Oh My Girl [Part 4]

Title: Oh My Girl [Part 4]

Author: Nanda Alicia/정인재

Cast: Choi Siwon, Kim Yeobin,  Kim Kibum, and???.

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Loha loha! I’m back membawa OMG part4!! Selamat menikmati~

~~~o~~~

Yeobin POV

Mwoya? Apa-apaan dia? Kenapa dia malah lari? Ada apa ini? Kenapa dia meninggalkanku? Aish! Dasar bodyguard tidak berguna! Awas saja kalau aku bertemu dengannya nanti. Akan kucekik lehernya sampai putus!!

5 jam kemudian …

Bahkan sampai bel pelajaran terakhir dia belum datang? Omo~ ada apa ini? Motorku juga tidak ada! Jangan-jangan dia bawa kabur? Aish … aku pulang dengan siapa?? Eottokhae?

“Yeo-ah,” tegur Kibum “Ne?” tanyaku “Kenapa kau masih disini. Mana Siwon?” tanya Kibum “Molla. Tadi tiba-tiba dia pergi entah kemana. Motorku juga dibawa dengannya.” jawabku.

“Kau sudah menghubunginya?” tanya Kibum “Belum,” jawabku “Babo! Cepat telepon dia. Kau mau menginap di sekolah, hah?” tanya kibum. Segera kuhubungi si robot kuda lemot itu.

“Yeoboseyo?”

“YAK! KAU DIMANA, HAH?! KAU KABUR YA?! JANGAN BAWA KABUR MOTORKU! DASAR ROBOT KUDA TAK BERGUNA!!!”

Yeobin POV end

Siwon POV

Setelah sampai di rumah sakit, aku segera berlari menyusuri koridor rumah sakit. Sampai di depan pintu nomor 204 segera kubuka pintu itu.

“Hyung~” panggilnya dengan suara beratnya “Dongsaeng-ah!” balasku. Aku segera memeluk tubuh kurusnya. Ia sudah koma kurang dari setahun. Dan akhirnya ia sadar juga. Tuhan, terima kasih. Terima kasih kau telah mengembalikan dongsaengku.

“Bogoshipo.” ujarnya “Nado bogoshipo. Lama sekali kau tidurnya.” ujarku.

“Jinjja?” tanyanya. Aku mengangguk “Berapa lama?” tanyanya “Hmm, kurang lebih 11 bulan.” jawabku “Woah, lama sekali.” ujarnya. Aku hanya tertawa kecil.

“Hyung-ah, bagaimana kabarmu sekarang?” tanyanya “Kabarku baik. Aku sudah mendapat pekerjaan.” jawabku “Jinjja? Pekerjaan apa?” tanyanya lagi antusias.

“Hmm, menjadi bodyguard.” jawabku. Ia membelalak menatapku tak percaya “Kau pasti bohong hyung.” ujarnya “Serius. Aku tidak berbohong.” ujarku “Memangnya bangsawan dari negri mana yang kau kawal? Hahaha.” tanyanya.

“Seorang putri cantik dari negri dongeng.” jawabku. Ia menatapku aneh. “Kau sudah makan?” tanyaku. Ia menggeleng. “Jangan kemana-mana. Akan kubelikan kau jajjangmyeon.” pesanku.

Aigoo, aku lupa sudah meninggalkan nona kim sendirian di sekolah. Ah, sudahlah. Aku tinggal menjemputnya nanti pukul 1 siang.

Setelah membeli 2 bungkus jajjangmyeon, aku kembali ke kamar rawatku. Aku melihatnya sedang bermain dengan pspnya. Kupikir setelah ia koma, ia akan lupa dengan hobinya itu. Ternyata tidak. Ckckck.

“Ini. Makan yang banyak.” ujarku sambil menyerahkan 2 bungkus jajjangmyeon yang kubeli “Kau tidak makan, hyung?” tanyanya “Ani. Aku sudah kenyang.” tolakku.

“Aku ingin makan bersamamu.” ujarnya sembari memasang tampang cemberut. Yah .. sifat manjanya tidak hilang -__- “Ne.” jawabku pada akhirnya.

Setelah makan, kami mengobrol sebentar. Yah … selama ia koma katanya ia merasa seperti hanya tertidur beberapa menit. Kenyataannya ia koma selama 11 bulan. Lalu ia juga menceritakan mimpi yang ia alami. Ia mendapatkan hadiah dari Tuhan berupa 100 psp dan 1000 kaset game -_______-”

Pada akhirnya ia tertidur juga. Asyik melihat adikku yang tertidur tanpa sadar aku ikut tertidur juga.

Siwon POV end.

Kyuhyun POV

Sorry Sorry Sorry Sorry

Naega naega naega meonjeo

Nege nege nege ppajyeo

Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby

