How Great Is Your Love [Chap. 1]

Author:한민기 (Han MinGi)

Title: How Great Is Your Love – Chap.1

Lenght: Chaptered.

Rating: PG-13.

Genre: Romance, Drama, dll.

Cast:

-Cho Kyuhyun

-Lee Donghae

-Hankyung

-Han Mingi

-Jung Yoonri(OC)

-Kim Yeori(OC)

-Kim Junsu

Hai hai hai~~~ comeback FF!!!! Hiiiyyyaaaaa~~~ *kriiikk krrriiik* -_____-” gaje bgt ni author. Lanjut aja dah baca! Happy reading ^^v

~~~o~~~

Author’s POV

Seorang yeoja dengan penampilan berantakan berlari di koridor sekolahnya dengan tergesa-gesa. Berkali-kali ia melihat jam tangan putih yang melingkar di pergelangan tangan kirinya dan berharap waktu berhenti.

Yeoja itu berhenti di kelas 2.3, ia mengatur nafasnya yang tak beraturan. Keringat bercucuran di sekitar dahinya. Rambutnya berantakan begitu juga seragam sekolahnya. Dengan secepat kilat dan kasat mata, ia merapihkan penampilannya seadanya. Setelah merasa sedikit rapih, ia memberanikan diri membuka pintu kelasnya.

“MINGI-YA!!! AWAAAASSS!!!”

Sebuah teriakan yang nyaring mengagetkannya, tiba-tiba saja ia merasakan basah disekujur tubuhnya. Ya, dirinya telah disiram oleh air dari atas.

“Hahahahaha!! Saengil chukkae hamnida uri BABO YEOJA!!! Semoga kau tak datang telat lagi!! Upss .. aku lupa tanggal ulang tahunmu, apa mungkin sudah lewat ya? Hahahaha! Ini hadiah untukmu dari kami semua~!! Beruntung sekali kau hari ini karena Lee seonsaengnim tidak hadir hari ini!!!” seorang yeoja angkuh bersama antek-anteknya mentertawakan yeoja malang itu. TIba-tiba seorang yeoja berkacamata menghampiri yeoja malang itu.

“Kalian semua jahat!! Kenapa kalian setega ini dengan teman kalian sendiri!!” teriak yeoja itu emosi “YA! Untuk apa kau mempedulikan sampah sekolah kita ini?! Oh my god! Aku lupa bahwa kau adalah bagian dari sampah sekolah kita! Hahahaha~ Dan apa katamu?? Teman?? Huh, aku bahkan tidak akan pernah mau mempunyai teman seperti dia!! Dia hanya yeoja miskin yang suka datang telat!!”

“Berhenti bicara seperti itu!!! Mingi bukan sampah Kim Yeori!!! Dasar yeoja murahan!! Kau yang lebih sampah dari kami!!!” bentak yeoja berkacamata itu “Sudahlah Yoonri-ah, jangan pedulikan mereka. Aku tidak apa-apa.” ujar yeoja malang itu “Kajja Mingi-ya, kau harus mengganti pakaianmu. Kebetulan aku membawa seragam olahraga.” ajak yeoja itu.

Yeoja malang itu adalah Han Mingi, atau biasa dipanggil Mingi. Dia adalah gadis miskin tapi pintar. Ia mendapatkan beasiswa disekolahnya. Sayangnya, ia sering datang terlambat ke sekolah karena jarak dari rumah ke sekolahnya yang cukup jauh dan dia harus mengurus oppanya yang lumpuh seorang diri. Orangtuanya meninggal semenjak ia kecil.

Sementara yeoja yang membelanya tadi adalah Jung Yoonri. Dia gadis yang baik. Sebenarnya dia adalah anak pemilik sekolah ini, tapi ia menyembunyikan identitasnya dan mengaku sebagai anak miskin. Tidak seorangpun yang tahu bahwa dia adalah anak pemilik sekolah itu terutama Mingi.

Dan yeoja angkuh itu adalah Kim Yeori. Seorang siswi kaya raya tapi sombong. Dia selalu iri dengan kecerdasan Mingi. Karena itu ia selalu menyakiti Mingi dan berusaha untuk mengeluarkannya dari sekolah ini.

