Oh My Girl [Part 9]

Title: Oh My Girl [Part 9]

Author:한민기 (Han MinGi)

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Kim Yesung, Kim Yeobin, Park Harin.

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Whoooaaaa~ nggak kerasa udh part 9 🙂 kemungkinan 2-4 part lagi end deh! *ga ada yg nanya thor -___-*

 

~~~o~~~

 

Part 9

 

Siwon POV

“Mau apa kau kembali lagi, hah?! Aku tak membutuhkanmu lagi!” bentakku. Tapi dia malah tersenyum lembut. Sial! Tuhan, bagaimana perasaanku sekarang ini kepadanya? Pikiranku tidak bisa menerima bahwa aku mencintainya. Seharusnya aku tidak mencintai yeoja licik ini.

 

“Dengarkan aku siwon-ah, saranghae ..” aku terpaku mendengarnya. Aku merasa dipermainkan. Mudah sekali ia meninggalkanku. Mudah juga ia mengatakan ‘saranghae’ kepadaku.

 

“Cih .. jangan pernah muncul di hadapanku lagi!” ujarku dingin. Aku segera masuk ke dalam mobil. Setelah itu aku melaju menghiraukannya begitu saja.

Siwon POV end

 

Author POV

Yeobin sedang sarapan bersama eommanya. “Eomma, kapan appa pulang?” tanya yeobin tiba-tiba. Nyonya park menatap putrinya lalu tersenyum “Pasti dia akan pulang.” jawab nyonya park.

 

Yeobin sudah sangat meirndukan appanya. Sudah satu tahun appanya tidak pulang karena tuntutan pekerjaan.

 

Yeobin bangkit dan berdiri di samping eommanya “Bolehkah aku menelepon appa?” pinta yeobin. Jika ia ingin menghubungi appanya yang sedang bekerja, ia selalu meminta izin kepada eommanya. “Ani. Dia sedang sibuk.” larang eommanya.

 

“Jebaaaal eommaaaa~” rajuk yeobin dengan tampang memelas “Arasseo. Tapi hanya 3 menit.” ujar eomma “Ah, gomawo.” ujar yeobin. Ia segera menuju ke telepon rumah dan menekan deretan angka yang sudah ia hapal.

 

“Yeoboseyo ..”

“Yeoboseyo appa! Bogoshipo~”

“Ah, yeobinnie, nado bogoshipo. Di Seoul sudah pagi, ya?”

“Ne, appa. Mianhae mengganggumu. Kapan appa pulang?”

“Beberapa minggu lagi appa akan pulang.”

“Mwoya?! Jinjja?!?!” tanya yeobin tak percaya.

“Ne. Dan begitu appa pulang, appa pasti akan terlihat tambah gagah.”

“Aish .. appa selalu percaya diri!”

“Hohoho~”

“Lalu … bagaimana dengan …”

“Dengan?”

 

Eomma yeobin memberi tanda bahwa yeobin harus menutup teleponnya. “Ah! Tunggu sebentar eomma!” sahut yeobin kesal.

 

“Appa, appa. Kau masih disana?”

“Hmm, ne. Kau ingin tanya apa?”

“Perjodohan.” ujar yeobin cepat.

“Ah, soal itu …”

 

“KIM YEOBIN! Tutup teleponmu!” perintah nyonya park.

 

“Eommamu, ya? Ya sudah. Kita lanjutkan saja besok-besok. Arraseo?”

“Ya! YA! Appa!”

 

Tuut .. tuuut … tuuut ..

 

“Ish!! Eomma! Neo jinjja …arrrghhh!” geram yeobin. Sementara nyonya park hanya senyum senyum gaje.

 

“Sudah sana berangkat. Siwon sudah menunggumu di depan.” ujar nyonya park “Aku berangkat duluan.” ujar yeobin kesal.

Author POV

 

Yeobin POV

Aku masuk ke dalam mobil dengan kesal. Dan aku menutup pintunya sendiri dengan kencang. Sehingga robot kuda itu kaget dan mengelus-elus dadanya.

 

Robot kuda itu masuk dan menyalakan mesin mobil “Apa nona sudah baikan?” tanyanya “Ne.” jawabku dingin “Nona tidak terluka?” tanyanya lagi. Aish, bawel sekali dia! “Ne~” jawabku malas “Kenapa nona tidak takut seperti kemarin?” dasar robot kuda cerewet!! “Ne, ne, ne. Hari ini aku sedang kesal. Bukannya takut! Kau itu bawel sekali, sih?!” omelku.

 

Dia hanya cekikikan. Kemudian ia terdiam dan ekspresinya seperti ….. errrr, kenapa dia? “Mianhae nona.” ujarnya lirih “Mwo?” tanyaku “Mianhae. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik.” aish, nadanya itu membuatku risih saja. Aku tak menjawabnya.

 

“Mianhae.” ujarku. Ia mengkerutkan dahinya “Mianhae. Aku juga tidak bisa menjaga perasaanmu.” lanjutku. Ia hanya diam dan tak menjawab.

 

“Lalu, bagaimana nanti? Bagaimana kalau Yesung mengganggumu lagi?” tanyanya “Dia tidak menggangguku. Dia itu sangat menyayangiku. Dia tidak mungkin melukaiku.” kulihat wajahnya berubah jadi sendu. Oh, apa aku salah bicara?

 

“Aku sudah tidak takut lagi dengannya.” lanjutku “Aku ingin menjadi teman baiknya.”

 

