DoubleKyu Story [Part 1]

Author: Kumiko Kureichi 

Main Cast: Cho Kyuhyun, Jung Sookyu(OC), Lee Jaehyun(OC), Yesung, All member SUJU, dll.

Genre: Romace, Comedy, Gaje.

Length: Parts.

Rating: PG-15.

P.S: Disini castnya SOOKYU. Bukan SOONKYU. Asal kalian tahu nama cast saya ngarang abis. Cerita dapet dari imajinasi ala kadarnya. Asal kalian tahu –lagi– kalo ni FF bener-bener FF pertama saya sebelum buat OMG. Huahahaha~ Waktu lagi ngubek-ngubek document nemu kyk beginian. Pas dibaca ulang malah heran “Beneran nih ff gue??” Akhirnya saya memutuskan untuk ngedit n di publish. Hohoho~ –mubazir capek-capek bikin FF lagi XD– Jadi jangan aneh kalo ngerasa ni FF kyknya beda banget dri yang biasanya. Hohoho~ Happy reading :***

Shock!!

 

Jung Sookyu ….

“Kyuhyun-ah!! Palliwa!! Jangan melamun terus!!” teriak Sungmin hyung dari ambang pintu “Ne, arraseo.” jawabku malas “Kau merindukan Sookyu, hah? Aigoo .. tak kusangka seorang Cho Kyuhyun bisa merindukan seorang yeoja. Ckckckck.” cerocos Yesung hyung sambil melewatiku “Cih, cerewet kau hyung!!” omelku.

Jung Sookyu, kekasihku yang sudah pergi dua minggu ke Busan. Ya, padahal dia hanya ingin menjenguk Eommanya yang sakit saja, sih. Entah kenapa dua minggu ini dia berhasil membuatku stress. Yah, hari ini aku akan melakukan comeback stage Super Junior. Album kelima kami telah keluar. Dan kami sangat senang akhirnya kami comeback juga.

Entah kenapa aku tidak begitu merasakan kebahagiaannya. Dua minggu aku tidak bertemu dengannya, dua minggu pula aku tak mendengar suaranya. Sialnya ponselnya sedang di service oleh Siwon hyung dan sampai sekarang belum selesai.

~~~o~~~

Setelah melakukan perform, aku dan para hyungku beristirahat dulu. “Kyu, tenanglah. Pacarmu tidak direbut Yesung hyung, kok.” ujar Sungmin menenangkanku “YA!! Enak saja dia mau merebut Sookyu!! Dia akan mati ditanganku sekarang juga kalau dia berani, hah!!” omelku “Minum dulu, kyu.” tawar Sungmin hyung “Shireo! Kau pasti mencampurkan obat penenang diminuman itu, kan?” tanyaku sinis “Hahh … ketahuan kan!” ujar wookie hyung “Haish!! Kemana yeoja ituuu???” tanyaku histeris.

Kyuhyun POV end.

~~~o~~~

Sookyu POV

Setelah berpamitan dengan eomma, aku segera menuju ke halte bus. Ya, menaiki bus menuju Seoul tak ada salahnya, kan? Hhh … aku rindu sekali dengan setan itu. Apakah dia merindukanku, ya? Hahaha. Pasti dia kalang kabut karena tidak bisa menghubungiku. Biar saja! Sebenarnya ponselku sudah dibetulkan, hanya saja belum diambil. Yaaaa~ sekali-kali biar aku yang menjahilinya. Oiya, rambut panjang nan hitamku juga dipotong -_____- sekarang rambutku pendek seperti anak laki-laki. Kalian tahu Sooyoung SNSD, kan? Lihat di MV Genie. Ya, kira-kira seperti itulah -_______-” Rambutku dipotong juga karena Eomma yang mengomeliku habis-habisan. Katanya kalau aku punya rambut panjang disangka yeoja genit. Huh, eommaaaa~ kayak nggak tahu anaknya seperti apa aja sih -___-.

“Noona-ya!! Noonaaaa!!” teriak seseorang dari belakang. Aish!! Dia lagi dia lagi!! Kapan sih dia berhenti mengikutiku terus?? Dan berhenti memanggilku noona -____- jelas-jelas umur kami sama. “Yaaak!! Kenapa kau mengikutiku, hah!!” bentakku “Aigoo, aku ingin ikut noona ke Seoul. Boleh, ya? Ya? Ya? Ya? Aku sudah mati-matian membujuk eommaku agar mengizinkanku. Izinkanlah aku noona-ya~” pintanya “Yak!! Apa-apaan kau? Mau tinggal dimana kau??” tanyaku emosi. Anak ini selalu saja membuatku jengkel dan repot! Tidak ada bedanya dengan setanku!! “Katanya noona punya apartemen di Seoul kan??” tanyanya. Haish!! Aku mengendus kesal “Ya sudah. Tapi dengan beberapa syarat!!” pintaku “Apa? Aku pasti akan menepatinya.” ujarnya “Pertama, jangan panggil aku ‘NOONA’. Kita ini kan seumuran!! Kedua, jangan membuatku repot nanti di Seoul. Ketiga, jangan bilang pada Kyuhyun bahwa kau adalah temanku di Busan! Bilang saja kalau kau itu sepupuku. Keempat …. huft! Kembalilah ke Busan secepatnya.” jelasku “Arraseo. Aku janji! Kajja, noona! Nanti kita ketinggalan bis!” ajaknya sambil menarik tanganku “Ya!! Kau bilang apa tadi??!?!?!”

