Oh My Girl [Part 5]

Title: Oh My Girl [Part 5]

Author:정인재

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Yeobin(OC).

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Hola hola~ I’m back membawa OMG part 5. Jangan lupa comment  yuaaaaaa~ yg comment aku doain bisa nikah sama ……. Ryeowook aja dech. AMIN!! Hehehehe~ oiya, tentang eommanya yeobin. Anggap aja dia itu kayak eommanya Baek Seung Jo di drama Playfull Kiss. Hehehehe~

~~~o~~~

Part 5

‘S’

Author POV

Hari ini hari minggu. Yeobin bangun pagi-pagi pukul 05.00 AM untuk bersiap lari pagi bersama eommanya. Siwon? Dia sudah izin kepada nyonya park untuk libur sehari. Dia akan merawat kyuhyun seharian.

“Eomma, kau lama sekali. Pakai sepatu saja tidak bisa.” ejek Yeobin di ambang pintu “Ah .. sebentar lagi. Kau tunggu di gerbang saja Yeonnie~” pesan eommanya. Yeobin pun segera berjalan menuju depan gerbang.

“Kajja!” ajak eommanya setelah selesai memakai sepatu “Memakai sepatu saja sampai 20 menit! Kau itu payah sekali! Lihat, hari sudah mulai terang! Mana ada lari pagi siang-siang? Yang ada lari siang!” ujar yeobin kesal.

“Aigoo .. aigoo .. mianhae. Sudah jangan ngomel-ngomel terus. Bisa-bisa kamu lebih tua dari eomma. Ayoo~ kejar eomma! Hahahaha~” nyonya park berlari mendahului Yeobin.

“Ck, childish sekali. Dasar ABG tua!” cibir yeobin.

Author POV end

~~~o~~~

Yeobin POV

Setelah berlari pagi -lebih tepatnya kejar-kejaran- aku dan eomma beristirahat di sebuah taman yang letaknya jauh sekali dari rumahku. Ini sudah jam 8 dan kita sudah berolahraga selama 2 jam. Sebenarnya tidak juga, Kami kebanyakan menghabiskan waktu di toko aksesoris -___-” benar-benar ABG tua.

“Yeonnie .. coba kau lihat kalung yang ini. Aigoo … cantik sekali, ya?” tanya eomma sembari menunjukan kalung berliontin ‘S’ yang dibelinya tadi. Sebenarnya aku juga heran. ‘S’ for who? Apa eomma punya …. ani ani aniah. Eommaku itu terlalu mustahil untuk itu.

“Untuk siapa itu?” tanyaku sambil meneguk air mineral yang kubawa “Untukmu. ‘S’ untuk Siwon. Agar kau bisa selalu ingat padanya. Aigoo … kalian itu couple yang unik!!” ujarnya.

BYUUUURRRR!!!

Seketika itu juga air yang kuminum aku semburkan kembali. Untung tidak ke arah eommaku. Bisa habis aku.

“MWO??” tanyaku tak percaya. Seenaknya saja ia berbicara. Untuk apa aku mengingatnya? Couple yang unik? Sejak kapan kami menjadi couple? Ish … eomma pasti mengigau.

“Ne, kalian cocok. Dan aku merestui kalian. Kalau Appa tahu, pasti ia juga setuju! Aku ingin sekali mempunyai menantu tampan dan baik hati sepertinya.” gumam eommaku.

“Ya! Eomma bicara apa?? Aku dan si choi siwon itu bukan couple! Dia itu hanya bodyguard! Tidak lebih! Aku tidak suka eomma berbicara seenaknya seperti itu! Bisa menjadi fitnah! Ingat itu!!” bentakku panjang lebar.

Eomma terpaku. Ia memanyunkan bibirnya dan matanya mulai berkaca-kaca. Oh, tuhan. Kutuklah aku. Kenapa aku punya eomma yang kekanakan seperti ini? Siapa anaknya dan siapa ibunya, sih?

“Huwaaaa~ hiks .. yeo .. yeobin-ah … neo … huwaaaa~ yeonnie … kau jahat sekali~” ia pergi meninggalkanku. Hah, masa bodoh. Dia itu sudah berumur 41 tahun. Kelakuannya seperti anak 5 tahun. Tuhan … kau boleh memakannya bulat bulat.

