Oh My Girl [Part 8]

Title: Oh My Girl [Part 8]

Author:한민기 (Han MinGi)

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Yesung, Kim Kibum, Kim Yeobin(OC), Park Harin(OC)

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Annyeoooooooong yeorobuuunn!!!!! Saingannya siwon makin banyak aja nihhh … cekidot yuuuaaaaa~

 

~~~o~~~

 

Part 8

 

Author POV

 

Ting Tong!

 

Bel apartemen Siwon dan Kyuhyun berbunyi, hanya ada kyuhyun disitu. Tapi ia tak menanggapinya, ia malah sibuk bermain dengan pspnya.

 

Ting tong! Ting tong!

 

“Yak! Aish … aku kalah! Sialan! Mengganggu saja.” gerutunya. Ia melangkah dengan malas menuju pintu. Begitu ia buka pintunya, terpampang sosok yeoja yang sedang tersenyum manis.

 

“Nugu?” tanya kyuhyun “Kau tidak mengenaliku lagi, kyu?” tanya yeoja itu. Kyuhyun mengerutkan keningnya, dia baru saja bangun tidur, dan setelah itu langsung bermain psp. “Apa aku mengenalmu?” tanya kyuhyun lagi “Ini aku, kyu. Park Harin. Ternyata kau sudah pikun, ya. Hahaha.” ujar yeoja yang bernama Park Harin itu.

 

Kyuhyun terpaku. Ia mengucek-ngucek matanya berkali-kali. Melihat yeoja itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kemudian matanya terbelalak “Noo .. noona??” wajahnya shock “Akhirnya kau mengenaliku.” ujarnya manis.

 

~~~o~~~

 

“Eommaaa~ aku tidak mau sekolaaahh~” rajuk yeobin manja di samping eommanya yang sedang sarapan “Ani. Kau terlalu sering membolos, nanti bisa-bisa kau tidak lulus. Arraseo?” tolak eommanya “Jebal eomma … aku tidak mau sekolah!!” rajuk yeobin lagi “Kau ini kenapa, sih? TIdak biasanya manja seperti ini??” tanya eommanya heran.

 

“A .. perasaanku sedang tidak enak. Nanti kalau aku kenapa-kenapa bagaimana??” jawab yeobin dengan alasan yang asal-asalan “Sok tahu. Memangnya feelingmu selalu tepat, hah?” ejek eommanya.

 

“Haaa~!! Masa bodoh! Pokoknya aku tidak mau sekolah!!” ujar yeobin kesal “Terserahmu saja. Aku tinggal menyuruh siwon untuk menyeretmu ke sekolah. Benarkan, siwon-ssi?” siwon mengangguk lalu menatap yeobin.

 

“Cih, diam saja kau ahjussi. TIdak usah ikut campur!!” ejek yeobin. Dengan cepat yeobin berlari menuju kamarnya, tapi siwon segera mengejarnya lalu menggendong yeobin di bahunya. “Yak!! Apa-apaan kau!! Choi Siwooonn!! Turunkan akuu!!! Eommaaaaa~” yeobin berteriak histeris sementara siwon dan eommanya hanya mentertawakannya.

 

Siwon segera memasukan yeobin ke mobil. Kali ini yeobin duudk di depan dengan siwon. “Yak!! Apa-apaan kau tadi hah?! Kan tidak perlu seperti itu! Dasar bodoh!!! Robot kuda sialaaan!!” omel Yeobin panjang lebar.

 

“Kalau begitu nona sebagai nyonya kudanya. Hahahaha.” yeobin mengendus kesal “Sepertinya kau takut sekali pergi kesekolah. Apakah akan ada yang mengganggumu?” tanya siwon. Yeobin tak menjawabnya “Atau kau belum mengerjakan pr?” tanya siwon lagi “Hari ini tidak ada pr, bodoh!” ujar yeobin kesal “Lalu?” tanya siwon “Bukan urusanmu!”