Namanya adalah Lee Jaehyun. Aku bertemu dengannya dua minggu yang lalu di stasiun kereta bawah tanah di Busan. Aku satu bangku dengannya dikereta, bercakap-cakap sedikit, dan akhirnya bertemanlah. Dan ternyata dia adalah tetanggaku di Busan. Katanya dia baru pindah setahun yang lalu. Dan dia juga sering bermain kerumahku hanya untuk meminta masakan eommaku -______-. Dia ini tampangnya seperti anak kecil, dan sepertinya dia pantas memanggilku noona. Ngeeeekk ngoook! Padahal kami seumuran dan dia lebih tua dua bulan dariku.

“Kau suka Super Junior?” tanyaku pada Jaehyun “Ne.” jawabnya semangat “Kau suka member yang mana?” biar kutebak, pasti Leeteuk oppa “Aku suka Leeteuk hyung. Ah, iya. Sookyu-ah, tolong pertemukan aku dengan mereka, ya?? Kau kan kekasihnya Kyuhyun~” pintanya “Ck! Kau ingin aku mengantarkanmu ke RSJ??” tanyaku kesal “Mwo? RSJ??” tanyanya bingung “Ne, wae??” tanyaku “Itukan singkatan dari Rumah Sakit Jiwa?? Masa kau ingin mengajakku melihat-lihat orang gila?? Apa indahnya, coba?” tanyanya kesal “Neee … Jaehyun sayanggg! RSJ itu singkatan dari Rumah Super Junior!! Dan isinya juga sama-sama orang gila, kok. Jadi apa bedanya kalau kau ke Rumah Sakit Jiwa, hah??” tanyaku sinis. Dia melongo sebentar lalu tersenyum setan. Ish, aku jadi keingat si Kyuhyun. “Kau panggil apa aku tadi, sayang??” tanyanya dengan nada yang dibuat-buat “Cish!!” cibirku.

~~~o~~~

“Aaaahh~ akhirnya sampai juga …” seruku saat kami tiba di halte seoul. “Sookyu-ah, hari ini kan Super Junior comeback! Aku sampai lupa!” sahut Jaehyun “Mwo?? Jinjja? Omo~ aku harus apa?? Eottokkhae?” tanyaku “Kira-kira sekarang mereka ada dimana, Jae-ah?” tanyaku lagi “Ini sudah malam. Mungkin mereka sudah ada di dorm. Sebaiknya kita pulang dulu, Soo-ah. Kau pasti lelah.” ajak Jaehyun “Hmm yasudah.” ujarku. Kami pun berjalan menuju apartemenku yang jaraknya tidak jauh dari halte.

“Soo-ah, aku tidur dimana??” tanya Jaehyun. “Disebelah kamarku ada kamar kosong. Kau beres-beres sendiri saja, ya. Aku lelah.” ujarku “Ne, arraseo.” jawabnya. Aku pun segera memasuki kamarku dan melempar tubuhku ke ranjang. Tak lama kemudian aku pun terlelap.

Sookyu POV end.

Kyuhyun POV

Ini sudah dua minggu lebih sehari. Dan dia belum juga datang, hah?! Dia berani ingkar janji denganku?

Tanganku sudah gatal untuk meraih kunci mobil dan segera melesat kerumahnya. Kulihat siwon hyung melewatiku sembari memegang sebuah ponsel. Lho? Itukan bukan ponselnya? Kenapa dia senyum-senyum begitu? “Hyung, kau sedang apa?” tegurku. Siwon hyung nampak terkejut dan segera memasukan ponsel itu kedalam saku celananya “Anio.” jawabnya cepat. Aku menghampirinya “Ponsel siapa tadi, hyung?” tanyaku “Po .. pon .. ponsel Sookyu.” jawabnya “Kemarikan.” pintaku dingin “Ini.” ia segera memberikan ponselnya kepadaku sebelum akhirnya ia pergi melesat entah kemana.

“MWOYA?!?! JADI PONSELNYA SUDAH BENAR!?!?!?!?!?” teriakku kesal. Sialan!! Sepertinya aku dikerjai oleh Sookyu!! Anak itu!!! Grrrrr! Aku akan memakannya!!

Segera kuambil kunci mobil dari saku jaketku dan melesat menuju apartemen Sookyu.