Entah ia pergi kemana, aku tidak peduli. Aku tahu ia mencoba melupakan Hankyung dari pikiranku. Itu percuma, eomma. Aku terlanjur mencintainya.

Aku memutar lagu The Boys dari headphoneku. Aku mencoba menenangkan pikiranku sejenak. Oh … ini sunggu rumit.

Yeobin POV end

Kyuhyun POV

Hari ini hari minggu. Siwon hyung memilih libur dari pekerjaannya untuk sehari ini. Ya, aku sudah pulang kembali ke apartemen. Oh, aku merindukan kamarku.

Pagi-pagi sekali tadi Siwon hyung mengajakku untuk segera pulang. Dan aku langsung mengiyakannya. Perang dingin kemarin sepertinya sudah berakhir. Tapi tekadku sudah bulat untuk mendekati Yeobin.

“Kyuhyun-ah, kau ingin makan apa?” tanya siwon hyung saat aku duduk disebelahnya yang sedang menonton tivi “Eum … aku ingin bibimbap.” jawabku.

“Hmm, sebentar. Aku cek ke dapur dulu.” ujarnya. Beberapa saat kemudian ia kembali lagi “Kyu, aku ke minimarket dulu. Bahan makanannya tidak cukup. Kau baik-baik di apartemen, ya.” ujarnya.

“Aa~ aku saja hyung yang ke minimarket!” pintaku “Mwo? Kau baru sembuh, kyu. Kau butuh istirahat.” ujarnya.

“Ani … aku sudah istirahat selama 11 bulan apa itu tidak cukup. Ayolah, hyung~” rajukku “Ck, ne baiklah. Tapi apa kau masih ingat jalanan disekitar sini?” tanyanya.

“Tentu saja. Aku ini masih muda, hyung. Dijamin tidak mudah lupa. Hahaha. Asalkan minimarketnya tidak pindah lokasi.” ujarku. “Baiklah. Ini daftar belanjaannya, ini uangnya. Hati-hati, kyu.” pesannya.

Aku berjalan menyusuri jalanan Seoul. Hmm, lama sekali aku tak melihat pemandangan seramai ini. Ini hari minggu dan ramai sekali.

Aku masuk ke minimarket yang jaraknya hanya berapa puluh meter dari apartemenku. Aku memilih beberapa bahan masakan sesuai dari daftar yang siwon hyung berikan padaku. Setelah memilih milih bahan masakan, aku segera membayarnya ke kasir.

Aku berjalan menuju apartemenku. Tapi suatu pemandangan menghentikan langkahku. Suara isak tangis seseorang. Siapa itu?

“Hiks … hiks .. hiks … huhuhuhu~”

Aigoo … ada ahjumma ahjumma sedang menangis dipinggir jalan. Siapa dia? Ia duduk di pinggir trotoar sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Gaya berpakaiannya seperti orang kaya. Stylish dan simple. Awet muda sekali ahjumma ini. Tubuhnya juga langsing. Aigoo .. kenapa aku membicarakan ahjumma ahjumma?

Aku berjongkok di sebelahnya “Annyeong, ahjumma. Sedang apa anda disini? Kenapa anda menangis?” tanyaku. Ia mendongak dan menoleh menatapku. Wajahnya juga babyface. Ckckck. Hebat sekali ahjumma ini.

“Huwaaaaa~” ia malah tambah menangis. Aish .. kenapa dia ini?

“Ahjumma. Uljimarayo … jangan menangis disini. Kajja. Biarku antar pulang ahjumma.” ajakku sambil membantunya berdiri. “Rumah ahjumma dimana?” tanyaku.

“Shireo! Aku tidak mau pulaang~ Aku ikut denganmu saja …” pintanya. He?? Tidak mau pulang? Kupikir ia tersesat atau apa. Apa dia kabur? Ckckck, aku baru tahu kalau ada ahjumma bersifat anak 5 tahun seperti ini.

“Ta .. tapi ahjumma. Nanti keluargamu-”

“Aku tidak peduli! Dan mereka tidak peduli. Ayolah … bawa aku kerumahmu saja. Ya, ya, ya?” rajuknya. Aigoo … sudah tua tapi tetap saja lucu.