 

~~~o~~~

 

“Kyuhyun-ah, dimana hyungmu? Kenapa dia belum juga datang?” tanya Harin. Kyuhyun meletakkan dua gelas orange jus di atas meja “Kan sudah kubilang, hyung sedang bekerja. Lagi pula untuk apa noona kemari lagi?” tanya kyuhyun sinis.

 

Harin tersenyum kecut “Apa kau masih dendam padaku, huh?” tanya harin “Sedikit,” jawab kyuhyun dikit “Kalau begitu aku minta maaf. Mianhae telah melukai hyungmu.” ujar Harin.

 

“Kau sudah menghubunginya?” tanya Harin “Sudah.” jawabnya bohong. Padahal ia tak pernah menghubungi siwon dari tadi “Sebaiknya kau pulang saja. Dia sangat sibuk.” ujar kyuhyun seraya meneguk orange jusnya.

 

“Apa kau tidak suka aku kemari?” tanya Harin “Ne.” jawab kyuhyun dingin “Aku kan sudah minta maaf.” Harin menatap kyuhyun memelas “Itu tak ada gunanya bagiku dan hyungku.” jawab kyuhyun santai.

 

“Sebaiknya kau pulang saja, nona.” ujar kyuhyun “Aku masih ingin disini.” Harin tetap keukeuh tinggal di apartemen kyuhyun lebih lama “Memangnya kau ingin menyampaikan apa kepada hyung? Biar aku sampaikan.” ujar kyuhyun datar.

 

“Ani. Aku hanya ingin meminta siwon untuk menjadi milikku lagi.”

 

~~~o~~~

 

“Ayo nona, turunlah.” pinta siwon. Tapi yeobin tetap menggeleng ketakutan “Aish .. kau ini kenapa, sih? Atau kau mau kudendong seperti tadi sampai kelasmu?” yeobin melotot kepadanya “Makanya cepat turun. Sebentar lagi bel masuk.” siwon menglurkan tangannya pada yeobin. Dengan cepat yeobin meraihnya dan meremasnya dengan kuat.

 

Bisa dirasakan telapak tangan Yeobin sangat dingin. Siwon memerhatikan yeobin yang sedang menengok kanan-kiri was was. “Ada apa nona? Apa kemarin ada yang mengancammu?” tanya siwon. Yeobin menggeleng dan siwon makin bingung “Tenanglah. Aku akan menjagamu dengan baik.” ujar siwon.

 

Wajah yeobin makin pucat dan sekarang tangannya gemetaran “Apa nona sedang sakit?” tanya siwon khawatir. Ia merasa bersalah telah memaksanya ke sekolah “Ani.” jawab yeobin cepat.

 

“Yeobin-ah!” sahut kibum dari kejauhan lalu kibum berlari kecil menyusul yeobin dan siwon. “Gwenchana? Wajahmu pucat sekali.” ujar kibum “Dari tadi dia seperti itu tuan.” ujar siwon “Ini semua gara-gara kau!” ujar yeobin “Mwo? Aku??” tanya kibum seraya menunjuk dirinya sendiri.

 

Tapi dengan cepat kibum menyadarinya “Ah, mianhaeyo yeobin-ah. Aku lupa.” ujar kibum “Kau tenang saja. Tidak usah takut. Arraseo?” ujar kibum. Yeobin hanya memasang wajah pasrah.

