Oh My Girl [Part 11]

Title: Oh My Girl [Part 11].

Author:한민기 (Han MinGi)

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Yeobin(OC), Kim Kibum, Cho Ahra, dll.

Genre: Romance.

Rating: PG.

Lenght: Parts.

P.S: Mianhae part sebelumnya terlalu pendek. Nah, sekarang part ini kubuat panjang-panjang. RCLnya juga harus banyak ya #maunya. Hehehehe. Happy reading yaaa :))

 

~~~o~~~

 

Yeobin POV

Setelah kejadian kemarin, sampai saat ini aku belum melihatnya. Apa perkataannya itu benar? Tuhan, kenapa ini sulit sekali?? Aish …. kakak beradik itu …… brengsek!!

 

Flashback

Ia menciumku lembut. Mataku membelalak. Apa-apaan dia? Seenaknya saja mencium bibirku! Aku ingin melepaskan ciumannya tapi tangan kekarnya terlalu keras menangkup wajahku. 

 

Sekuat tenaga aku melepaskan ciumannya dan berhasil. Refleks tanganku menampar pipinya keras. Ia menatapku sendu sementara aku menatapnya shock.

 

“Apa yang kau lakukan cho kyuhyun!!” bentakku. Mataku mulai memanas. Kulihat ada bekas merah di pipi kirinya. Mungkin aku terlalu keras menamparnya. Biarlah, lagi pula aku juga marah. 

 

Air mataku tumpah. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan membelakanginya. Dapat kurasakan tangannya mengelus punggungku. “Yeobin-ah …. mianhae.” ujarnya lirih.

 

“Cih, apa kau hanya tahu kata ‘Mianhae’ setelah mencium perempuan dengan sembarangan, hah?!” ujarku ketus. Ia membalikkan badanku kemudian ia langsung memelukku. Setelah kau menciumku kau juga memelukku? Kau jahat Cho Kyuhyun. Sama seperti kakakmu!!

 

“Jangan sentuh aku!!” aku menjauh darinya “Mianhae yeobin-ah. Jeongmal mianhae. Setelah ini, aku tidak akan mengganggumu. Aku tahu aku salah. Aku salah karena mencintaimu. Karena …. hyungku juga mencintaimu. Tadinya aku bertekad untuk merebutmu dari hyungku. Tapi ….. ternyata kau terlanjur mencintainya. Maaf telah menghancurkan hubunganmu. Aku jahat Yeobin-ah. Tolong maafkan aku.”

 

Ia berlutut di depanku. Aku memandangnya nanar. Apa maksudnya? Hubunganku dengan siapa? 

 

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!!” tanyaku. Ia meraih kedua tanganku dan menggenggamnya erat. Ia masih berlutut di depanku. “Jeongmal mianhae …” ucapnya lirih.

 

Aku teringat sesuatu. Mungkinkah …… dia orangnya??

 

Aku melepaskan tangannya dari tanganku kasar “Jadi kau yang mengirim foto laknat itu?” tanyaku “Bukan itu saja aku-“

 

“Cukup!!! Aku tak mau mendengarnya lagi!! Kau sudah membuatku hancur Cho Kyuhyun!! Bukan hanya kau!! Hyungmu juga!!! Aku benci kalian!!” aku berlari meninggalkannya dengan berurai air mata. Tuhan, ini tidak adil. Kenapa semuanya berhak mempermainkanku? 

Flashback end

Yeobin POV end

 

Author POV

“Annyeong!! Chagiyaaa~!!” sahut seorang pria parubaya yang baru datang di rumah Yeobin. Nyonya park yang sedang memasak di dapur menghampirinya dengan wajah berseri-seri. Mereka berdua berpelukan sambil loncat-loncat. Seperti anak TK yang baru saja menemukan teman lamanya.

 

“Aigoo … yeobo-ah!! Kenapa tidak bilang kalau kau pulang hari ini?!” tanya nonya park bahagia “Sengaja. Aku ingin memberikan kejutan untuk kalian. Mana yeobinie?” tanya pria parubaya itu yang ternyata adalah tuan kim, Appanya yeobin.

 

“Dia masih sekolah. Oh! Bagaimana kalau nanti kau yang menjemputnya!! Pasti dia senang sekali!” pekik nyonya park “Arraseo. Tapi masih lama, kan? Aku lapar sekali chagiya. Sudah 3 jam aku belum makan.” ujar tuan park sembari mengelus perut datarnya itu.

 

