Oh My Girl [Part 2]

Pict OMG

 

Title: Oh My Girl [Part 2]

Author: Nanda Alicia/정인재.

Main Cast: Choi SIwon, Hankyung, Kim Kibum, Kim Yeobin(OC).

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Wooooooooowww~ aku seneng bgt dpet respon yg cukup dri para readers. Sekali lagi … gomawo~ aku seneng bgt. Ini ff romance pertamaku. Jadi kalau ceritanya gaje banget, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Belum pernah punya pengalaman ‘pacaran’. Wkwkwkwk. Ckckck, okeh .. cekidot!!

~~~o~~~

~Part 2~

Author POV

Yeobin tak mempedulikan namja yang berada disampingnya. Ia terus menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia merasakan sakit yang sangat hebat di dada sebelah kirinya.

“Cup cup cup … uljima. Jangan menangis lagi adik kecil. Ini. Aku ada permen. Kau mau?” tawar pemuda itu sambil menyodorkan permen lolipop kearahnya.

“Yeobin-ah!” sahut Kibum dari kejauhan. Pemuda itu mencari asal suara itu.

“Kau siapa?” tanya Kibum sembari mendekati mereka.

Pemuda itu tersenyum lalu membungkuk “Annyeong haseyo. Choi Siwon imnida. Apa dia kekasihmu? Atau adikmu?” tanya pemuda itu yang bernama Choi Siwon.

“Ah … ani. Dia sepupuku. Terima kasih telah menemaninya.” ucap kibum sambil membungkuk “Ah, bukan apa apa. Aku pergi dulu. Adik kecil, ini permenmu. Jangan menangis lagi, ya!” pesan Siwon sebelum akhirnya ia meninggalkan Kibum dan Yeobin berdua.

“Yeo-ah … gwenchana?” tanya Kibum sambil mengelus rambut  Yeobin “A … ani.” jawab Yeobin sambil sesegukan.

“Sudahlah. Lupakan saja dia. Dia akan pulang ke Amerika tiga hari lagi. Kau bisa mencari namja lain yang lebih baik darinya.” ujar Kibum.

“Dia itu namja yang baik, Kibum-ah.” jawab Yeobin lirih.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Kau hanya perlu membuka mata dan hatimu untuk namja lain. Kau bisa melupakannya. Aku percaya itu.” ujar Kibum lembut.

~~~o~~~

Keesokan harinya, Yeobin keluar dari kamar dengan mata sembab dan ada lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menghabiskan malam itu dengan menangis dan menangis. Menangis karena satu namja yang ia cintai. Hankyung.

“Yeo-ah … gwenchana?” tanya eomma. Yeobin hanya mengangguk lemah dan duduk di meja makan. Ia melahap makanannya tidak selera. “Hari ini ada supir baru untukmu. Dia juga akan bertugas sebagai bodyguardmu.” ujar eommanya hati-hati. Takut anak semata wayangnya akan marah padanya “Terserah apa katamu,” jawab yeobin dingin.

Namun eommanya merasakan sakit di dadanya. Ia kembali menjadi gadis dingin. Batinnya, dulu saat ditinggal Hankyung di Amerika sifatnya berubah menjadi dingin dan pendiam. Saat Hankyung kembali, ia menjadi lebih ceria. Dan saat Hankyung meninggalkannya lagi, bahkan menyakitinya, ia kembali ke sifat asalnya.

“Eomma tahu apa yang sebenarnya terjadi.” ujarnya pelan “Kau hanya ditinggalkan seorang namja. Bukan beribu-ribu namja, Yeo-ah.” lanjutnya. Seorang? Ya, benar. Tapi seorang yang sangat ia cintai beribu-ribu kali lipat. Pikirnya seperti itu.

Yeobin melangkah menuju mobil hyundai miliknya sendiri. Kali ini lebih baik hidupnya diatur sesuka hati eommanya. Kini ia tidak tahu harus bagaimana. Lebih baik ia diatur dari pada tak tahu harus bagaimana.

Ia duduk di kursi belakang. “Kau tahu sekolahku?” tanya Yeobin.

“Tentu saja, adik kecil.” balas supir barunya.