Akhirnya aku mengantar ahjumma ini ke apartemenku. Yah, dari pada dia sendirian di pinggir jalan? Atau, diculik? Atau dirampok?

“Namamu siapa?” tanyanya “Cho Kyuhyun imnida.” ujarku “Oh … namaku Park Yoon Seo. Kau panggil saja aku Park Ahjumma, ya? Aigoo … kau itu tampan sekali!” cerocosnya. Aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Kau tinggal di apartemen?” tanyanya “Ne, ahjumma. Kajja masuk. Ini kamarku dan hyungku.” ajakku sambil menekan beberapa kode “Hyungmu? Kau mempunyai kakak?” tanya Ahjumma. Aku mengangguk.

“Hyung, na wasseo!” sahutku “Kajja masuk, ahjumma. Kau tunggu saja di sofa itu.” ujarku. Ia menurutinya.

Aku memasuki kamar Siwon Hyung. Sepertinya dia sedang mandi. Karna tadi hanya aku saja yang sudah mandi. Kulihat ia baru keluar dari kamar mandi.

“Ah, kyu. Kau sudah pulang? Taruh saja belanjaannya di dapur. Biar nanti aku yang masak.” ujarnya “Ne, hyung. Masakan 3 porsi, ya.” ujarku “Kau pasti lapar, ya?” tanyanya “Tidak juga.” jawabku sambil tersenyum.

Aku keluar menaruh bahan makanan di dapur. Setelah itu, aku menghampiri Park ahjumma.

“Ahjumma. Tunggu sebentar, ya. Kau pasti belum sarapan. Biar nanti hyungku yang memasakannya.” ujarku sambil duduk disebelahnya “Ah, gomawo kyuhyun-ssi. Sudah lama aku tidak sarapan bersama-sama.” ujarnya.

“Kalau boleh tahu, kenapa ahjumma menangis sendirian di pinggir jalan, tadi?” tanyaku hati-hati. Wajahnya berubah menjadi cemberut. Omo~ jangan bilang aku salah bicara “Anakku menyebalkan!” ujarnya pendek. Anak? Dia sudah mempunyai anak?

“Memangnya kenapa dengan anak anda, ahjumma?” tanyaku lagi “Pokoknya dia itu menyebalkan!!” ujarnya lagi dengan wajah ditekuk “Kalau anak anda menyebalkan, ahjumma tidak boleh seperti ini. Kasihan nanti anak ahjumma.” kasihan, orang bingung bedain yang mana anaknya dan ibunya. Huahahahaha~

“Biar saja. Aku sudah biasa seperti ini. Dia itu orangnya tidak pedulian. Padahal Appanya sendiri itu orang yang baik hati dan dermawan. Sementara ibunya cantik dan baik hati. Kenapa memiliki anak seperti itu??” aigoo, pede sekali ahjumma ini.

“Anak ahjumma yeoja atau namja?” tanyaku “Yeoja.” jawabnya “Berarti anak ahjumma mewarisi kecantikan dari ahjumma.” jawabku “Dari mana kau tahu anakku cantik?” tanyanya “Hmm, ibunya saja cantik seperti ini. Apalagi anaknya?” tanyaku.

Ahjumma itu menunduk, lalu mendongak lagi “Kalau appanya yang jelek bagaimana?” tanyanya lagi “Bagaimana kalau appanya tampan?” tanyaku balik “Hmm, benar juga, ya.” gumamnya. Aigoo .. aku ingin sekali tertawa!

Kulihat siwon hyung keluar dari kamarnya “Ahjumma, itu hyungku. Hyung!” sahutku. Saat hyung menengok, ia melompat kebelakang dan ..

BRAKK!!

Ia menabrak pintu kamarnya yang belum tertutup. Alhasil ia terjatuh ke belakang. “Omo~ gwenchana hyung?” tanyaku sambil menghampirinya. Kulihat wajahnya shock sekali. Ahjumma itu menghampiri kami.

“Apa kau tidaaaa …. siwon-ssi?!” tanya ahjumma itu. Mwo? Kenapa ia tahu nama hyungku?

Siwon hyung langsung berdiri lalu membungkuk 90 derajat “Annyeong haseyo, nyonya park.” ujarnya.