“Aish! Kau ini! Baru belum makan 3 jam saja sudah seperti itu! Arraseo! Aku sedang memasak sesuatu. Kau tunggu saja di meja makan.”

 

-Sementara itu di dorm siwon …-

 

Siwon POV

 

Aku memperhatikan Kyuhyun yang sedang memainkan pspnya. Hebat sekali dia berakting. Seolah-olah seperti tak terjadi apa-apa. Aku terus mengganti channel tv. Aish!! Harus apa aku sekarang? Sekarang aku pengangguran! Dan anak itu bukannya mencari pekerjaan, malah santai-santaian main psp. Bocah.

 

Ting! Tong!

 

Aku melirik kyuhyun yang masih serius -atau pura-pura- bermain psp itu. Akhirnya aku yang mengalah membukakan pintunya.

 

“Annyeong haseyo,” sapa seorang wanita parubaya setelah aku membuka pintunya. Disebelahnya juga ada seorang pria parubaya. Sepertinya mereka suami-istri “Annyeong haseyo. Ada yang bisa kubantu?” tanyaku ramah.

 

“Apa kau yang bernama Cho Kyuhyun?” tanya mereka “Anio. Aku Choi SIwon. Ada apa kalian mencari adikku?” tanyaku. Mereka berdua saling berpandangan dan mengekrutkan dahinya.

 

“Adikmu?” tanya ahjussi itu “Ne. Adik angkat.” jawabku “Kalau begitu. Dia tinggal disini juga. Apa bisa kami bertemu dengannya?” tanya ahjumma itu “Ne. Akan kupanggilkan.” ujarku.

 

Aku menemui kyuhyun yang masih ditempatnya “Ada yang ingin menemuimu.” ujarku “Nugu?” tanyanya “Molla. Cepatlah!” suruhku. Dia langsung berdiri dan berjalan dibelakangku.

 

“Apa kau Cho Kyuhyun?” tanya ahjussi itu “Ne. Aku Cho Kyuhyun. Kalian siapa?” tanya kyuhyun balik. Ahjumma itu sudah meneteskan air matanya, sementara ahjussi itu berjalan menghampiri kyuhyun dan memeluknya tiba-tiba.

 

“Ada apa ini?” tanya kyuhyun heran “Kami orangtua kandungmu.” aku dan kyuhyun membelalakan mataku “M-mwoya?” tanyaku tak percaya.

 

Tiba-tiba kyuhyun melepaskan pelukan ahjussi itu dengan paksa. Dan menatap sepasang suami-istri itu tajam “Waeyo kyuhyun-ah?” tanya ahjumma itu “Pergi. Aku tidak ingin melihat kalian.” Kyuhyun menarikku masuk dan …

 

BRAKK!!!

 

Ia menutup pintu dengan keras. Aku memukul pundaknya “Ya!! Apa yang kau lakukan!! Mereka orangtuamu!!” ia berjalan meninggalkanku lalu menghempaskan tubuhnya kasar ke sofa.

 

“Ya!! Jawab aku Cho Kyuhyun!! Kenapa kau mengusirnya!!” teriakku “Aku tidak pernah berdoa kepada tuhan untuk bertemu dengan orangtuaku hyung!! Sekalipun tidak pernah dan tidak akan!! Mereka telah membuangku!!! Dan sekarang mereka ingin mengambilku lagi!! Mereka pikir aku apa?! AKU BUKAN BARANG YANG SUATU WAKTU BISA DIBUANG DAN DIPUNGUT LAGI!!!!”

 

Ia menangis. Jarang-jarang aku melihatnya menangis. Aku tahu pasti dia sakit hati sekali. Aku duduk disebelahnya dan mengelus punggungnya.

 

“Mianhae kyuhyun-ah. Aku tahu perasaanmu bagaimana saat ini. Dengar, diluar sana banyak anak yatim piatu yang ingin mempunyai orangtua. Sedangkan kau? Kau beruntung tidak mendapatkan orangtua angkat. Kau malah menemukan orangtua kandungmu. Dan sekarang kau malah mengusir mereka dan bilang tak ingin bertemu dengan mereka lagi? Kau bodoh Cho Kyuhyun.” jelasku panjang lebar.

 

“Tapi mereka membuangku hyung … ” ujarnya lirih. Aku tersenyum kecut.

 

“Dibesarkan di panti asuhan bukan berarti kau anak buangan atau apa. Buktinya? Mereka masih sayang padamu. Mereka mencarimu, kan?” tanyaku.

 

“Tapi aku tak ingin bertemu mereka.” aku menghela nafas “Sampai kapan?” tanyaku. Ia menggeleng lemah “Baiklah. Lebih baik kau tenangkan dirimu dulu. Aku akan bicara pada mereka.” ujarku.

 

