Oh My Girl [Part 3]


Title: Oh My Girl [Part 3]

Author: Nanda Alicia/정인재

Cast: Choi Siwon, Kim Yeobin (OC).

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: No more cincong, cekidot. Jangan lupa RCL ya. Gomawo!

~~~o~~~

Part 3

Yeobin POV

Hari ini aku resmi menjadi single ladies. Tidak, lebih tepatnya dua hari yang lalu. Aish, seperti apa saja. Come on, aku hanya ditinggal seorang namja, bukan beribu namja! Hahaha~

Aku berjalan menuju mobil pribadiku dan seperti biasa, seekor Choi Siwon alias bodyguardku sudah setia menungguku. Menurutku, tubuhnya itu seperti robot. Tegap, gagah, tapi kaku. Ototnya terlalu besar dan banyak. Dan itu membuatnya mirip robot kuda.

“Apa nona tertarik padaku?” tanyanya. Aish, bicara apa dia? Tertarik padanya? Aku tertarik kepada robot kuda? Jangan mimpi! Bahkan kuda lebih baik darinya. Ah, tidak. Bahkan keledai lebih menarik dari dirinya.

“Bermimpilah. Bahkan kuda saja lebih baik darimu.” jawabku santai. Aku segera masuk di bangku belakang. “Mwoya? Aku disamakan dengan kuda?” tanya Siwon sambil menahan tawanya.

“Apa bedanya? Kalian sama-sama memiliki otot, kan?” tanyaku asal. Sebenarnya aku tidak yakin juga kalau kuda memiliki otot -______-“. “Pria berotot itu bukannya keren? Jangan-jangan, nona tidak tertarik dengan pria berotot?” tanyanya.

“Aku lebih suka pria berotak.” jawabku asal. Hey, semua pria mempunyai otak, kan? Ani, maksudku, pria yang cerdas!

“Contohnya?” tanyanya lagi. Aish, dasar robot kuda bawel!

“Hmm, Kibum mungkin? IQnya 138.” jawabku.

“Mwo? Dia kan sepupu nona.” ujarnya. “Kan hanya contoh.” dasar babo. Dia yang tanya kenapa ditanya lagi? “Ah, ne. Arraseo.” ujarnya sambil cekikikan. Ish, tawanya itu menyeramkan sekali.

“Nona kim,” sahutnya.

“Ne?” tanyaku sambil memasangkan headphone ke telingaku.

“Maaf jika aku berbicara lancang. Dan aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan nona. Kalau kuboleh tahu, namja yang bernama Hankyung itu siapa? Kemarin, ia datang pagi-pagi kerumah mencari nona. Tapi nyonya Park malah mengusirnya.” tanya Siwon.

Aku diam. Lebih baik untuk berpura-pura untuk tidak mendengar. Hankyung kerumah? Mencariku? Untuk apa? Sebenarnya masih ada yang mengganjal pikiranku. Tentang perkataan Hankyung.Hankyung mengatakan bahwa ia tak mencintaiku setelah kecelakaan. Apa karena dia amnesia atau apa?

Ini sungguh rumit.

“Siwon-ah, putar balik. Ke rumah sakit seoul sekarang.” perintahku.

“Wae? Untuk apa? Memangnya siapa yang sakit? Nona kan harus sekolah?” tanyanya bertubi-tubi.

“Kubilang sekarang!” perintahku lagi.

Akhirnya ia membalikan arah ke arah rumah sakit seoul. Aku harus bertemu dokter itu dan meminta penjelasannya.

Yeobin POV end

~~~o~~~

Author POV

“Annyeong haseyo, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang resepsionis. “Aku ingin bertemu dengan … dokter Jung! Ne, apa dia ada disini?” tanya Yeobin.

“Apa anda sudah membuat janji sebelumnya dengan dokter Jung?” tanyanya. “A .. ani.” jawab Yeobin pelan. “Maaf, hanya orang yang sudah membuat janji yang boleh bertemu dengannya.” ujar si resepsionis.

“Bagaimana ini?” tanya Yeobin sambil melirik Siwon penuh harap. “Baiklah, kita cari saja ruangannya.” bisik SIwon. Yeobin melotot kearahnya.

“Babo! Rumah sakit ini luas!” omel Yeobin. “Dari pada kita tidak bertemu dengannya? Lagi pula untuk apa kita kema- hey!! Jangan tarik-tarik begitu!”.