Yeobin mengkerutkan dahinya, ia melihat rupa supir barunya. Supir barunya itu tersenyum kepadanya lewat kaca spion.

“Annyeong. Kita bertemu lagi. Apa kabarmu, adik kecil?” tanya supir barunya yang ternyata adalah Choi Siwon. Pemuda yang ia tabrak dua hari yang lalu, dan bertemu dengannya sehari yang lalu.

“Baik. Cepat berangkat.” tanggap Yeobin datar. “Arraseo, adik kecil.” balas siwon sambil terkikik “Ya! Sopan sedikit dengan majikanmu!” bentak Yeobin.

“Aku sudah ‘sopan sedikit’ seperti apa katamu. Memangnya apa yang salah? Adik kecil ….” tanya Siwon “Panggil aku Nona Kim.” jawab Yeobin dingin.

“Kau kan adikku. Kau lebih muda 3 tahun dariku. Adik kecil …” ejek siwon.

Yeobin tak menanggapinya. Ia memilih untuk mendengarkan lagu lewat headphonenya dan mengatur volume maksimal seperti biasanya.

“Telingamu bisa rusak kalau kau mendengarkan musik kencang-kencang.” nasehat Siwon. Tapi percuma, Yeobin pura-pura tak mendengarnya dan terus memandang jalanan.

“Tuh, kan benar. Kau sudah tuli, nona kim. Benar-benar lucu aku mempunyai majikan yang tuli.” ejek Siwon. Yeobin menatap tajam siwon dari kaca spion.

“Woah … ternyata pendengaranmu tajam juga, nona kim. Aku banga padamu.” puji siwon dengan nada yang dibuat-buat.

“Dan rupanya aku mempunyai majikan seekor panda.” lanjutnya, yeobin merasa marah karena ia mengejeknya dengan menyebut ‘seekor panda’.

“Kau mencoba menghiburku, atau menghinaku, hah?!” tanya Yeobin kesal.

“Hmm, mungkin dua-duanya. Tapi aku lebih menggaris bawahi pilihan yang pertama. Pilihan yang kedua mungkin penjelasan dari maksudku di pilihan pertama.” jawab Siwon santai.

Namja itu terus saja memancing amarah Yeobin. Tapi yeobin mencoba santai dan menikmati musik yang sedang ia dengarkan.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, Yeobin segera membuka pintu mobil dan cepat-cepat melangkahkan kakinya masuk ke gedung sekolahnya. Telinganya sudah panas mendengar ocehan, ceramah, dan nasehat dari supir baru plus bodyguardnya, Choi Siwon si supir setengah jiwa pendeta itu.

Ia berjalan menyusuri koridor. Sesampainya dipintu kelasnya, ia melihat Kim Kibum berdiri di depan pintu kelasnya. Seperti sedang menunggu seseorang.

“Kau sudah baikan? Omo~ ada apa dengan matamu? Kau baik-baik saja?” cerocos Kibum.

“Gwenchana.” jawab Yeobin dingin. Ia berjalan menuju tempat duduknya dan menaruh tasnya.

Ketika ia melihat ke arah depan kelasnya. Ia terkejut, ada Choi Siwon yang sedang berdiri tegak menggunakan setelan jas hitam serta kacamata hitam. Terlihat sekali seperti bodyguard ditambah tubuhnya yang gagah.

Yeobin menghampiri siwon dengan penuh amarah “YA! Apa yang kau lakukan disini! Sana pulang!!” usir Yeobin sambil menendang-nendang kaki Siwon.

“Mian. Tapi aku digaji untuk menjadi bodyguard dan supir pribadimu, nona kim.” ujar Siwon.

Siwon tersenyum kearah Kibum, lalu Kibum pun membalas senyumnya. Yeobin merasa ada kejanggalan disini “YA! Jangan bilang kalian ….”

“Ne, aku yang merekomendasikannya untuk bekerja sebagai bodygardmu. Siwon-ssi, aku titip Yeobin, ya. Annyeong Yeo-ya~” pamit Kibum sambil tersenyum.

Yeobin tersenyum kecut lalu melangkan kesal menuju tempat duduknya lagi.

