Oh My Girl [Part 6]

Title: Oh My Girl [Part 6]

Author: 한민기 (Han MinGi)

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Yeobin(OC).

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Nama authornya beda, ya? Mianhae, namanya beda tapi ttp sama kok 🙂 Jangan lupa comment’a~ hope u like it~!!

 

~~~o~~~

 

Part 6

 

 

Yeobin POV

Menyebalkan sekali tadi pagi! Akhirnya ketahuan juga aku memakai kalung itu! SIAAAALLL!! Dan juga kami sempat terkunci 10 menit di lab. Alhasil aku telat. Tapi untungnya aku tidak kena marah oleh Jung Seonsaengnim. Ah~ aku selamat. Dan lagi, si bodyguard kuda itu malah terus cengengesan di depan kelasku! Sial!!

 

“Baiklah anak-anak, rapikan buku kalian. Kalian boleh pulang. Karena guru-guru akan mengadakan rapat membahas soal ujian negara nanti. Jangan lupa belajar yang benar. Arraseo?” ujar Jung seonsaengnim “Arraseo.” jawab kami semua. Aku bergegas keluar dari kelas setelah seonsaengnim keluar.

 

Aku terus berjalan meninggalkan robot kuda itu yang sedang mengejarku sambil tertawa. Apa dia tidak capek tertawa terus selama 2 jam, hah?! Yaaah … namanya juga robot. Mana ada capeknya? Kecuali batrainya sedang low.

 

“Ya! Anak manisss … jangan marah begitu, dong!” rajuknya sambil meraih tanganku, dengan cepat kuhempaskan tangannya “Jangan memanggilku seperti itu!!” omelku ketus.

 

“Lalu ak harus memanggilmu apa? Chagiya ….?” godanya. Oh, ternyata dia sudah mulai berani?? Aku berjalan cepat meninggalkannya yang masih tertawa keras. Aish!! Menggangguku saja!!

 

Aku berhenti di depan mobilku. Kulihat ada kyuhyun berada di depan mobilku juga. “Kyuhyun-ssi. Sedang apa disini?” tanyaku heran “A-ani. Aku hanya ingin bertemu dengan siwon hyung.” jawabnya “Oh, kakakmu yang gila itu. Itu! Penyakit gilanya sudah kronis!!” ujarku ketus sambil menunjuk siwon yang tengah tertawa itu.

 

“Ya! Chagiiiyyaaa~ jangan marah begitu~ mianhae. Huahahahaha!!!” sahutnya. Aish!! Keras sekali dia bicaranya!! “Kajja. Kakakmu benar-benar sudah gila!!” ajakku sambil menarik kyuhyun masuk kedalam mobil.

Yeobin POV

 

Kyuhyun POV

“Ya! Chagiiiyyaaa~ jangan marah begitu~ mianhae. Huahahahaha!!!” sahutnya. APA DIA BILANG?! CHAGIYA?!!!! Benar, dia sudah GILA!!

 

Aku ditarik masuk oleh nona yeobin. Lalu siwon hyung masuk kedalam mobil juga. “Chagi … apa kau marah?” tanya siwon hyung. Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa mereka berpacaran??

 

“Panggil aku NONA KIM. Dasar robot kuda!” bentaknya MWO?!!?!?! Huahahahhaha~ robot kuda? Aku berusaha menahan tawaku yang ingin meledak.

 

“Apakah itu panggilan kesayangan?” tanya siwon hyung “Cerewet! Jalankan saja!” bentaknya emosi. Siwon hyung jadi terdiam. Pasti dia marah sekali saat ini.

 

Oke, hyung. Kau berhasil membuatku cemburu. Hari ini juga keadaan akan berbalik!

Kyuhyun POV

 

Yeobin POV

Kulihat sedari tadi Kyuhyun memandang sinis kearah siwon. Sementara siwon membalasnya dengan senyuman ….. sepertinya senyuman kemenangan. Dasar, kakak beradik GILA!

 

Aku langsung keluar dari mobil begitu mobil berhenti di depan rumahku. Diikuti Kyuhyun ikut menyusulku, sementara siwon sedang memarkirkan mobil di garasi.

 

“Kyuhyun-ssi, bukankah kau baru sembuh?” tanyaku basa-basi. Kasihan juga kalau ia diamkan terus. “N-ne. Apakah aku mengganggu nona jika aku ingin bertemu siwon hyung? Mianhamnida, nona.” ujarnya “Ng .. gwenchana.” jawabku.

 

“Ngng .. nona, apa kau ingin jalan jalan denganku? Kita naik bis saja.” ajak kyuhyun. Aku menatap siwon yang baru kembali dari garasi rumah “Hmm, boleh saja. Kebetulan aku suka naik bis. Tapiiii …. hanya kita berdua, ya?” tawarku. Kyuhyun pun tersenyum lebar “Ne.” ujarnya sambil mengangguk semangat.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

“Ngng .. nona, apa kau ingin jalan jalan denganku? Kita naik bis saja.” ajak kyuhyun. Nona kim menatapku yang baru masuk. Sepertinya dia marah sekali padaku “Hmm, boleh saja. Kebetulan aku suka naik bis. Tapiiii …. hanya kita berdia, ya?” tawarnya. Apa?! Jalan-jalan? Berduaan?! No no no~

 

Kyuhyun tersenyum lebar “Ne.” ujarnya sambil mengangguk semangat. Oke 1-1 Cho Kyuhyun!!

 

“Tidak boleh!” larangku. Mereka berdua menatapku heran “Wae? Seenaknya saja kau melarangku!!” omel nona kim “Sudah kubilang tidak boleh ya tidak boleh! Nyonya park sedang keluar. Dan ia berpesan padaku untuk menjagamu selama seharian ini. Sementara kyuhyun bukan siapa-siapamu.” jelasku.

 

“Kau juga bukan siapa-siapaku, kan?!” balasnya “Tapi aku bodyguardmu. Aku sudah dibayar untuk menjagamu, nona.” ujarku lagi. Kali ini aku menyeringai lebar. Tidak hanya sekedar bodyguard, nona. Aku adalah bodyguard hatimu!

 

“Tapi aku akan menjaga nona kim juga.” akhirnya kyuhyun angkat bicara “Tapi kau kan baru sembuh. Mana bisa kau menjaganya?” cerocosku. Kena kau Cho Kyuhyun!

 

“Terserahmu sajalah. Aku lelah. Satu jam lagi kita berangkat.” ujar nona kim pada akhirnya. Ia berjalan malas menuju kamarnya. Sementara aku tersenyum penuh kemenangan kearah kyuhyun.

 

“2-1 Cho Kyuhyun. Huahahaha~” ujarku disambut seringaian darinya.

 