Yeobin segera menarik tangan Siwon dan berkeliling mengitari lorong rumah sakit untuk mencari ruangan dokter Jung. Sudah beberapa pasien yang ditabrak mereka, dan berkali-kali siwon menyahut meminta maaf.

Setelah 1 jam mengitari lorong rumah sakit, akhirnya Yeobin menemukan ruangan dokter Jung. “Ini pasti ruangannya!” ujar Yeobin mantap.

Ia mengetuk pintu ruangan itu dua kali dan memasuki ruangan itu. Terlihat namja paruh baya yang ia yakini adalah dokter Jung, dokter yang merawat Hankyung.

“Annyeong haseyo,” sapa Yeobin. “Annyeong haseyo. Maaf kami telah lancang memasuki ruangan anda.” ucap Siwon.

“Ne. Gwenchana. Ah, kau …. kekasih pasien Hankyung-ssi, kan? Yang dirawat beberapa hari yang lalu?” tanya dokter Jung. “Ne.” jawab Yeobin sambil tersenyum “Ada keperluan apa kemari?” tanya dokter Jung.

“Hmm, aku bingung mau memulainya dari mana.” gumam Yeobin. “Apakah saat itu keadaan Hankyung baik-baik saja?” tanya Yeobin.

Dokter Jung menyeringit heran “Maksud anda?” tanyanya tak mengerti.

“Maksudku, apakah setelah kecelakaan itu, Hankyung hanya mengalami masa kritis? Dia tidak amnesia, gegar otak, atau macam-macam, kan, Dok?” tanya Yeobin.

Dokter Jung tak langsung menjawab. Ia menghela nafas sebentar dan menjawab pertanyaan Yeobin “Ia baik-baik saja. Tidak ada penyakit yang menyerangnya setelah kecelakaan itu. Ia hanya kritis. Dan ia berhasil melewati masa kritisnya. Ia tidak amnesia. Percayalah, ia baik-baik saja.” Yeobin mengangguk.

“Dokter tidak berbohong, kan?” tanya Yeobin.

Dokter Jung tersenyum “Untuk apa aku berbohong?” tanya dokter Jung balik.

Yeobin menghela nafas berat. Ia merasa kecewa sekali. Ternyata Hankyung benar-benar serius dengan perkataannya.

“Baiklah kalau begitu. Gamsahamnida. Maaf mengganggu waktu anda. Nona kim, ayo kita pulang.” ajak Siwon. Yeobin bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan dokter Jung.

~~~o~~~

Siwon tidak mengantarkan Yeobin kerumah. Melainkan ke taman yang pernah ia kunjungi sebelumnya  bersama Yeobin.

“Nona kim.” panggil Siwon “Apa?” balas Yeobin malas “Kau belum menjawab pertanyaanku yang tadi.”

“Pertanyaan apa? Memangnya kau bertama kepadaku?” tanya Yeobin dingin. “Aish! Aku tahu pasti nona mendengarnya.” ujar Siwon.

“Hankyung adalah mantan kekasihku.” jawab Yeobin pelan.

“Kalian baru putus?” tanya siwon. Entah kenapa Siwon jadi penasaran dengan kisah cinta majikannya.

“Hmm.” jawab Yeobin malas.

“Lalu … apa hubungannya dengan dokter Jung tadi?” tanya siwon sambil duduk di ayunan usang itu lagi.

“Sudah kubilang jangan duduk disitu! Kau bisa celaka! Kalau kau celaka-”

“Kalau aku celaka tidak ada yang menjagamu lagi? Tenang saja nona, aku akan menjagamu sampai kapanpun!” potong siwon cepat.

Yeobin terhenyak, ia tak mengerti atas perkataan Siwon tadi. Kemudian ia tersadar. Ayolah, ia hanya bodyguard. Wajar dia bilang begitu. Batin Yeobin.

“Percaya diri sekali. Kalau kau celaka aku tidak akan menolongmu! Arraseo?” ujar Yeobin.

Lalu siwon mulai mengayunkan ayunan itu “Nona, kemarilah! Ini mengasyikan!” ajak siwon. Yeobin menggerutu, ia memilih duduk di bangku taman sendirian. “Ya! Nona kim! Kemarilah! Kau mau dipangku?” goda Siwon. “Ya! Jangan kurang ajar!” bentak Yeobin.

“Omo~ omo~ nona kim! Tolong aku! Ayunannya ingin putus!” teriak Siwon.

“Kau kan tinggi! Masa bermain ayunan setinggi itu takut? Hah .. payah!” ejek yeobin.

BRAKK!!!

Terlambat.

“Siwon-ssi!!” jerit Yeobin. Ia berlari menghampiri Siwon yang sudah ambruk di tanah. “Gwenchana?” tanya Yeobin khawatir.

“Hahaha. LIhat itu nona! Nyatanya kau menolongku. Tenang. Aku kan kuat. Hahahaha~”

PLETAK!!

Yeobin menjitak keras kepala Siwon. Ia kesal karena telah dikerjai oleh bodyguardnya sendiri.

Yeobin kembali duduk di bangku taman tadi sambil menyalakan musik dari headphonenya. “Ya! Nona, mianhae. Aku hanya bercanda.” ujar Siwon sambil menghampiri Yeobin.

“Jawaban yang tadi apa?” tanya Siwon “Apa?” tanya Yeobin balik “Apa hubungannya dengan dokter Jung?”

“Hubungan yang mana?”

“Aish! Kau ini! Hubungan mantanmu dan dokter Jung! Kau itu lemot se-” Yeobin dengan cepat memelototi Siwon “Ne, aku yang lemot, nona. Mianhae.” ujar Siwon buru-buru.

Yeobin menarik napas panjang dan membuangnya. “Hankyung kecelakaan saat pulang mengantarku sekolah. Ia kritis. Setelah ia sadar, ia bilang ia tak mencintaiku lagi. Dan begitulah. Kau mengerti, kan?” tanya yeobin kesal.

“Oh … jadi kau mengira mantanmu memutuskanmu karena amnesia atau punya penyakit. Begitu? Tapi kenyataanya tidak. Berarti ia benar-benar tidak mencintaimu? Aish, dia itu namja bodoh! Kuakui itu! Ia bodoh tidak mencintai majikanku yang super ini!” ujar Siwon.

“Super apa, hah?!” tanya Yeobin ketus.

“Super cantik …. super galak, super hebat, super junior, super apapun.” ujar Siwon.

“Apa kau bilang?! Super galak?! Kau ingin kucekik, hah?!” ancam Yeobin.

Author POV end