Mingi dan Yoonri menuju ke toilet untuk mengganti baju. “Mingi-ya, gwenchana?” tanya Yoonri “Ne. Kau tenang saja.”jawab Mingi dengan senyuman tulus “Gomawo Yoonri-ah.” ujar Mingi pelan “Ne, cheonma. Mianhae, aku tidak bisa berangkat bersamamu, aku harus membantu eommaku yang sangat sibuk. Mianhae Mingi-ah.” ucap Yoonri penuh sesal.

“Gwenchana Yoonri-ah.” Yoonri mengerucutkan bibirnya kesal “Kenapa kau tidak melawan mereka saja?! Aish … kau malah mempermudah mereka untuk menyakitimu!! Jadi manusia jangan terlalu baik Mingi-ya!!” omel Yoonri kesal “Kalau aku melawan mereka aku akan mencari masalah. Dan beasiswaku bisa dicabut.” jawab Mingi lembut.

“Aish!! Beasiswamu tidak akan tercabut!! Aku jamin itu!!” ujar Yoonri “Mwo? Wae?” tanya Mingi bingung “A-ani .. kau kan siswi cerdas. Sudah sana! Cepat ganti bajunya!!” suruh Yoonri sambil menyodorkan seragam olah raganya.

“Gomawo Yoonri-ya. Kau baik sekali.” ujar Mingi “Ne, ne, ne! Ppaliiii~!!” Yoonri mendorong tubuh Mingi masuk ke dalam bilik toilet.

Beberapa menit kemudian Mingi keluar, tapi saat hendak berjalan tiba-tiba tubuhnya oleng, untung saja Yoonri segera memapah tubuh Mingi “Mingi-ya, gwenchana?” tanya Yoonri cemas “Ne. Aku tadi hanya terpeleset.” jawab Mingi bohong.

Yoonri memperhatikan wajah Mingi yang pucat dan berkeringat dingin “Kau pasti lupa sarapan! Aigoo … Mingi-ya! Sesibuk apapun kau tetap harus ingat makan!! Lihat!! Omona … tubuhmu kurus sekali! Oiya, tadi kau pasti jalan kaki!” selidik Yoonri “Anio, tadi aku naik bis, kok.” jawab mingi bohong lagi “Cih, naik bis mana bisa terlambat. Sudahlah, kajja! Kuantar kau ke UKS!” Yoonri menarik tangan MIngi menuju UKS.

Setibanya disana Mingi duduk di ranjang UKS “Kau tunggu disini! Aku akan kekantin membelikanmu sesuatu.” pesan Yoonri “Andwae! Kau kekelas saja duluan. Aku bisa membelinya sendiri.” tolak Mingi “Tapi Mingi-ya,”

“Jebal Yoonri-ah, aku tidak ingin berhutang banyak padamu ..” pinta Mingi lirih. Yoonri menatap sahabatnya sendu, dan akhirnya ia mengalah “Tapi kau harus sarapan dulu. Arasseo?” ujar Yoonri dan Mingi mengangguk.

Yoonri keluar dari UKS. Mingi tak melakukan apapun disitu. Setelah cukup lama, ia akhirnya keluar menuju kelas. Tiba-tiba ia merasakan perih yang luar biasa di bagian lambungnya. Ia menggigit bibir bawahnya “Aku harus kuat! Aku harus kuat! Kau bukan yeoja lemah Han Mingi!!” ujarnya kepada dirinya sendiri.

Author’s POV end

Kyuhyun’s POV

Aku berjalan malas menuju atap sekolah. Huhhh … aku benci pelajaran Sejarah! Lebih baik aku membolos. Tak ada gunanya aku bengong melihat guru botak sialan itu.

Aku melihat seorang yeoja yang berjalan terseok-seok di koridor. Cih, bagus sekali aktingnya! Pasti dia ingin membolos pelajaran juga. Saat aku melewatinya, tiba-tiba tubuhnya ambruk. Refleks aku segera menahan tubuhnya.

Omona .. dia pingsan! Wajahnya pucat seperti mayat. Apa dia mati? Ah, mustahil Cho Kyuhyun. Dia masih bernafas. Tubuhnya ringan sekali seperti kapas. Wajahnya berkeringat dingin. Ternyata dia tidak akting.

“Ya!! Ireona!! Aish … ppali ireonaaa!!” aku menampar kecil pipinya. Aish … sepi sekali disini. Akhirnya kuputuskan untuk membawanya ke UKS.

Aku menidurkannya di ranjang kecil. Eottokkae?

Kyuhyun’s POV end

Mingi’s POV

Mataku terasa berat. Perlahan kubuka mataku. Cahaya lampu langsung menyerang mataku. Ini di UKS? Seingatku tadi aku ingin ke kelas dan aku pingsan. Tapi siapa yang menolongku?