Shawty Shawty Shawty Shawty

Nuni busyeo busyeo busyeo

Sumi makhyeo makhyeo makhyeo

Naega michyeo michyeo baby

Kudengar suara sebuah ponsel berbunyi. Aku membuka mataku perlahan. Ternyata ponselnya siwon hyung. Segera kuraih ponsel siwon hyung yang tergeletak di meja laci disebelah ranjangku. Panggilan dari ‘Kim Yeobin’? Siapa dia? Apa yeojachingu siwon hyung yang baru? Ah, mollaso. Segera kutekan tombol hijau.

“Yeoboseyo?” sapaku.

“YAK! KAU DIMANA, HAH?! KAU KABUR YA?! JANGAN BAWA KABUR MOTORKU! DASAR ROBOT KUDA TAK BERGUNA!!!”

Omo~ omo~ telingaku. Apakah masih berfungsi? Siapa dia? Seenaknya saja berteriak seperti itu!

“Nugu?” tanyaku.

Tak ada jawaban. Sepertinya dia heran bukan siwon hyung yang mengangkat. Dan apa tadi katanya? Robot kuda tak berguna? Siwon hyung? Aigoo ….

“Ya! Kau siapa?” tegurku lagi.

“I-ini bukan siwon-ssi?” tanyanya. Ternyata benar yeoja.

“Ada keperluan apa dengannya?” tanyaku.

“Yak! Aku majikannya! Kau siapa hah? Ah … kau pasti teman sekomplotannya yang ikut serta merencanakan pencurian motorku, kan? Ayo mengaku!” yak yak! Apa katanya? Pencurian motor?

“Maksudmu??” ternyata dia majikannya siwon hyung. Jadi benar siwon hyung bekerja sebagai bodyguard? Huh, bekerja untuk seorang putri cantik dari negri dongeng katanya? Dia lebih pantas menjadi putri iblis dari neraka jahanam!

Siwon hyung terbangun. Ia kaget melihatku sedang memegang ponselnya. Ia segera merebut ponselnya dari tanganku.

“Yeoboseyo? Nona kim. Mianhamnida. Tadi ada keadaan darurat. Baiklah aku akan segera kesana. Ne, jeosonghamnida.” ujarnya panjang lebar. Nona kim? Kim Yeobin maksudnya?

“Ya! Apa yang kau  katakan pada nona kim, kyu?” tanyanya “Bukan apa-apa. Dia majikanmu, hyung?” tanyaku “Ne.” jawabnya “Kenalkan padaku, hyung!” pintaku.

“Lain kali saja, ya, kyu. Mian, hyung harus menjemputnya di sekolah. Annyeong. Jaga dirimu baik-baik.” pamitnya. Sekolah? Ohhh … jadi majikannya itu anak sekolahan? Hahahaha. Kasihan sekali hyungku disuruh menjaga anak sekolahan. Tapi … aku benar-benar penasaran. Apakah sosoknya semenyeramkan suaranya tadi?

Kyuhyun POV end

Yeobin POV

Aigoo … aku tidak bisa membayangkan rupa motorku nanti akan menjadi apa. Dia itukan ‘tidak telalu’ bisa mengendarainya. Ckckck, bisa kena marah eomma aku!

Itu dia. Dia sudah datang. Cih … gayanya kaku sekali saat membawa motor. Segera kuhampiri dia. “Yak! Kemana kau tadi, hah?! Seenaknya saja pergi tanpa pamit! Awas kau!” omelku “Mianhamnida nona kim. Tadi aku habis dari rumah sakit.” jawabnya.

“Mwo? Rumah sakit? Siapa yang sakit?” tanyaku “Hmm, bukan siapa-siapa. Kajja nona, kita pulang.” aku segera duduk dibelakangnya dan memakai helmku.

Oiya, aku jadi teringat suara namja yang mengangkat teleponnya. Tanya tidak, ya? Ah, tanya sajalah. Dari pada jadi penasaran “Ya! Siapa tadi yang mengangkat teleponku sebelum kau?” tanyaku “Hmm, mianhamnida nona. Tadi itu adikku.” ujarnya. Sepertinya dia keceplosan. Jangan-jangan yang di rumah sakit itu adiknya?

“Adikmu sakit apa?” tanyaku “Mwo?” tanyanya terkejut “Yang di rumah sakit itu adikmu, kan?” tanyaku “N-ne.” jawabnya gelagapan “Kenapa bisa masuk rumah sakit? Ooohh … jadi yang kau bilang ‘orang yang kusayangi’ itu adikmu?” tanyaku bertubi-tubi “Ne. Dia baru sadar dari komanya.” jawabnya.

“Koma? Berapa lama?” tanyaku “11 bulan.” jawabnya. “Mwoya? Lama sekali.” ujarku “Ne. Itu karena kecelakaan. Ia tertabrak mobil saat ingin menyebrang.” lanjutnya.

Yeobin POV

