Oh My Girl [Part 1]

Title: Oh My Girl [Part 1]

Author: Nanda Alicia.

Main Cast: Choi Siwon, Hankyung, Kim Kibum, Kim Yeobin(OC)

Genre: Romance, Angst (dikit).

Rating: PG.

Lenght: Series.

P.S: Kalau ada kesamaan tokoh, alur, latar, dll harap dimaafkan. Saya amatiran, jd kalau ceritanya gaje atau alurnya belok belok, mohon dimaklumi. READ, khusus untuk ff saya itu sifatnya tidak wajib, jadi sifatnya sunnah. Tapi kalau kalian sudah membaca, kalian wajib COMMENT dikolom comment yang telah tersedia, wkwkwk. Comment apapun itu saya akan terima dengan lapangan basket, maksudnya lapang dada. LIKE itu juga tidak bersifat wajib, kalau kalian suka, silahkan di like, kalau tidak? Itu terserah kalian 🙂

Ini fb (Jung Injae)  khusus untuk menampung ff saya, fb saya yg asli bisa kalian klik facebook.com/nandalicia

gomawo~

~~~o~~~

Author POV

“Eomma, aku berangkat.” pamit Yeobin setelah menghabiskan sandwichnya “Ne, hati-hati. Kau harus berangkat diantar dengan supir!” pesan eommanya. Ia tak menghiraukannya dan berjalan terus menuju gerbang rumahnya.

“Agashi! Anda mau kemana?” sahut Park Ahjussi selaku supir pribadinya.

Beberapa bodyguard langsung berlari mengejar Yeobin yang sudah mulai berlari kencang.Setelah sampai halte, ia langsung menaiki bus yang kebetulan sedang berhenti. Setelah itu ia berlalu dengan bis itu meninggalkan para bodyguardnya yang kelelahan karena berlari mengejarnya.

“Payah ..” ejeknya.

Setelah berhenti di halte dekat sekolahnya, ia segera turun dan berjalan menuju sekolahnya yang tidak terlalu jauh dari sana. Ia memasang headphone dikepalanya dan mendengarkan lagu SNSD yang berjudul Girls’ Generation dan mengatur volume maksimal.

Bruukk!

Tanpa ia sengaja ia menabrak seorang pemuda yang berjalan berlawanan arah dengannya. “Mianhae.” ujar pemuda itu.

Yeobin tak membalas karena tak mendengar apa yang pemuda itu ucapkan. Ia bangkit dan merapihkan seragamnya, setelah itu ia kembali berjalan tanpa menghiraukan pemuda itu.

“Anak kecil ..” gumam pemuda itu sambil tersenyum.

Disinilah ia berada sekarang, Neul Paran High School. Tempat ia menuntut ilmu. Sekarang ia duduk dibangku 3 Senior High School.

Yeobin berjalan menyusuri koridor gedung sekolahnya, ia berhenti di bangku koridor. Disitu ada seorang siswa yang sedang membaca novel.

“Ya! Kau tidak menjemputku.” ujar Yeobin dingin. Laki-laki itu mendongak sedetik kemudian ia tersenyum manis.

“Nona Kim, apa kau kabur lagi dengan menaiki bis?” tanya pemuda itu lembut. Yeobin melepaskan headphonenya dan melingkarinya di lehernya.

“Mwo? Kau sudah janji padaku kemarin. Pembohong.” ucap Yeobin kesal.Yeobin sangat benci dibohongi.

“Mianhae, gadis kecil … aku janji lagi, besok aku akan menjemputmu.” ujarnya.

“Dengar, Kim Kibum-ssi. Aku sudah bosan mendengar janjimu.” ujar Yeobin dingin.

“Lalu aku harus apa selain berjanji? Bersumpah? Baiklah, kalau begitu aku bersumpah besok aku akan menjemputmu, tuan putri.” ujar Kibum manis. Yeobin pun berlalu meninggalkan Kibum.

“Hhh, sepupu manja.” gumam Kibum.

“Ah, iya, Yeobinie!” sahut Kibum. Yeobin menengok “Kudengar dia sudah pulang dari Amerika.” ujarnya.

“Aku sudah tahu.” balas Yeobin pelan, setelah itu melanjutkan langkahnya lagi.

