujarku. Aku meliriknya sekilas, ia sedang menatapku dengan tatapan sinis.

Kyuhyun POV end

Author POV

“M-mwoya?? D-di-dibatal .. kan?” tanyaku terbata-bata, Appa mengangguk sambil tersenyum … entahlah, seperti tertahan.

“Apa maksudnya ini? Kenapa bisa dibatalkan??” tanyaku yang masih terpaku. Hening. Ia lama tak menjawab. Sementara aku terus berpikir. Ada apa denganku? Kenapa … aku sedikit merasa senang? Sedih? Mollayo. Sedih karena perjodohan dibatalkan? Itu bisa saja. Tapi … senang karena apa? Apa ada kaitannya dengan Choi Siwon?

“Sebaiknya kita pulang. Cuaca sudah semakin dingin. Kajja.” Appa meninggalkanku duluan menuju mobil. Aku masih berdiam diri di tempatku. Apa aku egois? Mencintai 2 namja sekaligus? Ya, aku mencintai Hankyung, dan juga Siwon. Kau jahat Kim Yeobin! Anio! Mereka yang jahat. Mereka yang menyakitimu. Aish … Kim Yeobin baboya~

~~~o~~~

Aku terus memandang kosong makan malamku. Bahkan aku sama sekali belum menyentuhnya. Kalau perjodohan itu dibatalkan …… aku benar-benar bebas? Ya, aku bebas. Tapi … kenapa aku tidak sedih? Aku kan … mencintai Hankyung? Molla.

“Yeobin-ah, waeyo? Kenapa belum dimakan?” tanya eomma padaku, aku menatapnya lalu menunduk “Molla ..” gumamku. Appa mengambil piringku dan menyodorkan sendok kepadaku “Apa kau perlu di suapi?” tanya Appa sambil menahan tawanya “Aish .. ini tidak lucu!!” aku langsung bangkit dan menuju kamarku. Aku benar-benar tidak berselera makan saat ini.

Aku duduk di pinggir ranjang dan bersandar di kepala ranjang. Kenapa aku jadi linglung ya? Aish … molla molla molla molla~

Astaganaga …. Kim Yeobin!! Tanggal berapa besok?! Eomma ulang tahun! Aku harus memberikannya apa? Ucapan selamat dan doa? Aish jangan gila. Dia bisa marah besar kalau tidak diberi hadiah. Baiklah, sekalian refreshing, aku akan membeli baju saja untuk eomma.

Yeobin POV end

Ahra POV

Aku sedang berada di butik temanku, Jia. Sudah lama aku tak bertemu dengannya karena dia baru pulang dari China 2 hari yang lalu. Dan dia berbaik hati memberikanku blouse dari China.

“Gomawo Jia-ya atas oleh-olehnya.” ucapku senang “Ne, cheonma. Oiya, katamu kau akan menunjukkan namja yang special yang akhir-akhir ini kau bicarakan kepadaku. Mana?” tanyanya penasaran “Ah~ mianhae Jia-ya. Dia tidak bisa datang.” jawabku penuh sesal.

“Hmm, gwenchana. Ngomong-ngomong, siapa dia? Namjachingumu?” tanyanya sembari mengedipkan sebelah matanya “Anio~ dia lebih muda 2 tahun dariku. Dia sudah kuanggap sebagai namdongsaengku sendiri.” jelasku.

“Ooo~ jinjja? Apa dia tampan?” tanyanya “Tentu saja. Dan yang paling mengejutkan adalah, namanya sama dengan dongsaengku. Hanya saja berbeda marga.” ujarku “Dongsaengmu ….. yang itu?” tanyanya, aku mengangguk.

“Dia tampan? Hmm .. boleh juga~” ucapnya “Ya! Andwaeyo~! Kau tidak pantas untuknya! Masa’ dia sama noona-noona sepertimu?!” ejekku “Ya!! Memangnya kau bukan noona-noona hah?!” omelnya. Sementara aku hanya cengengesan.

Tanpa sengaja aku melihat seorang siswi SMA yang sedang memperhatikan sebuah blouse yang dipajang di depan. Aku tertarik untuk menghampirinya. Ketika ia menyadari aku sedang berjalan kearahnya, ia buru-buru pergi.

“Ya! Chamkkaman!” sahutku. Dia berhenti dan menatapku datar “Nde?” tanyaya, aku terkejut begitu melihat rupanya lebih jelas. Yeoja ini …. aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana?

“Waeyo?” tegur yeoja itu. Dan aku langsung teringat sesuatu “Ah!!” pekikku. Yeoja itu memandangiku aneh. Aku tersenyum dan langsung menarik tangannya kedalam butik. “Ya! Kau ingin apa??” tanyanya.

Aku langsung menghampiri Jia. Ia menyerngit ketika aku datang membawa siswi SMA ini. “Nugu?” tanyanya “Jia-ya, tolong perlihatkan aku blouse yang disebelah sana.” ujarku. Ia melihat arah yang kutunjuk kemudian ia mengangguk mengerti “Arasseo.” jawabnya.

“Ya! Nuguseyo?” tanya yeoja itu “Apa kau yang bernama Kim Yeobin?” tanyaku. Ia menatapku terkejut dan mengangguk kecil “Kau pasti kenal Choi Kyuhyun, kan?  Dan kau pasti yeojachingunya Choi Siwon. Hyungnya Kyuhyun.” tanyaku.