“Kau … kau tinggal disini? Lalu … kyuhyun-ssi. Kau … adiknya siwon-ssi?” tanya ahjumma itu tak percaya “Ne.” jawabku bingung. Apa yang terjadi disini, hah?!

Kyuhyun POV end

Siwon POV

Setelah selesai memakai baju, aku segera keluar menuju dapur. Saat aku baru keluar.

“Ahjumma, itu hyungku. Hyung!” sahut kyuhyun. Otomatis aku menoleh kepadanya. Dan kulihat ada sosok wanita disebelahnya dan itu … NYONYA PARK!!

Aku kaget dan melompar kebelakang. Sial! Aku terjatuh kebelakang. Pintu kamarku belum tertutup rapat hasilnya …

BRAKK!!!

Omo~ omo~ tubuhku …. remuk semua!!

“Omo~ gwenchana hyung?” tanya kyuhyun. Aku shock. Ditambah nyonya park datang menghampiriku “Apa kau tidaaaa …. siwon-ssi?!” tanya nyonya park. Otomatis aku langsung beridir dan membungkuk 90 derajat.

“Annyeong haseyo, nyonya park.” sapaku “Kau … kau tinggal disini? Lalu … kyuhyun-ssi. Kau … adiknya siwon-ssi?” tanya nyonya park tak percaya “Ne.” jawab kyuhyun sedikit bingung.

“Nyonya park. Apa yang anda lakukan disini?” tanyaku sopan “A .. aku …” jawabnya terbata bata “Sebaiknya kita bicarakan ini sambil sarapan saja.” potong kyuhyun cepat. Kurasa ia yang paling penasaran atas kejadian ini.

~~~o~~~

Saat ini kami sedang sarapan. Semuanya diam. Tak ada yang berani berbicara terlebih dahulu. Hmm, seharusnya kyuhyun yang lebih dulu betanya. Atau nyonya park. Atau aku?

“Ehm ..” aku berdehem. Kyuhyun dan nyonya park menatapku “Maaf saya lancang nyonya park. Kenapa anda bisa ada disini?” tanyaku “Apa aku mengganggumu, siwon-ssi?” tanya nyonya park.

“Anio. Justru aku heran kenapa anda bisa ada disini.” ujarku “Tadi aku menemukannya sedang menangis di pinggir jalan, hyung. Dia tidak ingin kuantar pulang. Jadi aku antar saja ahjumma ke apartemen kita.” jelas kyuhyun.

Siwon POV end

Kyuhyun POV

Nyonya park? Siwon hyung memanggilnya nyonya park? Memangnya ahjumma ini siapanya dia?

“Aa .. hyung,” sahutku. Ahjumma itu masih sibuk makan, sementara aku melirik ahjumma itu sekilas. Meminta penjelasan atas kejadian ini.

“Dia majikanku.” bisiknya cepat dan pelan ditelingaku. Aku langsung membulatkan mataku. Majikan? Berarti ….. dia .. dia … eommanya kim yeobin?!

“Omo~ hari ini kita harus ke gereja!” sahutku “Ah, iya. Aku lupa.” tambah kyuhyun “Nyonya park. Sebaiknya anda pulang. Nanti nona kim mencari anda.” pesanku “Ani! Aku tidak mau! Aku tidak ingin bertemu dengan yeobin!” tolaknya.

Aku mengkerutkan keningku “Mereka bertengkar.” bisik kyuhyun.

“Tapi nyonya. Apa anda tidak ke gereja? Anda harus siap-siap. Ya, siapa tahu yeobin tidak ada di rumah. Mungkin dia sudah ke gereja duluan.” ujarku.

“Hmm, baiklah.” ujarnya. Aku dan kyuhyun tersenyum lega. “Jadi kita akan ke gereja bersama??” tanya nyonya park gembira “Eh??”

~~~o~~~

Aku, nyonya park, dan Kyuhyun, sedang berada di rumah nyonya park. Sekarang nyonya park sedang mandi. Aku baru tahu kalau ia tadi habis berolahraga bersama yeobin. Lalu apa sebabnya mereka bertengkar??

“Siwon-ssi!” sahut nyonya park seraya menghampiriku “Ne?” tanyaku sambil menghampirinya juga. Ia menyerahkan secarik kertas putih ke tanganku.

“Buka.” ujarnya. Aku membukanya dan menemukan sederet kata permohonan maaf.