~~~o~~~

Siwon POV

Seharian bersama majikan ternyata tidak buruk. Ia -atau lebih tepatnya aku- mengajaknya ke berbagai tempat yang mengasyikan. Dan ternyata ia menikmatinya. Aku senang bisa menghiburnya.

“Siwon-ssi. Aku lapar.” ujar nona kim. Aku tersenyum dan menggandeng tangannya kearah kedai jajjangmyeon terdekat.

“Ya! Kenapa kita jalan? Naik mobil saja!” ujarnya. Ternyata ia mengomel karena itu. Kupikir ia marah karena kugandeng tangannya.

“Kedainya dekat, kok. Kita jalan saja. Sekalian olahraga.” ujarku.

Kami memesan 2 porsi jajjangmyeon, dan dua gelas teh hangat. Aku melihatnya makan dengan lahap. Sepertinya ia sangat lapar. Aku baru tahu kalau ini salah satu efek dari orang sedang patah hati -______-”

“Nona benar-benar lapar?” tanyaku “Ani. Hankyung bilang aku terlihat lebih kurus dari sebelumnya.” jawabnya lalu melanjutkan makannya lagi.

Hankyung. Mereka sudah berpisah kenapa nona masih memikirkannya? Memang benar dia kurus sekali sekarang ini. Tapi, kenapa harus Hankyung?

“Ini. Makanlah yang banyak. Semoga cepat gemuk.” ujarku sambil menyerahkan setengah porsi jajjangmyeonku “Gomawo.” ucapnya singkat dengan seulas senyum terukir di bibirnya. Hanya sedetik, namun itu sangat indah.

Siwon POV end.

Author POV

Hari sudah malam dan sekarang mereka sedang ada di perjalanan. Yeobin sudah tertidur di mobil. Sementara Siwon masih mengendarai mobilnya.

Setelah sampai, Yeobin masih tertidur. Akhirnya Siwon memilih untuk menggendong Yeobin dan mengantarnya sampai ke kamarnya.

“Yeobin-ah. Kenapa kalian pulang malam?” tanya nyonya park “Tadi Yeobin meminta untuk jalan-jalan, nyonya park.” jawab Siwon sopan.

“Ah, baiklah. Ppali. Bawa ia kekamarnya. Biar nanti aku yang menggantikan pakaiannya.” bisik nyonya Park. Siwon hanya tersenyum dan membawa Yeobin ke kamarnya.