Bel pelajaran pertama berbunyi, Lee seonsangnim masuk ke kelas Yeobin. Ia mengerutkan dahinya heran, karena ada seorang namja yang tak dikenalnya “Siapa kau?” tanya Lee seonsaengnim sinis.

Siwon tersenyum lembut, dan itu membuat para siswi di kelas itu berteriak histeris, bahkan ada yang saling menjambak rambut temannya. Terpesona oleh ketampanan seorang Choi Siwon.

“Annyeong haseyo. Choi Siwon imnida. Saya adalah bodyguardnya nona Kim.” jawab Siwon ramah.

“Nona Kim?” tanya lee seonsaengnim.

“Kim Yeobin.” lanjut Siwon sambil tersenyum kearah Yeobin yang sedang melotot kearahnya.

“Omo~ omo~ bodyguard? Yeobin-ssi!! Apa kau tidak salah memilih bodyguard, hah?!” tanya salah satu siswi di kelas itu.

“Baiklah kalau begitu. Asalkan anda tidak mengganggu pelajaran kami saja. Baiklah anak-anak, buka buku paket halaman 134!” perintah lee seonsaengnim. Yeobin mengendus kesal karena gurunya itu tidak mengusir bodyguardnya.

~~~o~~~

Yeobin berjalan kearah pintu gerbang sekolahnya dengan langkah terburu-buru. Dibelakangnya disusul siwon yang sedang menjalani ‘pekerjaannya’ sebagai bodyguard. Dan tak lupa di belakang Siwon dan Yeobin, terdapat gerombolan gadis-gadis yang berteriak histeris sambil menyebut nama Siwon.

“Siwonie!!! Saranghae!!!”

“Siwon-ssi!!! Kau tampaaaann!!!”

“Siwon-ah!!!! JEONGMAL SARANGHAEYO!!!!!”

“Choi Siwoooonnn!!!”

“Siwoon!!!”

“SIWON!!!”

“CHOI SIWON!!!!”

“Yak!! Berhenti mengikuti kami!!!” bentak Yeobin kesal. Spontan gerombolan gadis gadis genit -kyk lgunya cidi aldiano, wkwkwk- itu terdiam.

“Kajja, nona kim.” ajak Siwon sambil menggandeng tangan Yeobin. Suara teriakan pun kembali dimulai.

~~~o~~~

From: Hankyungie

Besok aku ingin bertemu denganmu di taman dekat sungai han.

Hanya sebuah pesan singkat dari Hankyung, itu saja sudah membuat air mata Yeobin menetes.

Menjijikan! Aku menangis karena cinta. Ini sangat menjijikan!‘ batinnya dalam hati.

“Nona, kenapa anda menangis?” tanya Siwon.

Yeobin menyeka air matanya dengan punggung tangannya “Jalan saja. Aku tidak ingin mati muda.” jawab Yeobin dingin. Siwon hanya tersenyum.

“Apa nona sedang patah hati?” tanya Siwon sambil melirik Yeobin dari kaca Spion.

“Ne. Lalu kau mau apa?” tanya Yeobin ketus.

“Bolehkah aku mengajak nona ke suatu tempat?” tanya Siwon.

“Terserah kau saja,” jawab Yeobin malas.

Siwon membelokan arah mobilnya ke suatu tempat. Setelah 20 menit lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah taman di depan TK.

“Untuk apa kita kemari?” tanya Yeobin. Siwon tertawa kecil lalu tersenyum lagi. Kenapa dia suka sekali tersenyum? Apa dia tidak bosan bibirnya terus ditarik seperti itu? Apa dia tidak takut kalau bibirnya lama kelamaan bisa lebar? Pikir Yeobin.

“Katanya terserah apa kataku, kan?” tanya siwon, Yeobin hanya diam lalu membuka kenop pintu mobil. Angin musim gugur menerpa rambutnya yang di gerai.

Siwon berjalan memasuki taman tersebut. Kemudian ia duduk di sebuah ayunan yang sudah cukup usang. “Kau bisa celaka kalau duduk disitu. Kau itu besar.” ujar Yeobin.