Ia membelalakan matanya, tapi sedetik kemudian ia mengkerutkan dahinya “Choi Kyuhyun?” tanyanya “Ne. Choi Kyuhyun. Waeyo?” tanyaku “Hmm … kupikir kau salah. Namanya Cho Kyuhyun.” jawabnya. Aku terkejut bukan main. Cho Kyuhyun? Tapi kan …. nama hyungnya Choi Siwon?

“Anio. Dia bilang sendiri kalau namanya Choi Kyuhyun.” ujarku “Kyuhyun dan Siwon hanya saudara angkat. Dan .. aku bukan yeojachingu Choi Siwon.” ujarnya. Aku mengangkat alisku sebelah. Ige mwoya? Apa aku telah dibohongi oleh Kyuhyun? Tapi, mana mungkin anak itu berbohong? Tapi Yeobin juga tidak berbohong kelihatannya.

“Ahra-ya, ini blousenya.” ujar Jia. Aku mengambil blouse itu dan mencocokkannya ke Yeobin “Eottokkae? Cocok bukan?” tanyaku “Tapi itu untuk eommaku. Dan aku tidak membawa uang.” ujarnya “Aku yang bayar. Apa eommamu berulang tahun?” ujarku. Yeobin membulatkan matanya “Ne. Anio. Aku bisa kemari lain kali.” tolaknya “Tapi kan ulang tahu eommamu lebih penting. Jia, aku ambil yang ini.” ujarku pada Jia “Gratis untukmu!” serunya.

“Jinjja? Gomawo Jia-ya. Kau baik sekali. Ambil ini untuk eommamu!” ujarku “Ng … gwenchana?” tanyanya. Aku mengangguk pasti “Gomawoyo eonni.” ucapnya.

“Oiya, Yeobin-ssi. Ada yang ingin aku tanyakan tentang-”

“Yeobin-ah!!” sahut seorang ahjussi. Dia menghampiri Yeobin “Dari mana saja kau? Kenapa lama sekali? Apa kau sudah menemukan hadiah yang bagus untuk eommamu?” tanya ahjussi itu “Ne.”  jawab Yeobin.

“Eo, kau sudah membayarnya?” aku tersenyum kepadanya “Aaaa … dia sudah membayarnya.” jawabku “Gamsahamnida. Kajja Yeobin-ah. Annyeonghi gaseyo~” kami berdua membungkuk hormat kepadanya.

“Kurasa dia Appanya.” pikirku “Tapi kenapa terlihat awet muda ya?” timpal Jia. Aku memperhatikannya yang masih memperhatikan Appanya Yeobin “Yak!! Dasar tante genit!” ejekku “Aish .. terserah apa katamu!” Jia pun berlalu meninggalkanku.

Aku masih teringat perkataan Yeobin tadi. Namanya Cho Kyuhyun? Apa kyuhyun berbohong padaku? Tapi kenapa dia harus berbohong?

Astaga Cho Ahra! Cho Kyuhyun … apa jangan-jangan dia …

Ahra POV end

Siwon POV

Kyuhyun duduk disebelahku setelah keluar dari kamar. Wajahnya kusut sekali. Sepertinya dia habis merenungkan sesuatu.

“Hyung ..” panggilnya “Mwo?” tanyaku sembari mengganti-ganti channel televisi “Eung …. bagaimana perasaan hyung jika hyung ditinggal oleh seseorang yang sangat kau sayangi?” tanyanya. Pertanyaan itu membuatku bingung. Apa dia sedang menyinggung masalah keluarganya, atau masalahku dengan nona kim.

“Wae?” tanyaku “Jawab saja, hyung.” ujarnya “Aku …. pasti akan merasa sangat kesepian.” jawabku. Kudengar dia mengendus. “Waeyo kyuhyun-ah?” tanyaku “Ani. Hanya saja … aku bingung, hyung.” ujarnya.

“Apa ada masalah?” tanyaku “Hmm.” jawabnya “Masalah apa?” tanyaku “Banyak.” jawabnya.

“Ayolah kyu, ceritakan saja! Jangan berbelit-belit!” pintaku.

“Hyung, aku minta maaf.” tiba-tiba saja ia sudah bersujud di hadapanku “Kyu, apa yang kau lakukan?” tanyaku “Jeosonghamnida hyung ..” ia sudah terisak “Wae, kyu? Wae?” tanyaku panik.

“Aku … aku minta maaf atas selama ini yang telah kuperbuat. Aku … aku merusak hubunganmu dengan yeobin. Aku anak yang tidak tahu diri, hyung. Kau sudah merawatku dengan sabar saat aku koma. Aku … mianhae hyung. Aku menghancurkan hidupmu. Maafkan aku telah menyusahkanmu …”

Aku membantunya bangkit dan duduk di sebelahku. Aku memeluknya erat “Uljima kyu … kau tidak salah.” ucapku. Ia menghapus air matanya “Hyung, aku akan kembali ke keluargaku dan berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Asalkan kau janji …. kau harus kembali kepada Yeobin.” ujarnya yang membuatku terpaku.

Aku menatap anak itu tepat di manik matanya. Apa dia sedang bercanda? Tidak. Dia tidak sedang bercanda. Bagus. Kau harus jawab apa Choi Siwon? Kau sudah berjanji tidak akan mendekati dia lagi.

“Bagaimana hyung? Apa kau bisa menepati janjiku? Atau …. aku tidak akan-”

“Ne, aku bisa.” jawabku mantap.

Siwon POV end