~~~o~~~

Siwon POV

Setelah sampai mengantar nona kim ke rumahnya, aku segera mencari nyonya park.

Aku menemukannya sedang besenandung ria di halaman belakangnya. Ckckck, berbeda sekali dengan anaknya. Eommanya saja selucu ini, kenapa anaknya malah sangar sekali?

“Permisi, nyonya park.” sapaku. Ia berbalik dan tersenyum “Ne? Ada apa siwon-ssi?” tanyanya ramah.

Aku menghampirinya “Aku hanya ingin memberi tahu bahwa adikku sudah sadar dari komanya. Dan aku ingin membayar biaya administrasi rumah sakitnya. Agar adikku bisa cepat pulang dan biar dirawat dirumah saja.” jelasku panjang lebar.

Seulas senyum mengembang di wajahnya “Ah, arraseo arrasseo. Akan kuberikan separuh gajimu dulu. Tunggu disini sebentar, ya.” ujarnya.

Beberapa menit kemudian ia kembali dengan amplop coklat yang lumayan tebal di tangan kanannya. Kemudian ia menyerahkannya kepadaku “Ini. Semoga cukup untuk membiayaimu dan adikmu.” ujarnya. “Gamsahamnida nyonya. Ini lebih dari cukup. Tapi nyonya … kata anda setengah?” tanyaku.

“Menjaga anakku sama saja kau melindungi permata termahal yang pernah kumiliki, siwon-ssi.” ujarnya. Aku mengangguk dan tersenyum “Sekali lagi gamsahamnida, nyonya park. Kalau begitu saya pergi dulu.” ujarku.

Diambang pintu aku bertemu dengan Yeobin yang tengah bersandar di pintu “Kau mau kemana?” tanyanya dengan tatapan datar “Aku harus kerumah sakit, nona.” jawabku “Aku ikut,” jawabnya santai “Mwo? Ta-tapi ..”

“Eomma, aku ingin jalan-jalan sebentar.” sahut nona kim pada nyonya park “Ne! Hati-hati dijalan!” balas nyonya park “Kajja,” ia berjalan mendahuluiku.

Haish …. bagaimana ini?? Pasti nona ingin bertemu kyuhyun dan memakinya dengan seribu makian yang dimilikinya. Ckckck, kyu, sampai disinilah hidupmu.

Siwon POV end

Author POV

Siwon terus mengetuk-ketukan jarinya di setir mobil. Ia panik karena memikirkan nasib adiknya dan nonanya nanti.

“Kau kenapa Siwon-ssi?” tanya yeobin. Tak biasanya yeobin duduk di samping siwon. Biasanya ia selalu duduk di belakang. Dan itu membuat siwon semakin gugup dan panik.

“Gwenchana, nona.” jawab siwon cepat. Yeobin tersenyum sinis “Tenanglah. Aku tidak akan berbuat macam-macam pada adikmu. Aku yakin dia masih lebih tua dariku. Lagi pula aku ikut bukan untuk bertemu adikmu.” ujar yeobin santai.

Siwon mengkerutkan keningnya “Lalu, nona ingin apa?” tanya siwon. Yeobin menghela napas dan tersenyum kecut “Menemui dokter jung … lagi?” tanya siwon. Lalu Yeobin mengeluarkan amplop coklat yang cukup tebal isinya dari tas kecilnya.

“No .. nona. Jangan bercanda! Dapat dari mana uang itu? Kau .. kau ingin …” tanya siwon tak percaya “Aku masih penasaran dengan jawaban ‘asli’nya dokter jung.” ujar Yeobin santai.