“Aigoo~ nona kim. Cepat sekali gemuknya. Kau berat.” ujar Siwon. Ia merebahkan tubuh Yeobin di ranjang Yeobin.

Nyonya Park memasuki kamar Yeobin. “Gamsahamnida Siwon-ssi. Hmm, bisa kau tunggu diluar? Aku ingin mengganti baju Yeobin. Oiya, jangan pulang dulu, ya.” pesan nyonya park “Ne.” ujar siwon sambil berlalu.

Beberapa menit kemudian Nyonya park keluar dari kamar Yeobin. “Kajja.” ajak nyonya park.

Sekarang mereka berada di halaman belakang rumah. Ya, nyonya park mengajak Siwon untuk mengobrol sebentar sambil meminum teh.

“Maaf, Siwon-ssi kalau aku mengganggumu.” ucap nyonya park.

“Gwenchana. Aku mengerti nyonya butuh teman mengobrol. Dengan senang hati aku akan menemani nyonya.” balas Siwon sopan.

“Hmm. Sebenarnya selama ini aku butuh teman mengobrol mengenai Yeobin. Tapi, karena suamiku sedang sibuk. Jadi aku memintamu.” ujar Nyonya park.

“Mengenai Yeobin? Memangnya ada apa dengannya?” tanya Siwon penasaran.

“Yeobin itu gadis yang pendiam dan juga tidak bisa bergaul. Semenjak mengenal Hankyung, ia sering bersamanya. Tapi sekarang lelaki itu malah meninggalkannya. Dengan alasan yang tak jelas pula.” ujar Nyonya park sambil menyeruput tehnya.

Hankyung lagi, batin siwon. “Jadi aku memintamu, untuk menjadi teman baiknya yeobin. Ya, minimal agar dia mulai bisa terbuka denganmu. Aku mempekerjakanmu bukan hanya untuk bodyguard saja, tapi untuk menjadi teman dekatnya juga. Jadi kuharap kalian bisa dekat satu sama lain.” jelas nyonya park.

“Tentu saja nyonya. Saya akan menjadi teman yang baik untuk nona kim.” jawab Siwon.

Sedetik kemudian nyonya park tersenyum jahil kearah siwon “Apa kau mulai tertarik dengan Yeobin?” tanya nyonya park.

Mendengar perkataan nyonya park, hampir membuat siwon menyemburkan teh yang diminumnya ke majikannya sendiri. Untung dia bisa mengendalikan diri. Kalau tidak, satu semburan akan berakibat fatal tentunya.

“Te-tertarik?” tanya siwon gelagapan.

“Hmm, atau kau mulai menyukainya?” goda nyonya park.

“A-ani, nyonya. Aku tidak menyukainya.” jawab siwon cepat.

“Aaaa~ jangan berbohong siwon-ssi. Di jidatmu tertulis choi siwon menyukai kim yeobin.” canda nyonya park.

Siwon menjadi salah tingkah. Ia meraba jidatnya sendiri “Jinjja?” gumamnya.

“Ahahahahaha~ aku hanya bercanda siwon-ssi. Lagi pula tidak ada yang bisa menolak pesona anakku. Kibum yang sepupunya saja terang-terangan kalau ia menyukai Yeobin.” ujar  nyonya park.

“Mwo? Kibum-ssi?” tanya siwon tak percaya.

“Tapi itu dulu. Saat mereka masih TK. Kalau sekarang, molla.” ujar nyonya park.

Dulu, tapi kan kalau sampai sekarang bisa saja? Pikir Siwon.

“Bagaimana denganmu siwon-ssi?” tanya nyonya park.

“Bagaimana apanya, nyonya?” tanya siwon.

“Kau tinggal dimana? Dan tinggal dengan siapa saja?” tanya nyonya park.

“AKu tinggal di apartemen dengan adikku. Tapi setahun yang lalu adikku mengalami kecelakaan dan koma. Sampai sekarang ia belum sadar.” jawab Siwon.

“Jinjja? Omona … aku turut sedih siwon-ssi. Lalu biaya rumah sakitnya? Oh, pasti dari gaji yang kuberikan.” tebak nyonya park. Siwon hanya tersenyum simpul.

“Orangtuamu?” tanya nyonya park “Mereka meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan.” jawab siwon.

“Aku turut berduka siwon-ssi. Hmm bagaimana dengan,” ujar nyonya park “Kekasih?” tanya nyonya park.