~~~o~~~

 

“Kajja, nona kim!” ajakku sambil menarik tangannya ke dalam mobilnya “Yak! Kata siapa kita akan pergi dengan mobil!?” bentaknya. Dengan cepat kyuhyun mengambil posisiku “Kajja, nona. Kita berangkat.” ajak kyuhyun. Sial! Kenapa kyuhyun pakai acara merangkul nona kim?!

 

Aku mengambil langkah seribu. Dengan cepat aku sudah berada di samping nona kim. Lalu aku menggandeng tangannya.

 

“Yak! Kalian apa-apaan, hah?!” bentaknya. Ia menjauh dari kami dan berjalan duluan “Itu gara-garamu, hyung! Dia tidak memberontak saat dirangkul olehku!” omel Kyuhyun.

Siwon POV end

 

Yeobin POV

Tiba-tiba siwon menggandeng tanganku. Aigoo …. aku kaget sekali. Jantungku!! Omo~ kenapa seperti ini? Ani ani!! Aku tidak boleh begini!

 

“Yak! Kalian apa-apaan, hah?!” bentakku. Aku berjalan cepat mendahului mereka berdua. Oh, sungguh! Kenapa aku selalu berdebar kalau di dekat robot kuda itu?!

 

Aku duduk di halte bis. Disusul kedua kakak beradik aneh itu duduk di kanan kiriku. Untung saja bisnya cepat datang. Aku segera masuk dan duduk di bangku paling belakang.

 

“Kita akan ke myeondong?” tanya siwon “Ne.” jawabku cepat “Ah, pasti akan menyenangkan sekali!!” seru kyuhyun.

 

Aku memasangkan headphone ke telingaku. Aku menyalakan lagu I Am The Best – 2NE1. Aku melirik kearah kyuhyun yang sedang menatapku diam-diam. Tapi dia segera mengalihkan pandangannya keluar jendela saat aku meliriknya. Lalu kualihkan ke siwon.