~~~o~~~

Ting! Tong! Ting! Tong! Ting! Tong!

Kupencet bel apartemennya dengan tidak sabar. Feelingku saat ini adalah ia sudah pulang. Entah sejak kapan. Tapi aku yakin itu.

Pintu terbuka. Kulihat sosok namja berdiri di depanku. Aku menatapnya heran. “Kau siapa? Dimana Sookyu?” tanyaku sinis “Annyeong haseyo kyuhyun hyung. Aku Lee-” belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya ada teriakan nyaring menghantam telingaku “Jaehyun-ah!! Nugu??” tanya sebuah suara. Suara itu …. aku segera menerobos masuk dan berlari menuju dapur. Pasti saat ini dia sedang masak. Aku tahu sekali dia. Dia itu hobi masak dan aku menyukai masakannya.

Langkahku terhenti .. aku shock. Malah ada seorang namja lagi di dapur itu. “Sookyu ..” panggilku. Dia menengok. Dan betapa shocknya lagi aku. Dia …. diaaa …

“Soo-ah!! Apa yang kau lakukan dengan rambut panjangmu??? Kau kemanakan rambutmu?!??!?!” tanyaku histeris. Ia menatapku heran. Sedetik kemudian ia nyengir kuda “Mi .. mianhae kyu-ah. A .. akuuu … ak-” omongannya terpotong ketika aku memeluk tubuhnya erat. Sulit sekali dilepaskan pelukannya. Aku terlalu merindukannya. Kuelus rambut pendeknya lalu mengecup puncak kepalanya berulang kali. “Bogoshipo ..” ujarku pelan di telinganya. Ia membalas pelukanku tak kalah eratnya. “Nado.” balasnya. “Ehm ..” suara seseorang menhentikan acara peluk-memelukku dengan Sookyu. Ternyata namja yang tadi. Siapa dia? Kenapa dia bisa ada disini? “Nugu?” tanyaku padanya “Aku Lee Jaehyun. Aku te-” “Dia sepupuku di Busan. Hehehe. Kami seumuran.” potong Sookyu cepat. Sepertinya ada yang aneh. Tapi biarlah. Yang terpenting sekarang ini adalah aku bertemu kembali dengan gadisku.

“Kyuhyun-ah, chukkae!!” ucapnya senang “Mwo? Chukkae? Atas apa?” tanyaku “Aish!! Kau menyebalkan! Kalau begitu tidak jadi. Sudah sana! Aku mau masak untuk sarapan. Kalau kau mau tunggu saja di meja makan. Jangan berani-beraninya kau menggangguku.” ujarnya ketus “Ne~ arraseo seonsaengnim. Muaaach!!” ujarku sambil mengecup pipinya cepat.

~~~o~~~

“Jae-ah, bantu aku!” sahut Sookyu dari dapur. Sepertinya masakannya sudah selesai “Ne!” balas Jaehyun sembari menuju dapur. Kulihat ia membawa beberapa makanan dan diletakan di meja makan. Kemudian ia duduk di depanku. Sementara Jaehyun di sampingnya. Aku lebih suka kalau ia makan duduk di depanku. Agar aku bisa memandangi wajahnya sembari makan.

“Soo-ah ..” panggilku “Nde?” tanyanya “Kenapa kau memotong rambutmu?” seketika itu juga sup yang ia telan tersendat di tenggorokan “Ini. Gwenchana Soo-ah?” tanya Jaehyun sembari mengulurkan minum kepada Sookyu. Aish!! Harusnya aku yang seperti itu! Kau bodoh Cho Kyuhyun!! Tapi … kenapa melihatnya dengan sepupunya itu nampak tidak seperti sepupu dan sepupu, ya? Aish, molla. “Uhuk … mianhae kyuhyun-ah. Eommaku … menyuruhku memotong rambutku. Katanya kalau aku memanjangkan rambutku …. seperti yeoja genit.” jawabnya “Mwoya??” tanyaku tak percaya. Aku hampir tertawa. Yeoja genit katanya? Aish, aku tidak bisa rayuan apa yang ia keluarkan kepada ahjussi-ahjussi jika ia menjadi wanita genit!! Huhahahahhaha. “Aish .. konyol sekali.” gerutunya “Tapi kau tetap cantik, kok.” ucap Jaehyun tiba-tiba. Sookyu melongo sesaat setelah itu meneguk air minumnya sampai habis.Yaaakk!! Beraninya kau memuji-muji pacarku terang terangan di depan pacarnya sendiri!!!!

“Sookyu-ah ..” panggil Jaehyun sambil menatap kearah Sookyu. Sookyu membalas tatapannya. Tatapannya penuh arti. Sookyu mengagguk “Ne. Tapi nanti saja.” ujar Sookyu seakan menjawab tatapan Jaehyun. Mau apa mereka? Mau berselingkuh? Terus nanti saja?? Aish!! Pikiranku kacau sekali!! Masa Sookyu berselingkuh dengan sepupunya sendiri? Ironis sekali. “Aku ingin pulang. Makananku sudah habis. Terima kasih atas sarapannya.” pamitku “Chamkaman!” ujar Sookyu “Waeyo?” tanyaku “Hmm, bolehkah aku dan Jaehyun ikut bersamamu?” tanyanya “Untuk apa?” tanyaku sinis “Ayolah, kyu. Memangnya aku rindu padamu saja? Aku juga rindu dengan oppadeul yang lain! Ya?” rajuknya “Tapi di dorm hanya ada Leeteuk hyung, Yesung hyung, Siwon hyung dan Donghae hyung.” ujarku “Gwenchana. Boleh, ya?” pintanya “Arraseo. Kutunggu kau lima menit untuk ganti baju.” ujarku “Aaahh!! Gomawo yeobo~ kau baik sekaliiii! Muaachh!!” ucapnya sambil mengecup pipiku. Aku tertegun. Dia melakukan ini pasti karena ada maunya saja -_______-.