~~~o~~~

 

Aku berjalan menuju kelasnya Yesung diikuti Siwon yang berjalan di belakangku. Aku memasuki kelas Yesung dan tidak melihat sosok dirinya. Kulihat ada beberapa siswa yang memperhatikanku dan berbisik satu sama lain.

 

“Dia Kim Yeobin, kan?”

“Oh, jadi yeoja itu yang dicium oleh Kim Yesung?”

“Yesung itu sudah gila kurasa.”

“Aku tak menyangka bahwa Yesung menyukai yeoja itu.”

 

“Apa kau melihat Yesung?” tanyaku ke salah satu siswi yang sekelas dengan yesung “Hmm, sepertinya dia tidak hadir hari ini.” jawabnya “Gamsahamnida.” ucapku.

 

“Lalu bagaimana nona? Untuk apa kau menemui Yesung?” tanya siwon. Tiba-tiba otakku terlintas sebuah ide “Pulang sekolah nanti, kita ke rumah yesung.” ujarku.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

Setelah pulang sekolah, nona kim mengajakku untuk pergi ke toko bunga dulu. Kulihat wajahnya berseri-seri ketika melihat beberapa tangkai bunga lili. Hampir tidak terlihat ekspresinya.

 

“Ada yang bisa saya bantu, agasshi?” tanya ahjumma sang pemilik toko bunga ini “Aku ingin bunga lili yang ini.” ujar nona kim “Baiklah. Hanya 20 ribu won.” nona kim menyerahkan 20ribu won kepada ahjumma itu “Gamsahamnida.” “Cheonmaneyo.” balas nona kim.

 

“Untukku?” tanyaku. Nona kim menatapku datar “Untuk yesung.” jawabnya. Aku memanyunkan bibirku “Yesung menyukai bunga lili? Ck, seperti perempuan saja.” ejekku. Ia menatapku garang kemudian menyeringai  “Ia menyukai apa yang aku suka. Dia tipe yang setia, kan? Ahhh~ seandainya saja aku punya namjachingu sepertinya. Pasti akan sangat serasi dan romantis sekali. Omo omo~ ciumannya itu sangat hangat dan seper- hyyaaakk!! Hmmmpphhh!” aku segera membekap mulutnya yang terus menyerocos itu. Bagus nona, kau berhasil membuatku jealous!