“Uang ini  ….. aku memintanya sendiri dengan eomma.” lanjutnya. Siwon terkejut. Tapi di dalam hatinya ia merasa ada sesuatu. Yeobin nekad melakukan ini hanya untuk seorang yang ia masih cintai. Hankyung.

~~~o~~~

“Siwon-ssi, kau temui adikmu. Aku akan keruangan dokter Jung.” ujar Yeobin. Siwon berjalan menuju  bagian administrasi. Setelah mengurus semuanya. Ternyata uang yang diberikan nyonya park lebih.

“Kyuhyun-ah!” sahut siwon saat menemui adiknya di ruangannya “Hyung!” kyuhyun berjalan mendekati siwon dan memeluknya “Kau lama sekali. Habis menjemput anak sekolahan, hah?” tanya kyuhyun.

Siwon tertawa kecil “Hmm.” jawab siwon “Kata dokter aku bisa pulang besok.” ujar kyuhyun “Jinjja? Syukurlah.” ujar Siwon “Lalu administrasinya?” tanya kyuhyun “Tenang, semua sudah beres.” ujar Siwon.

“Kau kemari sendiri, hyung?” tanya kyuhyun “Ani. Dengan nona kim.” jawab siwon “Nona kim? Majikanmu?” tanya kyuhyun lagi “Ne.” jawab siwon “Aku ingin bertemu dengannya hyung!” pinta Kyuhyun.

“Terserahmu saja.” jawabku malas sambil merebahkan tubuhku di sofa. “Hyung~” panggilnya sambil menendang-nendang kakiku. Haish … tidak sopan sekali anak ini.

“Wae?” tanyaku “Dia sudah punya namjachingu belum?” tanyanya yang membuatku shock. Aigoo … kyuhyun-ah. Jangan bilang kau ingin berpacaran dengan gadis patah hati.Andwaeeee!!

“Ani. Dia baru saja putus dengan kekasihnya beberapa hari yang lalu.” jawabku malas “Jinjja?” tanyanya girang “Ne. Wae? Kau mau merebutnya, hah?!” tanyaku sinis dan oopss!! Kenapa aku ini?

Kyuhyun menatapku tanda tanya, kemudian ia menyeringai “Kau … menyukainya, hyung?” tanya Kyuhyun penuh selidik “M-mwo??” tanyaku gugup.

Bingo! Thanks god! Akhirnya suara jeritan keluar juga dari ponselku. Segera kuambil ponselku dari saku celanaku. Mwoya?! Aish .. panjang umur.

“Yeoboseyo?”

“Siwon-ssi, kau ada dimana?” kyuhyun menoel-noel lenganku. Aku tahu, pasti dia ingin bertemu dengan nona kim.

“A-aku masih di kamar rawat adikku nona.”

“Baiklah. Aku akan kesana. Kamar nomor berapa?”

GOD?!

“Ehh … sebaiknya kita pulang saja nona, hari sudah sore. Nanti nyonya park khawatir.” aku memeletkan lidahku pada kyuhyun.

“Shireo. Aku tidak ingin pulang dulu. Kamar nomor berapa?”

“Kamar nomor 204.” jawabku sambil melirik kyuhyun sebal. Sedangkan dia sekarang melompat-lompat kegirangan.

“Arraseo. Aku kesana.” jawabnya.

“Hyung, kau baik sekali~ hahahahaha.” ujar kyuhyun dengan nada menjengkelkan “Diam kau!” omelku.

Beberapa menit kemudian pintu terbuka. Ternyata nona kim. Aku segera menghampirinya. Sementara kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk di ranjang.

“Annyeong.” ujarnya datar “Annyeong, nona. Perkenalkan, dia adikku.” ujarku sambil menunjuk kearah kyuhyun yang sedang tersenyum kagum. Ck, oke … wajarlah dia sudah 11 bulan tidak melihat gadis cantik -_____-”

“Annyeong haseyo. Cho Kyuhyun imnida.” ujar kyuhyun sambil mengulurkan tanganya “Kim Yeobin imnida.” ujar nona kim cuek sambil membalas uluran tangan kyuhyun. Sedetik kemudian nona kim mengkerutkan dahinya.

“Choi siwon?” tanya nona kim sambil menunjukku. Aku mengangguk “Cho kyuhyun?” tanyanya sambil menunjuk kyuhyun, ia pun juga mengangguk “Kalian kakak beradik?” tanyanya heran.