~~~o~~~

 

Kini aku sedang berada di sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari apartemenku. Dan tentunya bersama dengan kedua orangtua kyuhyun.

 

“Jadi bagaimana Siwon-ssi? Apa kyuhyun ingin bertemu dengan kami?” tanya mereka “Aku sudah membicarakannya dengan Kyuhyun. Sepertinya Kyuhyun masih belum bersedia bertemu dengan kalian. Mungkin akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.” jelasku.

 

“Ada yang ingin aku tanyakan.” ujarku “Ada apa siwon-ssi?” tanya Cho Ahjumma “Hmm, sebenarnya … apa yang membuat kalian memberikan kyuhyun kepada panti asuhan?” tanyaku baik-baik.

 

“Dulu kami terlilit hutang yang cukup besar. Padahal saat itu kyuhyun baru lahir. Jadi kami memutuskan untuk pergi ke Amerika. Tapi, kami berpikir lagi akan jadi masalah jika kami membawa kyuhyun ke Amerika. Bisa saja Kyuhyun diambil untuk melunasi hutang kami. Jadi kami  memutuskan untuk menitipkan kyuhyun di panti asuhan.

 

Sepuluh tahun kemudian, kami kembali ke Korea. Hutang kami sudah dilunasi. Dan ketika kami ingin mengambil kyuhyun kembali. Ternyata panti asuhan tersebut sudah pindah. Butuh waktu yang cukup lama untuk menemukan lokasinya. Dan ketika kami menemukannya, ternyata Kyuhyu sudah dewasa dan kami mendapat informasi bahwa dia sudah hidup berdua dengan seorang pemuda yang sudah sangat akrab dengannya. Dan dia adalah kau.” jelas Cho Ahjussi panjang lebar.

 

“Terima kasih sudah merawat Kyuhyun dengan baik.” ujar Cho Ahjumma “Ne. Cheonma. Aku sudah menganggap kyuhyun sebagai adikku sendiri. Sebenarnya …. kyuhyun pernah mengalami koma selama 11 bulan karena kecelakaan. Dan dia baru sadar beberapa minggu yang lalu.” jelasku.

 

“Omo! Jinjja? Aigoo … kasihan sekali kyuhyun. Siwon-ssi, tolong bujuk kyuhyun agar ingin bertemu kami.” pinta Cho Ahjumma “Pasti, ahjumma.” jawabku “Siwon-ssi, tolong berikan ini pada Kyuhyun.” ujar Cho Ahjussi sembari menyerahkan selembar foto kepadaku.

 

“Itu adalah foto yang diambil saat 2 hari setelah kyuhyun lahir.” jelasnya. Kulihat ada Cho ahjumma yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit, cho ahjussi yang sedang menggendong seorang bayi yang kuyakini adalah kyuhyun, lalu seorang yeoja kecil yang duduk di sebelah cho ahjumma.

 

“Dia adalah noonanya Kyuhyun. Cho Ahra. Dia 2 tahun lebih tua dari kyuhyun.” jelas Cho Ahjumma. Jadi Kyuhyun mempunyai Noona yang seumuran denganku. Mereka semua mirip. Sayang sekali kyuhyun masih membenci mereka.

Siwon POV end

 

Yeobin POV

Aku berjalan dengan santai menuju gerbang sekolah. Anehnya, tadi para bodyguardku pergi entah kemana. Ya .. baguslah. Aku bisa pulang sendiri menuju rumah menaiki bus.

 

Tiiin!! Tiiiiinnn!! Tiiiiiiiiinnnn!!

 

Aku menengok kesal kearah sebuah mobil mewah yang membunyikan klakson sekeras itu. Aish!! Kurang kerjaan saja!

 

Mobil itu mengikutiku dari belakang. Aku bisa merasakannya mobil itu makin mendekat. Mobil itu bergerak pelan. Aigoo … apa mereka ingin menculikku?! Cih, rugi sekali mereka menculikku. Bisa-bisa mereka jadi makanan anjing penjaga sekolahku!!