~~~o~~~

Setelah pulang sekolah, Yeobin tidak langsung menuju halte, melainkan ia melangkahkan kakinya menuju taman dekat sungai han.

Sesampainya disana, ia duduk disalah satu bangku taman. Ia mengeluarkan mantel dari tasnya dan memakainya. Ia tiduran di bangku tersebut sambil mendengarkan lagu dari headphonenya. Ia menyetel lagu White Horse yang dinyanyikan oleh Taylor Swift.

Sudah sepuluh menit ia berada disana dan tertidur. Tanpa ia sadari ada sebuah kecupan mendarat dipipinya. Lembut dan hangat. Perlahan ia membuka matanya dan melihat apa yang terjadi. Sebuah bibir masih menempel dipipinya.

“Apa yang kau lakukan disini? Merindukanku hmm?” tanya pemuda yang mengecupnya tadi “Tidak terlalu.” jawab Yeobin berbohong. Padahal ia tahu kalau ia sangat merindukan kekasihnya yang sudah lama menetap di Amerika. Hankyung.

Hankyung duduk di sebelah Yeobin lalu merangkul pundak yeobin. Mencoba memberi kehangatan ditengah akhir musim gugur ini.

“Kau bisa sakit kalau disini terus.” bisik hankyung pelan ditelinga Yeobin. Yeobin menyandarkan kepalanya dibahu hankyung. Hangat.

“Aku sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukanku?” tanya hankyung lagi.

“Hmm, apa perlu ditanya kalau soal itu?” tanya yeobin pelan.

Hankyung menatap yeobin tepat dimanik matanya sambil menangkup wajah yeobin “Bahkan aku masih mengingat wajahmu. Kau tidak berubah sama sekali 3 tahun belakangan ini. Kau tetap cantik.” puji hankyung. Yeobin hanya tersenyum manis.

Sekilas wajah hankyung berubah jadi murung “Tapi kau bertambah kurus.” ujarnya kesal. Yeobin tertawa kecil, ia melingkari headphonenya di lehernya.

“Hidungmu makin mancung saja.” ejek yeobin sambil memencet hidung hankyung sekilas “Berarti aku tambah tampan, kan?” tanya hankyung sambil tersenyum.

Yeobin menggeleng “Ani. Kau seperti pinokio. Pasti kau sering berbohong di Amerika, ya?” goda Yeobin

“Enak saja kau! Awas kau, ya!” ancam hankyung sambil menggelitik pinggang yeobin. Tapi yeobin berhasil melarikan diri dari hankyung.

Mereka berlari-larian mengitari taman itu sambil tertawa lepas.

~~~o~~~

Keesokan harinya Yeobin bangun pagi-pagi. Setelah mandi dan memakai baju seragam, ia memakan sarapannya hari ini bersama Hankyung dan Eommanya. Sedangkan Appanya sedang dinas keluar negri.

“Hari ini kau diantar hankyung.” ujar Eommanya. Yeobin tersenyum sambil memandang Hankyung kekasihnya.

Setelah selesai sarapan, yeobin dengan semangat masuk ke mobil sport hitam milik hankyung.“Kau semangat sekali kalau diantar denganku, ya?” tanya hankyung. Yeobin menatapnya sambil tersenyum

“Aku selalu bahagia jika terus menatapmu, Yeobin-ah.” ujar hankyung sembari menyalakan mesin mobil

“Aku selalu bahagia berada disampingmu.” balas Yeobin.

Setelah sampai di sekolah, Hankyung memutari mobilnya untuk membuka pintu Yeobin “Gomawo.” ucap Yeobin manis

“Yeo-ah ..” panggil Hankyung sambil menunjuk bibirnya “Kisseu.” pintanya “Ini ditempat umum.” ujar Yeobin “Ayolah …” rajuk hankyung.

Akhirnya Yeobin meraih kedua pipi hankyung dengan kedua tangannya.Dimiringkan kepalanya, setelah berpapasan kurang lebih 3cm, yeobin mengecup cepat pipi kiri hankyung.

“Kau jahat sekali.” gerutu Hankyung “Kan bisa lain kali. Annyeong!” pamit Yeobin

“Chagiyaaa!!” sahut hankyung. Pipi yeobin berubah menjadi merah lalu menengok kearah hankyung

“Saranghaeyo yeongwonhi~” lanjutnya

“Nado saranghaeyo yeongwonhi!” balas Yeobin pelan.