~~~o~~~

“Annyeoooong haseyooooo~~!!!!” sahut Sookyu dan Jaehyun bersamaan saat kami sampai di dorm. “Yesung oppaaaa!!!” sahut Sookyu setelah melihat yesung hyung menghampirinya. Dan terjadilah adegan peluk-pelukannya -___-” “Oppa, bogoshipo~” ucap Sookyu “Nado soo-ah.” jawab yesung hyung seraya memeluknya. Aish!! Apa-apaan mereka! “Wow, rambutmu dipotong, soo-ah?” tanya Siwon hyung yang baru datang “Hehehe. Iya, oppa.” jawabnya “Siapa dia?” tanya Leeteuk hyung yang baru datang. Ia menunjuk kearah Jaehyun “Annyeong haseyo. Aku Lee Jaehyun. Sepupunya Sookyu.” ujarnya “Ah, annyeong jaehyun-ah. Berapa umurmu?” tanya Donghae hyung “Aku seumuran dengannya. 20 tahun.” sambil menunjuk kearah Sookyu yang masih berpelukan dengan yesung hyung “Ya! Sudah selesai!!” omelku seraya melerai Sookyu dan Yesung hyung.

Ne, Sookyu sangat menggemari Yesung hyung. Bahkan saat pertama kali aku bertemu dengannya disaat fansigning.

Flashback

“Annyeong haseyo, yesung-ssi. Aku Jung Sookyu. Tolong tanda tangan disini.” ujar gadis itu sambil menyerahkan CD Bonamana ke Yesung hyung. Gadis itu lumayan cantik, walaupun matanya yang sipit. Aku berani bertaruh kalau dia tertawa pasti sangat manis. “Annyeong haseyo Sookyu-ssi. Panggil saja aku oppa. Arraseo?” tanya Yesung “Ne .. oppa.” jawabnya gugup. Setelah dapat tanda tangan yesung hyung, gadis itu hendak pergi sebelum aku menarik tangannya “Nona, aku butuh tanda tanganmu. Boleh?” tanyaku. Aku tahu ini konyol, tapi … aku sangat tertarik padanya “Mwoya? Untuk apa?” tanyanya “Disini!” unjukku kearah pundakku. Aku memberinya spidol “Tak apa-apa?” tanyanya “Ne. Cepat.” ujarku. Dia segera menandatangani pundakku. “Gomawo, Sookyu-ah. Ini nomor ponselku.” bisikku sambil memberikan secarik kertas. Dia terdiam sebentar, setelah itu ia pergi.

Sudah dua minggu dia tidak menghubungiku. Kenapa dia? Apa dia tidak tertarik dengan seorang Cho Kyuhyun? Haish, dia itu gadis yang beruntung bisa mendapatkan nomor ponselku. Atau jangan-jangan … dia sebarkan nomor ponselku? Tidak mungkin, kalau itu terjadi aku sudah diteror telepon dan sms saat ini. Lalu apa kabarnya?? Bahkan aku masih mengingat suara dan wajahnya sampai saat ini.

Tiba-tiba ponselku berdering. Dengan malas aku menekan tombol hijau tanpa melihat nama peneleponnya.

“Yeoboseyo?” tanyaku malas.

Yeo .. yeoboseyo.”

“Nugu?”

Hmm, apa benar ini Kyuhyun-ssi?” tunggu, suara ini …. ya!! Akhirnya dia meneleponku!!

“Ne, benar. Ini-”

Baiklah. Hanya memastikan saja. Maaf mengganggu. Annyeong.” bip! Yaakk!!! Beraninya dia menutup teleponnya!!!