~~~o~~~

Kyuhyun POV

Malam ini aku sedang makan malam dengan keluargaku. Entah kenapa rasanya aku menjadi gugup sekali. Aku duduk berhadapan dengan keluargaku. Sedari tadi aku hanya diam memasang ekspresi cuek dan dingin. Sementara siwon hyung, entahlah, dia jadi banyak melamun setelah tadi siang.

“Kyuhyun-ah, noonamu akan datang beberapa menit lagi. Dia masih ada pekerjaan di kantor.” ujar Eommaku. Ya, kata Siwon hyung aku memang menpunyai noona. Aigoo .. ngomong-ngomong soal noona, aku jadi teringat Ahra noona. Huft … seandainya saja aku mempunyai noona sepertinya.

“Jadi …. selama ini, kau sekolah dimana Kyuhyun-ah?” tanya Appaku “Aku tidak sekolah.” jawabku dingin. Kulihat mereka berdua berekspresi terkejut. Hhh, sudah kuduga, mereka itu hanya memikirkan prestasiku. Mustahil mereka sudi mempunyai anak kampungan sepertiku.

“Tapi .. dia itu anak yang cerdas. Iya, kan, kyu?” tanya siwon hyung “Sudahlah hyung. Aku tahu maksud mereka. Aku memang tidak cocok menjadi anak mereka.” ujarku acuh.

Bel pintu restoran berdenting tanda ada tamu yang datang. Pasti itu yang disebut noonaku. Ya, siapa lagi yang akan datang kemari kecuali keluargaku. Restoran ini sudah di booking oleh kedua orangtuaku.

Aku dan Siwon hyung berdiri dan membungkuk hormat kepadanya. Dia memakai dress ungu muda selutut dan rambutnya digerai. Kenapa tampak familiar sekali?

“Jeosonghamnida. Aku datang terlambat.” ujarnya sembari membungkuk hormat “Gwenchanayo.” balas siwon hyung.

Aku terpaku begitu melihat rupa noonaku. Begitu juga dengannya. Tuhan, terima kasih telah mengabulkan doaku.

Kakiku refleks tergerak untuk menghampirinya dan memeluknya. Aku senang sekali. Dia membalas pelukanku juga.

“Kyuhyun-ah … ternyata kau memang adikku.” ujarnya.