 

~~~o~~~

 

Waktu istirahat telah tiba. Dengan cepat yeobin berlari kepada siwon “Kau kenapa nona? Jangan membuatku khawatir.” ujar siwon “Gwenchana. Temani aku dikelas. Cepat!” ujar yeobin sambil menarik-narik siwon masuk kedalam kelas “Tapi nona, kau kan belum sarapan tadi. Sebaiknya kita kekantin. Kau tidak membawa bekal, kan?” tanya siwon “Ani ani ani. Kita di kelas sa-”

 

“YEOBINNIE-AAAHHH!!!!!” suara menggelegar dari belakang membuat bulu kuduk yeobin berdiri. Dengan cepat ia berdiri di belakang siwon sambil meremas jas siwon “Siwon-ah! Tolong aku! Jebal!” pinta yeobin ketakutan.

 

“Yak!! Yesung-ah!! Dia bukan yeobin!! Yesung-ah!!!” dibelakang namja itu ada kibum yang sedang mengejar namja itu “Kau siapa hah?” tanya siwon “Yak! Mana yeobinku? Kemarikan! Dia hanya milikku!!” sahut namja itu.

 

“Yesung-ah! Dia bukan yeobin! Kau salah orang!” ujar kibum berbohong “Yesung? Siapa dia?” tanya siwon “Yak! Minggir! Beraninya kau merebutnya dariku!!” ujar namja yang bernama yesung itu. Dengan cepat Yesung menarik yeobin dan memeluknya erat-erat.

 

“Aaaaaaaaah!!!” jerit yeobin “Yeobin-ah, bogoshipo~” ujar yesung “Lepaskan aku!!” ujar yeobin ketakutan. Siwon segera merebut yeobin dari pelukan yesung “Yakk!! Kemarikan yeobinkuu~!!” ujar yesung. Siwon dan yesung saling tarik menarik yeobin.

 

Kibum berusaha melepaskan tangan yesung dari tangan yeobin, tapi yesung menginjak kaki kibum dengan keras “Aaaawww! YAk!!! Appooo~” rintih kibum. Pandangan siwon teralih kearah kibum dan saat itu juga yesung membawa kabur yeobin.

 

“Siwon-ssi!!!!!” teriak yeobin “Awww! Kakiku!!” siwon melihat sepatu putih kibum berwarna kemerahan “Tuan sebaiknya anda ke UKS.” ujar siwon “Baiklah. Kau kejar saja yeobin. Tapi jangan memaksa yesung. Nanti dia akan berbuat nekat.” pesan kibum “Arraseo.” ujar siwon.

Author POV end

 

Siwon POV

Aku mengejar namja yang bernama yesung itu yang membawa kabur nona kim. Siapa dia? Apakah ini alasan nona kim ketakutan seperti tadi? Tuhan, tolong jaga nona kim.

 

Aku menemukan mereka yang sedang bermesraan di bangku taman belakang. Ani, hanya namja gila itu tang senang. Sepertinya nona kim sangat tersiksa. ”

 

“Aku senang mendengar kabar bahwa kau dan hankyung putus.” ujar yesung. Oh, tidak! Kumohon jangan membuat nona mengangis! “Sejak kecil, kau selalu dekat dengannya. Sementara aku di abaikan. Aku cemburu, yeobin-ah. Aku mencintaimu.” nona kim mulai menangis ketakutan “Kau tidak usah takut seperti itu. Aku tidak akan berani melukaimu.” ujar yesung lembut.

 

Dadaku terasa seperti diiris-iris. Beraninya namja itu mendekati nona kim. Sejak kecil? Itu berarti mereka sudah sama-sama lama sekali. Aish, kemana saja kau ini choi siwon?!?!

 

“Ye .. yesung-ah. Jebal, aku takut.” ujar nona kim gemetaran. Yesung malah memeluknya. Sial! Kali ini aku tidak bisa diam.

 

Aku melihat ada gerombolan siswa di belakang mereka. Kenapa mereka? Kenapa diam saja? Apa mereka menganggapnya sebagai tontonan gratis??

 

“Yak! Kenapa kalian diam saja?” tanyaku “Ka-kami ingin sekali membantu. Ta-tapi, yesung itu keras kepala.”

“Dia gila!”

“Kupikir dia autis.”