Aku bangkit dan duduk di ranjang. Aku kaget begitu melihat ada namja yang sedang duduk di sebelah ranjangku. Ia memperhatikanku dengan tatapan datar.

“Kau sudah sadar? Baguslah. Lain kali jangan merepotkan orang lain.” ujarnya dingin sembari menyodorkanku sebuah roti. Aku menatapnya bingung “Makanlah. Kau pasti belum sarapan. Tenang saja, ini tidak beracun.” ujarnya. Aku pun mengambilnya dari tangannya.

Kulihat ia sedang memperhatikan name tag yang ada di seragamku “Apa kau ingin membolos pelajaran??” tanyanya sinis. Aku membelalakan mataku. Aigoo!! Jam berapa sekarang?! Penggantinya Lee seonsaengnim kan Jung seonsaengnim!! Omonaaa~ aku telaatt!!

“Benarkan?” tanyanya. Aku segera memberikan roti yang baru kumakan seperempat “Gamsahamnida …. eung …” “Cho Kyuhyun. Kelas 3.5.” jawabnya “Gamsahamnida sunbaenim. Maaf aku terburu-buru.” ucapku sembari membungkuk 90 derajat kepadanya lalu melesat menuju kelasku.

Mingi’s POV end

Author’s POV

Saat bel pelajaran terakhir selesai berbunyi, Mingi langsung berlari secepat kilat setelah Yoo seonsaengnim meninggalkan kelas. Ia sangat terburu-buru karena oppanya hanya sendirian dirumah. Ia khawatir jika terjadi apa-apa dengan oppanya. Ditambah tadi ia lupa mengunci pintu rumah.

“Aigoo-ya!! Mingi babo babo babo!!” gerutunya sendiri “Yaaa!! Mingi-ya!!! Tunggu akuuu!!” dibelakang sana Yoonri berteriak memanggil namanya, tapi tetap tak dihiraukan oleh Mingi. Hingga ia tak sengaja menabrak sunbaenya dan ia terjatuh.

“Aaaww~ appo!” ringisnya. Ia melihat siku kanannya yang lecet sedikit. Kemudian ia terkejut saat melihat siapa orang yang ia tabrak. Segera saja ia membantu sunbaenya berdiri. Tapi itu segera ditepis oleh kyuhyun.

“Mi-mianhamnida sunbae. Aku .. aku tidak sengaja ..” jawabnya gemetaran “Yaakk!! Aish!! Kau lagi!! Kenapa kau itu suka sekali menyusahkan orang hah?!” omel kyuhyun.

“Maaf sunbae, aku tidak punya banyak waktu. Mianhamnida~ aku terburu-buru.” ujar Mingi panik “Ya! Chamkaman! Kau harus bertanggung jawab!!” bentak Kyuhyun sembari mencengkram lengan Mingi kuat hingga ia meringis kesakitan.

“Aaww~ sunbae, lepaskan .. jebal!” pinta Mingi. Beberapa pasang mata menyaksikan mereka. Tapi tidak seorangpun yang berani membantu Mingi.

“HAN MINGI~!!! Tunggu akuuuu~!!!!” sebuah suara teriakan yang nyaring dan melengking berasal dari mulut Yoonri. Kyuhyun menatapnya sebal. Dan disaat itu juga, dengan sekuat tenaga Mingi melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun dan berhasil kabur.

“Yak!! Jangan lari kau!!” sahut Kyuhyun. Yoonri berhenti di samping Kyuhyun dengan nafas yang tak beraturan. Kyuhyun menatap sangar Yoonri sementara Yoonri malah menatapnya heran. Sedetik kemudian Yoonri langsung sadar dan membungkuk hormat pada Kyuhyun.

“Annyeong haseyo sunbaenim.” sapa Yoonri kaku “Neo … YAK!! Gara-gara kau dia jadi kabur!!! Dan juga KECILKAN VOLUMEMU KETIKA BERTERIAAK!!” bentak Kyuhyun emosi. Yoonri membetulkan kacamatanya sambil menunduk “N-ne. Arasseo. Annyeonghi gaseyo sunbaenim!” sejurus, Yoonri langsung melesat tak kalah cepat dari Mingi.

“Aish!! Bocah sialan!! Awas saja kau … Mingi-ssi.” ujar Kyuhyun sembari menyeringai.