 

~~~o~~~

 

Kami sampai di rumahnya Yesung. Suasana sangat sepi. Jendela tertutup rapat dan gordennya juga. Lalu tidak ada lampu yang menyala. Apa mungkin Yesung sedang tidak ada di rumahnya?

 

“Nona, mungkin mereka sedang pergi keluar.” ujarku “Ani. Biasanya memang seperti ini.” jelasnya. Aku menatapnya lama. Ternyata nona kim orang yang perhatian. Benar kata nyonya park, sifatnya beraneka ragam.

 

“Wae?” tanyanya “Ani.” jawabku gugup.

 

Ting tong!

 

Nona kim memencet belnya. Kemudian ia berdiri didepan intercom. “Yeobin-ah?” tanya suara seorang ahjumma dari dalam “Ne, ahjumma. Ini aku.” jawab nona kim “Silahkan masuk.” ujarnya.

 

“Annyeong haseyo.” sapaku dan nona kim sambil membungkuk “Ah, annyeong yeobin-ah. Oh, kau yang waktu itu, kan?” tanya nyonya kim “Ne. Choi Siwon imnida.” ujarku memperkenalkan diri. “Siwon-ssi. Maafkan yesung atas kejadian kemarin, ya.” ujarnya “Gwenchanayo, nyonya kim.” ujarku.

 

Aku dan nona kim menuju lantai 2 dan menuju kamar yesung. Kata nyonya kim, yesung terus mengurung diri di kamar.

 

“Siwon-ssi.” panggil nona kim “Kau harus minta maaf dengan yesung nanti.” ujarnya sambil menatapku serius “Arraseo.” jawabku malas.

 

“Yesung-ah …” sahut nona kim lembut. Mwo?? Dia tak pernah selembut ini kepadaku? Curang -____- “Keluar!!” teriak yesung dari dalam “Ini aku …. yeobin.” ujar nona kim.

 

Pintu terbuka. Terpampang seorang yesung dengan wajah suram dan penampilannya berantakan. Sedetik kemudian wajahnya berubah jadi ceria. Lalu langsung memeluk nona kim.

 

“Yeobin-ah, jangan pergi lagi …” ujarnya lirih “Ani. Aku tidak akan pergi lagi.” ujarnya. Aku hanya bisa berusaha meredam rasa cemburuku. Ayolah, mereka hanya bersahabat choi siwon!

 

Yesung menatapku sinis, aku hanya menatapnya datar “Ehm … yesung-ah. Ini untukmu.” ujar nona kim seraya menyerahkan bunga lili yang dibelinya tadi. “Gomawo yeobin-ah. Bunganya indah seperti dirimu.” puji Yesung “Gomawo, boleh aku dan siwon masuk?” tanya nona kim. Yesung menatapku tajam, kemudian ia tersenyum “Tentu saja.” ujarnya.

 

“Ng … yesung-ah, siwon ingin mengatakan sesuatu padamu.” ujar nona kim sembari melirikku. Aku mengkerutkan dahiku, nona kim melotot kepadaku. Oh, ayolah, siapa yang salah siapa yang minta maaf??

 

“Nde, Yesung-ssi. Mianhamnida, atas kejadian kemarin.” ucapku dengan nada datar. Nona kim menatapku datar dan aku memberikannya nyengir kuda khas Choi Siwon. Hahaha, sepertinya memang benar aku mirip kuda -___-”

Siwon POV end

 

Yeobin POV

 

#NowPlaying SNSD – How Great Is Your Love#

 

Sehabis bermain di rumah yesung, aku dan siwon memutuskan untuk jalan-jalan sebentar. Yaaaahhh … sekedar ingin menghilangkan penat di kepalaku. Terlalu banyak masalah disini. Ckckck!!

 

“Nona …” panggilnya.

“Hmm?” tanyaku.

“Apa …. ini semacam kencan? Kekekeke~”

“Hmm, molla.”

“Kalau begitu nona ingin kemana?” tawarnya.

“Eung … aku ingin ……… bagaimana kalau kita ke sungai han?” usulku.

“Hmm, boleh juga. Tapi hari sudah mulai gelap nona.”

 

“Gwenchana. Asalkan aku pergi bersamamu.” ups! Bicara apa kau Kim Yeobin?! Aigoo .. aigoo .. “Mwo?” tanyanya “Maksudku, kan kau bodyguardku. Kau bisa menjagaku dengan baik, kan?” ralatku “Oh, ne.” ujarnya. Hufff …. kenapa mulutku erorr begini sih??

 