 

Apalagi dia?! Kenapa dia terus memperhatikan ……. leherku? Apa ada yang salah? Jangan-jangan dia berpikiran mesum!

 

“Yak! Apa yang kau lihat!” bentakku. Untung bis disini sangat sepi. Hanya ada kami, dan beberapa anak SMP. Robot kuda itu menatapku kemudian tersenyum. Aish …. kenapa aku jadi gugup?! “Kau masih memakai kalung itu rupanya. Kupikir nona tidak memakainya.” ujarnya pelan.

 

Aku mengepalkan tanganku. Mencoba menahan malu. Sial! Kenapa aku bisa lupa membuang kalung Sial ini? Babo babo babo!! “Cerewet!” ejekku.

 

Aku mendengar desahan nafas dari kyuhyun. Matanya tiba-tiba berubah jadi sayu tapi tetap melihat keluar dari jendela “Kau kenapa kyuhyun-ssi?” tanyaku “Ani ..” jawabnya malas.

 

Akhirnya kami sampai di myeondong. Tiba-tiba kyuhyun menarik tanganku dan mengajakku ke kios aksesoris dengan semangat. Aku seperti diseret-seret saja -_______-”

 

“Ya! Kyu .. kyuhyun-ssi! Kau larinya cepat sekali ….. sama seperti hyungmu …” ujarku dengan nafas tak beraturan “Nona, kemarilah! Lihat ini!” serunya. Aku menghampirinya, disaat itu juga siwon datang dengan nafas tak beraturan. Sepertinya ia habis berlari sepertiku tadi.

 

“Apa warna kesukaanmu, nona?” tanyanya sambil memilih milih kalung berinisial ‘K’ dengan warna yang berbeda “Hmm … aku suka warna ungu, biru, dan ……. hitam.” sebenarnya aku hanya menyukai warna ungu dan biru. Warna hitam sebenarnya adalah warna favorit hankyung.

 

“Ah, warna biru yang ini bagus tidak?” tanyanya “Ya! Kenapa kau memilih warna biru yang gelap? Cari yang lebih cerah!” omel siwon yang tiba-tiba ada di belakangku “Cerewet, kau!” umpat kyuhyun sebal.

 

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya ahjumma pemilik kios aksesoris ini “Ah, ne ahjumma. Bisa kau carikan kalung yang seperti ini warna biru muda?” tanya kyuhyun “Tentu.” jawab ahjumma itu.

 

“Ini. Apa ini untuk kekasihmu? Ini sangat cocok untuknya …” ujar ahjumma itu sambil menyerahkan kalung berwarna biru muda ke tangan kyuhyun. Apa katanya? Kekasih??

 

“Anio ahjumma! Dia bukan kekasihnya!” sergah siwon cepat “Omo~ mianhae … ternyata kau ya kekasihnya. Mianhae …” ucap ahjumma itu penuh sesal.

 

“Anio ahjumma. Mereka berdua bukan kekasihku. Kau tidak perlu minta maaf.” ujarku sambil menatap kedua makhluk itu kesal.

 

“Kalau begitu aku ambil yang ini, ahjumma.” ujar kyuhyun “Baiklah. Hanya 10ribu won.” ujar ahjumma itu. Kyuhyun memberikan 10ribu won kepada ahjumma itu “Gamsahamnida.” ucap ahjumma itu “Cheonmaneyo.” balas kyuhyun.