~~~o~~~

“Oppaaa!!” pekik Mingi saat membuka pintu rumahnya. Ia menghela nafas lega saat melihat Oppanya sedang bersama tetangganya, Lee Donghae.

“Astaganaga …. Han Mingi!! Ada apa denganmu?!” tanya Donghae sembari menghampirinya “Mianhae oppa .. aku lupa mengunci …. pintu rumah. Untung ada ….  Donghae Oppa. Gomawo …” ujar Mingi terputus-putus “Ne. Apa kau jalan kaki dari sekolah sampai rumah? Aigoo … lain kali jika ingin diantar panggil saja aku. Arasseo?” tanyanya “Anio oppa. Aku tidak ingin merepotkanmu terus. Aku bisa berangkat naik bis atau jalan kaki.” tolak Mingi.

“Huhh … kau ini. Dibilangin susah sekali. Ya sudah. Aku pulang dulu. Jika ada apa-apa telepon saja aku. Arasseo? Hyung, aku pulang dulu.” pamit donghae. Lalu ia tersenyum kepada Mingi dan mengacak-ngacak rambutnya.

“Gomawo oppa! Mianhae sudah merepotkanmu!” ujar Mingi sembari membungkuk. Lalu ia menghampiri oppanya yang sedang duduk di kursi roda “Oppa .. aku merindukanmu~” ujar Mingi sembari memeluk oppanya, Hankyung.

“Oppa sudah makan?” tanya Mingi, sebuah reaksi kecil ditunjukkan Hankyung dengan menggerakan jari-jari tangan kanannya “Baguslah. Oppa tunggu disini, aku ingin ganti pakaian dulu.” ujarku sambil membelai pipinya dan menuju ke kamarku.

Setelah ganti pakaian, aku segera menuju lantai bawah. Aku menemukan Hankyung oppa yang sedang mencoba untuk menggerakan kursi rodanya sendiri.

“Mari kubantu, oppa ..” ujarku sembari mendorong kursi rodanya, aku tersenyum kepadanya. Dan senyumku makin mengembang ketika ia juga tersenyum kepadaku.

Tuhan .. aku mencintainya. Mianhae ..‘ bisikku dalam hati. Yah … aku tahu aku salah besar mencintai oppaku sendiri. Karena hanya dia satu-satunya yang kumiliki. Hanya dia yang kucintai saat ini. Dia adalah seseorang yang paling berarti dalam hidupku selain kedua orangtuaku. Aku mencintainya sebagai namja, bukan sebagai oppaku. Saranghaeyo oppa.

Mingi’s POV end

Kyuhyun’s POV

Aku bersandar di samping gerbang sekolahku. Menunggu yeoja sialan itu datang. Brengsek! Siapa namanya? Mingi? Ya, Mingi. Han Mingi. Dia anak kelas 2.3. Dasar hoobae kurang ajar.

Bel sudah berbunyi, tapi aku belum juga melihat batang hidungnya. Kemana anak itu? Apa dia mencoba untuk menhindar dariku? Tch, tidak ada yang bisa menghindar dari Cho Kyuhyun.

Akhirnya kuputuskan untuk menunggunya di depan kelas saja. Aku melonggarkan dasiku yang melingkar di kerah bajuku. Dan lagi-lagi ada sebuah suara teriakan yang nyaring menyerang telingaku yang mahal.

“Yaaa!!! Ahjussi!!! JANGAN DITUTUP!!! AHJUSIIIII~!!!!” aku menengok kesal kearah suara itu. Astaganaga …. jaraknya masih 100 meter dari sekolah tapi suaranya bisa sampai kutub utara. Itu dia yeoja yang kucari-cari.