 

Tiiiinn!!! Tiiiiiiinn!!!

 

Aku menghampiri mobil itu dengan kesal. Dengan sekuat tenaga aku menendang body mobil mewah itu. “Itu hadiah untukmu!! Dasar manusia kampungan!! Punya mobil mewah seperti ini saja pamernya kampungan!!” makiku habis-habisan.

 

Seorang ahjussi keluar dari mobil tersebut. Ia menggunakan kacamata dan rambutnya agak panjang. Tubuhnya tinggi dan gagah. Entah kenapa sepertinya aku familiar sekali dengan orang ini. Siapa ya??

 

Ia menyunggingkan senyum lebarnya. Tunggu ….. senyum ini …. khas sekali. Astaganaga!!! Yeobin babo!!!

 

Aku membulatkan mataku dan mulutku menganga lebar. “Sombong sekali kau dengan Appamu sendiri, Kim Yeobin!!”

 

Aku berlari mendekatinya. Ia sudah merentangkan tangannya lebar-lebar. Cih, dia pikir aku sudi memeluk tubuh baunya?!

 

“Hyaaaaaa!!!”

 

Aku menendang tangan kirinya dengan jurus tendangan memutar ala Kim Yeobin. Ia meringis kesakitan sembari memegang tangan kirinya. “YA!! Apa yang kau lakukan!! Teganya kau dengan appamu sendiri!! Awas kau Kim Yeobin!!!” aku hanya tertawa lebar mendengarnya terus mengomeliku. Salahnya sendiri kenapa baru pulang sekarang.

 

“Sudah jangan banyak bawel pak tua! Antar aku pulang sekarang!! Cepaaaatt!!” aku segera memasuki mobil dan duduk di depan.

 

“Kukira kau sudah lupa teknik tendangan maut itu.” ujar Appa “Hahaha. Aku kan tidak cepat pikun sepertimu! Ya!! Kenapa rambutmu makin panjang?! Aku tidak suka rambutmu seperti itu!! Malah kelihatan tambah muda!! Cepat potong!!” omelku.

 

“Yak!! Sebenarnya siapa yang jadi orangtua disini, hah?! Lagi pula rambutku yang seperti ini … aku mirip Kangta, kan?” ujarnya pede “Cih!! Kangta katamu?! Mau dilihat dari sisi manapun, mau dari ujung menara eiffel, ujung dunia, ujung neraka, kau itu tidak ada mirip-miripnya dengan Kangta!! Kalau seperti itu … tidak ada sisi gentlemannya!! Jelek!!” kritikku.

 

“Aigoo …. omonganmu masih sama saja seperti dulu. Tetap pedas.” ujar Appa. Aku hanya tersenyum senang. “Tapi Appa … aku serius! Segera potong rambutmu!! Dibuat botak saja sekalian.” perintahku.

 

“Memangnya kalau appa memotong rambut, akan tambah tampan??” tanyanya pede. Aku ingin muntah mendengarnya “Anio. Tambah jelek. Huahahahahhaa!!!” ejekku.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

Setelah menerima foto itu, aku segera pamit. Aku tidak bisa meninggalkan kyuhyun lama-lama diapartemen.

 

“Ah! Sebaiknya aku belikan saja dia jajjangmyun untuknya,” pekikku. Aku segera berbalik dan menuju kedai jajjangmyun terdekat.

 

Aku sampai di sebuah kedai jajjangmyun. Aku melamun sesaat. Tiba-tiba aku teringat suatu memori bersama nona kim.

 

Flashback

“Nona benar-benar lapar?”

“Ani. Hankyung bilang aku terlihat lebih kurus dari sebelumnya.”

“Ini. Makanlah yang banyak. Semoga cepat gemuk.”

Flashback end

 

“Permisi, ada yang bisa saya bantu?” seorang ahjumma penjual jajjangmyun membuyarkan lamunanku “Oh, ne. Aku pesan 2 ….. 3 porsi jajjangmyun. Dibungkus.” ujarku. Jika aku memesan 2 pasti akan kyuhyun habiskan semuanya. Dan aku tidak kebagian jatah -_______-”

 

“Ne, baiklah.” jawabnya. Aku menarik bangku dan duduk disitu. Aku melamun sebentar. Apa dia gemukan sekarang? Bagaimana keadaannya sekarang? Aish!! Choi Siwon!! Jangan memikirkannya lagi!!