“Apa kalian sudah saling kenal?” tanya Appaku “Ne, beberapa hari yang lalu kami bertemu dan saling berkenalan.” jawab Ahra noona.

Setelah itu kami melanjutkan acara makan malamnya. Hah … aku sangat senang. Saking senangnya aku tidak bisa berhenti tersenyum “Kau seperti orang gila kyu.” canda Siwon hyung. Kami semuapun tertawa.

“Jadi, kau akan ikut bersama kami, Kyu?” tanya Ahra noona. Aku menatap Siwon hyung ragu, kemudian ia menganggukkan kepalanya kepadaku “Ne.” jawabku akhirnya. Tanpa sadar air mata Ahra noona jatuh satu persatu.

“Wae noona?” tanyaku “Ani. Aku .. aku bahagia kyu. Akhirnya, aku bertemu dengan adikku.” aku menghapus air mata Ahra noona dengan ibu jariku “Uljima, aku juga bahagia noona.” ujarku sembari memeluknya.

“Jadi … setelah ini. Besok kita akan berangkat ke Amerika.” ujar Appaku “Mwo?!” pekikku “Amerika? Untuk apa?” tanyaku “Kita akan pindah ke Amerika, Kyu.” ujar Ahra noona “Kenapa secepat itu?” tanyaku. Mereka tak menjawab. Siwon hyung juga terpaku.

“Hyung ..”

“Gwenchana, kyu. Kau lebih membutuhkan keluargamu.”  potongnya “Arasseo.” jawabku “Tapi hyung, kau harus menepati janjimu juga.” pintaku. Ia mengangguk padaku.

Kyuhyun POV end

Yeobin POV

“Saengil chukkae eomma!! Saranghae!” seruku kepada eomma “Chukkae!! Chukkae!!” seru Appa sembari meniup terompet kecil di dekat telingaku “YA!! Kau sengaja melakukannya, hah?!” omelku. Sementara ia hanya cengengesan seperti anak kecil.

“Aigoo … gomawo yeobinie, yeobo~ hadiahnya?” tanyanya sembari menjulurkan kedua tangannya “Aish .. ini!” ujarku sembari memberikan sebuah kotak yang berisi blouse yang barusan tadi kubeli.

“Omona~ ini bagus sekali yeobinie .. gomawo!!” pekiknya “Cheonma.” balasku “Itu juga dariku, chagiya ..” timpal Appa “Ya! Dia bohong! Itu hanya dariku!” protesku “Ne, arra arra. Ini dariku chagiya ..” ujar apa sembari menyerahkan sebuah kotak hadiah berukuran kecil. Kurasa itu anting.

“Ahh .. neomu joha! Gomawo yeobo!” ujar Eomma “Nah, sekarang .. mana kuenya??” tanyaku semangat “Jamkkanman!” Eomma pergi menuju dapur, kemudian ia kembali dengan sebuah kue tart yang ada di tangannya. Ukurannya sedang-sedang saja. Hmm, padahal aku menginginkan lebih -____-”

“Ahhh … sayang sekali eomma tidak bisa mengundah Siwo-” aku menatap Eomma refleks. Kenapa bisa-bisanya dia berbicara seperti itu? “Mwo? Nugu?” tanya Appa. Aku segera menuju dapur alih-alih menghindari pembicaraan ini.

“Anio .. bukan siapa-siapa.” jawab eomma. Aku melihat dari ekor mataku ia menatapku sendu.

“Ada yang mau kubunuh?? Hahahaha!!” candaku sembari menodongkan pisau kearah mereka “Ya! Yeobin-ah! Jangan bermain-main dengan pisau!!” ujar Appa khawatir “Bunuh kue ini Yeobinie!!” seru Eomma “Hiyyyaaaaaakkk!!!”

“Ahahahahaha~!!!” tawa kami bertiga.

Yeobin POV end

Kyuhyun POV

Aku melihat sebuah mobil hyundai sudah terparkir di depan apartemenku. Ahra noona keluar dari dalamnya dan berlari kecil kearahku.

“Are u ready captain Cho?” tanyanya bahagia, aku membalasnya dengan senyuman kecil. “Selamat jalan, kyu.” ujar Siwon hyung sembari menepuk pundakku pelan.

Aku memeluknya erat “Hyung, aku akan merindukanmu.” air mataku mengalir begitu saja “Mianhae hyung .. mianhae … ” isakku.