“Begini, nona kim. Kami saudara tiri. Kami sama-sama yatim piatu dan dulu kami tinggal di panti asuhan yang sama.” jelasku. Nona kim hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Kemudian nona kim berjalan menuju sofa lalu merebahkan tubuhnya disitu.

“Aku istirahat sebentar, ya.” ujarnya kemudian menutup matanya. Oiya, tadi dia habis dari ruangan dokter Jung, kan? Apa dia berhasil? Atau tidak? Ani, aku tanya saja nanti jika sampai di rumah. Disini ada kyuhyun.

Sepuluh menit kemudian, nona kim masih pada posisinya. Sepertinya dia sudah tertidur. Kulihat kyuhyun sedang berjalan sambil membawa selimutnya.

“Ya! Mau apa, kau?” tanyaku sinis “Ssst .. jangan berisik, hyung!” tegurnya. Ternyata ia ingin menyelimuti nona kim. Aish, otakku lemot sekali.

“Dia cantik, ya, hyung?” tanyanya. Aku membulatkan mataku. Memang benar, sih, nona kim cantik. Apa kyuhyun menyukainya?

“Ne, wae?” tanyaku malas “Kau ini hyung. Dia cantik, dan aku namja. Tentu saja aku menyukainya bodoh!”

DUARRRR!!!

Apa?? Apa ada bom??

Tidak!!

Apa kata kyuhyun tadi? Ia menyukainya?

Oke, ini masalah. Ani sebenarnya tidak.

Aku menyayangi kyuhyun. Dan aku selalu menuruti permintaannya. Karena aku menyayanginya sebagai adik.

“Lalu?” tanyaku. Ia mengeluarkan smirknya. Tuhan, dia benar-benar seperti setan.

“Aku menyukainya. Aku ingin menjadi namjanya, hyung. Kau bisa membantuku?” tanyanya penuh harap.

“B-bantu apa?” tanyaku gugup “Bantu aku mendekatinya.” ujarnya pelan.

Aku diam. Tidak tahu harus bilang iya atau tidak. Ayolah choi siwooooooooonnn! Dia ini adikmu. Lalu nona ini majikanmu. Lantas apa masalahnya? Kenapa lidahmu kaku sekali, hah?

Apa aku …

“Hyung!” tegur kyuhyun “N-ne?” tanyaku “Kau mau bantu aku tidak??” tanyanya tak sabaran.

“Hmm …” aish! Bilangs saja iya choi siwon! Lama sekali kau ini!

“Hyung!” tegurnya lagi “Apa kau juga menyukainya?”

JDEERRR!!

Aish, lebay sekali sich~

“Bicara apa kau? Masa aku menyukai majikanku sendiri.” ujarku “Memangnya kenapa?” tanyanya balik “Tak ada salahnya, kan? Benarkan kau menyukainya? Tapi aku menyukainya juga hyung …” ucapnya lirih.

Aku hanya diam. Masih bingung atas perasaanku ini. Hey! Kenapa harus bingung? Kau normal, kan, CHOI SIWON?!

“Kalau begitu ..” ia menggantungkan kalimatnya. “Kalau kau tidak menyukainya ..” lanjutnya.

“Kim Yeobin. Gadis cantik ini akan menjadi milikku, hyung. Kau tidak bisa merebutnya dariku.” ujarnya sambil mengeluarkan smirknya.

“Bi-bicara apa kau kyu? Aku memang tidak menyukainya.” ujarku. Yah, aku sendiri tak yakin dengan apa yang kuucapkan.

“Iya. Itu yang kutahu. Kau tidak menyukainya. Tapi mungkin kau mencintainya. Kau … aku tidak akan membiarkan Yeobin jatuh di tanganmu.” ujarnya sinis.

“Baiklah, aku juga tidak akan membiarkan dia jatuh ketanganmu. She’s my girl.” balasku.

~TBC~

Woaaahhhhh~~ part kali ini kyknya khusus untuk memperkenalkan adiknya si Choi Siwon. Wkwkwk~ too short? I’m so so so sorry sorry sorry sorry yaa~ next part akan ada konfliknya sedikit demi sedikit. untuk pictnya, mungkin kyuhyun aku taruh di next part.Oiya, aku juga kecewa sama part sebelumnya, commentnya sedikit dan itu membuatku hancur hancur hatiku. Oh~ wkwkwk~ dan part yg ini yg paling lama dibuatnya. dan hasilnya pendek bgt. wkwkk~ hohohoho~ gomawo~ jangan lupa RCLnya. see u :*

Iklan

2 thoughts on “Oh My Girl [Part 4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s