Aku melangkah menuju pintu gerbang yang hendak ditutup oleh security sekolahku. Aku menahan gerbang yang sedang di dorong oleh security. “Ya! Kau! Sedang apa kau disana!! Minggir!! Bel sudah berbunyi!! Apa kau tidak mendengarnya hah?!” bentak security itu. Tapi aku tak meladeninya. Tetap menunggu yeoja itu sampai kemari.

Yeoja itu berhenti di sampingku. Ia memegang dadanya yang naik turun. Keringatnya banyak sekali. Apa dia berlari seperti itu dari rumah sampai sini?

“Ga .. huhhh .. huhhh .. gamsaha-” ia menghentikan ucapannya ketika mendongak melihatku. Aku menatapnya tajam sementara wajahnya mulai memancarkan ekspresi panik “Su-sunbae … annyeong ..” sapanya kecil “Sekarang apa kau punya urusan lain?” tanyaku sinis.

“Eung … ne. Aku punya. Annyeong sunbae!” setelah itu dia langsung berlari tapi dengan cepat kutahan tangannya dan kutarik dia menuju atap sekolah. Ia terus memberontak tapi tetap aku diamkan. Rasakan pembalasanku.

“Sunbae .. jebal, lepaskan aku. Aku sudah terlambat sunbae …” pintanya lirih. Cih, mencoba merajuk huh?? “Diam kau!!” bentakku. Dan seketika itu juga dia langsung diam. Mungkin shock karena aku berteriak kepadanya. Setelah itu ia tak berbicara lagi.

Tiba-tiba ia ambruk lagi. Aish!! Kenapa dia hobi sekali pingsan??

“Ya!! Ireona!! Aish … aku belum memberimu pelajaran!! Yaaakk!! HAN MINGI PPALI IREONA!!!” teriakku. Tapi tetap saja ia tidak bangun. Aish!! Cho Kyuhyun babo!!

Aku segera menggendongnya menuju UKS. Berat tubuhnya masih saja tetap sama seperti kemarin. Aku menendang pintu UKS dengan kasar hingga terbuka. Lalu aku membaringkan yeoja ini di ranjang. Aku keluar dari UKS dan meraih ponselku di saku kemejaku.

“Yeoboseyo, wae kyu? Aku sedang ada di kelas ..” suaranya terdengar seperti berbisik.

“YAK! Kim Junsu!! Kenapa kau malah ke kelas?! Aku menunggumu di atap sekolah kenapa kau malah ke kelas?! Dasar anak tidak berguna!! Apa kau tidak punya telinga hah?!” makiku habis-habisan kepada temanku yang menyebalkan ini.

“Ne … mianhae kyu. Lain kali saja. Soalnya hari ini pelajaran Ahn seonsaengnim. Aku tidak mau ketinggalan lihat wajah cantiknya. Annyeong~!” klik. “Shit!!” umpatku.

Begitu aku berbalik, aku melihat yeoja itu sedang menutup pintu UKS. Setelah ia melihatku mempergokinya, ia langsung berlari dan aku segera menyusulnya “YAK!! Jangan kabur kau!!!” sahutku.

PRAAKKK!!!

Ia melempariku sebuah kotak tisu entah dari mana ia mendapatkannya. Tapi yang jelas, kotak tisu sialan itu dengan mulusnya mengenai hidungku. “YAKK!! Jangan kabur kau!!” tapi sial! Dia langsung berbelok menuju tangga dan aku kehilangan jejaknya. Tapi aku tetap tidak menyerah, aku terus berlari hingga menuju kelasnya.

Kyuhyun’s POV end

Author’s POV

Mingi sampai di depan kelasnya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat “Sabar Mingi-ssi … sabar ..” gumamnya. Ia memberanikan diri membuka pintu kelasnya. Dan terpampang jelas wajah Lee seonsaengnim yang merah padam karena menahan emosi. Perlahan ia melangkah menghampiri gurunya itu dan membungkuk 90 derajat.

“Jeosonghamnida seonsaengnim. Saya terlambat lagi.” ujar Mingi sopan. Lee seonsaengnim melotot kepadanya “Skot jump 100 kali Han Mingi-ssi!! Kali ini tidak ada ampun untukmu!!!” bentak seonsaengnim kepada Mingi.

“Tapi seonsaengnim, saya sudah berusaha untuk-”

“Tidak ada tapi-tapian Han Mingi-ssi! Lakukan sekarang!!” bentak Lee seonsaengnim.