Yeobin POV end

~~~o~~~

Author POV

Yeobin, Siwon, dan Kyuhyun terus menikmati acara jalan-jalan mereka. Dan tentunya siwon dan kyuhyun terus berebut mendapat perhatian Yeobin.

 

“Nona, ada photo box! Ayo kita kesana!” ajak siwon sambil menggandeng tanganku disusul kyuhyun ikut-ikutan menggandeng tangan kiriku. Jujur, hari ini sangat menyenangkan dan juga aneh! Menyenangkan bisa jalan-jalan, aneh karena sikap mereka.

 

Aku duduk di tengah dan mereka duduk di kanan kiriku. Seperti biasa, mereka menyuruhku yang aneh aneh. “Hana … dul …………..” kenapa lama sekali? Kulihat kyuhyun dan siwon saling menyeringai satu sama lain.

 

“SET!”

 

Chu~

 

“Omonaaa~ bagus sekali!!”

 

“Aku ingin lihat. Kyu, apa kau mau ikut?”

 

“Tentu!”

 

Mereka meninggalkanku sendiri. Aku terkejut, shock, kaget, …….. YA!!! APA YANG MEREKA LAKUKAN?!?!?!?!

 

Aku keluar dair photo box dan menatap mereka garang. Cih … lihat wajah mereka! Penuh kebahagiaan dan seperti tidak ada dosa.

 

“Nona! Kemarilah. Lihat ini!” ajak kyuhyun.

 

“Kau cantik sekali, nona. Lihatlah!!”

 

“YAKK!!! KALIAN!! APA-APAAN HAH?! SEENAKNYA SAJA MENCIUMKU!!!!” bentakku. Aku marah sekali. Seumur-umurku hanya Hankyung dan orangtuaku yang boleh mencium pipiku. Selain itu TIDAK!! Mereka bukan siapa-siapa dan tidak berhak. Beraninya mereka …..!!

 

Aku berjalan meninggalkan mereka yang sedang asyik melihat-lihat foto sialan itu. Aku terus berjalan hingga aku menemukan kedai jajjangmyeon. Aku memasukinya dan memesan satu porsi jajjangmyeon. Aku marah, dan aku juga marah.

 

Setelah pesananku sampai, aku hendak memakan jajjangmyeonku. Tapi sebuah suara menghentikan aktivitasku.

 

“Permisi, boleh aku duduk disini? Meja yang lain sudah penuh. Tidak apa-apa, kan?” tanyanya. Ketika aku melihat siapa orang itu …………

 

Mataku membulat. Aku menjatuhkan sumpitku. Kaget setengah mati. Yeoja tinggi dan putih berlogat amerika itu …..

 

“Omo~ aku mengagetkanmu, ya? Mianhamnida. Ahjumma! Bisa aku meminta sumpitnya satu lagi?” ujar yeoja itu.

 

“N … neo … neo …” aku tebata-bata. Tidak tahu harus berkata apa. Munafik sekali dia! Dasar yeoja murahan! Ia bersikap baik padaku. Padahal dia telah merebut hankyung dariku!!!

 

“Ini sumpitnya.” ujarnya sambil menyerahkan sumpit baru kepadaku. Aku merebutnya dengan cepat “Apa aku boleh duduk disini?” tanyanya lagi “Silahkan saja.” jawabku ketus.

 

“Ah, gomawo ..” ucapnya manis. Huh, sok manis! Dasar wanita murahan! Munafik! Aku benci melihat wajahnya. Ingin sekali kucekik wajahnya!

 

“Ehm … entahlah .. sepertinya …. aku seperti pernah melihatmu. Temanku pernah bercerita ia mempunya kekasih yang ciri-cirinya sepertimu. Tapi aku lupa siapa namanya.” ujarnya. Oke, aku menggaris bawahi perkataannya barusan. Terutama ‘Temanku pernah bercerita ia mempunya kekasih yang ciri-cirinya sepertimu.’

 

‘Temanku’ katanya? Ck, kurasa lebih tepat dinamakan ‘Selingkuhanku’. Lalu, ‘Kekasih’ katanya? Yang benar itu ‘Mantan kekasih’!!!

 

“Oiya, aku lupa menanyakan namamu. Aku Clara Park. Kalau kau?” tanyanya sambil mengulurkan tangannya. Aku menyeringai dan menatapnya sinis “Aku Kim Yeobin.” ucapku sambil menekankan kalimatnya. Aku menyambut jabatan tangannya.

 

Kulihat ia terbelalak. Wajahnya shock. Tangannya pun bergetar. Kena kau!

 

Aku melepaskan tanganku dari jabatannya. “Sudah dulu, ya. Aku muak makan satu meja dengan selingkuhan hankyung. Annyeong. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi.” ujarku dingin. Aku berdiri dan berjalan meninggalkannya.

 

Dia menahan tanganku. “Tunggu dulu. Sepertinya kau salah paham, Yeobin-ssi!” ujarnya “Apa? Kau sudah kepergok berselingkuh dengan hankyung waktu di bandara. Ternyata hanya karena wanita sepertimu hubungan kami jadi hancur!!!” ujarku sambil terisak. Sial! Kenapa aku menangis, hah?!

 

“Dengarkan aku!! Aku bukan selingkuhan atau kekasih simpanan hankyung! Hubungan kami hanya sebatas teman! Aku dan dia bertemu di amerika dan kami menjadi teman. Aku sempat mencintainya, bahkan sampai sekarang. Tapi aku tidak akan setega itu. Aku tidak akan pernah merebut hankyung darimu. Hankyung tidak mencintaiku. Tapi dia hanya mencintaimu!!”

 

“Tidak! Itu tidak benar!! Dia tidak mencintaiku!!” jeritku “Dia mencintaimu. Sungguh!” ucapnya “Tapi kenapa … kenapa dia meninggalkanku?! Kalau dia mencintaiku dia tidak akan pernah meninggalkanku dan pasti akan menikahiku!!” tanyaku frustasi.

 

“A … aku .. aku tidak tahu. Itu hanya Hankyung yang tahu.” jawabnya “Kau bohong.” kataku dingin “Berjanjilah padaku agar jangan pernah mencintai pria lain selain hankyung.” ujarnya. Apa? Apa katanya? Dia berkata seperti itu seolah-olah ia menyuruhku untuk menunggu hankyung. Memangnya dia akan kembali?

 

“Wae?” tanyaku lirih. Ia memegang kedua pundakku “Maaf, hanya itu yang bisa kukatakan. Mianhae.” ujarnya. “Untuk apa aku berjanji kepadamu, hah?! Kau bukan siapa-siapaku!!”

 

“Anggap saja kau berjanji pada hankyung sendiri!” ujarnya “Omong kosong! Untuk apa aku berjanji kepadanya?!” aku meninggalkannya. Kali ini ia tak mengejar. Aku berjalan dengan berurai air mata. Hankyung tidak berselingkuh. Aku percaya itu. Hankyung meninggalkanku? Aku masih belum bisa percaya.

 