 

Pandanganku tertuju ke sebuah mobil yang cukup mewah baru saja lewat di depanku. Aku melihat ada seorang yeoja dan seorang ahjussi yang mengendarai mobil itu. Itu dia!! Itu nona kim! Mereka sedang tertawa bersama. Sepertinya kau sudah bahagia nona. Syukurlah. Aku senang kau bahagia. Tapi siapa ahjussi itu?

 

“Ini jajjangmyunnya,” ujar ahjumma itu tiba-tiba. Aku mengeluarkan dompetku dan lagi-lagi aku teringatkan nona kim lagi. Foto saat kami sedang di myeondong. Foto saat aku dan kyuhyun secara tiba-tiba mencium pipinya. Saat itu ia marah besar dan pergi entah kemana. Tapi wajah kyuhyun aku gunting sehingga hanya ada aku dan nona kim di foto itu *wonppa jail ih!!*.

 

“Tuan …” sahut ahjumma itu. Aku segera memberi beberapa lembar uang dan pergi menuju apartemenku.

 

“Ada apa denganmu Choi Siwon!! Lupakan dia!!” ada apa denganku? Kenapa hari ini aku selalu teringat kepadanya. Sudahlah choi siwon!

 

Aku sampai di apartemen. Saat kubuka pintu, sepi. Biasanya anak itu sedang bermain dengan pspnya. Apa dia tidur? Mustahil ia tidur siang. Aku mencarinya dikamar. Nihil. Aish … dia kabur lagi!!

Siwon POV end

 

Kyuhyun POV

Aku berjalan entah kemana. Yang jelas, saat ini aku sedang ingin menetralkan pikiranku.

 

Pandanganku tertuju kepada seorang yeoja yang kewalahan membawa belanjaannya. Ia baru saja keluar dari super market. Aku mendekatinya hendak membantunya. Aigoo … jalannya itu. Repot sekali. Ia memakai higheels 7cm sepertinya. Dan belanjaannya banyak sekali. Seperti akan ada pesta dirumahnya.

 

“Perlu bantuan?” tawarku. Yeoja itu memandangku lalu mengangguk. Aku mengambil separuh belanjaannya. “Maaf merepotkanmu. Gamsahamnida sudah mau membantuku.” ujarnya “Ne, chenmaneyo.” balasku.

 

“Dimana rumahmu?” tanyaku “Hmm, cukup jauh. Aku tak membawa kendaraan. Sepertinya harus menaiki bis.” jawabnya “Baiklah. Kajja!” ajakku “Eh? Maksudmu?” tanyanya heran “Ayo, aku antar sampai rumahmu.” ajakku “Tidak usah repot-repot!” tolaknya ramah. Aku segera berjalan mendahuluinya sampai halte bis.

 

Saat bis datang, aku segera memasukinya disusul oleh yeoja itu. Aku duduk di bangku paling belakang. Yeoja itu duduk disampingku. “Siapa namamu?” tanyanya “Eung … aku … Choi Kyuhyun.” jawabku. Aku sengaja memakai marga Siwon hyung. “Wow, namamu sama dengan nama adikku. Hanya saja berbeda marga.” ujarnya.

 

“Jinjjayo? Namamu siapa?” tanyaku balik “Cho Ahra. Oiya, sepertinya kau lebih muda dariku? Berapa umurmu?” tanyanya “Aku … 20 tahun.” jawabku “Berarti kau harus memanggilku Noona. Umurku 22 tahun.” ujarnya “Baiklah …. Ahra noona! Hahahaha.”

 

“Noona, kenapa belanjaanmu sebanyak ini?” tanyaku “Oh, ini. Dirumahku akan ada pesta menyambut kepulangan adikku kerumah untuk pertama kalinya. Makannya, aku akan memasakan makan malam sangat special!” serunya sembari tersenyum “Pertama kalinya?” tanyaku.

 

“Eung … itu ceritanya panjang, Kyuhyun-ah. Hey, aku memanggilmu serasa seperti memanggil adikku saja. Kau tahu, mungkin adikku sudah sepantaran denganmu. Semoga saja orangtuaku berhasil membawa adikku pulang. Aku sangat merindukannya. Sudah 20 tahun aku tak melihatnya.” setetes air mata mengalir di pipi mulusnya. Refleks, tanganku tergerak untuk menghapus air matanya.

 

“Uljima. Jangan menangis lagi. Kau tidak boleh menangis. Oke?” ujarku sembari memberikan senyuman terbaikku “Ne. Gomawo Kyuhyun-ah.” ucapnya.