“Dia seperti terobsesi dengan yeobin.”

“Bahkan dia membawa pisau lipat di sakunya tadi.”

 

“Mwoya?!” tanyaku tak percaya “I .. itu untuk mengancam orang yang berani mendekatinya dan yeobin.” lanjutnya.

 

Aku segera menghampiri mereka “Yesung-ssi.” tegurku. Ia menoleh dan menatapku garang “Pergi! Menjauh dariku!” ujarnya “Aku hanya ingin …. lepaskan nona kim. Apa kau tidak lihat? Dia takut denganmu.” ujarku “Kau ingin mati, hah?!” ujarnya seraya menodongkan pisau lipat kearahku. Aku menjauh beberapa langkah darinya.

 

Beberapa guru datang menghampiri kami. Bahkan ada seorang ahjumma “Yesung-ah, jebal. Jangan begini.” ujar ahjumma itu “Shireo, eomma. Yeobin hanya milikku! Kau sudah memindahkanku ke sekolah ini agar aku bisa dekat dengan yeobin.” ujar yesung. Ternyata itu eommanya.

 

“Tapi bukan begini. Kau bisa menjadi teman baiknya.” jawab eommanya “Ani. Aku tidak ingin menjadi teman baiknya. Aku ingin menikahinya.” ujar yesung “Apa yang kau katakan?” tanyaku tak percaya.

 

“Eomma akan lakukan apa saja. Asalkan kau mau melepaskannya.” ujar ahjumma itu “Shireo.” tolak yesung. Ia semakin keras menggenggam tangan yeobin “Jebal yesung-ah. Appo …” rintih nona kim. Aku tak bisa membiarkannya tersiksa seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu.

 

Aku mendekati nona kim dan dengan cepat menarik tangannya. Tapi yesung segera menariknya kembali “Aaakkhh!!” pisau itu mengenai pipiku kiri.

 

“Siwon-ssi!! Yesung-ah, jebal. Akan kulakukan apa saja. Kumohon jangan menyakiti orang-orang lagi.” ujar nona kim. Jangan nona, kumohon. “Yesung-ssi, cepat lepaskan dia!” perintah salah satu guru.

 

“Yesung-ah, jebal.” pinta eommanya “Baiklah. Aku akan melepaskannya.” ujar yesung. Ia melonggarkan sedikit genggaman tangannya. Tapi dengan cepat yesung menarik nona kim kembali dan …….. menciumnya?

 

Ciuman itu agak lama. Dan apa? Kenapa nona hanya diam? Ayo berontak nona! Aku segera mendorong tubuhnya agar menjauh dari nona kim. Dan segera kupeluk tubuh nona kim. Ia semakin terisak. Kulihat ia menyeringai kepadaku sambil mengusap bibirnya yang habis berciuman dengan nona kim. Beraninya ia mencium nona kim di depan umum!

 

“Dasar bajingan!” umpatku. Yesung segera di kawal oleh guru-guru dan pisaunya itu diambil. Aku segera mengajak nona kim untuk ke kelas.

 

Nona kim terus terisak sampai kelas. Sementara darah segar dari pipiku terus mengalir. “Siwon-ssi. Gwenchana?” tanya nona kim “Ne.” jawabku dingin. Nona kim mengambil sebuah sapu tangan dari dalam tasnya. Dan mengelapnya pelan di pipi kiriku.

 

“Assh … aww …” ringisku. Aku memegang tangan nona kim yang sedang mengelap pipiku. Tangannya bergetar. Apa dia masih ketakutan tadi?

 

“Aaaaaaakkhh!!!” tiba-tiba ia menjerit sendiri. Kedua tangannya memeluk dirinya sendiri. Aku segera memegang kedua bahunya “Nona, tenanglah …” ujarku pelan sembari mengelus kepalanya pelan. Kuputuskan untuk memasukkan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas. “Kita pulang saja.” ujarku. Ia mengikutiku sambil meremas jasku. Aku meraih tangannya dan menggenggamnya. Ia bahkan meremas tanganku.

 