~~~o~~~

 

Aku duduk di bangku taman. Taman yang sepi. Hanya ada aku, dan seorang ahjussi yang sedang menyapu dedaunan yang sedang gugur. Musim gugur yang menyedihkan. Sebentar lagi musim dingin. Semoga di musim dingin nanti bisa mendinginkan hatiku yang sedang sakit sekarang ini.

 

Sial. Aku lupa membawa mantel. Aku hanya memakai pink cardigan hoodie dan selana jeans cokelat. Ditambah sneakers abu-abu. Lumayan dingin. Karena tinggal menghitung hari musim dingin akan datang. Atau … lusa, ya? Ah, aku lupa.

 

Ah, ujian negara tinggal beberapa bulan lagi. Masih lama, sih. Dan aku akan segera masuk universitas. Tapi Appa menginginkanku tidak melanjutkannya ke universitas dan langsung mencari kerja. Aku sih setuju saja. Tapi … biasanya orang ketiga diantara keakraban aku dan Appa? Eomma. Ya, eomma menginginkanku masuk universitas Seoul. Ah, itu akan merepotkan sekali.

 

Hankyung pindah ke Amerika untuk kuliah di Hardvard University. Sejak saat itu …. aku dan dia menjalin hubungan jarak jauh. Dan dia akan kembali ke Seoul setiap musim panas atau musim gugur. Aku menyukai musim gugur. Tapi sekarang tidak. Hankyung telah merusak musim gugurku.

 

Aku menghampiri ahjussi yang sedang menyapu daun daun yang jatu berguguran. Aku menatap daun-daun itu. Cokelat. Kuning. Merah. Sangat indah jika dipadukan.

 

“Agasshi, ada yang bisa saya bantu?” tanya ahjussi itu “Ng .. anio. Aku hanya ingin melihat tumpukan daun ini. Tidak apa-apa, kan?” tanyaku. Ahjussi itu tersenyum. Sepertinya dia sudah kakek-kakek “Hmm. Gwechana. Apa kau suka musim gugur?” tanya ahjussi itu. Aku mengangguk pelan.

 

“Cucuku juga menyukai musim gugur. Biasanya dia sering menemaniku menyapu dedaunan disini. Apalagi jika musim gugur. Dia pasti sangat senang.” benar, dia sudah mempunyai cucu. Melihat ahjussi ini. Aku jadi merindukan Appa. Sudah lama dia belum pulang.

