Oh My Girl [Part 10]

Title: Oh My Girl [Part 10]

Author:한민기 (Han MinGi)

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Yeobin(OC), Park Harin/Clara Park(OC).

Genre: Romance.

Lenght: Parts.

Rating: PG.

P.S: Wooaaahh, nggak kerasa udh part 10. Thanks to reader yg msh setia sm ff gajeku iniiii 😉 Happy reading yaa?!

 

~~~o~~~

Part 10

 

Siwon POV

Aku berjalan lemas menuju pintu apartemenku. Dari luar aku mendengar suara ribut. Apakah ada tamu? Ketika aku ingin memencet kodenya, ternyata pintunya terbuka sedikit. Astaga ….. ceroboh sekali kau Kyuhyun.

 

“Terserahmu sendiri kyuhyun-ah!! Aku tidak mau membuat yeobin terluka lagi. Persetan dengan kerja sama kita untuk memisahkan yeobin dan siwon! Aku tidak ingin membuat kesalahan lagi!” suara itu. Aku mengenalnya, itu suara Harin. Apa maksdunya? Kerja sama? Memisahkan aku dan yeobin? Dia dan kyuhyun??

 

“Aku pulang!” begitu ia berbalik, aku langsung menatapnya tajam. Ia terpaku di tempatnya “Apa yang kau maksud barusan Harin-ah?” tanyaku.

 

“Ss-siwonie .. ini tidak seperti yang kau-”

 

“Yang aku apa hah?! Jelas-jelas aku mendengar kau dan kyuhyun bersekongkol untuk memisahkanku dengan yeobin!! APA MAKSUDMU HARIN-AH!!!” aku berteriak seperti orang kesetanan. Kyuhyun menghampiriku.

 

“Hyung, kenapa kau membawa semua barang-barangmu?” aku mencibir, sok perhatian sekali dia “Aku mengundurkan diri.” jawabku dingin. Kyuhyun menatapku licik “Terserah apa yang ingin kau lakukan terhadapnya Cho Kyuhyun. Yang jelas, aku sudah berjanji untuk tidak mengganggu kehidupannya lagi. Dan kau Park Harin! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!!” kecamku. Aku berjalan menuju kamarku.

 

“Satu lagi,” aku berhenti di depan pintu kamarku “Asalkan kalian tahu, kemungkinan sia-sia kau masih mengejar Yeobin. Keputusan perjodohannya dengan Hankyung masih tidak jelas.” ujarku kemudian memasuki kamarku, tapi langkahku tertahan ketika Harin mengatakan sesuatu.

 

“Itu sebabnya aku menyuruhnya untuk tidak menyukai namja lain selain Hankyung.” gumamnya tapi masih didengar olehku “Maksudmu … kau pernah bertemu dengannya?” tanyaku.

 

Ia menjadi salah tingkah “Jawab aku Park Harin.” pintaku dengan nada yang dingin “N-ne.” jawabnya gugup “Kapan?” tanyaku lagi “I-itu sudah lama. Saat aku bertemu dengannya di kedai daerah myeondong.” jawabnya. Jadi saat kami bertiga jalan-jalan.

 

“Apa kau mengetahui sesuatu tentang ….. Hankyung? Atau ada yang kau sembunyikan?” selidikku “A-aaku tidak tahu. Sungguh. Bukan kah kau sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan Yeobin, hah!?” aku menghela napas berat. Ia benar. Aku bukan siapa-siapanya lagi saat ini. Dari dulu juga  begitu.

Siwon POV end

 

Yeobin POV

Aku bangun di pagi hari. Omona … mataku berat sekali. Aku mengaca di meja riasku “Omonaaa!!” jeritku. Mataku sembab dan lingkaran hitam disekelilingnya. “Ada apa yeobinie? Kenapa kau menjerit?” tanya eomma yang baru bangun “Anio.” jawabku dan langsung melesat ke kamar mandi.

 

Aku sedang sarapan bersama eomma. Mana robot kuda itu? Aish … kenapa aku memikirkannya? Persetan dengannya. Tapi … kenapa yang muncul bodyguard yang lama? Banyak lagi, ada 5 orang. Cih, menyebalkan sekali.

 

“Apa kau ada masalah dengannya?” tanya eomma tiba-tiba “Mwo?” tanyaku tak mengerti “Dengan Siwon.” jawabnya “Ani.” jawabku cepat. “Siwon mengundurkan diri kemarin.” lanjutnya. Aku terpaku. Sudahlah, memang sebaiknya begini. Aku tidak ingin berurusan dengannya lagi. Sebaiknya aku pergi, dari pada eomma terus menanyakan soal itu kepadaku.

 