“Nona mengkhawatirkanku?” tanya Siwon pede “Cih, kalau kau celaka, siapa yang ingin menolongmu, hah?” tanya Yeobin sinis. Ia duduk di sebuah bangku taman.

“Kan ada nona.” jawab Siwon pelan. Yeobin meliriknya lalu tersenyum kecut “Kalau begitu lain lagi ceritanya. Aku yang menjadi bodyguardnya bodoh!”.

Siwon tertawa geli “Lalu aku menjadi nona choi? Yang benar saja, nona kim. Tubuhmu terlalu kecil untuk menjadi bodyguard.” ejek Siwon.

“Kau mengejekku lemah, hah?!” tanya Yeobin yang mulai emosi.

“Ani. Aku hanya bilang tubuhmu terlalu kecil untuk menjadi bodyguard. Bukan berarti kau itu lemah, nona manis.” ucap Siwon.

Yeobin meniup-niup poninya “Lalu untuk apa kita kemari?” tanya Yeobin.

Tapi sebelum siwon menjawab, Yeobin teringat sesuatu “Oiya, saat kau menemui di rumah sakit, apa yang sedang kau lakukan disana?” tanya Yeobin.

“Ah … aku sedang menjenguk seseorang.” jawab Siwon “Seseorang? Nugu?” tanya yeobin “Uhm … seseorang yang aku sayangi.” jawabnya “Pacarmu?” tanya Yeobin penasaran.

Siwon bangkit lalu berdiri di hadapan Yeobin “Hmm … nona, ayo kita pulang. Ini sudah sore.” ajak Siwon. Yeobin bangkit lalu mengikuti siwon dari belakang.

~~~o~~~

“Siwon-ssi,” panggil yeobin “Nde?” tanya Siwon.

“Pulang sekolah nanti, aku tidak usah dijemput.” pinta Yeobin. Siwon mengkerutkan dahitnya.

“Wae? Lalu nona pulang dengan siapa?” tanya Siwon heran.

“Aku ingin pulang sendiri. Kumohon mengertilah.” ujar Yeobin.

“Tapi nona, nanti nyonya-”

“Kau akan kuhubungi jika aku meminta dijemput.Dan jangan mengikutiku di sekolah. Arraseo? Berikan ponselmu.” perintah Yeobin, Siwon memberikan ponselnya kepada Yeobin.

Yeobin mengetik nomor ponselnya di ponsel siwon, lalu ia menelepon ponselnya lewat ponsel siwon. “Sudah. Ini.” ujar Yeobin.

“Berhati-hatilah, nona.” pesan Siwon.

Yeobin hanya diam, ia melanjutkan langkahnya ke gedung sekolahnya.

~~~o~~~

Yeobin berjalan menuju halte bis. Setelah bisnya datang, ia segera masuk dan duduk di bangku paling depan.

Yeobin POV

Kami memang belum putus secara resmi, tapi paling tidak …. Hankyung sudah menjelaskan perasaan sebenarnya terhadapku. Sejak saat itu, aku berfikir perjodohan adalah hal yang buruk.

Benar, aku dan Hankyung dijodohkan sejak kecil. Dan kami memang dekat satu sama lain. Dan lama kelamaan aku dan dia, ani, hanya aku, aku jatuh cinta kepadanya. Tapi ternyata, hankyung tidak benar-benar mencintaiku.

Aku melangkahkan kakiku ke taman terlaknat itu. Ya, dulu taman ini adalah kenangan indah bagiku, tapi itu dulu. Sekarang kusebut taman ini sebagai taman laknat. Seharusnya aku tidak bertemunya disini.

Firasatku mengatakan bahwa kami akan berakhir disini, dan hari ini. Bahkan sampai saat ini aku masih mengira bahwa ia hanya pura-pura dan marah karena aku tidak memberinya kisseu kemarin.

Bahkan ia sudah disini. Oh, kurasa ini memang akhir dari kisah cinta seorang Kim Yeobin. Hanya Kim Yeobin. Bukan Kim Yeobin dan Hankyung.

“Kau sudah datang …” sahutku datar. Ia membalik dan tersenyum. Huh, bahkan sampai saat ini ia masih bisa terseyum. Sungguh ironis.