 

Bis berhenti di salah satu halte. Ahra noona beranjak dan aku mengikutinya hingga turun dari bis.

 

“Gomawo kyuhyun-ah sudah mau mengantarku.” ujarnya “Ne, chenmaneyo. Senang berkenalan denganmu noona.” ucapku “Ne. Hmm …. kira-kira apa kita bisa bertemu lagi?” tanyanya lirih.

 

Aku mengeluarkan notesku dari jaketku dan menuliskan sesuatu diatasnya. Kemudian aku menyerahkan secarik kertas berisikan sebuah alamat “Ini, jika kau ingin bertemu denganku. Kau pergi saja kesana. Setiap jam 4 sore aku selalu kesana.” jelasku “Ne, arraseo. Sampai jumpa, kyuhyun-ah!”

Kyuhyun POV end

 

Author POV

Siwon terus-terusan mondar mandir di depan pintu kamarnya. Sudah pukul 8 malam tapi kyuhyun belum pulang juga. “Bodoh sekali anak itu tidak membawa ponsel!!” gerutunya.

 

Pintu apartemen terbuka dan muncullah sosok kyuhyun dibaliknya. Siwon melotot kepadanya sementara kyuhyun hanya cengar-cengir gaje.

 

“Ya! Darimana saja kau?! Kenapa lama sekali?! Mau mencoba kabur, hah?!” bentakku “Anio hyung. Tadi aku hanya ingin jalan-jalan saja. Lalu aku bertemu seorang noona yang kerepotan membawa belanjaan di jalan. Lalu aku mengantarnya pulang. Habis itu aku nyasar. Ya sudah, aku jalan-jalan saja lagi sebentar.” jelas kyuhyun panjang lebar.

 

“YA!! Kalau nyasar kenapa masih nekat jalan-jalan, hah?!” bentak siwon “Ya … dari pada aku nangis di pinggir jalan. Oiya hyung, kau beli makanan tidak? Aku lapar nih.” kyuhyun langsung menuju meja makan dan mendapati 3 bungkus jajjangmyeon dan sudah dingin.

 

“Aigoo … kau belum memakannya hyung? Sayang sekali.” ujar kyuhyun. Siwon makin dibuat jengkel olehnya “Aku menunggumu pulang, babo!! Sudah cepat habiskan!!” ujar siwon kesal “Oke, aku 2 porsi, ya!” pintanya “Ne.”

 

“Aaa .. kyuhyun-ah!! Chamkaman!” siwon segera menghampirinya dan memberikan foto itu “Apa ini?” tanyanya “Foto keluargamu.” kyuhyun memandang foto itu lama “Simpan saja padamu hyung.” ujarnya cuek.

Author POV end

 

Yeobin POV

Aku memandang daun musim gugur itu. “Mana kebahagiaan yang kau janjikan? Aku membutuhkannya.” gumamku sendirian “Aku harus bagaimana?” tanyaku.

 

Aish, seperti orang bodoh saja berbicara dengan sebuah daun. Aku meletakan daun itu di laci meja. Huft … malam ini eomma tidak menemaniku. Aku terpaksa meminum obat tidurnya. Aku mengambil obat tidur itu dari laci. Saat aku hendak memakannya, pintu kamarku terbuka dan aku segera meletakan obat itu jauh-jauh.

 

“Appa .. kau membuatku kaget!” omelku “Hehehe. Sedang apa kau?” tanya appa sambil cengengesan “Tidak ada.” jawabku.

 

Appa duduk di sebelahku “Kau sudah mandi, kan?” tanyaku sembari menutup hidungku “Ya! Apa-apaan kau! Tentu saja sudah!” jawab appa kesal “Oh baguslah.”

 

“Appa sendiri mau apa kemari?” tanyaku balik “Hmm, tidak ada. Eommamu sudah tidur. Aku belum bisa tidur. Jadi kemari saja. Ternyata kau belum tidur. Tapi …. ya! Jangan bilang kau masih belum bisa tidur sendiri.” selidiknya “Anio. Aku sudah bisa tidur sendiri.” jawabku cepat.

 

“Appa .. ketika appa bertemu dengan eomma, itu kapan?” tanyaku “Hmm, sudah lama. Kami kenal sejak kelas 2 SMA. Saat itu eommamu pindah ke sekolah appa.”  jawabnya.