“Eomma, aku sudah selesai. Aku berangkat dulu.” pamitku dan segera menuju keluar. Kelima bodyguard itu mengekoriku “Jangan ikuti aku!!” bentakku “Tapi nona kim …” “Biarkan saja.” potong eomma. Aku segera melangkah pergi meninggalkan mereka.

 

KLONTANGG!!

 

“Aww!! Yak!! Brengsek kalian!!” aku memaki seseorang yang baru saja lewat depan rumahku mengendarai mobil sembari membuang kaleng sembarangan. Aish .. kepalaku kena sasarannya! Sialan!!

 

“Padahal hanya kaleng, kenapa sakit sekali sih??” pikirku. Aku memungut kaleng yang ukurannya cukup besar itu. AIgoo … untung saja aku tidak gegar otak!! “Mwo? Apa ada isinya ya?” tanyaku sendiri. Aku membuka tutup kalengnya dan menemukan sebuah foto.

 

Mataku membelalak, tanganku gemetar memegang foto ini. Kenapa dia lagi? Aku meremas foto ini dan melemparnya ke tempat sampah. Persetan dengan mereka. Aku tidak peduli.

 

Aku melangkah kesal menuju halte bis. “Aku tidak peduli .. aku tidak peduli .. aku tidak peduli … aku TIDAK PEDULI!!!! Arrrggghhh!!” gerutuku.

 

“Apa kau baik-baik saja nona?” sebuah suara mengangetkanku, ternyata kyuhyun. Hey, sejak kapan ia ada disini? “K-kyuhyun? Sedang apa kau?” tanyaku. Ia tersenyum lalu berjalan di sampingku “Aku hanya sedang jalan-jalan.” jawabnya “Oooh …” gumamku.

 

Aku berjalan hingga sampai halte bus. Tapi kyuhyun tetap saja mengikutiku. Mau apa anak ini?? “Ya! Kenapa kau mengikuti, hah?” tanyaku. Ia hanya tertawa kecil “Ternyata kau galak dengan siapa saja nona.” ujarnya. Aku mengembungkan pipiku. “Jangan panggil aku nona. Memangnya kau pembantuku, hah? Panggil saja Yeobin.” ujarku “Baiklah. Yeobin-ah … hahahaha.” aku menatapnya aneh.

 

“Sudah sana pulang!!” suruhku seraya mendorong tubuhnya “Shireo!” aku mengkerutkan dahiku. Akhirnya aku pasrah. Ketika bis datang, aku segera memasukinya. Sialnya dia masih terus mengikutiku. Aiiissshh!! Jinjja!!

 

Aku duduk di bangku paling depan di dekat pintu. Kyuhyun ikut-ikutan duduk di sampingku. Aku menatapnya sebal, sementara ia hanya cengar-cengir nggak jelas. Tiba-tiba ia merangkulku sehingga tubuhnya merapat di samping tubuhku.

 

“Aissh .. apa-apaan kau!” aku menjauh darinya “Agar terasa akrab saja. Memangnya tidak boleh?” tanyanya “Tapi kan tidak usah berlebihan! Dasar babo!!” ejekku.

 

“Apa kau memakai kalungnya nona?” tanyanya tiba-tiba. Untuk apa ia menanyakan hal itu? Aku tidak ingin mengungkitnya lagi “Kalung dariku.” lanjutnya. Aku meraba leherku. Ternyata aku masih memakainya, sementara kalung Sialan itu sudah kulepas dari kemarin.

 

Aku menunjukkan liontinnya kepadanya. Kemudian ia tersenyum lebar “Baguslah ..” gumamnya. Aku mengalihkan pandanganku keluar jendela. Tatapanku kosong dan pikiranku menerawang entah kemana.

 

Apa kyuhyun mencoba mendekatiku? Lalu untuk apa dia mendekatiku? Apa ada hubungannya dengan siwon. Atau dia menyukaiku? Astaganaga …. Kim Yeobin!! Kenapa kau jadi ngaco begini? Mustahil kyuhyun menyukaiku. Kakaknya sendiri mencintaiku. Dan kau mengira kyuhyun mendekatiku? Oh, ini hanya kebetulan!!

 

Tiba-tiba bayangan tentang si Choi Siwon itu berputar-putar di kepalaku. Saat aku dan dia bertengkar, saat ke taman bersama, saat di kedai jajjangmyeon, saat ia menyatakan cintanya padaku, semuanya, dan tiba-tiba bayangan saat kami berciuman terbayang dikepalaku agak lama.

 