Yoonri menatap sahabatnya itu sendu. Ia merasa kasihan kepada sahabatnya itu yang sudah berjuang mati-matian untuk tidak terlambat lagi.

Mingi mulai melakukan skot jump 100x yang diperintahkan guru bahasa inggrisnya. “Aku kecewa denganmu Han Mingi-ssi. Kau siswa berprestasi, tapi kenapa kebiasaanmu suka terlambat? Apa kau hanya menonton drama semalaman? Aku curiga kau tidak belajar di rumah. Apa selama ini kau curang?” tuduh Lee seonsaengnim “Iya!! Bisa saja begitu seonsaengnim!!” sahut Yeori bersama antek-anteknya.

Mingi hanya bisa diam karena kalau ia membantahnya, ia bisa saja dicap sebagai anak tidak sopan. Tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia kecewa, karena gurunya sendiri tak mempercayai pengorbanannya untuk menjadi juara kelas selama bertahun-tahun.

Kyuhyun, ia mengintip pemandangan menyedihkan itu dari jendela. Entah kenapa ia merasa bersalah. Mungkin dia penyebabnya kenapa Mingi bisa terlambat. Itu pasti. Ia menatap gadis itu nanar. ‘Kalau aku yang melakukannya itu mudah saja. Tapi dia yeoja. Pasti sangat lelah melakukan skot jump sampai 100x. Apalagi tadi dia habis berlari-lari. AIsh!! Cho Kyuhyun!! Kenapa kau jadi begini?!‘ Kyuhyu mengacak rambutnya frustasi.

“Saya pamit ke toilet dulu. Jangan ribut ketika saya pergi! Dan kau Han Mingi-ssi, lanjutkan hukumanmu!” perintah Lee seonsaengnim. Ketika ia pergi, Yeori melemparkan sampah kearah Mingi. Disusul dengan antek-anteknya.

BRAKK!!

Yoonri memukul mejanya penuh emosi. Dan melotot kearah Yeori “YAK!! Berhenti melakukan itu!! Dasar manusia bejat kalian semua!!!” teriak Yoonri penuh emosi kepada Yeori.

“Chingudeul .. sebaiknya kita lempar juga sampah ke tempat sampah yang satu ini!” seru Yeori. Mereka pun melempari sampah kepada Yoonri. “Lempar saja terus!! Sampah kalian puas!!” ujar Yoonri. Ia rela melakukan apapun demi sahabatnya.

“Hentikan!!” teriak Mingi frustasi. Yeori menatapnya sambil tersenyum kecut “Oh, jadi ada yang ingin jadi pahlawan disini. Ck, dramatis sekali ya? Para sampah saling membela. Ayo teman-teman, kita lempari saja sampah kepada kedua sampah sekolah kita ini!!”

“Dasar bejat!” umpat Kyuhyun. Ia pun segera mencari akal untuk menghentikan kejadian tersebut. Ia mengambil batu besar dari pinggir lapangan. Lalu dengan sekuat tenaga ia lemparkan batu itu kearah jendela yang dekat dengan tempat duduk Yeori.

PRAAANGGG!!!!

Kaca jendela itu pecah dan betu itu tepat mengenai kepala Yeori. “Aaaaakkhhh!!” Yeori berteriak hebat. Sementara semua teman-temannya terlihat kaget begitu juga dengan Mingi dan Yoonri.

“Rasakan itu gadis jahat!!” gumam Kyuhyun.

~TBC~

Woooaaahhhh~~~ gaje gaje gajeboooooo~~~ >.<  mianhae kalo ni ff mengecewakan kalian smw 😥

Mohon maaf kalau ada typo, dll. Yang jelas, jangan lupa RCL. Kalau ada kritikan, saran, pujian*ngarep*, hinaan, cercaan, atau feelnya kurang(banget), dll, silahkan di tulis di kotak komentar ^^v Jangan cuma Likenya doang yg bejibun yaaaa~

NB: Utk Oh My Girlnya, kyknya bakalan pending deh -_____-” *sabodo teuing thor :p* jdi bakalan di publish 2-3 minggu lagi. Mianhae … 😦

Iklan

2 thoughts on “How Great Is Your Love [Chap. 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s