Aku duduk di sebelahnya. Kami saling diam satu sama lain. Ingin rasanya aku menangis, dan menghambar kepelukannya. Ini sungguh jahat.

“Aku … kita berpisah.” ucapnya dengan nada mantap. Oh, tidak … ini hanya mimpi bukan? Aku tidak bisa percaya ini! Pada akhirnya ia mengucapkan kata terlaknat itu.

“Kalau aku tidak ingin?” tanyaku egois. Ia menggelengkan kepalanya “Aku tidak mencintaimu.  Dan Appa setuju dengan keputusanku untuk membatalkan perjodohan kita. Mianhamnida.” jelasnya.

Aku menunduk mencoba untuk menahan air mataku. “Baiklah …” jawabku pada akhirnya. Sungguh berat untuk mengatakan hal itu.

“Tapi, untuk yang terakhir kalinya saja … aku ingin memelukmu. Apa boleh?” tanyaku lirih. Ia merentangkan tangannya. Dengan cepat kupeluk tubuhnya. Hangat, namun menyakitkan di dadaku. Ini adalah mimpi terburuk, bukan, ini adalah pengalaman terburuk yang pernah kualami.

“Apa ini sebabnya? Ini sebabnya kau …. kau pulang ke Korea. Kau pulang hanya untuk melakukan ini? Hanya untuk meminta putus dariku?” tanyaku. Namun ia tak menjawab, ia hanya berkali-kali membelai rambutku “Mianhae,” hanya itu. Ia hanya meminta maaf, tapi tidak bisa menyembuhkan luka di hatiku.

“Apa hanya karena tidak mencintaiku? Kau meminta putus?” tanyaku “Mi .. mianhae. Sebenarnya aku ingin mencoba dari dulu untuk mencintaimu. Tapi nyatanya …. A … A .. Aku, tidak bisa .. mencintaimu.” jawab Hankyung terbata-bata.

“Selamat tinggal, yeobin …” ujar Hankyung. Ia berdiri dan berjalan meninggalkanku.

“Aku selalu bahagia jika terus menatapmu, Yeobin-ah”

Itu bohong besar, kau selalu bahagia jika tak menatapku ..

“Saranghaeyo yeongwonhi~”

Nyatanya kau tidak mencintaiku …

Yeobin POV end

Author POV

Yeobin dengan cepat dan meraih ponselnya. Ia menghubungi siwon untuk menjemputnya di taman dekat sungai han.

Siwon datang, ia memarkirkan mobilnya di depan taman dan berlari menuju Yeobin yang tengah menangis sendirian di bangku taman.

“Nona kim, gwenchana?” tanya Siwon panik.

Yeobin menyeka air matanya, tersenyum dan mengangguk. Siwon duduk di sebelahnya dan mulai mengelus rambut Yeobin.

“Nona kenapa? Apa terjadi sesuatu?” tanya siwon khawatir “Aku tidak apa-apa Siwon-ssi. Hanya ditinggal kekasih. Itu hanya hal sepele.” jawab Yeobin.

“Hal yang sepele? Apakah hal yang sepele bisa membuat kita sampai menangis?” tanya Siwon.

“Kajja, siwon-ssi. Kita pulang. Aku lelah.” Yeobin bangkit dan hendak berjalan, sebelum siwon menahan tangannya dan mendekapnya kedalam pelukannya.

Hangat.

Tidak menyakitkan.