Kucoba hubungi lagi nomor tersebut … shit!! Ponselku mati!! Aku lupa menchargernya! Dengan terpaksa aku harus mencharger ponselku. Setelah itu aku segera mengaktifkan ponselku dan menghubunginya.

Yeoboseyo?” akhirnya diangkat juga.

“Yeoboseyo. Sookyu-ah. Ini benar sookyu?” tanyaku.

Ne. Wae? Nuguseyo?” GUBRAKKK!!!

Yak!! Apa dia tidak menyimpan nomor ponselku di kontaknya hah?!

“Ini aku, Cho Kyuhyun!”

Hening …..

“Hei ..”

Ne?

“Ng … tidak ada.”

Ya sudah annye-

“Ah, tunggu tunggu! Ne, ne. Saranghaeyo.”

Mwo?

“Saranghaeyo.”

Hening ….

“Ya! Apa kau masih hidup?”

N .. ne. Aku. Hmm, lalu apa?” GUBRAAKKK KLONTANGGG!!!!

“Ngngng … molla. Apa kau juga mencintaiku?”

Ngngng … molla. Aku …. sepertinya tidak. Mianhae.

“Hhhhhh … ne, arraseo. Tapi, bolehkan aku bertemu denganmu?”

Dimana?

Flashback end.

Dan begitulah selanjutnya. Kami sering bertemu, hingga akhirnya ia jatuh cinta padaku. Tapi ada halangan juga sebenarnya sebelum kamu resmi berpacaran. Siapa lagi kalau bukan Yesung hyung? Beberapa minggu setelah aku menyatakan cintaku, Yesung hyung tiba-tiba menyatakan cintanya juga pada Sookyu sebelum ia menjawabnya. Tapi … pada akhirnya ia memilihku. Ahhahaha. Karena ia tahu, ia mencintai -atau menyukai lebih tepatnya- Yesung hyung hanya sebatas fans dan idola saja. Ya, kau tahu. Yesung hyung idolanya, dan Sookyu adalah fansnya.

Kyuhyun POV end

Sookyu POV

Lama sekali si cecurut -Jaehyun- itu bermain dengan Leeteuk oppa! Huuuuftt … aku sangat bosaaan. Aku ingin jalan-jalan! Tapi si setan itu tidak ingin menemaniku!

“Kyu, ayolah. Kita jalan-jalaaan!” ajakku “Ahh, aku bosan Sookyu-ah. Dengan Yesung hyung saja.” ujarnya “Aaahh … ayolah kyu. Kau kan namjachinguku!!” rajukku “Aish, shireo!” tolaknya. Huh! Menyebalkan!! “Yasudah. Aku jalan-jalan dengan Jaehyun saja!! Weeeek!!” ujarku sambil menjulurkan lidahku. Aku berjalan menuju ke kamar Leeteuk oppa. Dan membuka pintunya dengan kesal “Jaehyun-ah! Kajja! Aku mau jalan-jalan. Kau mau ikut tidak? Kau kan belum pernah keliling kota Seoul, kan?” tawarku “Jinjja? Hyung, aku pergi dulu. Annyeong.” pamitnya. Segera saja kugandeng tangannya menuju keluar. Dan ketika aku melewati kyuhyun yang baru keluar dari kamarnya, aku tatap sinis dia dan melanjutkan langkahku. Omo~ omo~ lihat? Bahkan ia tak mencegah atau menanyakanku akan kemana? Aish!! Menyebalkan! Aku menyesal sudah merindukannya! Lain kali aku tidak pernah dan tidak akan mau merindukannya! Menyebalkan.

“Soo-ah, kau tidak ajak kyuhyun hyung?” tanya Jaehyun saat kami sedang berada di dalam bis menuju ke daeran Myondong “Ani. Sekali-kali aku ingin kita jalan berdua.” jawabku asal “Jinjja? Senangnyaa ..” ujarnya “Wae?” tanyaku “Akhirnya aku bisa bersamamu.” jawabnya yang membuatku terkejut. Apa dia menyukaiku?Ani ani ani!! Percaya diri sekali kau Sookyu!!! Lalu untuk apa dia mengikutiku ke Seoul? Pasti dia hanya ingin bertemu dengan Leeteuk oppa setelah itu pergi. Ya, pasti begitu.

“Soo-ah, apa kau membawa uang?” tanya Jaehyun tiba-tiba “Bawa. Memangnya kenapa?” tanyaku heran “Hmm, aku tidak membawa dompet. Tidak apa-apa kan kalau nanti ada apa-apa kau yang mengatasinya?” tanyanya. Hmm, sepertinya ini salah satu ajaran dari Leeteuk oppa. Namanya ‘CARA MENJADI ORANG PELIT’ atau kalau mau lebih enak didengar ‘TRIK MENGHEMAT UANG’. Huh, licik sekali dia. Jadi maksudnya ‘kalau nanti ada apa-apa’ lalu aku yang mengatasinya, dia minta ditraktir?? Hah! Basi sekali caranya. Tahu begitu lebih baik aku mengajak Yesung oppa saja.