 

“Lalu dimana dia sekarang?” tanyaku “Dia sedang bersama orangtuanya di surga.” ujarnya. Aku terhenyak. Cucunya …. sudah meninggal? Pasti berat kehilangan seseorang yang kita cintai. Aku bisa merasakannya. “Mianhamnida ahjussi. Aku tidak bermaksud. Aku turut berduka.” ujarku.

 

“Dia pasti sudah sepantaran denganmu sekarang. Aku kehilangannya 13 tahun yang lalu. Saat ia masih berumur 5 tahun. Ia tertabrak mobil. Dan disaat musim gugur juga. Namanya Jung Yeobin.” ucapnya. Aku kaget. Namanya sama sepertiku. Hanya saja berbeda marga. Jung Yeobin. Beruntungnya kau mempunyai kakek sebaik dirinya.

 

“Namamu siapa?” tanya ahjussi “Aku Kim Yeobin.” jawabku “Ah, pantas saja. Saat aku melihatmu aku seperti melihat cucuku. Hanya saja kalian berbeda. Mungkin sifat kalian yang mirip.” ujarnya. Aku tersenyum sambil menatap tumpukan daun gugur itu.

 

“Nona kiiiiimm!!!!” aku mendengar suara teriakan jelek itu dari kejauhan. Aisssh kedua makhluk itu lagi! Terkutuklah kalian! Mengganggu pemandangan indah saja!

 

“Ahjussi. Aku pamit dulu. Kedua temanku sudah datang. Kuharap kita akan bertemu lagi dilain waktu. Jaga kesehatanmu baik-baik. Annyeonghi gaseyo.” ujarku “Yeobin-ssi!” sahutnya. Aku menghampirinya lalu ia mengeluarkan sepucuk daun kering berwarna merah yang terbungkus plastik bening dari sakunya.

 

“Ini adalah daun favorit cucuku. Dia percaya bahwa daun ini akan membawakan kebahagiaan sampai akhir hidupnya. Tolong jaga baik-baik daun ini. Anggap saja kenang-kenangan dariku. Arraseo?” aku mengangguk semangat. Lalu membungkuk padanya “Gomawoyo ahjussi. Aku pasti akan menyimpan daun ini baik-baik. Dan akan selalu mengingat ahjussi. Annyeonghi gaseyo~” pamitku.

 

Aku berjalan santai menuju kedua makhluk aneh itu yang sedang duduk santai dibangku taman. Ish! Tadi memanggilku. Sekarang mereka mengacuhkanku!

 

Aku terus berjalan hingga melewati mereka “Nona kim! Nona mau kemana?” tanya kyuhyun sembari menghampiriku “Aku mau pulang. Ini sudah sore. Nanti eomma mencariku. Kalau kalian masih ingin pacaran silahkan saja.” ujarku ketus.

 

“Itu tidak mungkin. Aku kan milik nona kim seorang.” ujar siwon tiba-tiba. Aku menatapnya. Lalu aku menundukan kepalaku. Sial! Apa katanya? Milikku seorang? Lebay sekali!!

 

“Ya! Nona, wajahmu memerah. Aigoo .. manis sekali. Ijinkan aku mencium pipimu sekali lagi. Boleh, ya?” tanyanya. Aku menatapnya garang “A-ani … tidak jadi kalau begitu.” jawabnya memelan. Lalu kyuhyun tertawa sambil merangkul bahuku.