 

“Jinjja? Lalu setelah itu apalagi? Oiya, bagaimana eomma saat itu?” tanyaku penasaran “Eommamu ya. Hmm … dia itu sangaaaaaat cantik. Hari pertama masuk sekolah, eommamu langsung digilai oleh banyak namja disekolah.” jelasnya “Kalau appa bagaimana?” tanyaku lagi.

 

“Hmm, appamu ini tentunya sangat tampan!!” jawabnya pede tingkat dewa “Cih!! Narsis selalu ada batasnya tahu!” ejekku “AIsh kau ini! Appa dulu …… sangat berandal. Dulu appa sering bolos sekolah, mengerjai teman-teman appa, bahkan guru. Lalu malas mengerjakan pr.” mataku membelalak. “Jinjja?! Wah, pantas saja besarnya seperti ini.” aku tertawa geli mendengarnya. Aigoo …. tak kusangka aku mempunyai appa yang seperti ini.

 

“Tapi sejak ada eommamu. Appa jadi berubah.” lanjutnya “Maksudmu?” tanyaku tak mengerti “Iya. Eommamu itu sering mengomeli appa yang suka bolos, suka tidur di kelas, suka membuat onar. Akhirnya, appa jatuh cinta kepadanya. Jadi appa memutuskan untuk menyatakan perasaan appa. Tapi ….”

 

“Appa ditolak!! Hahahaha!! Kasihan sekali kau!!!” aku tertawa terbahak-bahak “YA!!! Dengarkan dulu!!” bentak appa “Arraseo. Huahahhaa~” aku masih tertawa. Kemudian aku berhenti tertawa.

 

“Akhirnya appa ditolak. Eommamu bilang, ia tidak ingin punya namja yang kelakuannya berandal. Saat lulus SMA, appa pindah ke Amerika. 2 tahun kemudian appa melanjutkan kuliah di korea di universitas yang sama dengan eommamu. Tentu saja appa berubah menjadi namja tampan, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung.” aku ingin muntah mendengar kalimat terakhirnya. Tampan, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Aigoo …. kedua orangtuaku ini memang abstrak.

 

“Lalu … apa eomma ingin menjadi yeojanya appa?” tanyaku “Anio. Appa telat. Ia sudah mempunyai namja lain.” ucapnya dengan ekspresi murung. Sekali lagi, ingin sekali aku mentertawakan nasibnya. Tapi aku masih penasaran kelanjutan ceritanya.

 

“Lalu apa lagi?” tanyaku penasaran “Tapi, beberapa minggu kemudian mereka putus. Karena namja itu berselingkuh. Sejak saat itu eommamu jadi orang yang pendiam, dingin, dan cuek. Selama 6 bulan appa mendekatinya dan mencoba menghiburnya. Akhirnya, ia luluh dan mau menikah dengan appa. Hahahahaha!!!” ujarnya dengan senyum kemenangan.

 

“Mwoya?? Maksud appa … appa langsung melamarnya??” tanyaku “Ya tentu saja. Kesempatan tidak datang dua kali yeobinie ..” ujarnya. Lalu appa menunjukkan sebuah foto kepadaku “Foto ini selalu appa bawa kemana-mana.” ujarnya.

 

Disitu ada eomma dan appa sewaktu muda saat di pantai. Di sisi pojok kiri atas foto tersebut ada tulisan ‘Kim Junsu ~ Park Yoon Seo‘ .

 

“Lihat, appa tampan sekali, kan??” aku menjulurkan lidahku “Tapi kau bau.” ejekku “Ya! Berhenti mengatakan kalau aku bau!! Aku tidak bau!!” omel appa “Ne, kau tidak bau. Sudah sana pergi!! Aku mau tidur!!” usirku sembari menendang-nendang pantatnya “Dasar anak tidak sopan!!” appa meninggalkanku sendiri di kamar. Huft … bagus. Aku harus memakan obat itu lagi.

Yeobin POV end

 

Author POV

Kyuhyun berjalan riang menuju taman itu. Ia berkeyakinan kuat bahwa Ahra pasti akan datang kesana. Entah apa yang membuatnya begini, ia merasa bahwa Ahra itu seseorang yang sangat special untuknya dari pada SIwon. Walaupun baru bertemu kemarin.

 

Ia menginjakan kakinya di depan gerbang dan terpaku melihat ada seorang yeoja yang sedang menangis tersedu-sedu. Siapakah dia? Ahra. Ya, yeoja itu menangis sembari menutup wajahnya.