“Belajar apa saja kau dengan Leeteuk oppa?” tanyaku sinis “Mwo?” tanyanya heran “Kau belajar TRIK PELIT apa saja dengan Leeteuk oppa?” tanyaku lagi dengan menekankan kata ‘TRIK PELIT’ “Mwoya?? Hahahahaha~” eh? Dia malah tertawa? Apa dia sifat gajenya leeteuk oppa juga? Omo~ omo~ baru beberapa jam bergaul dengan leeteuk oppa dia sudah seperti ini. Selanjutnya apa lagi? Apa dia akan mempunyai lesung pipit seperti leeteuk oppa juga? Atau …. dia suka tidur dimana-mana juga?? Andwae~ wajahnya yang kelewat babyface itu masa duplikatnya Leeteuk oppa? Apa tidak ada yang sedikit lebih bagus??

“Yak! Kenapa kau yang bengong?” tegur Jaehyun “Mwo? Anio. Aku hanya aneh denganmu. Padahal baru beberapa jam dekat dengan Leeteuk oppa, kau jadi aneh begini.” ujarku “Hahaha. Justru kau yang aneh, Soo-ah. Aku tidak apa-apa. Aku memang benar-benar lupa membawa dompet.” ujarnya “Yak!! Kau bilang aku aneh?? Kau ingin kucekik, hah?!” ancamku. Semua orang tahu bagaimana nikmatnya dicekik oleh tangan seorang Jung Sookyu. Kalau kalian penasaran bagaimana rasanya, kalian bisa datang padaku atau tanyakan kepada semua member Suju. Mereka sudah berpengalaman dicekik olehku. Hahaha. “Nah, lihat itu! Mana ada seorang yeoja mencekik, hah? Itu namanya monster!” ejeknya lagi. Huh, dia benar-benar menantang, ya?

“Yeeeaaah! Sampai juga.” seru Jaehyun. Huh, setelah ini pasti ia memintaku untuk mentraktirnya, kan? Huh, enak saja! “Kajja. Kau mau kemana? Tapi hanya sekedar mencuci mata, ya? Aku hanya membawa sedikit uang.” ujarku sedikit jujur. Sebenarnya aku membawa cukup banyak. Hehehe. Sebenarnya disini siapa yang seperti Leeteuk oppa, sih? “Ne. Arraseo. Kajja.” Jaehyun menarik tanganku mengajak melihat-lihat deretan pertokoan di Myeondong. Huft, terakhir aku kemari saat aku mencarikan kado untuk ulang tahun kyuhyun. Bersama Yesung oppa. Dan disaat itu juga Kyuhyun melihat kami dan dia marah padaku. Kalau kejadian itu terulang lagi, aku tidak akan takut jika kyuhyun marah. Sekarang inikan aku yang sedang marah padanya?? Lagi pula jarang sekali aku mengadakan acara ambek-ambekan seperti ini. Hohoho~

“Soo-ah, ayo kita kesana!” ajak Jaehyun sembari menunjuk kearah kedai eskrim yang biasa menjadi langgananku “Ah, kajja. Kebetulan aku sedang ingin makan es krim.” kami pun menuju ke kedai es krim itu bersama-sama.

Sookyu POV end.

Kyuhyun POV

Aish … untuk apa juga aku mengikuti mereka diam-diam? Seperti kurang kerjaan saja! Padahal aku belum menamatkan starcraftku! Aish!! Pasti sekarang aku sudah bersama pspku kalau Yesung hyung tidak mengancamku untuk mencium Sookyu jika aku tidak menyusulnya! Sialan!

Omo~ omo~!! Apa-apaan mereka? Bergandengan tangan ditengah keramaian?? Beraninya kau Jaehyun mengambil kesempatan dalam kesempitan, hah?! Tapi … untuk apa aku cemburu pada sepupunya sendiri? Haha. Benar, mereka itukan saudara sepupu. Mustahil mereka berselingkuh dibelakangku. Lagi pula Sookyu tidak akan mudah berpaling denganku. Hahahaha!