~~~o~~~

Ditengah pelajaran Fisika, Kibum berlari tergesa-gesa menuju kelas Yeobin. Setelah sampai, ia segera menghampiri guru yang sedang mengajar dikelas Yeobin. Wajah Kibum nampak panik saat berbicara dengan Kim seonsaengnim, “Kim Yeobin-ssi.” sahut Kim Seonsaengnim.

Yeobin berdiri dari duduknya “Kau bisa pulang sekarang.” ujar kim seonsaengnim. Yeobin mengekerutkan keningnya heran, tapi ia tetap menuruti perintahnya.

“Yeo-ah …” panggil Kibum saat mereka sedang berada di mobil pribadi kibum “Ne?” tanya Yeobin “Kenapa kita pulang tiba-tiba?” lanjut Yeobin “Ha … hankyung hyung …” ujar Kibum.

“Sekarang kita ingin kemana? Kenapa? Hankyung kenapa?” tanya Yeobin bertubi-tubi “Hankyung hyung …. kita ingin kerumah sakit.” jawab Kibum lirih

“Mwoya? Rumah sakit? Untuk apa? Siapa yang sakit?” Yeobin mulai menangkap suasana tak enak

“Hankyung hyung … masuk rumah sakit. Ia kecelakaan setelah mengantarmu sekolah. Dan sekarang ia-”

“Mwoya?! Bagaimana dengan hankyung?! Apa dia baik-baik saja? Jawab aku Kibum-ah! Jawab aku!!” paksa Yeobin sembari mengeluarkan bulir-bulir air mata

“Ia kritis ….” jawab Kibum lirih.