 

Dengan cemas Kyuhyun menghampiri yeoja  yang sudah ia anggap noonanya itu. Kyuhyun langsung duduk di sebelahnya dan memeluknya.

 

“Ada apa noona? Kenapa kau menangis? Apa ada yang melukaimu? Katakan siapa orangnya!!” kyuhyun terlihat begitu khawatir dengan Ahra “K-kyu .. hyun ..” Ahra tak sanggup berkata apapun saking sedihnya.

 

“Uljima ..” ucap kyuhyun sembari mengelus punggung Ahra. Setelah 10 menit, akhirnya Ahra berhenti menangis. Kyuhyun melepaskan pelukannya perlahan dan menatap Ahra dalam.

 

“Apa yang terjadi padamu noona?” tanya kyuhyun lembut “Orangtuaku tak membawa adikku pulang ke rumah.” ujar Ahra lirih “Wae?” tanya Kyuhyun.

 

“Ia tak ingin bertemu dengan kami.” jawabnya. Tiba-tiba kyuhyun menarik tangan Ahra “Mau kemana?” tanya Ahra “Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Kajja!” ajak Kyuhyun.

 

~~~o~~~

 

Yeobin mengembangkan senyumnya ketika melihat Appanya menjemputnya lagi hari ini. Ia berlari kecil menuju mobil appanya.

 

Tanpa menunggu aba-aba Yeobin langsung masuk dan duduk di sebelah Appanya. “Sepertinya appa cocok menjadi bodyguardku. Hahahaha~” canda Yeobin. Tuan Kim hanya tersenyum dan melajukan mobilnya perlahan.

 

Yeobin menatap aneh Appanya. ‘Kenapa ia bersikap biasa saja? Apa dia salah minum obat?‘ pikirnya. Yeobin langsung tersadar bahwa jalan yang mereka lalui bukan jalan menuju rumahnya.

 

“Appa, kau salah jalan.” tegur Yeobin, dan lagi-lagi Tuan Kim tersenyum “Anio. Aku tidak salah.” jawabnya “Kita mau kemana?” tanya Yeobin “Ke suatu tempat. Aku ingin membicarakan sesuatu.” tuturnya.

 

Mereka sampai di sungai Han. Lagi-lagi yeobin diingatkan oleh Hankyung. Tapi dengan cepat ia menepis pikiran itu. ‘Semoga saja tidak ada sangkut pautnya dengan perjodohan itu ..‘ batinnya.

 

“Apa kau senang kuajak ke tempat ini?” tanya tuan park tiba-tiba “Hmm …. sedikit.” jawab Yeobin asal. Tuan Kim menatap Yeobin sembari tersenyum.

 

“Sedikit? Kenapa tidak banyak?” tanya tuan park “Apa yang ingin appa bicarakan?” tanya Yeobin balik. Ia semakin penasaran apa maksud Appanya mengajaknya kemari.

 

“Sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik,” ujarnya “Apa kau masih mengharapkan perjodohan itu?” lanjutnya. Yeobin tertegun. Ia tak tau ingin menjawab apa. Disisi lain, ia sangat amat mencintai Hankyung. Dan disisi lainnya, ada Siwon yang mencintainya. Sekarang ia bingung, siapa yang ia cintai.

 

Jangan bercanda Kim Yeobin. Jelas-jelas kau mencintai Hankyung!‘ pikirnya. “Kenapa lama? Kau masih mencintai Hankyung, kan? Atau … kau mencintai namja lain?” tanya Tuan Kim bertubi-tubi.

 

“Kenapa kau banyak bertanya??” ujar yeobin kesal “Jawab saja pertanyaan Appa yang tadi.” kata Tuan Kim “Pertanyaan yang mana?” tanya yeobin. Ia berusaha tak peduli dengan masalah ini.

 

“Apa kau masih mengharapkan perjodohannya?” ulang Tuan Kim “Anio.” jawab yeobin cepat. Di dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri. Karena telah berbuat ceroboh.

 

“Baguslah.” Yeobin mengkerutkan dahinya tanda tak mengerti “Wae?” tanya yeobin.

 

“Karena perjodohan itu dibatalkan.”

 

TBC

 

Yeeee~ akhirnya selesai juga part 11. Oke,,, RCL yaaa!!!

Iklan

2 thoughts on “Oh My Girl [Part 11]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s