Mianhamnida. Kalau eomma belum sarapan tinggal suruh bibi Jung saja untuk memasak. Aku ke gereja duluan. 

Ps: semua aksesoris eomma aku taruh di laci kamar eomma.

Aku mengkerutkan keningku tanda bertanya “Tadi aku dan yeobin sempat bertengkar kecil. Dan itu adalah surat permintaan maafnya. Ya, dia memang begitu. Tidak berani meminta maaf secara langsung. Anakku unik, ya?” ya, sama seperti ibunya. Aigoo … yeobin-ah.

Siwon POV end

Yeobin POV

Sudah 20 menit aku menunggu disini. Eomma belum juga kembali? Aish … dia itu, kan buta arah? Ani, dia membawa ponsel. Ponsel? Aigoo … aku lupa membawa ponselku! Haish .. masa bodoh! Lebih baik aku pulang saja. Sebentar lagi aku harus ke gereja.

Aku melihat kalung berinisial ‘S’ itu. Hmm, kalau aku tinggal, eomma akan marah besar. Baiklah, kalung laknat. Akan kubawa kau dan teman-temanmu pulang.

“OMONA~” jeritku. Apa ini? Anting berinisial ‘S’? Kalung berinisial ‘S’? Gelang berinisial ‘S’? Gelang kaki berinisial ‘S’? Kenapa semuanya serba ‘S’???!!

Aigoo …. kenapa tidak ada satupun yang berinisial ‘H’?! HANKYUNG!!!!!

Dengan malas kubawa kantong kresek berisi serba ‘S’ itu. “‘S’ untuk Sial, ‘S’ untuk Sinting, ‘S’ untuk …. arrrrghhh!!! SIWOOONNN!!!!” teriakku frustasi.

Setelah sampai rumah, segera kutarus benda-benda laknat itu di laci kamar eommaku. Setelah itu kutinggalkan notes kecil di ranjang eomma.

~~~o~~~

Sial, benar-benar Sial. Tidak ada Siwon, 5 bodyguard pun jadi. Gara gara manusia ‘S’ itu tidak datang, aku jadi harus di kawal dengan 5 bodyguard sekaligus! Good job, Yeobin!! Kau benar-benar  ‘S’! SIAL.

Di gereja aku terus berdoa untuk kesejahteraan keluargaku, kebahagian hidupku, dan juga kebahagian hidup Hankyung di Amerika. Apa dia sudah mendapatkan gadis lain? Ani. Dia sudah dapat dari dulu. Gadis yang menjemputnya di bandara. Persetan, kenapa aku masih memikirkan Hankyung?!

“Nona kim. Apa anda sudah selesai berdoa? Kenapa lama sekali??” tanya salah satu bodyguard. Ah, aku tidak tahu namanya. Masa bodoh. “Cerewet! Jangan berisik! Aku sedang berbicara dengan tuhan!” omelku pelan sambil terus mengatupkan kedua tanganku dan memejamkan mataku.

“Tuhan. Kumohon cepat datangkan pangeranku yang sebenarnya di hadapanku secepatnya … amin.” ucapku.

“Kajja.”

~~~o~~~

“Na wasseo.” sahutku setelah sampai dirumah. Kulihat eomma sudah ada di ruang tamu bersama si manusia ‘S’ itu dan … hey, untuk apa ada cho kyuhyun? Ah, molla. Aku tidak peduli.

Segera kulangkahkan kakiku menuju kamarku. Saat aku menginjak anak tangga pertama, eomma menyahutiku.

“Yeobin-ah. Kemari sebentar …” pinta eomma. Aku menghiraukannya dan terus melangkahkan kakiku. “Ya! Apa kau tuli?” bentak eomma “Aku lelah!” balasku. Aku lelah diperbuat olehmu. Kau pasti akan membicarakanku dengan siwon. Aku lelah. Aku tidak bisa melupakan hankyung, eomma!

“Kemari sebentar! Ayolah~” rajuknya. Aish … kekanakan! Aku membalikkan badanku dengan malas dan berjalan menghampirinya. Lalu duduk di sampingnya.

“Lihat mereka.” aku melihat kakak beradik itu. Yang satu kuda, yang satu tampangnya seperti setan. Oh, jinjja! “Kau mau pilih yang mana?” tanya eomma langsung.