Yeobin menutup wajahnya. Ia menangis sejadi-jadinya. Padahal baru sehari ia bertemu kekasihnya setelah penantian panjang, kenapa bisa begini? Kenapa harus hankyung? Kenapa bukan aku saja? Batin Yeobin.

~~~o~~~

Yeobin duduk di bangku tunggu dengan gelisah. Saat ini dokter sedang menangani hankyung. Berkali-kali Kibum mengelus punggung yeobin untuk menenangkan dirinya. Tapi yeobin masih terus menangis dan berdoa untuk kesembuhan Hankyung.

Dokterpun keluar dari ruangan hankyung dirawat. Yeobin segera menghampiri dokter tersebut

“Bagaimana keadaannya, dok?” tanya Yeobin

“Apa anda keluarganya?” tanya sang dokter “Saya yeojachingunya, dok.” jawab Yeobin

“Maaf, tapi kami harus menyampaikannya langsung kepada keluarganya.” ujar dokter

“Tapi keluarganya ada di Amerika, dok!! Kumohon jawab pertanyaanku!! Bagaimana …. hankyungie ….” tubuh yeobin merosot sehingga ia terduduk dilantai.

“Saya sepupunya, dok.” ujar Kibum berbohong

“Hmm, ia sudah melewati masa kritisnya. Ia sudah boleh dijenguk. Sekarang ia sedang tertidur.” ujar sang dokter

“Kajja Yeobin-ah. Kita lihat hankyung.” ajak Kibum.

Yeobin menatap nanar tubuh hankyung yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia jadi teringat kejadian beberapa waktu yang lalu saat hankyung meminta kisseu darinya. Kenapa ia tak berikan saja kisseunya? Betapa bodohnya ia menolaknya. Kalau ia tahu kejadiannya akan seperti ini, pasti ia akan memberi kisseu pada Hankyung.

“Han .. kyungie-ah.” panggil yeobin lirih. Ia menggenggam tangan hankyung erat lalu menciumnya. “Mianhae …. aku … nan jeongmal baboya. Jangan tinggalkan aku sendirian. Jebal … bangun kyungie. Aku …. aku pasti akan menciummu setiap hari kalau kau bangun. Aku berjanji. Kyungie-ah … jebal!” pinta yeobin.

Perlahan ia menangkup kedua pipi hankyung dan mendekatkan wajahnya ke wajah hankyung. Ia mencium bibir hankyung perlahan.

Setelah beberapa detik, ia melepaskan ciumannya dan menatap hankyung penuh harap “Jebal ..” bisiknya.

Perlahan hankyung membuka matanya. Setelah itu menggerak-gerakan jari tangannya. Yeobin melihatnya dan segera tersenyum lebar “Kyungie!” sahut yeobin senang. Kibum segera menghampiri ranjang hankyung

“Yeo … yeonie-ah …” panggil hankyung “Aku disini.” ujar yeobin sambil menggenggam tangannya erat

“Go … goma .. gomawo.” ujar hankyung terbata-bata. Kibum segera menyodorkan segelas air kepada hankyung dan yeobin membantunya untuk duduk

“Cheonmaneyo. Aku senang kau sadar. Jangan pernah meninggalkanku kyungie. Saranghae.” ujar Yeobin. Hankyung diam tak membalasnya

“Kyungie. Waeyo?” tanya yeobin “Mianhae. Yeobin-ah. Aku tidak bisa,” ujar hankyung. Seketika itu juga jantung yeobin serasa seperti di cabik cabik

“A … apa maksudmu??” tanya yeobin

“A … aku tidak bisa. Aku tidak mencintaimu, yeo-ah …” ujar hankyung pelan. Yeobin kembali meneteskan air matanya. Jantungnya seperti tercabik-cabik, hatinya seperti ditusuk ribuan jarum, dan pernapasannya menjadi sesak. Air matanya menetes satu persatu

“Wae? Waeyo? Kau sedang bercanda, kan? Kyung-ah?” tanya Yeobin

“Ani.” jawab hankyung.

“WAEYO?! Kau bilang kau merindukanku? Kau bilang kau selalu bahagia bila menatapku? Kau bilang ….. KAU BILANG KAU MENCINTAIKU SELAMANYA?!” yeobin sudah tak kuat menahan rasa sakitnya hingga ia memutuskan untuk keluar.

Didalam hatinya ia merutuki perbuatannya tadi, menangisinya, mendoakannya, menciumnya, melakukan semua itu untuk orang yang tidak mencintainya. Bahkan sekarang ia lebih babo dari sebelumnya.

“Hyung-ah … wae? Kau … kenapa kau bilang seperti, itu?” tanya kibum tak percaya “Mianhae kibum-ah … aku memang tidak mencintainya.” ujarnya tanpa mengeluarkan setetes air mata.

“Kau pengkhianat hyung. Kau sudah berjanji akan menjaganya dan menyayanginya seumur hidupmu. Kau melanggar janjimu padaku. Kau tega hyung …” kibum pun keluar menyusul yeobin.

~~~o~~

Yeobin terus menangis sesegukan di taman belakang rumah sakit.

“Bajingan! Pengkhianat! Aku membencimu!! Aku ….. a-a-ku …” seorang pemuda duduk disebelahnya sambil menyodorkan sebotol air mineral.

“Kau pasti capek menangis terus. Ini.” ia menyodorkan botor air mineral itu.

Yeobin memandang botol itu heran “Kau …. kenapa malah memberiku air mineral?! Aku sedang menangis! Bukan sedang kelelahan!” omel Yeobin sambil menatap tajam pemuda itu.

Pemuda itu tersenyum manis kepadanya “Annyeong, kita bertemu lagi.”

TBC~

Gamsahamnidaaa~

JANGAN LUPA RCL 😀

Iklan

2 thoughts on “Oh My Girl [Part 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s