“Yeobin-ah! Kita sudah sampai!” tegur kyuhyun yang spontan menyadarkanku dari lamunanku yang tidak-tidak. Aigoo … anio yeobin-ah! Kau harus melupakannya!!

 

“Kita?” tanyaku padanya. Ia hanya cengengesan lagi “Maksudnya kau.” jawabnya. Aku menatapnya aneh dan segera turun.

 

Ck! Kenapa dia ikut-ikutan turun juga?! Sampai di gerbang sekolah, ia berhenti “Nanti aku jemput, ya! Annyeooooong!!” sahutnya lalu segera berlari “Eh? Dijemput?? Yak!! Kyuhyun-ssi!! Aish!! Jinjja! Merepotkan saja bocah itu!” gerutuku. Aku melangkah kesal  menuju kelasku.

 

01.00 PM

Akhirnya pulang juga. Tapiiii … tunggu dulu. Jangan-jangan bocah itu benar-benar akan menjemputku. Aku berjalan mengendap-endap dan melihat pemandangan di sekitar gerbang sekolahku. Aish!! Kenapa dia benar-benar ada?! Jinjja!!

 

“Kim Yeobin!” aku terkejut dan menengok ke belakang “Astaga! Kim Kibum!! Jangan mengagetkanku!!” omelku “Kenapa kau masih disini? Kau ingin menginap hah?” tanyanya “Tentu saja tidak! Dasar babo!!” kemudian aku menemukan ide untuk menghindari bocah tengik itu.

 

“Kajja!” ajakku sembari merangkul lengan kibum. Ia menatapku heran “Sudah diam saja.” bisikku.

 

Begitu aku melewati kyuhyun. Ia terus memandangku kosong. Tapi aku tetap berjalan melewatinya. Hmm, sedikit tidak enak juga sih. Tapi biarlah. Dari pada dia terus mengikutiku.

Yeobin POV end

 

Siwon POV

“Aish jinjja! Kemana anak itu?!” gerutuku sendiri. Beraninya kyuhyun keluar tanpa izin kepadaku. Ini sudah musim dingin. Bagaimana kalau dia kenapa-kenapa? Aish! Aku tidak bisa diam saja!

 

Aku mengambil mantel dan topiku. Sepertinya sebentar lagi akan ada badai salju. Aku menyetop taksi dan memasukinya.

 

“Jalan saja dulu, pak.” ujarku. Ayo berpikir Choi Siwon, kemana anak itu pergi. Atau … dia pergi menemui yeobin? Ah, tidak! Jangan memikirkannya Choi Siwon!

 

Pasti anak itu pergi ke tempat favoritnya! Ah! Iya! Taman di dekat TK itu! Pasti dia kesana!

Siwon POV end

 

Kyuhyun POV

Aku melihatnya bersama seorang namja. Ia merangkul lengan namja itu mesra. Aish …. aku tahu, pasti dia mencoba menghindar dariku. Sial! Kali ini aku kalah!

 

Tapi tidak! Aku tidak akan kalah! Aku memasang tampang murung di depannya. Kemudian menatapnya nanar. Dan aku berbalik berjalan malas. Pasti sebentar lagi dia akan berubah pikiran dan menghampiriku!

Kyuhyun POV end

 

Author POV

Yeobin menengok kebelakang dan melihat kyuhyun yang sedang menatapnya nanar. Tapi kemudian yeobin segera memalingkah wajahnya dan menunduk. “Apa aku terlalu kejam?” gumamnya sendiri.

 

Kibum yang mendengarnya menggumam tidak jelas menatapnya heran “Kau kenapa?” tanya Kibum “Kibum-ah, kau pulang sendiri saja ya. Aku ada urusan sebentar!” ujarnya sebelum ia berbalik dan berlari mengejar kyuhyun “Yak!! Kim Yeobin!!! Kembali kau!!”

 

“Aish!! Babo babo babo!! Kenapa aku lupa membawa mantel sih!! Grrr … dingin sekali!” omelnya pada diri sendiri “Kyuhyun-ah!!” sahut Yeobin kepadanya tapi kyuhyun tetap tidak menggubrisnya.

 

Akhirnya Yeobin mempercepat langkah kakinya. HIngga ia kebablasan dan tidak bisa berhenti. Sama saat ia mengendarai motor tidak tahu cara memberhentikannya. Hingga akhirnya ……

 

BRUUUKKK!!!

 

Saat Kyuhyun berbalik, Yeobin langsung menabraknya. Mereka pun terjatuh dengan posisi Yeobin diatas Kyuhyun. Yeobin segera bangkit lalu membantu kyuhyun bangkit juga.

 