“Maaf nona jika aku lancang. Semoga ini bisa membantumu.” ujar Siwon. Yeobin tak menggubris, melainkan membalas pelukan Siwon. “Gomawo,” ucap Yeobin lirih.

~~~o~~~

Keesokan harinya, Yeobin memilih untuk membolos sekolah dan sengaja bangun pagi-pagi untuk kabur dari rumah. Ia akan menuju bandara untuk melihat Hankyung yang terakhir kalinya. Jujur, ia masih tidak yakin akan perkataan hankyung yang bilang bahwa ia tak mencintai Yeobin lagi.

Ia berhasil keluar dari rumah megahnya, ia berlari sekencang mungkin menuju jalan raya. Ia menyetop taksi dan segera menuju Bandara.

Yeobin berlari-lari mencari sosok hankyung di bandara. Sudah dua jam ia mengelilingi bandara, tapi Hankyung belum juga datang. Sementara pesawatnya lepas landas lima belas menit lagi.

Yeobin menyerah, ia memilih untuk beristirahat. Ia sudah pasrah. Ia ikhlas untuk melepas hankyung selamanya.

“Hankyung-ah!!” sebuah suara yang mengejutkan Yeobin datang dari kejauhan. Yeobin menemukannya! Ia menemukan Hankyung!!

Tapi, ia terlambat. Seorang yeoja cantik lebih dulu meghampiri Hankyung. Mereka saling berpelukan dan mencium pipi. Dan itu membuat Yeobin sakit hati untuk kesekian kalinya.

Tiba-tiba Hankyung berbalik dan melihat sosok Yeobin yang tengah mematung melihatnya dan gadis itu. “Yeobin-ah …” panggil Hankyung. Yeobin segera berlari meninggalkan mereka. Membiarkan Hankyung yang berteriak memanggil namanya.

Author POV end

Siwon POV

Anak kecil itu ternyata lumayan tengil juga. Ia berani sekali melarikan diri dari rumah rupanya. Aku menancap gas dalam-dalam menuju bandara Incheon.

Tadi ada namja datang kerumah yang namanya Hankyung. Entah dia itu siapa, tapi … dia datang mencarii nona kim. Lalu nyonya Park bilang suruh namja yang namanya Hankyung itu pulang saja. Sebenarnya siapa dia? Kenapa malah diusir?

Dan nyonya Park bersugesti(?) pasti Yeobin kabur ke bandara. Mwo? Untuk apa dia ke bandara? Ah, aku hanya melakukan tugas lalu di gaji. Itu saja, kok.

Aku melihatnya tengah berlari-lari sambil menangis. Dia itu …. aish! Jinjja. Sikapnya sulit ditebak.

Aku menghampirinya dan bersiap untuk memakinya.

“Ya! Kenapa kau malah kabur hah?! Kau tahu betapa khawatirnya nyonya park hanya karena seekor dirimu? Lain kali kalau ingin kabur jangan ke bandara? Kenapa tidak ke pelabuhan sekalian saja, hah?! Jangan menangis seperti itu! Kau seperti anak kecil! Dan itu jelek sekali!” omelku panjang lebar.

Tapi ia tak melawan atau menggubris. Ia hanya terus menangis “Ya! Kau dengan ti- omo!” aku terkejut. Tiba-tiba ia memelukku dan terisak.

“Ya! Jangan menangis! Aku .. aku hanya bercanda! Ya! Kau cengeng sekali. Masa hanya aku omeli kau langsung menangis? Ya, ya! Permenku habis! Jangan menangis lagi! Cup … cup .. cup …” aku berusaha menenangkannya.

Aku tak kehabisan ide, aku meraih sebotol air mineral dari dalam jasku. Dan kuberikan kepadanya “Ini. Kau pasti lelah habis berolahraga di dalam sambil menangis. Oke, oke, kau hebat nona … kau orang pertama yang bisa berolahraga sambil menangis. Good job! I like it!” pujiku.

“YA!! KAU BODOH ATAU IDIOT, HAH?! AKU SEDANG SEDIH KENAPA KAU BERI AIR MINUM?!” bentaknya. Sungguh, ia bisa berteriak sampai 100 oktaf rupanya. “Hahaha. Nah, begini, dong. Jangan nangis terus. Kajja tuan putri, pangeran akan mengantarmu pulang.” ajakku.

Aku menggandeng tangannya. Sekali lagi, rasanya sangat berbeda kalau aku menggandeng tangannya.

~TBC~

Gaje? Kependekan? Ohahahaha, salahkan para castnya karena aktingnya gak bener!! *PLAKK* Untuk pictnya, mianhae, aku belum bisa edit. Di part3 insya allah aku bisa edit-editan fotonya. Hehehe. Soalnya susah nyari foto ulzzang yang sesuai sama karakternya Yeobin yang dingin, pendiam, en sangar. Huehehehhe. Jangan lupa RCL ya, gamsahamnidaaaa~

Iklan

One thought on “Oh My Girl [Part 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s