~~~o~~~

 

“Siwon-ssi, kenapa pulangnya cepat sekali?” tanya nyonya park setelah kami sampai di rumah. Sebelum aku menjawabnya, nyonya park panik melihat keadaan nona kim yang kacau balau.

 

“Omonaaa! Yeobin-ah! Gwenchana? Kenapa … wajahmu pucat? Seharusnya kau bilang kalau kau sakit tadi.” ujar nyonya park khawatir. “Ani nyonya park. Nona kim sehat-sehat saja.” jawabku “Lalu ….. kenapa kau begini? Aigoo aigoo … siwon-ssi!! Wajahmu!! Ada apa dengan wajahmuuu??” teriaknya heboh.

 

“Aaaaaakkhhh~!!!! Menjauh darikuu!!” nona kim mendorong tubuhku keras hingga aku terjatuh. Ia berlari menuju kamarnya dan menutupnya dengan keras. “Habis aku tenangkan Yeobin, ceritakan ini padaku. Bersihkan lukamu dulu.” pesan nyonya park. Ada apa ini sebenarnya?

Siwon POV end

~~~o~~~

Kyuhyun POV

“Ani. Aku hanya ingin meminta siwon untuk menjadi milikku lagi.”

 

Apa katanya? Miliknya lagi? Apa dia sudah gila??

 

Semudah ia melepas siwon hyung, semudah itu juga ia mengambil siwon hyung?

 

Tapi, ini akan ada untungnya bagiku. Aku tahu siwon hyung sangat mencintai Harin noona sampai saat ini, jika mereka bersatu lagi ….. aku akan mengambil alih Yeobin dari tangan siwon hyung.

 

“Apa kau mau membantuku?” tanya Harin noona. Aku menyeringai padanya “Aku ingin membantu. Tapi sepertinya tak akan mudah.” ujarku. Ia mengkerutkan dahinya “Maksudmu? Kau meminta bayaran?”

 

“Kau pikir aku namja yang seperti itu.” kataku “Apa ….. ada .. ani, maksudku … siwon sudah memiliki kekasih baru?” aku tersenyum kecut “Tidak juga. Dia sedang menyukai seorang gadis.” ujarku.

 

Matanya terbelalak, ada raut kekecewaan dan juga marah. “Dan kurasa kita harus bekerja sama.” ujarku “Maksudmu? Kau ingin ……… kau menyukai gadis yang sama??” tanyanya dengan tampang terkejut. Aku mengangguk. Kemudian dia menyeringai.

Kyuhyun POV end

 

~~~o~~~

 

Author POV

Nyonya park memasuki kamar Yeobin. Yeobin sedang duduk sambil menekuk kakinya. Ia menundukkan kepalanya. Kamarnya berantakan dan juga gelap.

 

“Yeobinnie ..” panggil eommanya. Yeobin mengangkat kepalanya dan makin terisak “To … tolong .. tolong aku …” yeobin terisak hebat dan langsung memeluk eommanya. Nyonya park mengelus rambut anaknya dan menatapnya nanar.

 

“Eomma …. aku takut yesung …” nyonya park membulatkan matanya. Kemudian tersenyum manis. “Jadi Yesung ada di Seoul?” yeobin mengangguk “Kau tahu? Yesung itu anak yang baik. Kau tahu sendiri dia baru sembuh dari autisnya. Dia sangat menyayangimu. Kau tidak perlu takut padanya. Kasihan dia, dia itu kesepian, tidak ada yang mau berteman dengannya. Dia hanya ingin berteman denganmu yeobinnie. Bukankah kau dan dia sudah berteman sejak kecil?” ujar nyonya park panjang lebar.

 

Kim Yesung. Sejak usia 3 tahun ia menderita Autis. Yeobin dan Hankyung adalah teman baiknya. Sejak usia 7 tahun Yesung mulai menyukai Yeobin. Lalu saat ia tahu Yeobin dan Hankyung dijodohkan, ia mulai berani melukai siapa saja yang dekat dengan Yeobin. Bahkan Hankyung sendiri pernah dilukai olehnya. Yeobin dan hankyung mulai menjauhi Yesung dan Yeobin sendiri takut jika ada Yesung di dekatnya. Ia takut akan dilukai oleh Yesung. Dan sejak saat itu, Yesung pindah bersama keluarganya ke New York.

 

“Tapi … tapi dia tak memintaku untuk menjadi temannya eomma,” ujar Yeobin lirih “Lalu?” tanya nyonya park “Dia itu mecintaiku, eomma. Bahkan dia sendiri tadi mengatakan kepadaku kalau ia senang kalau aku dan hankyung berpisah.” yeobin terisak kembali.