“AIsh!! Kau taruh dimana telingamu, hah!? Kenapa kau tidak menyahut saat aku berteriak! Dasar babo!!” omel Yeobin habis-habisan. Sementara Kyuhyun tertawa lebar “Yak!! Berhenti tertawa!! Kau pikir ini lucu, hah?!” bentak Yeobin.

 

“Ada apa kau mengejarku? Hmm?” tanya Kyuhyun dengan nada mengejek. Yeobin memanyunkan bibirnya “Ya sudah. Aku masih punya urusan lain. Pulang saja sendiri.” yeobin berbalik dan berjalan. Tapi tangannya segera ditahan oleh kyuhyun “Apa?” tanya yeobin ketus.

 

“Kajja! Mau kuantar ke suatu tempat?” tanya kyuhyun “Yak! Lepaskan aku! Ya! Jangan menarikku seperti itu!! Aish!!” kyuhyun merangkul yeobin erat.

 

“Kau tidak membawa mantel?” tanya kyuhyun “Ani.” jawab Yeobin dingin “Jangan bersikap dingin seperti itu. Cuaca sudah sedingin ini ditambah sikapmu yang dingin itu. Aish … bersikaplah manis sedikit. Kau itu yeoja. Kalau kau marah-marah terus nanti bisa cepat tua, lho. Hiiiii~”

 

“Apa kau bilang?! Yak! Teori dari mana kalau marah marah bisa cepat tua?! Itu hanya mitos! Aish … kau ini seperti orangtua saja!!” ejek Yeobin. Sementara hanya diam dan tersenyum sambil menatap yeobin.

 

“Kita mau kemana?” tanya yeobin dengan nada datar “Jauh tidak?” tambahnya “Tidak. Ikuti saja aku.” ujar kyuhyun sembari menggenggam tangan yeobin yang dingin.

 

Mereka sampai di sebuah taman bermain. Kyuhyun duduk di ayunan yang sudah usang. “Ini kan …” yeobin mengingat kembali saat pertama kali ia ke tempat ini. Dulu ia kemari bersama Siwon. Sekarang ia kembali. Tapi dengan Kyuhyun.

 

“Aku mau pulang.” ujar yeobin dingin. Ia berbalik membelakangi kyuhyun. Matanya memanas tanda ia ingin menangis. Tapi ia tidak bisa. Ia tidak bisa menangis di depan kyuhyun. Takut akan menyakitinya.

 

“Waeyo? Kau tidak suka disini?” tanya Kyuhyun “Disini sangat-” ucapan kyuhyun terhenti begitu melihat yeobin melangkah meninggalkannya. Ia segera bangkit dan mengejarnya. Kemudian ia menahan tangan yeobin. Kyuhyun membalikkan tubuh yeobin dan melihat pipi yeoja itu sudah basah.

 

Kyuhyun segera memeluknya “Wae yeobin-ah? Kenapa kau menangis?” tanya kyuhyun “Lepaskan aku!!” yeobin memberontak di pelukan kyuhyun “Bicaralah padaku. Bilang kalau aku menyakitimu.” ujar kyuhyun.

 

“Ne! Kau … kau … kau membawaku ke tempat ini! Kau salah Cho Kyuhyun!! Kau malah mengingatkanku kepada ….. kepada …… dia! Padahal aku sudah berusaha keras melupakannya!! Tapi …. kau malah membuatku ….” kyuhyun memperat pelukannya “Mianhae …. aku tidak tahu. Aku tak bermaksud ..” ucap kyuhyun lirih.

 

Kyuhyun menangkup wajah yeobin dengan kedua tangannya. Kemudian mendekatkan wajah yeobin ke wajahnya. Semakin dekat dan dekat. Mata yeobin pun membelalak. Hingga akhirnya bibir mereka bertemu dan kyuhyun mencium bibir gadis itu lembut.

Author POV end

 

Siwon POV

 

Aku sampai di taman itu. “Kemana anak itu hah? Kalau melihatnya akan kucincang dia.” geramku. Aku memasuki taman itu.

 

Aku terpaku begitu melihat pemandangan yang begitu menyakitkan. Kyuhyun dan Yeobin berciuman. Dadaku sesak. Apakah begini rasanya saat Yeobin melihatku bersama Harin?

 

Aku melangkah pergi meninggalkan mereka. Ditambah bulir-bulir air mata yang berjatuhan dan membasahi pipiku. Pedih, marah, kecewa, sedih, sesak, menyakitkan.

 

“Aku akan melupakanmu …. nona kim ..”

 

 

~TBC~

 

Wooooaaahhh!!! Pendeknyaaaa -_______-” lagi ngadat nih otak. Kalo ada penyakit usus buntu, bagiku ini adalah penyakit ide buntu. Wkwkwkwk~ jeongmal mianhae ya kalo kependekan n ceritanya gaje. ^^v 😥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s