“Ne?” tanya siwon terkejut “Ah, aku tidak memiliki kekasih.” jawab siwon.

“Jinjja? Namja setampan dirimu tidak punya kekasih? Aigoo … aigoo .. pasti mata yeoja sekarang-sekarang sudah katarak. Tidak bisa melirik namja sepertimu. Ah, atau mungkin kau punya mantan kekasih?” tanya nyonya park.

“Ngng .. ne.” jawab siwon “Nugu?” tanya nyonya park.

“Dia …-”

“Eomma, sedang apa kau disini?

Author POV end.

Yeobin POV

Aku membuka mataku. Mwo? Sudah malam? Oh, aku sudah pulang rupanya. Mana eomma? Biasanya dia menemaniku tidur. Ini sudah malam.

Aku turun kebawah untuk mencari eommaku. Aku melihatnya sedang mengobrol bersama Siwon? Sedang apa mereka? Diluar, dingin-dinginan? Oh, aku lupa eomma itu orangnya aneh. Ia sih tahan-tahan saja udara dingin, tapi siwon? Aish, eomma ….

“Eomma, sedang apa kau disini?” tanyaku.

Mereka menoleh, dan Siwon dengan cepat berdiri lalu menghampiriku “Nyonya, sebaiknya kita masuk. Udara dingin sekali.” ujar Siwon. Nah, itu dia tahu? Kenapa tidak dari tadi, hah?

“Ah, ayo cepat masuk.” ajak eomma.

“Nyonya, aku pamit pulang dulu. Hari sudah malam.” pamit Siwon.

“Ah, baiklah kalau begitu. Terima kasih sudah mau menjadi teman mengobrolku. Hati-hati dijalan.” pesan eomma.

Ia hanya tersenyum sambil membungkuk sebelum akhirnya pergi. Tuh, kan benar. Dia itu tidak ada bosannya tersenyum. Padahal dia itu kan hanya robot kuda??

“Ada apa yeobinie? Kau menyukainya?” goda eomma. Mwoya?! Aku baru putus beberapa hari dengan Hankyung dan langsung menyukai bodyguardku?

“Anio. Bicaramu itu selalu sembarangan.” omelku.

“Hmm, gwenchana yeobin-ah. Aku yakin siwon menyukaimu juga, kok. Dia itu tampan, sopan, dan baik hati. Meskipun tidak kaya. Tapi asalkan dia bisa menjagamu, aku akan merestui hubungan kalian. Tunggu, jangan-jangan kalian sudah …”

“Sudahlah eomma. Aku tahu kau berusaha melupakan hankyung dari pikiranku. Percuma, eomma. Percuma.” ujarku lirih. Aku berjalan menaiki anak tangga menuju kamarku.

“Yeobin-ah!” sahut eomma.

“Hankyung hanya masa lalumu. Masih ada namja lain yang lebih baik darinya. Seperti Siwon dan Kibum?” tuh, kan. Bicaranya itu selalu seenaknya. Kibum? Ayolah, dia hanya sepupuku!