Kami sampai di sungai han. Aku duduk di bangku dekat tepi sungai han. Sudah sore, lampu taman sudah di nyalakan. Ah, senang rasanya. Ngomong-ngomong, kemana bodyguard kuda itu? Kenapa dia tidak ada?

 

Greep!!

 

“Annyeong adik kecil …”

 

Tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang. Aku berbalik dan menemukan robot kuda itu sedang nyengir kuda kepadaku. Cih, benar-benar persis seperti kuda. “Yak! Apa-apaan kau?! Lepaskah aku! Dasar kuda jelek!!” ejekku “Yak! Kau bilang aku apa tadi?” tanyanya “Kuda jelek! Memangnya kenapa hah? Kau memang persis seperti kuda! Ditambah kau itu jelek!” ujarku sembari mencoba melepaskan tangannya dari tubuhku. Aish … ototnya besar sekali sih!

 

“Yak! Tarik kata-katamu nona manis. Aku itu kuda yang tampan.” ujarnya. Apa katanya? Kuda yang tampan? Memangnya ada kuda yang tampan, ya? Dimana-mana kuda ya kuda! “Shireo! Lepaskan aku robot kuda jelek!!” omelku “Ayo cepat tarik kata-katamu! Atau kau akan ku ….”

 

“Atau apa? Aku tidak takut! Cepat lepaskan aku choi siwon jelek!!” bentakku “Kau ingin sekali di hukum ya? Baiklah, dijamin kau pasti tak akan menyesal seumur hidupmu!”

 

Cup~

 

“Yak!! Seenaknya saja kau mencium pipiku!! Hukuman macam apa itu?! Sudah jelek, mesum pula! Jebal lepaskan aku! Malu dilihat orang-orang choi siwooooonnn!” rajukku “Huahahaha~ hukuman untuk gadisku tercintaa~ hahahaha! Biar saja Yeobin sayang, kita memang serasi, kannn?” cih, apa-apaan itu!! Dengan sekuat tenaga aku melepaskan tangan kekarnya. Yess! Berhasil! Hahaha!

 

Siwon duduk di sebelahku sambil memelukku. Sial! Kuat sekali tenaganya. Kali ini aku mengalah. Capek ngomel-ngomel terus sama kuda jelek -__-”

 

“Jagiya ..”

“Kau panggil aku apa? Yak! Tidak sopan!!” pletakk! Aku menjitak kepalanya “Aigoo .. kau galak sekali. Apa kau kedinginan?” tanyanya “Hmm, sedikit.” jawabku ketus. Ia malah mempererat pelukannya “Yak! Yang ada aku jadi sesak! Dasar babo!” omelku “Kau ingin capuchino?” tawarku “Hmm, boleh.” jawabnya. Aku berdiri dan pelukannya pun terlepas.

 

“Kau mau kemana?” tanyanya “Aku ingin membeli capuchino.” jawabku “Aku ikut.” ujarnya. Aku menahannya dan menyuruhnya duduk kembali “Aku saja. Jarang-jarang, kan, aku baik seperti ini. Hahaha.” ujarku “Tapi ..” aku memotongnya cepat “Gwenchana. Jaga dirimu baik-baik kuda jelek!” pesanku. Ia mengerucutkan bibirnya. Aigoo … jelek sekali. Hahaha!

Yeobin POV end

 

Siwon POV

Aku menunggu nona kim sudah 15 menit. Kemana dia? Kenapa lama sekali? Oh, baboya! Minimarket jauh sekali dari sini! Seharusnya aku mengikutinya tadi. Apa aku susul dia saja?

 

Aku bangkit dan hendak menyusul nona kim. Tapi sebuah suara menghentikan langkahku.

 

“Siwonie …”

 

Aku berdiri dan mendapatkan Harin sedang berdiri 3m dariku. “Harin …” gumamku “Mau apa kau kemari?” tanyaku sinis. Tuhan, mantapkan perasaanku. Apakah aku masih mencintainya atau tidak? Molla. Aku tidak boleh seperti ini. Aku mencintai 2 yeoja. Andwae!

 

Ia memelukku tapi aku tak membalasnya “Sudah kubilang … aku masih mencintaimu siwon-ah. Kembalilah kepadaku. Aku berjanji padamu tidak akan pernah meninggalkanmu lagi.” ujarnya “Mian. Aku tidak bisa.” aku melepaskan pelukannya. Kulihat pipinya sudah basah karena air matanya. Kumohon jangan menangis Harin-ah, itu membuatku lemah.

 