“Hankyung.” jawabku pelan “Tidak ada Hankyung disini, Yeonnie.” ujar eomma “Tidak ada salah satu dari mereka dihatiku, eomma.” ujarku lirih.

“Nyonya park. Sebaiknya nona kim harus ke kamar. Dia harus istirahat.” ujar siwon “Yeobin-ah! Pilih yang mana?!” bentak eomma. Aigoo … kenapa dia jadi galak seperti ini? “Siwon hyung benar nyonya park. Ia harus istirahat.” timpal kyuhyun.

“Mereka benar eomma.” ujarku “Lupakan hankyung dari pikiranmu sekarang juga!!” bentak eomma lebih keras. Aku menundukkan kepalaku. Tak mampu untuk melawan. Karena aku malas untuk melawannya. Biar kali ini ia yang menang. Kalau aku melawan, aku bisa jadi anak durhaka.

“Aku tidak bisa.” jawabku lirih. Aku hampir mengeluarkan air mataku. Untung saja bisa kutahan. “Tapi kau harus melupakannya!!!” air mataku mengalir satu persatu. Ini sudah cukup. Mereka memaksaku untuk melupakannya sama saja mereka menyakitiku secara tidak langsung.

“CUKUP EOMMA!! Aku tidak bisa melupakannya!! Biarkan aku seperti ini untuk beberapa waktu kedepan!” isakku. Siwon menghampiriku lalu mengelus-elus punggungku.

“Nyonya, nona kim harus beristirahat.” ujarnya. Eomma tak membalasnya. Akhirnya siwon membimbingku menuju kamarku.

Yeobin POV end

Siwon POV

“CUKUP EOMMA!! Aku tidak bisa melupakannya!! Biarkan aku seperti ini untuk beberapa waktu kedepan!” isaknya.

Ini seperti ada bom atom meledak di dadaku. Nona kim tak bisa melupakan Hankyung. Dan rasanya sangat sakit. Aku menyukai gadis yang mustahil kudapati.

Aku segera menghampirinya dan mengelus-elus punggunya. Kyuhyun memberi tatapan sinis kepadaku. Biarlah. Yang terpenting sekarang aku tidak ingin gadisku tersakiti untuk sekarang ini. “Nyonya, nona kim harus beristirahat.” kataku untuk kedua kalinya. Ia tak menjawab. Segera ku ajak nona kim kamarnya.

Saat dikamarnya ia malah semakin terisak. Aku tahu ini berat untuknya. Aku mendudukannya di ranjang. Kupegang bahunya yang bergetar. Ia tak memberontak. Mungkin saat ini pikirannya sedang hancur. Aku menghapus air mata yang mengalir di pipinya.

Tiba-tiba ia memelukku. Dan terisak di dadaku. Aku kaget. Jujur aku kaget. Tapi aku senang. Akhirnya ia ingin berbagis kesedihannya denganku. Kubalas pelukannya lalu mengusap rambutnya perlahan.

“Uljimarayo .. nona. Kau tidak boleh sedih. Kalau kau menangis seperti ini kau seperti bukan seorang Kim Yeobin.” aku teringat sesuatu. Air! Ya, aku meihat gelas yang terisi air di meja belajar nona kim. Aku mengambil gelas itu. Tapi sesuatu menghentikan gerakan tanganku.

Sebuah botol obat-obatan terpampang jelas di sebelah gelas berisi air itu. Beberapa diantaranya kosong dan ada beberapa juga yang berisi. Apa ini? Obat penenang???

“Nona kim …” aku menatapnya tak percaya. Untuk apa dia menyimpan obat-obat ini?! Ia menoleh dan sama terkejutnya denganku. Ia segera menarik tanganku “Kumohon jangan beritahu hal ini pada siapapun. Terutama eomma. Jebal …” pintanya. Aku menatapnya nanar.

“Untuk apa nona mengkonsumsi ini?” tanyaku “Aku memang orang yang sulit tidur.” ujarnya. Aku tahu pasti dia berbohong. Dia melakukan ini pasti karena lelaku brengsek itu. Hankyung. “Nona, kau tidak perlu melakukan ini. Kau tidak selamanya membutuhkannya. Kan ….. masih ada aku.” ujarku pelan.