Yeobin POV end

~~~o~~~

Author POV

Hari ini Yeobin akan berangkat ke sekolah dengan Siwon lagi. Sebenarnya Yeobin sudah merajuk eommanya supaya mengijinkannya untuk membolos. Tapi eommanya menolak, terpaksa ia harus sekolah hari ini.

“Aish! Menyebalkan!” gerutu Yeobin. Di depannya sudah ada siwon yang berdiri di depan mobilnya. Yeobin mempunyai ide menarik. Motor. Seumur-umur ia belum pernah menaiki motor.

Yeobin kembali masuk ke rumahnya untuk mencari kunci motor milik appanya yang ditinggalkan. Kemudian ia kembali lagi dan menyerahkan kunci itu ke tangan Siwon.

“Kunci motor?” tanya siwon. Yeobin mengangguk semangat “Aku bosan naik mobil.” jawab Yeobin “Tapi bagaimana kalau nyoya-”

“Ssst! Ini rahasia. Ppaliwa. Sebelum eomma melihat.” ajak Yeobin. Yeobin menunggu diluar gerbang. Datanglah siwon dengan motor matic milik appanya Yeobin.

“Tapi nona, aku kurang bisa mengendarai motor.” ujar Siwon. Bukannya mengomeli Siwon, yeobin malah bertepuk tangan “Ah! Bagus! Pasti akan sangat seru. Ppali! Ayo kuda! Lari yang cepat!!” ujar Yeobin sambil menepuk-nepuk punggung siwon.

“Pakai helmnya, nona kim.” ujar Siwon sambil menyerahkan helm berwarna pink kepada Yeobin. Sementara ia memakai helm berwarna biru.

Siwon mulai menjalankan motornya perlahan. Ia harus berkonsentrasi dan fokus agar tidak celaka. Sementara dari tadi yeobin terus bertepuk tangan seperti anak kecil.

“Huft … lama sekali. Aku bisa telat siwon-ssi!” omel Yeobin. Ia mulau bosan karena siwon mengendarai motornya sangat lambat seperti kura-kura “Aku baru tahu ada kuda lemot.” ejek Yeobin.

“Sabarlah nona. Yang penting kita selamat.” ujar siwon. Tiba-tiba siwon mengerem motornya dan itu membuat yeobin terkejut. “Ya! Kenapa berhenti?!” bentak Yeobin “Ada perbaikan jalan, nona.” jawab siwon.

“Aish …. ya sudah. Lewat jalan itu saja. Setahuku itu jalan pintasnya.” unjuk yeobin kearah gang sempit disisi jalan tersebut. “Ta .. tapi nona …”

“Tapi apa? Kau tidak bisa? Ya sudah. Kalau begitu aku saja yang menyetir! Minggir!” perintah Yeobin. “Mwo? Memangnya nona bisa?” tanya siwon “Tenang. Aku berpengalaman.” ujar YEobin.

Mereka bertukar posisi dan sekarang siwon berada di belakang Yeobin “Nona berpengalaman mengendarai motor?” yeobin mulai menyalakan mesin motornya “Ani.” jawab Yeobin “Mwoya?! Lalu …” “Berpengalaman jatuh dari motor. Yooohoooooo~” Yeobin menggas motornya terlalu dalam sehingga mereka melaju dengan kecepatan tinggi.

“Omona! Nona! Pelan-pelan! Penggang remnya!” ujar Siwon ketakutan “Oh my god! This is so AMAZING!!! Woaaahh~” cepat namun mereka berhasil melewati gang tersebut.

“Siwon-ssi. Bagaimana cara berhentinya?” tanya Yeobin “Mwoya? Ng …. kendorkan gasnya. Lalu pakai rem yang ini.” ujar siwon.

Akhirnya, mereka berhasil sampai ketujuan dengan selamat. “Tadi itu sangat seru! Beruntung tadi kita bawa motor. Kalau tidak, mobil mana bisa lewat gang itu. Iya, kan?” tanya yeobin bangga.

“Nona, rambut anda berantakan.” ujar siwon sambil merapikan tatanan rambut yeobin. Yeobin terdiam, disaat seperti ini ia bisa melihat wajah siwon lebih jelas dan dekat.

“Nah, kalau begini seperti putri bangsawan.” puji Siwon “Kajja.” ajak siwon sambil menggandeng tangan Yeobin.Yeobin tak menggubrisnya. Entahlah, mungkin mereka sudah terbiasa.

“Yeobin-ah!!” sahut Kibum. Ia berlari kecil menuju Yeobin dan Siwon “Kau kemana saja? Kenapa tidak sekolah selama 2 hari? Kau baik-baik saja?” tanya kibum khawatir “Aku hanya kelelahan.” ujar Yeobin berbohong.

Kibum terdiam dan terus memandang tangan yeobin dan siwon yang sedang bergandengan. Menyadari akan hal itu, Yeobin cepat-cepat melepaskan tangan siwon.

~~~o~~~

Siwon masih menunggu diluar kelas Yeobin. Sesekali Yeobin memberinya aba-aba untuk pulang saja. Tapi siwon hanya mendiamkannya.

Tiba-tiba ponsel Siwon berbunyi. Telepon dari rumah sakit.

“Yeoboseyo?”

“Siwon-ssi. Adik anda sudah sadar.”

“Jinjja? Ne, aku akan segera kesana. Gamsahamnida.”

Siwon segera berlari menuju parkiran dan mengambil motor yeobin. Ia segera menuju ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi.

“Hyung akan segera kesana. Tunggulah hyung,” gumam siwon.

~TBC~

Woooooowwww~ kayaknya buru2 bnget ya di postnya?! Hehehehe. Penasarankah sama sosok adiknya Choi Siwon?  Makasih yang udh mau RCL. Mianhae jika ffnya mengecewakan, gaje, ataupun ada typonya. Annyeong~ see u at next part :*

Iklan

2 thoughts on “Oh My Girl [Part 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s