“Siapa?” tanyanya “Apa?” tanyaku balik “Siapa yang …. siapa gadis yang sudah merebut hatimu?” tanyanya sambil terisak “Dia gadis yang baik …” ujarku “Apakah sudah tidak ada tempat lagi untukku di hatimu siwonie?” ia semakin terisak. Tanganku tertarik untuk mendekapnya kepelukanku

 

“Jeongmal saranghae siwonie ..” ucapnya.

Aku menghela nafas berat “Nado saranghae harin-ah.” balasku.

 

“Siwon ..”

Siwon POV end

 

Yeobin POV

Ugh! Menyebalkan sekali! Aku lupa kalau minimarket dari sungai han itu lumayan jauh. Ah, biarlah! Sekali-kali berolahraga malam tak ada salahnya, kan?

 

Langkahku terhenti melihat pemandangan seorang yeoja berdiri di depan siwon sambil menangis. Siapa dia? Tunggu, kenapa sepertinya aku mengenalnya? Tapi …. siapa dia?

 

Tiba-tiba siwon memeluk yeoja itu. Sesak, kenapa rasanya sesak sekali? Aku menggigit bibir bawahku dan mataku mulai memanas. Tenang yeobin-ah, siwon hanya memeluknya. Kenapa rasanya sangat menyesakkan?

 

Aku melangkah untuk menghampiri mereka. Lagi-lagi langkahku terhenti karena sebuah kalimat menyakitkan.

 

“Jeongmal saranghae siwonie ..”

“Nado saranghae Harin-ah.”

 

Air mataku menetes satu persatu bagaikan butiran salju malam ini yang sudah mulai turun. Kenapa banyak sekali orang yang menyakitiku? Cukup sudah. Aku tidak mau percaya pada siapapun lagi!!

 

“Siwon ..”

 

Mereka menoleh. Aku terkejut melihat sosok yeoja itu. Yeoja itu juga sama terkejutnya denganku. Jadi ini alasannya kenapa dia menyuruhku untuk tidak mencintai namja lain selain hangeng? Yeoja licik! Yeoja murahan! Yeoja munafik!

 

“Dasar jalang!” umpatku “Yeobin-ssi, ini tidak seperti yang kau-”

 

“Diam! Kalian semua sama saja! Kalian mencoba menghancurkanku pelan-pelan!!” mereka menghampiriku dan siwon mencoba menyentuhku, tapi segera kutepis tangannya.

 

“Jangan sentuh aku!! Kalian bajingan!” bentakku “Yeobin-ssi, aku tidak tahu kalau kau-” “Tidak tahu apa, hah?! Apa kau sudah puas sekarang hah?! Kau sudah merebut Hankyung dariku!! Wanita murahan! Bajingan!! Aku menyesal pernah bertemu denganmu!! Dan sekarang kau ….. DASAR PELACUR!!” aku melempar capuchino panas yang ada di tanganku kepada wanita bajingan itu.

 

PLAKK!!

 

“Siwon-ah!”

 

Siwon menampar pipiku keras. Aku menatapnya nanar. Ia menatapku shock “Berhenti bicara seperti itu nona!” ia berteriak tepat di hadapanku “Kalian puas hah?! Kalian sudah merebut kebahagiaanku!! Aku sangat menyesal kenal denganmu! Choi Siwon!! Aku berharap kita tidak akan pernah bertemu lagi!! Bawa saja wanita jalangmu itu!!” aku berlari meninggalkan mereka.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

Tuhan, apa lagi ini? Kenapa … apa yang sebenarnya terjadi?

 

“Harin-ah, gwenchana?” tanyaku.

 

PLAKK!!

 

Ia menamparku “Kau bodoh!! Kau sangat amat bodoh Choi Siwon!!” hardiknya “Harin-ah …”

 

“Kau seharusnya bilang kalau yeoja itu adalah yeobin! Kim Yeobin!! Mantan kekasih namja yang aku cintai!! Hankyung!!” aku terperangah mendengarnya. Jadi …. Harin meninggalkanku karena Hankyung??

 

“Sekarang apa?! Kau malah menamparnya! Kau benar-benar babo Choi Siwon!!” ujarnya “Mianhae harin-ah ..” ucapku lirih “Jangan meminta maaf padaku!! Minta maaf padanya!! Cepat kejar dia!!” ujarnya “Ani Harin-ah … aku tidak akan mengerjarnya. Aku … aku akan pergi dari kehidupannya. Aku tidak ingin membebaninya lagi.” ujarku.

 