 

~~~o~~~

 

Sial! Eomma menginap di rumah temannya. Kyuhyun sudah pulang ke apartemennya. Di rumah ini hanya ada aku, 2 orang pelayan, supir, dan robot kuda itu. Dan aku harus tidur sendirian! Aku benci itu!

 

Biasanya aku selalu tidur dengan eomma kalau appa tidak ada. Atau kalau mereka ada. Aku selalu tidur bersama mereka. Tahu sendiri aku tidak bisa tidur sendirian.

 

Apa aku meminta kuda itu untuk menemaniku, ya? Ani! Kalau ia macam-macam bagaimana?! Tapi nanti aku tidak bisa tidur! Eottokkhae?

 

Akhirnya aku memutuskan untuk memintanya menemaniku tidur. Ingat! HANYA MENEMANI! Itu berarti kalau aku sudah tidur ia bisa meninggalkanku.

 

Aku berjalan menuju kamarnya.

 

Tok! Tok! Tok!

 

PIntu terbuka. Aigoo …. aku gugup sekali. Dan ….. “Aaaaaa!!!” jeritku. Omo~ dia sedang telanjang dada. Sepertinya dia habis mandi.

 

Siwon segera membekap mulutku dan menarikku masuk ke kamarnya. “Jangan berisik, nona. Nanti dikira ada apa-apa!” ujarnya sambil melepaskan tangannya dari mulutku. “Yak! Neo! Pakai baju dulu sana! Aku tunggu dikamar saja! Aku tunggu di kamar. Arraseo?” ujarku sambil menutup mataku.

 

“Wae? Apa kita akaaaan ….” ia menyeringai. Aku segera menjitak kepalanya “Aww .. appo~” ringisnya “Rasakan! Jangan banyak bicara. Turuti saja. Arraseo?” dia mengangguk  dan aku segera keluar dari kamarnya.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

Apa katanya? Ia menungguku di kamar? Apa yang akan kami lakukan nanti? Omo~ kenapa aku deg-degan sekali? Santai saja Choi Siwon.

 

Aku mengetuk pintu kamar nona kim. Ia membukanya dan tersenyum lega. “Ada apa nona?” tanyaku “Ngng …. hmm …. aaa …” ia tergagap ingin bicara apa. Ck, aku semakin gugup saja.

 

“To … tolong temani aku tidur.” ucapnya. Aku membelalak “MWOYA?!” tanyaku shock “A .. ani. Maksudnya, temani aku sampai aku tertidur. Setelah itu kau boleh keluar. Kau mengertikan?” tanyanya.

 

Aku tersenyum simpul “Kau takut tidur sendirian, nona?” tanyaku “Bu .. bukan takut! Tapi aku tidak bisa tidur sendirian. Kau tahu sendiri eomma sedang menginap dirumah temannya.” ujarnya mengelak. Baiklah. Ah, senang sekali malam ini aku bisa berduaan dengan nona kim. Huhahahaaha~

 

Aku duduk di sofa sambil tiduran. Tapi kulihat nona kim berdiri di depanku “Temani aku~” pintanya “Ini kutemani.” jawabku “Ng …. kau … aish! Haruskah aku mengatakan semuanya?!” tanyaku frustasi “Hmm, arraseo.” jawabku.

 

Aku duduk di sebelahnya yang sedang tiduran. Ia membelakangiku. Aku tahu ia takut kalau tidur mengadap jendela. Pasti ia malu jika harus menatapku. “Nona, menghadap sini saja.” ujarku. Ia tak bergeming. Lalu kemudian ia langsung menyambarku dan memelukku.

 

“Kau takut, ya nona?” tanyaku lembut. Ia mengangguk pelan. Aku mengusap kepalanya. “Tenang. Ada aku disini. Tidak usah takut.” ujarku sambil menangkup wajahnya. Matanya sangat indah. Ingin sekali kutatap wajahnya lama-lama.

 

Lama lama wajahku makin dekat dengan wajahnya. Nona kim menatapku ketakutan. Aku mengelus pipinya yang mulus. Dan bibir kali saling bertemu pada akhirnya. Aku memejamkan mataku. Untuk pertama kalinya aku mencium seorang yeoja. Mantan kekasihku saja belum pernah aku cium.

 

Aku meraih tangannya dan menempelkannya dipipiku. Ia tak membalas ciumanku. Kemudian kulepaskan ciumanku. Ia menatapku shock.

 

“Mianhae nona.” ujarku lirih “Si … siwon-ssi …..” ujarnya terbata “Aku melakukannya karena aku mencintaimu, nona. Saranghae. Jaljayo …” ujarku sambil mendekapnya kepelukanku.

 

~TBC~

 

Huahahahahahahahahhahaa~ selesai dalam tempo 2 hari. Tapi sempet pendingnya sih … wkwkwk. Gimana adegan kisseunya? Wkwkwkwk~ di next part insya allah bakal ada cast2 baru. Nugu? Liat aja nanti. wkwkwk~ ngomong-ngomong, mianhaeyo buat para penggemar ibunya yeobin T.T di part ini nggak ada dia ya? Yah … soalnya ibunya yeobin lagi ikutan arisan sama eommaku n tmen2nya. wkwkwk~

 

JANGAN LUMA COMMENTNYA YUAAAAA~~ :*

Iklan

One thought on “Oh My Girl [Part 6]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s