 

“Ssst .. uljima. Yang penting ia tak melukaimu, kan?” yeobin menggeleng “Ia … ia menciumku ….” ujar yeobin lirih. Wajah nyonya park terlihat shock kemudian menatap yeobin lirih “Sudahlah … yang penting ada siwon yang akan selalu menjagamu.” ujar nyonya park.

 

Siwon … bahkan aku telah menyakitinya eomma …‘ batin yeobin lirih.

 

“Uljima .. sebaiknya kau tidur. Kau butuh istirahat.” ujar nyonya park.

 

~~~o~~~

 

Nyonya park menyeruput tehnya terlebih dahulu. Saat ini nyonya park dan siwon sedang berada di taman belakang.

 

“Nyonya .. bagaimana keadaan nona kim?” tanya siwon “Dia baik-baik saja. Mungkin dia hanya sedikit shock dan ketakutan.” ujarnya. Siwon mengembuskan nafas lega.

 

“Apa tadi kalian bertemu dengan namja bernama Yesung?” tanya nyonya park “Ye, nyonya.” jawab siwon “Dia itu sahabat kecil yeobin.” jelas nyonya park. Siwon tak menjawab, ia menunggu kelanjutan cerita nyonya park.

 

“Dia baru saja sembuh dari autisnya. Sejak kecil, Yeobin, Hankyung, dan Yesung adalah sahabat baik. Mungkin saat itu juga Yesung mulai menyukai Yeobin. Lalu saat aku memberitahunya bahwa Yeobin dan Hankyung akan dijodohkan …. dia mulai depresi. Ia bahkan berani mencelakakan Hankyung dan siapa saja yang dekat dengan yeobin.” jelas nyonya park.

 

“Dan yeobin menjadi takut kepadanya. Apakah lucu kalau aku menyebutnya yeobin phobia dengan yesung?” lanjutnya “Jeosonghamnida nyonya. Saya tidak bisa menjaga nona kim dengan baik.” ujar siwon dengan nada penyesalan “Gwenchana. Kau juga manusia.” ujar nyonya park.

 

“Ngomong-ngomong ….. apa kau mempunyai perasaan dengan Yeobin?” selidik nyonya park. Siwon membulatkan matanya dan mulai salah tingkah lagi “Ke-kenapa nyonya bicara seperti itu?” tanya siwon gugup “Karena terlihat jelas sekali.” jawab nyonya park sembari tersenyum penuh arti.

 

“Tapi …. mianhae siwon-ssi.” ujar nyonya park. Siwon mengkerutkan dahinya “Untuk apa nyonya meminta maaf? Nyonya tidak salah apa-apa.” ujar siwon “Bukan begitu. Sepertinya aku tidak bisa membantumu. Masalahnya adalah suamiku. Dia tetap keras kepala untuk menjodohkan Yeobin dan Hankyung.” ujar nyonya park lirih.

 

Siwon terdiam. Ia berusaha menarik nafas banyak-banyak, tapi rasanya sulit sekali dan malah terasa sesak. “Seandainya aku yang mengalami hal ini, aku memilih untuk pergi dan melupakan semuanya. Pergi yang jauh dan menemukan kehidupan baru. Tapi sayangnya aku tidak bisa bersikap tidak peduli. Kalau yeobin mungkin bisa saja. Sifatnya itu banyak dan beraneka ragam.” jelas nyonya park. Siwon hanya tersenyum kecut mendengarnya.

Author POV end

 

Siwon POV

“Nyonya, bolehkah malam ini aku tidur di apartemenku saja? Besok aku akan berangkat pagi-pagi kemari.” ujarku meminta izin “Tentu saja. Oiya, salam untuk adikmu yang kyeopta itu ya! Kyuhyun-ssi!” pesan nyonya park. Aigoo … cepat sekali ia merubah ekspresinya -____- “Tentu nyonya. Saya pamit dulu. Annyeonghi gaseyo.” pamitku.

 

Aku menekan beberapa tombol password apartemenku. Setelah itu, aku memasuki apartemenku dan menemukan kyuhyun sedang tiduran di sofa sambil menonton drama favoritnya. “Ah, hyung. Kau sudah pulang?” sahutnya ketika menyadari keberadaanku. Aku duduk di sebelahnya lalu melepaskan jas dan melepas dasiku dengan malas.

 

“Hyung, ada apa dengan pipimu? Kenapa di plester? Apa kau habis berkelahi?” cerocosnya. Aku tak menjawabnya karena aku sangat lelah hari ini. Kyuhyun beranjak dari tidurnya dan melangkah menuju dapur. Ia membawakan segelas air putih dan menyodorkannya padaku.

 

“Gomawo.” ucapku sembari meneguk gelas berisi air mineral itu hingga setengah “Hyung, ceritakan padaku apa yang terjadi. Apa nona yeobin baik-baik saja?” tanya kyuhyun “Ne, dia baik-baik saja. Sudah ya, kyu. Aku lelah. Aku tidur dulu.” ujarku “Arraseo.” jawabnya.

 