~~~o~~~

 

Setelah pulang dari sungai Han. Aku langsung menghadap ke nyonya park. Aku meminta untuk mengundurkan diri dari pekerjaan ini.

 

“Siwon-ssi, kenapa tadi Yeobin pulang duluan?” tanyanya “Jeosonghamnida nyonya park.” ucapku. Ia menatapku heran kemudian menghampiriku dan menepuk pundakku “Gwenchana. Ada perlu apa menemuiku?” tanyanya.

 

“Aku ingin mengundurkan diri, nyonya park.” ujarku “Mwoya?!” ia menatapku terkejut “W-waeyo siwon-ssi? Apa ada masalah antara kau dan Yeobin?” tanyanya “Anio, nyonya park.” jawabku.

 

Ia menghembuskan nafas berat “Baiklah kalau itu keinginanmu.” nyonya park masuk ke dalam rumah. beberapa menit kemudian ia keluar dengan membawa amplop cokelat yang isinya lumayan tebal “Ini gajimu Siwon-ssi.” ujarnya. Aku menerimanya dan melihat isinya. Mwo? Kan sisanya setengah? Kenapa ini lebih dari yang kemarin ya?

 

“Nyonya-”

“Gwenchana siwon-ssi. Sekarang, apa kau ingin bertemu Yeobin dulu?” tanyanya “Mungkin setelah aku berkemas. Permisi, nyonya.” pamitku.

 

Selesai mengemasi barangku, aku menuju kamar nona kim. Aku sampai di depan pintunya. Tanganku terangkat keatas untuk mengetuknya tetapi gerakan tanganku terhenti. Tidak, aku sudah bilang aku akan meninggalkannya. Akhirnya aku berbalik. Aku mengepalkan tanganku keras. Kau pasti bisa Choi Siwon.

 

“Selamat tinggal nona kim …” gumamku.

Siwon POV end

 

Author POV

Park Harin, atau yang lebih dikenal Clara Park di Amerika, ia dengan panik langsung menuju apartemen Kyuhyun

 

Brakk!!

 

Pintu apartemen dibuka dengan kasar oleh Harin. Bahkan ia tak sadar jika pintunya tak terkunci. Kyuhyun yang sedang asyik memainkan pspnya merasa terganggu akibat ulang Harin. “Yak! Noona! Apa yang kau lakukan hah?!”

 

PLAKK!!

 

Harin menampar pipi kyuhyun keras. Kemudian ia duduk di sofa dan air matanya mengalir. Kyuhyun menatapnya shock “Wa-waeyo noona?” tanya kyuhyun “Kau …. kau seharusnya bilang kalau yeoja yang kalian sukai itu adalah …. Yeobin!!” isak Harin.

 

“Apa noona mengenal Yeobin?” tanya kyuhyun “Dia … dia mantan kekasih Hankyung. Orang yang sempat kucintai …” kyuhyun terpaku ditempatnya. Tapi kemudian ia tertawa kecil.

 

“Kenapa kau malah tertawa, hah?!” tanya Harin “Hhh, aku tidak peduli masalahmu. Tapi yang penting, Siwon hyung dan Yeobin sudah saling menjauh bukan? Yang penting aku bisa mendapatkan Yeobin.” ujar Kyuhyun

 

“Terserahmu sendiri kyuhyun-ah!! Aku tidak mau membuat yeobin terluka lagi. Persetan dengan kerja sama kita untuk memisahkan yeobin dan siwon! Aku tidak ingin membuat kesalahan lagi!” ujar Harin. “Aku pulang!” ujarnya. Saat ia berbalik, ia terkejut mendapatkan sosok siwon yang sedang mematung.

 

“Apa yang kau maksud barusan Harin-ah?” tanya siwon digin dengan tatapan tajamnya.

 

~TBC~

 

Huaaaaa~ akhirnya ……. ih, makin gaje aja ceritanya. Readersdeul … mw dilanjut apa di stop aja ni cerita?? AUthor udh gak gak gak kuaaaatt #PLAKK hehehe, canda :p ayo di RCL ya …. klo nggak, jangan harap ff ni bakal ada endnya!! #dirajam reader

Thanks :))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s