“Sudahlah siwon-ssi. Aku butuh istirahat.” ujarnya “Jadi dia benar-benar meniggalkanmu, nona?” tanyaku “Apa?” tanyanya balik “Kau gagal … menyuap dokter Jung?” tanyaku lagi.

Ia menunduk lagi. Nona, kapan Hankyung bisa lepas dari hatimu?

Aku meraih kepalanya, perlahan kukecup keningnya. Ia mendongak dan menatapku shock. Aku hanya tersenyum lembut. “Bye princess. Kau butuh istirahat.” ujarku lalu aku keluar dari kamarnya.

Siwon POV end

Yeobin POV

Cup~

Ia mencium keningku. Apa yang ia lakukan? Aku menatapnya shock sementara ia malah memberikan senyuman lembutnya. Oh, kenapa aku ini?

“Bye princess. Kau butuh istirahat.” ujarnya lalu keluar meninggalkanku. Aku? Aku masih terpaku atas perilakunya tadi. Oh, apa yang ia lakukan?

Tidak lucu kalau aku berteriak dan menyumpahinya. Dia …….. sangat tampan saat tersenyum. OH NO! Apa yang kukatakan? Ani. Dia hanya robot kuda yang tak berguna!

~~~o~~~

Hari ini aku kembali masuk sekolah. Dan manusia robot kuda itu bekerja lagi. Aigoo … ditambah aku harus memakai kalung ‘S’ ini. Tadi eomma memaksaku mati-matian untuk memakai kalung laknat ini. Ck, untung si robot kuda itu tidak tahu kalau aku memakai kalung ini. Karena liontinnya kumasukan ke seragam sekolahku. Hahahaha~

“Aku berangkat dulu.” pamitku. Aku berjalan menuju mobilku yang sudah tersedia di depan.

Sampai di sekolah aku segera turun dari mobil. Begitu juga siwon setelah ia memarkirkan mobilnya. Seperti biasa, suara teriakan yeoja-yeoja genit kembali terngiang di telinga indahku.

“Aish … bisakah kau operasi plastik dan ubah dirimu jadi jelek? Itu sangat mengganggu!” gerutuku “Hahaha. Nona, kau tidak akan menyesal mempunyai bodyguard setampan diriku!” balasnya pede.

“Cih … setampan kuda sih iya.” umpatku. Aku mendengar suara langkah kaki yang besar. Kutengok kepalaku kebelakang “Huwaaa! Siwon-ssi!!!” jeritku. Siwon segera menarik tanganku dan berlari menhindar dari kejaran yeoja-yeoja sinting itu.

‘S’ untuk SIAL!!!

~~~o~~~

Gila! Cepat sekali dia larinya! Benar-benar seperti kuda! Kini kami sedang bersembunyi di …. Lab. Oh, aku benci lab!

“Kenapa kita bersembunyi disini, hah??” protesku “Hehehe. Mainhae, habis hanya ruangan ini saja kan yang tidak dikunci, nona.” ujarnya sambil cengengesan. Aku mengatur nafasku yang tersengal-sengal ini.

Tanpa sengaja aku menyenggol sebuah tabung dan … hup!! Untung aku menangkapnya! Huft … kalau tidak, tamat riwayatku!

Criiingg!

Omo~

Dasar kalung laknat! Kenapa pakai keluar segala, hah?!

Siwon menoleh kearahku dan menatap liontin kalungku. Lalu ia tersenyum penuh arti. Entah apa itu …

“Nona kim memakai kalung? Wah, ‘S’ untuk siapa, nona?” goda siwon sambil menyeringai.

“SIWOOOOONN!!!!!!”

‘S’ untuk SIWON?!

~TBC~

Woahahahahaha~ mianhae … jeongmal mianhae. Di part ini kayaknya kyuhyun mainnya sedikit, yah? Kebanyakan sama eommanya yeobin, yah? Wkwkwk~ dipilih dipilih …. pilih couple Yeobin-Siwon or Yeobin-Kyuhyun or Siwon-Yoon Seo(eomma yeobin) or Kyuhyun-Yoon Seo?? Wkwkwk~ jangan lupa comment’a yaaa~ gomawoooo~

Iklan

One thought on “Oh My Girl [Part 5]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s