~~~o~~~

 

Aku bangun pagi-pagi pukul 04.00 am. Setelah mandi, aku menyiapkan sarapan untuk kyuhyun. Kemudian aku beranjak menuju kamar kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah, ppali ireona. Aku sudah menyiapkan sarapan.” ujarku sembari mengguncang-guncangkan tubuhnya. “Hoooaaamm … arraseoooo …..” jawabnya malas “Kutunggu di meja makan. Tapi mandi dulu.” ujarku. Aku meninggalkannya dan menunggunya di meja makan.

 

Lima menit kemudian kyuhyun keluar dari kamarnya. Ia duduk berhadapan denganku. “Hmm, nasi goreng kimchinya enak hyung. Gomawo.” ujar kyuhyun “Seperti biasanya, kan.” ujarku.

 

Selesai makan, aku segera bersiap untuk menuju ke rumah nona kim “Kenapa berangkat pagi sekali, hyung?” tanya kyuhyun “Aku tidak ingin kehilangan gajiku.” candaku.

Siwon POV end

 

Author POV

Siwon melangkah menuju basement dan mencari dimana mobil yeobin di parkirkan. Ia menemukan mobilnya. Tapi, dari kejauhan ada seorang yeoja yang sedang berdiri di depan mobilnya.

 

Yeoja itu melambaikan tangannya. Kening siwon mengkerut, akhirnya siwon menghampiri yeoja itu. Ketika ia mengetahui siapa yeoja itu, ia berhenti di tempatnya dan menatapnya terkejut.

 

“Siwon-ah, annyeong. Aku merindukanmu. Akhirnya aku bisa melihatmu lagi.” ujar yeoja itu sambil tersenyum.

 

Siwon masih terpaku dan menatap benci yeoja itu. Tapi berbeda dengan suasana hatinya. Dia bahagia dan juga senang. “Neo … mau apa kau menemuiku?” tanya siwon sinis.

 

“Saranghae …” yeoja itu berlari dan langsung memeluk siwon.

 

Sementara dari kejauhan, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Diam diam ia memotret adegan siwon dan yeoja itu yang sedang berpelukan. Sebuah senyuman licik terukir di wajahnya.

 

~TBC~

 

Huahahahahaa~~~ ketawa lagi saya *PLAKK* kayaknya ffku WEIRD banget ya? Iya aja daaahh .. hahahaha~

Jeongmal mianhae karena alurnya terlalu berbelit belit (nggak juga sih thor, alurnya gaje SUMPAH!!)

Jeongmal mianhae kalau yesung kubuat jadi autis 😥 *digampar clouds sejagad raya*

Jeongmal mianhae kalau banyak pendatang baru disini. Abisnya kasian, dari pada mereka terus ngemis-ngemis sama author minta ikutan?? *PLAKK* (pede gila lo thor!!)

Pokoknya jeongmal jeongmal jeongmal mianhae kalo ffnya mengecewakan, typo dimana-mana, dan kosakata yang tidak di mengerti.

 

Dan jeongmal gomawo yang udah mau comment :*

See u next part :*****

Iklan

One thought on “Oh My Girl [Part 8]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s