Tubuhku ambruk sehingga aku berlutut di depannya. “Ya! Ireona kyuhyun-ah!” ujar Siwon hyung sembari membantuku berdiri “Kau harus menepati janjiku, hyung.” ucapku “Ne, kau sudah mengatakan itu berkali-kali. Sudahlah cepat berangkat sana! Biar kubantu.” ia mengambil koperku dan memasukinya kedalam bagasi mobil.

“Gamsahamnida siwon-ssi, sudah mau merawat adikku selama ini.” ucap Ahra noona sambil membungkuk 90 derajat “Ne, cheonmaneyo.” balas siwon hyung. Ahra noona menghampiri Siwon hyung lalu membisikkan sesuatu ke telinganya yang membuat Siwon hyung terkejut.

“Noona, kau bilang apa pada Siwon hyung?” tanyaku “Anio. Bukan apa-apa.” jawabnya “Hyung, aku pergi dulu. Aku janji akan mengunjungimu bila aku ada waktu.” pamitku “Ne, arasseo. Selamat tinggal kyu.” ujar Siwon hyung.

Kyuhyun POV end

Siwon POV

“Sampaikan salamku kepada yeojachingumu itu ya. Kim Yeobin.” 

Kenapa Ahra bisa kenal dengan nona kim? Apa mereka sudah kenal sejak lama atau mereka pernah bertemu. Yeojachingu? Aish, bocah sialan itu pasti yang bilang kepadanya!

Aku jadi teringat jaji Kyuhyun. Apa aku benar-benar harus menepatinya. Tapi bagaimana dengan … astaga!! Choi Siwon baboya!! Bukankah nona kim sudah di jodohkan?? Aish, bagaimana ini?

“Mianhae, kyu. Sepertinya aku tidak bisa ..”

Siwon POV end

Yeobin POVAku menatap kosong suasana luar rumahku yang sepi dari jendela kamarku. Huft … kenapa rasanya aku bosan sekali? Appa tidak ada di rumah. Eomma? Dia sedang tidur siang. Padahal tadi aku meminta Kibum datang kesini untuk menemaniku, tapi dia belum datang juga sampai saat ini.

Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang yang sedang berada di depan rumahku. Tubuhnya tinggi dan gagah. Kenapa sepertinya familiar sekali? Tunggu dulu. Bukankah dia ….

“Siwon??”

Ia melihat kearahku, dan dengan cepat ia pergi. Aku segera turun dan mengejarnya.

“Agasshi, anda ingin kemana?” tanya Park Ahjussi kepadaku, tapi aku tak menanggapinya. Aku berlari mengejarnya sampai di jalan raya.

“Kemana dia?” tanyaku. Aish .. aku tak menemukannya. Aigoo .. aku lupa bahwa larinya itu sangat cepat. Apa aku merindukannya? Molla.

Aku kembali ke rumahku dengan perasaan kecewa. Kenapa ia malah menjauhiku? Apa … apa dia membenciku? Tapi apa salahku? Apa karena yeoja itu?

“Agasshi!” sahut Park Ahjussi. Ia tergopoh-gopoh menghampiriku dengan sebuah kotak kecil di tangannya. Lalu ia memberikannya kepadaku “Ige mwoya?” tanyaku.

“Tadi ada seseorang yang memberikan ini padaku. Katanya itu untuk agasshi.” jelasnya. Aku mengambil kotak itu dan isinya adalah kalung berinisial ‘Y’. Apa Siwon kemari untuk memberikanku ini?

“Ya! Kenapa kau baru bilang sekarang?!” omelku “Tapi  tadi agasshi langsung-” “Kenapa kau tidak memberitahuku?! Wae?? Waeyo …. siwon-ssi …” aku terisak hebat. Kenapa kau malah menghindariku?

TBC

HANCURRR SUDAH FF INI!! Jeongmal mianhae readersdeul kalau FF ini sangat amat mengecewakan. Udah postnya lamaaaa, hasilnya ancur …. AKU NGGAK PUNYA PULSAAAA~~~ (?) #abaikan

Oiya, yg mw baca OMG dri part 1-sekarang, buka aja WPku :)) Hihihihi~ https://kumikokureichi.wordpress.com/

RCL wajib lho ya mw di WP/di notes!! … oiya, sekalian follow juga, pasti bakal di folback, okehh 😀

Gamsahamnida *bow*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s