Kulihat mereka berjalan berduaan -masih bergandengan tangan- menuju kedai es krim. Seingatku itu adalah kedai es krim langganan Sookyu. Karena kalau aku dan dia kencan, pasti dia selalu mengajakku kesana. Entah apa yang membuatnya betah, tapi sepertinya dia sering kesana karena banyak poster si Kim Soo Hyun -aktor favoritnya- terpampang di sekitar kedai es krim itu. Cih … hanya seorang Kim Soo Hyun. Apa hebatnya jika dibandingkan denganku? Oke, aku tahu kemampuan aktingnya tidak usah diragukan lagi, tapi … ani, akhir-akhir ini dia suka sekali dunia tarik suara, menari? Hah, itu gara-gara drama terbarunya itu Dream High. Tapi, apakah dia sehebat itu jika dibandingkan denganku? Kurasa jawabannya tidak! Hohoho~

Kulihat mereka memesan es krim yang berbeda. Sookyu -seperti biasa- memesan es krim rasa cokelat dan sepertinya si Jaehyun itu memesan rasa mocca. Bagus, apakah setelah ini mereka akan bertukar es krim dan saling mencicipi?

Yak!! Perkiraanku tepat!! Mereka melakukannya!! Aish!! Apa-apaan mereka?? Jika seperti itu mereka bukan nampak seperti saudara sepupu. Seperti … andwae! Mereka itu tetap saudara sepupu. Apa sih, lebihnya Jaehyun dimata Sookyu? Oke, meskipun Sookyu belum mengungkapkan itu, tapi pasti ada kekaguman tersendiri terhadap Jaehyun dibalik itu. Sssshh … sesuatu sekali. Oke, dia mempunyai wajah Babyface, tingginya sama denganku. Ditambah dia chubby. Shit! Aku jadi teringat Sookyu sangat menyukai nampa berpipi chubby! Dia bahkan rela berlama-lama mencubit-cubit pipi Henry didepan mataku sendiri. Lalu apa lagi? Ck, ayolah ….. kalian tahu sendiri betapa mempesonanya Cho Kyuhyun bukan??

Hmm, hari sudah hampir sore. Seharusnya mereka pulang. “Jae, ayo kita ke taman itu.” Sookyu menunjuk kesebuah taman yang cukup sepi. Oh no! Oh no! Apa mereka akan …… ani ani ani ani ani!! Pasti dia hanya ingin merelaksasikan dirinya setelah berdebat denganku. Hahaha. Biasanya dia akan berlatih taekwondo kalau dia sedang kesal. Sekarang, apakah Jaehyun yang akan menjadi targetnya? Mampus kau Lee Jaehyun!!

Mereka duduk di sebuah bangku yang didepannya ada danau kecil. Setelah itu, Sookyu berdiri dan meregangkan otot-ototnya.

“Hyaaaakk!!! Yaaak! Yakk!!! Kau menyebalkan!! Menyebalkan!!! Aku membencimu!!! Aku membencimu!!!! Orang gilaaa!! Orang gilaaaaa!!! Setan gilaaaa!!!! Setan menjijikaaann!!!! Hyaaakkkkk!!! CHO KYUHYUN SETAN GILA MENJIJIKAAAAN!!!” sudah kuduga. Pasti dia menjadikan pohon sebagai pelampiasannya. Tapi apa tadi dia bilang?! Cho-Kyuhyun-Setan-Gila-Menjijikan???? DIA BERANI PADAKU, HAH?!

Baru aku ingin menghampirinya dan memakinya dengan seribu makian yang sudah kurangkai di otakku. Tiba-tiba Jaehyun memeluk Sookyu dari belakang. Seketika itu juga langkahku terhenti dan aku merasakan sesak di dadaku. Ada apa ini?

“Hentikan. Lihat tangan dan kakimu? Bisa bengkak. Jika kau kesal, lampiaskan saja padaku!” ujar Jaehyun “Sudahlah!” ujar Sookyu kesal. Ia melepaskan pelukan Jaehyun dan berjalan mendekari tepi danau. Ia duduk di tepi danau sambil menatap kosong kearah danau tersebut “Aku lelah ..” ucapnya. Aku mendekatkan jarakku kepadanya agar bisa mendengarkan apa yang ia bicarakan “Aku lelah melihatnya lelah. Aku lelah melihatnya bahagia bertemu denganku padahal aku tahu bahwa ia lelah karena jadwalnya yang padat. Aku lelah mendengarnya ia merindukanku setengah mati karena ia tidak bisa menemuiku karena jadwalnya. Aku lelah melihatnya ….. melihatnya lelah. Aku tidak sanggup menjadi beban hidupnya. Ia harus memikirkan pekerjaannya sementara ia juga harus memikirkan aku yeojanya yang harus ia jaga. Aku tidak bisa menjadi penghalangnya terus menerus. Bagaimana kalau hubungan kami terungkap ke publik? Lalu fansnya menjadi berkurang? Hanya karena salahku? Aku tidak bisa begini. Cukup satu tahun aku menyusahkannya.” apa yang ia bicarakan? Dan siapa yang ia bicarakan? Apa dia membicarakan … aku? Tidak Sookyu-ah! Kenapa kau jadi begini? Bukankah kau adalah gadis kuat yang kumiliki?

“Aku juga lelah melihatmu pura-pura tegar menghadapiku. Sok kuat didepanku, dan juga selalu dekat-dekat dengan hyungku.” ujarku sambil menghampirinya. Ia menoleh dan menatapku terkejut, apalagi si Jaehyun itu “Aku lelah mempunyai yeoja yang galak dan sangar sepertimu.” lanjutku. Ia berdiri lalu menghampiriku. Dia menatap tepat kemanik mataku “Kalau begitu akhiri saja hubungan ini, Kyu.” ucapnya lirih. Aku membulatkan mataku. Tidak, bukan ini yang kumau Soo-ya!! “Ani. Tapi sayangnya aku tidak akan lelah bersamamu terus menerus. Arraseo?” ia menundukan kepalanya dalam-dalam. Kulihat tanah mulai basah karena ada titik titik yang menetes. Dengan cepat kupeluk dia dan mengusap-usap kepalanya “Jangan berbicara seperti itu lagi, arraseo?” tanyaku. Ia mengangguk dalam pelukanku. Ia membalas pelukanku erat.

Jujur awalnya aku tegang dan takut sekali jika akan berpisah dengannya. Aish, sama saja dia membunuhku secara pelan-pelan atau secara tidak langsung!

“Mianhaeyo, kyu. Aku jadi sedikit tempramen begini. Kau tahu sendiri aku sedang kartu merah.” ujarnya sambil menahan tawa. Aku menatapnya kaget. Aigoo!! Dia ingin mempermalukanku atau mempermalukan dirinya sendiri, hah?! “Ayo kita pulang. Aku mau tidur. Aku sudah mengantuk.” ajak Sookyu. Aku mengangguk lalu menggandengnya menuju mobilku. Diikuti oleh Jaehyun yang dari tadi menonton drama secara gratis dan live. Huhahahhaha.

“Ngomong-ngomong? Kenapa kau ada disini? Kau terbang atau …. kau mengikuti kami?” tanya Sookyu saat kami sedang berada dalam perjalanan menuju apartemennya “Tentu saja aku mengikutimu sayaaanggg. Aku kan tipe namja perhatiaaan. Hhaahhahahah.” ujarku dengan nada yang dibuat-buat “Cih .. perhatian?? Ueeekksss!” ejeknya. “Oiya. Dari tadi aku memperhatikan kalian seperti bukan saudara sepupu. Kalian benar benar sepupuan, kan?” tanyaku. Sookyu diam sejenak. Setelah itu disusul tawa garing oleh Jaehyun. “Hahaha. Tentu saja kami saudara sepupu, hyung. Kau tidak percaya? Darahku sama-sama AB seperti Sookyu. Tapi apa hubungannya, ya? Hahaha. Benar, kan, Sookyu-ah?” tanya Jaehyun “Ahahaha~ ne, itu benar. Kau itu tidak nyambung sekali.” susul Sookyu sambil tertawa garing juga. Ish, pantas saja. Saudara sepupu AB rupanya -_____-.

Akhirnya aku sampai di depan kamar apartemen Sookyu. Jaehyun masuk terlebih dahulu. “Annyeong. Tidur yang nyenyak. Jangan lupa berdoa agar kau memimpikanku.” pesanku disusul seriangaian Sookyu “Cih .. mana bisa aku tidur nyenyak jika aku memimpikanmu? Ya sudah. Annyeong.” ujarnya datar. “Ya! Kau lupa sesuatu, hah?” sahutku “Lupa apa? Hidungku tidak copot dan tertinggal di tengah jalan, kok.” jawabnya santai. Aku menarik tangannya agar mendekat kearahku “Ya! Kau mau apa? Sudahlah kyu … aku ingin segera tidur.” ujarnya. Aku meraih sesuatu di saku celanaku. Kukeluakan ponselnya lalu mencium ponsel itu dan menempelkan ponsel itu di bibirnya. “Hahaha. Ciuman secara tidak langsung, ya? Yaa … ini lebih baik. Oh, ini ponselku. Gomawo.” ucapnya senang. Aku mencibir “Cih, senang sekali kau tidak dicium secara langsung olehku, hah?” sindirku. Ia tersenyum manis lalu mengelus pipiku “Jangan cemberut begitu adik keciiiiiil … kau terlihat tambah jelek. Jaljayo … chu~” ujarnya sambil mengecup pipiku sekilas lalu langsung masuk kedalam apartemennya. Aku tersenyum jengkel “Kenapa tidak dibibir saja, sayaaaangg?!” sahutku dari luar. Aku pun kembali melangkahkan kakiku menuju basement.

TBC

Huahahaa~ eottokkae? Semoga nggak dapet timpukan gas lpg deh. Gomawo ya yg udah baca. 😀 Apa?! Kurang panjang?!?! Hehehehe~ cuma 12 halaman NeoOffice XD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s